43 Tahun TK ABA Sidoharjo Ukir Beragam Prestasi

Sabtu (1/2/2020) menjadi hari yang bersejarah untuk TK ABA (Aisyiyah
Bustanul Athfal) Sidoharjo Bangunkerto, Turi, yang telah memasuki usia ke-43
tahun. Hari jadi ini diperingati dengan tajuk Mewujudkan Peran Keluarga Dalam
Pendidikan di TK ABA Sidoharjo bertempat di Gedung Dakwah PCM Turi.

Kepala Sekolah TK ABA Sidoharjo, Maharti, menyampaikan
terima kasih atas dukungan dan bantuan dari semua pihak sehingga acara ini
berlangsung dengan semarak, terutama kepada segenap keluarga besar Muhammadiyah
dan Aisyiyah di Sidoharjo.

Mharti bercerita, TK ini mulanya didirkan oleh , Hasyim
Rosyidi, Misran DS, Wagimin Hardiwijoyo, Munahar, Mulyodiharjo, Samsuri, Suprapto,
Supahar, dan Sayuti.

“Pada awalnya kegiatan belajar mengajar menempati rumah Sudarmojo
dari tahun 1977 sampai dengan 1981 dan pada tahun 1981 sampai dengan 1983
sambil menunggu gedung permanen kegiatan KBM pindah ke rumah Misran. Tahun 1983
gedung TK ABA selesai dibangun di atas tanah wakaf dari Sudarsono Projokusumo,”
tuturnya.

Berbagai prestasi telah diraih TK ABA Sidoharjo, tahun 2019
TK ABA ditunjuk oleh PDA menjadi TK ABA percontohan se-Kecamatan Turi, Oktober
2019 TK ABA meraih akreditasi dan mendapatkan nilai A, Februari 2019 TK ABA
ditunjuk oleh UPT Yandik Turi mengikuti lomba lembaga PAUD inovatif mewakili Kecamatan
Turi di tingkat Kabupaten Sleman, serta pada Maret 2019 salah satu guru maju
lomba guru berprestasi tingkat kabupaten mewakili Kecamatan Turi.

“Saat ini telah memiliki dua lokal gedung jumlah murid 75
dengan jumlah guru dan karyawan 11. Guru ekstra 9,” tandasnya. (Arief Hartanto)




UPK Mandiri Cangkringan Beri Manfaat Positif bagi Masyarakat

Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Mandiri Kecamatan Cangkringan ternyata memberikan dampak baik bagi masyarakat. Ini terbukti dengan banyaknya pemanfaat UPK yang mampu mengembangkan usaha mandiri kreatif, seperti melalui usaha kuliner, pariwisata, kerajinan, pertanian, peternakan, dan lain sebagainya di Cangkringan. Demikian disampaikan Suparmono, Camat Cangkringan, di sela acara senam massal dan launching dana sosial alokasi surplus UPK Mandiri Kecamatan Cangkringan di Lapangan Kecamatan Cangkringan, Sabtu (01/02/2020).

“Mari kita jaga bersama-sama keberadaan UPK Mandiri dengan
semua pemanfaat membayar kredit yang sudah diajukan dan terus mengembangkan
usaha yang sudah pemanfaat lakukan,” ujar Suparmono.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hamid, Ketua UPK Mandiri
Kecamatan Cangkringan menyampaikan bahwa UPK Mandiri berdiri pada 31 Juli 2008
dengan modal dari APBN sebesar Rp ,- dengan penambahan modal tiap
tahun dari APBN sampai tahun 2012 sebesar Rp ,- dan sampai saat ini
sudah memiliki aset sebesar Rp ,- .

UPK Mandiri Kecamatan Cangkringan memiliki 181 kelompok pemanfaat
dengan orang anggota pemanfaat Simpan Pinjam Perempuan (SPP).

“Dalam perjalanannya sampai tahun 2019 ikut berperan aktif
dalam penanggulangan kemiskinan dengan menyisihkan 15% dari keuntungan bersih
yang diperoleh,” tutur Abdul Hamid.

Alokasi dana sosial sampai tahun 2019, dibeberkan Abdul
Hamid mencapai Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp ,- dan
masih tersisa ,- .

