UII Gelar Career Mentoring

Universitas
Islam Indonesia mengadakan acara Career Mentoring pada Senin (2/3/2020) di
Gedung Auditorium Abdul Kahar Muzakir. Acara bertajuk Set Your Career for Bright
Future
tersebut bertujuan untuk menyiapkan para alumni baru dan mahasisiwa
Universitas Islam Indonesia dalam mempersiapkan karirnya.

Sinu
Waskitho, Plant Manager PT Sanbe Farma menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang
harus diperhatikan untuk menyiapkan karir yang lebih baik. Sinu menyebutnya
sebagai Career Preparation dan Career Development.

“Sebagai
mahasiswa yang ingin mewujudkan karirnya maka kita harus memperhatikan Career
Preparation
yaitu untuk fokus di dalam kelas untuk mencapai nilai yang baik
dan memanfaatkan banyak kesempatan. Meskipun IPK tidak menjamin skill
seseorang tapi IPK merupakan jaminan kita untuk masuk ke perusahaan sebagai
kunci untuk pintu-pintu kesempatan yang ada,” ujar Sinu yang juga merupakan
Alumni Prodi Farmasi Universitas Islam Indonesia ini.

Selain
itu, menurut Sinu, Career Development juga perlu diperhatikan.

Skill
berorganisasi dan public speaking karena hal itu sangat berguna jika pengalaman
organisasi dijadikan syarat oleh setiap perusahaan,” ungkapnya.

Sinu
juga menceritakan beberapa faktor yang mempengaruhi kesuksesannya dalam
berkarir yaitu perlunya kejujuran, melampaui target, menjadi diri sendiri, dan
kesiapan ketika ada kesempatan. (Rep Ifan)




Rekrut PPS Perlu Tanggapan Masyarakat

Sleman
– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman telah membuka pendaftaran
anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk 86 desa di Kabupaten Sleman. Rekrutmen
PPS ini guna membantu KPU dalam menyelenggarakan Pemilihan Bupati dan Wakil
Bupati Kabupaten Sleman pada 23 September mendatang.

Aswino Wardhana selaku Ketua Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU mengatakan bahwa rekrutmen PPS ini dimulai dari tes administrasi, tes tertulis, hingga wawancara.

Dikatakannya,
setiap tahapan seleksi akan ada tanggapan dari masyarakat di dalamnya.

“Pertama
itu ada seleksi administrasi, setelah diumumkan dan menerima tanggapan dari
masyarakat, ada pelaksanaan seleksi tertulis tanggal 4 Maret, setelah
diumumkan, kita tampilkan di publik dan meminta tanggapan masyarakat, jadi
setelah tanggapan masyarakat, kemudian kita melakukan wawancara, setelah tahap
wawancara kemudian diumumkan dan masih ada tanggapan masyarakat,” kata Aswino,
Jumat (28/02/2020) saat ditemui di Kantor KPU Kabupaten Sleman.

Menurut
Aswino, anggota PPS yang direkrut oleh KPU Kabupaten Sleman ini harus bersikap
netral dan tidak berasal dari partai politik, maka diperlukan tanggapan
masyarakat.

“Pekerjaan
sebagai PPS ini kan mengharuskan orang harus bersikap netral dan bukan bagian
dan tidak berasal dari parpol, maka kami meminta tanggapan masyarakat untuk
kemudian masyarakat melihat nama yang sudah dipublikasi, apakah layak menjadi
PPS dan atau apakah dia terlibat dalam parpol atau tidak,” tukasnya.

Aswino
menambahkan cara mengecek apakah calon PPS sesuai kriteria tersebut adalah
dengan melihat identitas.

“Misalnya
KTP, kemudian melampirkan bukti bukti yang jelas untuk disampaikan. Jadi nanti
ketika bersurat secara resmilah ke KPU, kami akan melakukan klarifikasi ke
orang yang terduga atau anggap tidak netral,” pungkasnya.

