Rakor Forum KIM Sembada Bahas Kemajuan Organisasi

Forum Kelompok Informasi Masyarakat (FKIM) Kabupaten Sleman menyelenggarakan rapat koordinasi (Rakor) guna membahas program kerja untuk memajukan Kelompok Informasi yang berada di wilayah 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman di Ruang Rapat Kantor Camat Gamping, Sabtu (7/3/2020).

Rakor rutin bulanan ini dipimpin oleh Ketua FKIM Sembada, H. Suripto dengan dipandu Sekretaris FKIM Sembada, Adnan Iman Nurtjahjo. Turut hadir dalam kegiatan Ketua II FKIM Sembada, H. Suharno, serta Bendahara I, R. Agus Widayadi, dan Bendahara II, Sugeng Raharjo.

Dalam sambutan pembukanya, Ketua FKIM Sembada menyampaikan apresiasi kepada pegiat informasi dari Kecamatan Gamping, Ngaglik, Turi, Ngemplak, Seyegan, serta Sleman yang telah meluangkan waktu menghadiri pertemuan.

“Saya harapkan untuk rakor di bulan April 2020 mendatang jumlah peserta dapat bertambah karena banyak Kelompok Informasi Masyarakat dari 17 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Sleman yang sudah terbentuk. Mari kita majukan organisasi yang sudah dirintis bersama-sama ini, lakukan inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan informasi dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan nilai tambah,” kata H. Suripto.

Selain membahas progres kegiatan KIM di tiap wilayah, rakor juga membicarakan tentang perlunya dukungan seluruh anggota KIM untuk memajukan koperasi yang menjadi awal usaha guna menyejahterakan seluruh anggota. Suripto berharap seluruh anggota KIM yang ada di 17 kecamatan bisa menjadi anggota Koperasi FKIM Sembada.

“Karena manfaatnya banyak sekali, di antaranya dapat menampung produk anggota untuk dijual kembali oleh koperasi, bunga pinjaman rendah, mendapatkan sisa hasil usaha setiap satu tahun sekali, mendapatkan harga beli produk yang relatif lebih murah dari non-anggota, mendapatkan pengetahuan tentang perkoperasian, memperoleh ilmu berorganisasi, mendapatkan relasi yang lebih luas, terlibat dalam meningkatkan kualitas hidup manusia, pengembangan potensi dan ekonomi yang melibatkan anggota, menjaga dan memperkuat perekonomian, serta menjaga silaturahmi,” tambah H. Suripto. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Kafilah Kabupaten Sleman Kembali Berjaya di FASI XI DIY

Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XI tingkat DIY kembali
digelar pada Minggu (8/3/2020) bertempat di Kompleks Perguruan SMAM 2
Yogyakarta, SDM Sukonandi, dan Kanwil Kementerian Agama DIY.

Gelaran yang tahun ini mengambil tema Bina, Santri, Jujur,
Arif, Ramah, Santun (Bisa Juara Satu) ini merupakan ajang bagi para santri TKA (Taman
Kanak-Kanak Alquran) dan TPA (Taman Pendidikan Alquran) se-Yogyakarta untuk
mengembangkan bakat, berkreasi dan berprestasi.

Lomba yang difestivalkan pun beragam, mulai dari tartil
Alquran, adzan dan ikamah, nasyid islami, peragaan salat, cerdas cermat Alquran,
mewarnai, ceramah agama Islam, hingga kaligrafi.

Kafilah Kabupaten Sleman dengan santri 123 dan 25 official
maupun pendamping siap untuk mempertahankan juara umum yang disangdang pada
tahun sebelumnya. 

Mujiyono didampingi Arif Rahman selaku Ketua Kafilah Sleman
juga berharap, ajang Festival Anak Sholeh Indonesia 2020 ini dapat melahirkan
santri-santri berkualitas serta melahirkan generasi-generasi bangsa yang
tangguh secara mental, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi.

Setelah bersaing dengan 4 kafilah lain se-DIY, Kafilah
Sleman kembali berjaya dengan tampil sebagai juara umum pada Festival Anak Sholeh
Indonesia 2020. (Harjito, Moyudan)




Manfaatkan Limbah Tak Terpakai Jadi Produk Ramah Lingkungan

Sleman – Sleman Gumyak 2020 yang berlangsung mulai dari tanggal 6 hingga 8 Maret 2020 ini menjadi ajang promosi produk bagi para pengusaha yang ada di Sleman, salah satunya Lusi.

Lusi merupakan salah satu dari beberapa pengusaha yang turut
hadir memperkenalkan produknya dalam acara Sleman Gumyak 2020. Produk Lusi berupa
produk kerajinan tangan berbahan dasar olahan daur ulang sampah. Salah satu
produk yang menyita perhatian pengunjung adalah pot bunga yang terbuat dari
kulit kelapa.

Pot bunga yang diproduksi oleh Lusi dan kawan–kawan ini berbahan dasar kulit kelapa yang dikatakannya merupakan limbah yang tidak terpakai.

“Sebenarnya kita buat pot ini karena awalnya limbah kelapa ini tidak ada yang mau nampung, dijual juga enggak laku limbahnya bahkan kalau di rumah cuma dipakai untuk masak air,” ungkapnya ketika ditemui di stan miliknya pada Jumat (6/3/2020).

Untuk memproduksi pot bunga yang unik ini, Lusi mengaku
tidak sulit selama bahan dasar yang digunakan tersedia. Sementara, menurutnya,
proses tersulit justru ada pada tahap pengeringannya.

