Calon Kepala Desa Deklarasikan Pilkades yang Damai dan Berintegritas

Sleman – Jelang Pilkades serentak 29 Maret mendatang, Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sleman menyelenggarakan Ikrar
Pilkades Damai dan Berintegritas yang diikuti para calon Kepala Desa
se-Kabupaten Sleman pada hari Rabu (18/3/2020) di Gedung Serbaguna Sleman.

Acara ini diikuti sebanyak 293 orang, yang terdiri dari 160 calon
kepala desa, 49 Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa, 49 Penanggungjawab Kepala
Desa, 17 Camat, dan Kepala Perangkat Daerah terkait sebanyak 18 orang.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan Pilkades kali ini
merupakan Pilkades pertama yang akan dilaksanakan melalui metode e-voting.

“Ini merupakan Pilkades e-voting dengan jumlah TPS terbesar
di Indonesia yakni TPS dengan diikuti 49 desa, 160 calon kepala desa, dan
pemilih,” jelasnya.

Bupati Sleman mengimbau agar pemilih dan calon terpilih tetap
bersikap bijak baik pada saat berlangsungnya Pilkades maupun pasca Pilkades supaya
Pilkades berjalan aman, tertib, damai, dan berintegritas.

Sri Purnomo juga berharap mengingat pentingnya proses
demokrasi ini, teknis pelaksanaan Pilkades e-voting ini dapat berjalan dengan
lancar, aman, penuh kekeluargaan, dan demokratis.

“Tentunya menghasilkan pimpinan yang amanah,” imbuhnya.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaannya, Pilkades e-voting
akan dibantu oleh 56 tim teknis utama dari staf perangkat daerah dan tim
teknis lapangan dari 7 perguruan tinggi DIY, yakni UGM, UMY, UPN, UII, UNY, UTY
dan Universitas Amikom. (Rep Septyan)




Peta Digital Permudah Relawan Temukan Lokasi Bencana

BPBD Sleman mengadakan Sosialisasi GIS (Geographic
Information System) di Posko Utama BPBD Sleman Pakem dari Selasa (17/3/2020) hingga
Kamis (19/3/2020).

Sosialisasi ini menghadirkan para relawan, Destana (Desa
Tangguh Bencana), unit lak, dan unit op.

Disampaikan Joko Supriyanto, Kepala Pelaksana BPBD Sleman, tujuan
dilaksanakannya pelatihan GIS ini adalah untuk membuat peta jalur evakuasi,
peta penyebaran pengungsi, serta peta lokasi kejadian.

“Dengan adanya peta secara digital maka penentuan lokasi bencana
akan lebih mudah untuk dijangkau dan semakin cepat dalam penanganan bencana,”
tambahnya.

Selain itu, Joko mengatakan bahwa relawan siaga bencana
harus memiliki kecakapan dalam pemetaan, penanganan, serta penanggulangan
bencana.

“Dengan kecakapan atau kemampuan dalam mendeteksi bencana
maka akan bekerja sesuai dengan kebutuhan dan menghindari risiko yang akan
terjadi, jangan sampai niatnya mau menolong tapi mendapat kecelakaan kerja atau
malah menjadi korban,” tandas Joko.

Relawan pun diharapkan Joko memiliki kecakapan dalam hal
manajemen posko, menangani korban baik yang selamat maupun yang meninggal dunia,
serta mengetahui pertukangan dasar.

Djokolelana Juliyanto,
Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman pun menambahkan dalam pelatihan
GIS peserta diminta menginstal aplikasi ARCGIS melalui ponsel pintar dan komputer
sebagai alat bantu dalam melengkapi data peta digital dengan menentukan lokasi
titik koordinat di wilayah desa masing-masing.

“Dalam hal pelaksanaan menggunakan ARCGIS melalui peran
relawan, Destana, unit lak maka akan diperoleh data seakurat mungkin karena
para pelaksana penitik koordinat adalah orang yang lebih tahu tentang lokasi
wilayah setempat,” tambahnya. (KIM Cangkringan/Marmansyah)




Seyegan Agendakan Pembinaan Lingkungan Hidup

Seksi
Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Seyegan mengadakan rapat pembinaan lingkungan
hidup di Ruang Rapat lantai 2 Kantor Kecamatan Seyegan, Senin (16/3/2020).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 peserta dari unsur tim Kecamatan Seyegan, perangkat desa, LPMD, PKK, dan padukuhan dari 5 desa se-Kecamatan Seyegan.

Acara
dibuka oleh Staf Seksi Ekobang Kecamatan Seyegan, Suhadi yang memberikan
pengarahan kaitannya dengan tujuan pengelolaan lingkungan hidup, rencana lomba
proklim dan lomba kebersihan-keteduhan beserta desa dan dusun yang ditunjuk
untuk mewakili Kecamatan Seyegan. Disampaikan pula tentang jadwal sosialisasi
Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan penanaman bibit tanaman perindang dari Dinas
Lingkungan Hidup (DLH) Sleman.