Aswino
juga membeberkan bahwa Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Sleman periode ini
akan berbeda dengan pemilihan sebelumnya. Sebelumnya, pemilu tidak ada masa
tanggapan masyarakat dan validasi data seperti peraturan yang dikeluarkan oleh Komisi
Pemilihan Umum republik Indonesia (KPU RI) baru-baru ini.

“Jadi ini hal yang berbeda karena pemilu sebelumnya ini tidak ada masa tanggapan masyarakat dan masa validasi. Jadi ini hal baru yang dilakukan oleh KPU RI,” ungkap Aswino. (Rep Naci)




KPU Sleman Lantik 85 PPK Siap Sukseskan Pilkada 2020

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Trapsi Haryadi didampingi 4 Komisioner lainnya resmi melantik Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terpilih dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2020 pasca hasil klarifikasi tanggapan masyarakat tahap II yang dihelat di Hotel Cakra Kusuma, Caturtunggal, Sleman, Sabtu (29/2/2020).

Berdasarkan petikan Keputusan KPU Kabupaten Sleman Nomor : 08/, 85 anggota PPK di wilayah Kabupaten Sleman akan mulai bertugas melaksanakan tahapan pemilihan di tingkat kecamatan pada tanggal 1 Maret 2020.

Prosesi pelantikan PPK dihadiri oleh anggota KPU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ahmad Shidqi, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman, M. Karim Mustofa bersama anggota Bawaslu, Arjuna Al Ikhsan Siregar, Bupati Sleman, Sri Purnomo, perwakilan Polres Sleman, perwakilan pemerintah 17 kecamatan di wilayah Sleman, serta rohaniwan.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman, Sri Purnomo berpesan kepada seluruh anggota PPK terlantik untuk bekerja melaksanakan tahapan pemilihan secara profesional, cerdas, serta bertindak netral sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Jadilah penyelenggara pemilihan yang netral, jangan sampai Kabupaten Sleman ternodai dengan tindakan yang tidak profesional. Perlu adanya elaborasi dan kolaborasi antara KPU Sleman beserta jajarannya dengan pihak terkait lainnya demi suksesnya Pilkada di Sleman. Semoga setelah 17 Februari 2021 pembangunan di Sleman dapat berlanjut dan semakin baik, serta investasi akan berkembang,” pesan H. Sri Purnomo.

Di sisi lain, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, KPU DIY, Ahmad Shidqi memberikan arahan tentang kerja dalam sebuah tim untuk menyukseskan pilkada. Menurutnya, modal kesuksesan pilkada antara lain kekompakan, tenggang rasa, tepa slira, serta saling menopang. Hal ini karena sistem kelembagaan di KPU adalah hirarkis, pelaksanaan tugas berkesinambungan, dan bebas dari pengaruh manapun maka semua hal harus dikomunikasikan secara berjenjang.

Selepas melantik anggota PPK, Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi memberikan pengarahan berkaitan dengan tugas pertama yang dilakukan Badan Ad-hoc tingkat kecamatan yakni, menentukan ketua PPK, ketua dan wakil divisi, dan koordinator wilayah. Dilanjutkan arahan dari Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Sleman, Ahmad Baehaqi tentang kode etik penyelenggara pemilu, dan diakhiri materi orientasi tugas dan tata kerja PPK oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Aswino Wardhana.

Adapun hasil musyawarah seluruh anggota PPK Kecamatan Gamping memutuskan Adnan Iman Nurtjahjo sebagai Ketua PPK merangkap Ketua Divisi Keuangan, Umum, Rumah Tangga dan Logistik. Selanjutnya, Puji Astuti sebagai anggota PPK dan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Indriyani Nurzanah sebagai anggota PPK dan Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, M. Mualif sebagai anggota PPK dan Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, serta Layung Pertiwi sebagai anggota PPK dan Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan.

“Segera lakukan audiensi dengan pemerintah kecamatan guna membicarakan pengadaan personil calon sekretaris dan staf sekretariat PPK, serta penyediaan Kantor Sekretariat PPK. Selanjutnya, ajukan 3 nama untuk calon sekretaris PPK, dan 5 nama untuk calon staf sekretariat PPK kepada KPU Sleman,” tegas Trapsi mengakhiri arahannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




BKAD Kecamatan Mlati Gelar MAD

Kelembagaan
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) Kecamatan
Mlati mengadakan Musyawarah Antar Desa (MAD) di Gedung Serbaguna Kecamatan
Mlati, Sabtu (29/2/2020).