“Itu kalau ada stok kulit kelapanya itu bisa cepat, cuma kita yang lama itu cat karena kita pernis, biar tidak lapuk dan mengeringinkannya itu kita butuh 2 hari kalau musim panas tapi kalau musim hujan lama,” jelasnya.

Selain itu Lusi mengatakan jika ketersediaan kulit kelapa
tercukupi, maka sehari kawan-kawan mampu menghasilkan sekitar 10 buah pot bunga.
Untuk harga dari pot bunganya sendiri, Lusi membandrolnya dengan harga yang
terjangkau yaitu Rp 20 ribu per satu potnya.

Lusi menambahkan bahwa, dengan adanya Sleman Gumyak 2020 ini produknya dapat dipromosikan dan dikenalkan kepada masyarakat karena selama ini upaya promosi yang dilakukan oleh Lusi hanya dengan mengikuti event dan juga promosi melalui dinas. “Terus terang kalau saya enggak punya semacam Instagram untuk promosi, jadi kita pasarkan lewat event-event seperti ini jadi kita gabung ke dinas,” pungkasnya.

Ke depannya, Lusi berharap produk–produk yang berbahan dasar
olahan limbah ini lebih diperhatikan oleh pemerintah dan dapat bersaing dengan
produk–produk lainnya. (Rep Naci)




MWCNU Gamping Peringati Hari Lahir NU ke-94

Dalam rangka memperingati hari lahirnya Nahdlatul Ulama ke-94, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gamping menggelar Lailatul ijtima’ yang berlokasi di Masjid At-Taqwa, Mejing Lor, Ambarketawang, Sabtu (7/3/2020) malam.

Ketua Ranting NU Ambarketawang, Ariman Hisyam menyampaikan bahwa sebelum dilaksanakan pengajian malam hari ini, digelar Sema’an Alquran dan Bahtsul Masa’il di siang hari yang merupakan satu rangkaian kegiatan. Adapun sebagai Mauidhoh Hazanah, K.H. Junaedi dari Kota Yogkarta dengan mengangkat tema Takwa.

Kegiatan diikuti oleh segenap pengurus MWCNU Gamping, Muslimat PAC Gamping, Ranting NU, serta Badan Otonom NU se-Kecamatan Gamping. Turut hadir dalam Lailatul Ijtima’ Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang NU Kabupaten Sleman, H. Ismail Ahmad, Rois Syuriyah MWCNU Gamping, K.H. Ahmad Mabarrun, serta Ketua Tanfidziyah MWCNU Gamping, H. Saliman.

Dalam ceramahnya, K.H. Junaedi mengungkapkan bahwa dengan bertakwa kepada Allah SWT akan dapat kita raih kemuliaan hidup serta kebaikan di dunia. Nilai takwa sangat dibutuhkan bahkan menjadi modal sosial di dalam membangun sebuah peradaban masyarakat dengan berbagai kompleksitas permasalahan yang terus menghadang. Selain itu, nilai takwa akan memberi kontribusi positif bagi kehidupan sosial yang lebih luas.

“Terdapat empat sifat utama orang yang bertakwa. Pertama, orang yang merasa takut kepada Allah SWT (Al-Khaufu Minal Jalil). Kedua, orang yang beramal dengan apa yang diwahyukan oleh Allah SWT (Al-Amalu bi At-Tanzil). Ketiga, orang yang merasa cukup dan rida dengan pemberian Allah SWT (Ar-Ridha bil Qalil). Dan yang terakhir adalah orang yang senantiasa mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian dan kembali menghadap Allah SWT (Al-Isti’dadu li Yaumir Rahil),” ungkap K.H. Junaedi bersemangat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Sekolah Bola Voli HRM BVB Resmi Masuk PBVSI Sleman

Minggu (8/3/2020)
bertempat di Padukuhan Bedoyo, Wukirsari, Cangkringan, Sleman dilaksanakan
kegiatan senam sehat dalam rangka peringatan Ultah Sekolah Bola Voli HRM BVB
yang ke-3 tahun yang dihadiri ratusan Warga Bedoyo, Pengurus HRM BVB, Muspika
Kecamatan Cangkringan dan wali siswa.

Ketua HRM BVB
Erwin dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sekolah Bola Voli HRM BVB di
Ultahnya yang ke-3 tahun tepatnya tanggal 9 Maret 2020 telah resmi menjadi klub
bola voli yang tergabung di Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI)
Kabupaten Sleman.

Heru Sutrisno,
Owner HRM BVB juga berharap dengan resminya menjadi klub bola voli yang
tergabung di PBVSI Kabupaten Sleman ke depan dapat mencetak atlet-atlet bola
voli yang handal dan berprestasi.

Camat
Cangkringan, Suparmono pun menyampaikan kegembiraannya karena semua warga
masyarakat Bedoyo Cangkringan dalam keadaan sehat terbukti dalam mengikuti
kegiatan Ultah HRM BVB tidak ada satupun yang menggunakan masker dan agar
masyarakat tetap sehat maka diimbau untuk rajin berolahraga minimal 30 menit
setiap hari, banyak mengonsumsi buah dan sayur, dan rutin melaksanakan cek
kesehatan.

“Berharap
murid dari HRM BVB semaki banyak dengan prestasi meningkat,” tambahnya. (KIM
Cangkringan/Mujiyanta)