Andri
Harsoyo, Kepala Seksi Pengelolaan Sampah DLH Sleman yang bertindak sebagai
narasumber menyampaikan tentang perlunya patroli wilayah bersama dengan UPT Pengelolaan
Sampah dalam menanggulangi pembuangan sampah liar. Disampaikan pula oleh Andri
terkait peran desa dalam pembinaan lingkungan.

“Sebagai pembina dan pengawas pengelolaan sampah tingkat desa, mendukung pengelolaan sampah mandiri, dan sosialisasi dalam pengelolaan sampah,” tandasnya.

Andri
juga menyinggung kegiatan pengurangan sampah dengan konsep 3R (Reduce, Reuse,
Recycle
) dan peran masyarakat, pemerintah, serta pihak swasta dalam
pengelolaan sampah.

Kegiatan
diakhiri dengan forum diskusi dan tanya jawab dengan peserta rapat. (Sutarto
Agus/KIM Kec. Seyegan)




SMK Muhammadiyah Minggir Jawab Kelangkaan Produksi Hand Sanitizer

Badan
Kesehatan Dunia (WHO) telah mendeklarasikan bahwa virus corona sebagai Ddarurat
kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (Public Health Emergency
of International Concern).

Hal ini tak
pelak terjadi pula di Indonesia, upaya pencegahan terus diupayakan oleh semua
pihak. Masyarakat berbondong-bondong melakukan pencegahan penyebaran virus
corona salah satunya dengan penggunaan hand sanitizer. Akibatnya, terjadilah
kelangkaan hand sanitizer di pasaran.

Melihat fenomena
tersebut, SMK Muhammadiyah Minggir yang terletak di bagian barat Kabupaten
Sleman tergerak untuk membantu masyarakat dalam pencegahan virus corona dengan
membuat produk hand sanitizer secara mandiri oleh siswa-siawa jurusan farmasi.

 “Produk kreatif siswa ini sebagai salah satu
bentuk aplikasi langsung materi pembelajaran siswa-siswa jurusan farmasi, yaitu
hand sanitizer dengan merk MM yang harapannya bisa menjawab kebutuhan
masyarakat saat ini terkaitnya dengan pencegahan virus corona, bahkan sampai
Senin 16 Maret kami sudah penuh pesanan yang kami terima di sekolah,” tegas Edi
Purwanto Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Minggir.   

Kreativitas produk ini mendapatkan apresiasi dari Direktur SMK Kemdikbud Dr. Ir. Bahkrun Dahlan, MM.  Seperti inilah SMK seharusnya bisa membuat produk yang dibutuhkan pasaran serta mendorong siswanya untuk kreatif dan senantiasa mengembangkan inovasi,” ungkapnya dalam pertemuan Badan Kerjasama Sekolah Kejuruan Muhammadiyah se-DIY, Sabtu (14/3/2020) di Bambanglipuro. (Arief Hartanto)




Sleman Raih MURI Atas Keberhasilan Mengaplikasikan QRIS

Sleman
– Kantor Wilayah BI (Bank Indonesia) Perwakilan DIY mendapat penghargaan dari
Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) atas keberhasilannya dalam mengaplikasikan
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di merchant di DIY selama
2 bulan, pada Sabtu (14/3/2020) di Museum Gunung Merapi Sleman.

QRIS
ini memang merupakan bagian dari visi yang ditetapkan oleh BI (Bank Indonesia)
dalam sistem pembayaran tahun 2025.

“QRIS memiliki berbagai keunggulan, sangat efisien, satu bisa digunakan untuk semua. Yang paling penting, QRIS ini menjadikan seluruh transaksi dan datanya ada di dalam negeri sendiri. Kita menjadi sebuah bangsa yang memiliki dignity dan penggunaannya perlu lebih diakselerasi sebab semua bisa menggunakan dan mudah digunakan,” beber Kepala Kantor BI Perwakilan DIY, Hilman Setiawan.

Bupati
Sleman, Sri Purnomo, mengakui bahwa perkembangan ekonomi digital saat ini
menuntut sinergi kerja sama dalam menyusun kebijakan terintegrasi untuk
mendorong pertumbuhan nasional yang berlaku juga untuk perkembangan ekonomi
digital di DIY termasuk Sleman.

Dikatakannya,
upaya yang telah dilakukan antara lain dengan mengoptimalkan peran perbankan
daerah, yakni berkolaborasi dengan fintech (finance technology) serta perluasan
transaksi digital untuk mempercepat dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di
daerah.

“Dalam
rangka mencapai tujuan tersebut Pemda Sleman melakukan sejumlah upaya antara
lain memperluas pembayaran digital untuk penerimaan pendapatan pajak dan
retribusi daerah di Kabupaten Sleman,” tambahnya.

Kadarmanta
Baskara Aji selaku Sekda DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) pun mengapresiasi
program ini. Dia berharap sinergi antara BI dan OJK di DIY melalui QRIS dapat
membuat program-program yang sudah baik menjadi lebih baik.

“Sinergi
lintas sektor akan meningkatkan kualitas pembangunan Yogjakarta. Penggunaannya
mudah, tinggal scan QR Code QRIS. Selain itu, aman untuk transaksi tanpa
menggunakan uang tunai,” ungkapnya di kesempatan yang sama. (Rep Aldi)