Acara MAD ini dalam rangka tutup buku dan evaluasi kegiatan tahun 2019. Hadir dalam acara ini perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sleman, Pemerintah Kecamatan Mlati, Kepala Desa se-Mlati, Ketua BPD se-Mlati, Ketua TP PKK Desa se-Mlati, dan perwakilan pemanfaat SPP.

Disampaikan Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Mlati, Kliwon Suhirman, acara kali ini terkait dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban BKAD Kecamatan Mlati terhadap masyarakat.

“Melalui
MAD ini, dipertanggungjawabkan pengelolaan dana bergulir untuk masyarakat.
Sampai saat ini aset dana bergulir sebesar 2,6 miliar dengan keuntungan 300
juta rupiah di tahun 2019. Nilai kemacetan 4,09%. Jumlah kelompok yang dilayani
saat ini 111 kelompok dengan 823 pemanfaat,” jabarnya.

Agus Waseso, Analis Pengembangan Ekonomi Pedesaan pada Seksi Pengembangan Potensi Masyarakat, Dinas PMD Sleman menyampaikan bahwa Dinas PMD Sleman dalam upaya pelestarian, penyelamatan, dan pengembangan aset berusaha untuk membuat regulasi.

“Hal ini ditangkap oleh Dewan yang saat ini sudah menggodok Raperda terkait dengan Pelestarian dan penyelamatan aset hasil PNPM,” imbuhnya.

Dalam
MAD ini, disepakati pun disahkan rencana pelaksanaan kegiatan tahun 2020 dan
rencana anggaran tahun 2020. Berikutnya dilakukan penandatanganan Berita Acara
penetapan rencana pelaksanaan kegiatan tahun 2019, RAB kelembagaan, serta RAB
UPK. (KIM Mlati/Yoko)




Rapel Fasilitasi Jual Beli Sampah Terpilah

Jejaring
Pengelolaan Sampah Mandiri (JPSM) Sehati Kabupaten Sleman mengadakan pertemuan
rutin bertempat di RM Muara Kapuas Pendowoharjo, Jumat (28/2/2020).

Pertemuan
rutin yang difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman ini
mengundang kurang lebih 60 peserta dari unsur Bank Sampah, Sedekah Sampah, TPS
3R dan pengurus JPSM sendiri.

Sebagai narasumber pada acara tersebut adalah Sekti Mulatsih dari Rapel. Dalam paparannya, Sekti menjelaskan bahwa Rapel adalah aplikasi untuk menjual sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual dan telah dipilah menurut jenisnya oleh pemilik sampah yang menjadi user/pengguna aplikasi.

“Sehingga komponen yang ada dalam Rapel adalah user, kolektor, rapel warehouse, dan industri daur ulang,” jelasnya.

Dijelaskan
juga oleh Sekti, area pelayanan Rapel meliputi wilayah DIY yakni Kota Yogyakarta,
Sleman, Bantul, serta Kulonprogo sementara untuk Jawa Tengah meliputi Klaten
dan Sukoharjo.

“Di
wilayah tersebut masih terbatas di beberapa kecamatan saja,” ungkapnya.

Lebih jauh lagi, Sekti memaparkan terkait permasalahan sampah di Indonesia termasuk kesadaran masyarakat Indonesia yang masih rendah untuk memilah sampah di tingkat sumbernya yaitu rumah tangga, budaya membuang sampah di badan air, menimbun dan membakar sampah yang masih terjadi di mana-mana.

User maupun kolektor akan mendapatkan poin dari aktivitas jual beli sampah dan poin dapat ditukar dengan berbagai hadiah sesuai dengan promo yang ada,” beber Sekti saat menjelaskan terkait peluang kemitraan dengan Bank Sampah dan Sedekah Sampat yang selama ini telah berjalan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)