Ditambahkan Abdul Hamid, dalam penyaluran dana ini dibagi
menjadi lima bidang, yaitu kesehatan, pendidikan dan kebudayaan, pemberdayaan ekonomi,
mitigasi bencana, dan prasarana lingkungan. Untuk kesehatan adalah lantainisasi
10 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Jambanisasi 15 RTLH, pengadaan 3 buah kursi roda.
Bidang pendidikan dan kebudayaan melalui 
kegiatan pengadaan peralatan sekolah bagi 70 anak keluarga miskin, sekolah
keterampilan bagi 40 RTM, pengadaan 1 paket perlengkapan bregodo di Kepuharjo. Bidang
pemberdayaan ekonomi melalui bantuan peralatan dan modal usaha bagi 585 orang, fasilitasi
pengurusan PIRT 10 orang, pemberian 350 paket sembako bagi lansia. Bidang mitigasi
bencana melalui bantuan korban kebakaran dan puting beliung yakni 9 rumah,
pengadaan 1 armada untuk Desa Tangguh Bencana, pembuatan 1 Pos Pantau. Sementara,
untuk bidang prasarana lingkungan dengan pembuatan 2 unit MCK di lokasi wisata,
1 rabat beton di lokasi rintisan wisata bambu, 1 tempat fasilitas umum di bumi perkemahan.
(KIM Cangkringan/Marmansyah)




Jogja Heboh Siap Berlangsung 2 Bulan

Sleman – Event Jogja Heboh digelar mulai Minggu (2/2/2020) hingga Maret nanti. Rangkaian agenda akan melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah, pelaku bisnis wisata, UMKM dan juga seluruh masyarakat Yogyakarta.
Teny Dwi, perwakilan Kadin DIY dalam jumpa pers Jumat (31/1/2020) menyampaikan bahwa event Jogja Heboh ini bekerjasama dengan 5 kabupaten/kota yang ada Daerah Istimewa Yogyakarta. “Di dalam acara– acara itu ada partisipsi dari 5 kabupaten/kota terutama dari Sleman,” ujarnya.
Teny juga menjelaskan bahwa event Jogja Heboh nanti akan menyuguhkan berbagai festival, mulai dari festival budaya hingga kuliner.

“Nanti ada jogja vaganza fun night, ada glagah tropical run, ada tumpeng festival, ada the jumputan fest, ada gunung kidul festival, ada Slemna gumyak, ada prawirotaman festival, kuliner jogja air show, ada sarkem fest,” bebernya.
Pustopo selaku Kepala Dinas Koperasi dan UMK Kabupaten Sleman pun berharap Jogja Heboh ini dapat diramaikan oleh pengunjung.
“Harapannya nanti Tebing Breksi iti walaupun jauh, nanti akan diramaikan oleh pengunjung yang melihat ada makanan dan pentas dari Jogja Heboh,” ujarnya.
Mustofa juga menambahkan dengan adanya berbagai diskon yang ditawarkan mulai dari hotel, kereta api, dan juga pesawat selama event Jogja Heboh berlangsung dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Jogja. “Harapannya orang datang ke Jogjakarta diskon hotel, diskon kereta api, pesawat itu ada diskon sehingga harapannya nanti orang di luar jogja itu melihat jogja ada sesuatu yang bisa dikunjungi,” imbuhnya.




Jemput Bola Tanggulangi Penyakit Degeneratif

Ngaglik – Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada
masyarakat , Puskesmas Ngaglik ll melaksanakan kegiatan jemput bola dengan
berkunjung ke masyarakat. Hal ini sebagai aksi nyata pelaksanaan PIS PK
(Program Indonesia Sehat) Pendekatan Keluarga yang telah dicanangkan oleh
Kementerian Kesehatan RI.

“Kegiatan ini dimulai pada tahun 2017 dan untuk tahun
ini intervensi ke masyarakat diawali pada 13 Januari 2020 dan akan terus
dilakukan sampai akhir tahun,” kata Theodorus Indarto, nutrisionis Puskesmas
Ngaglik ll atau yang lebih akrab dipanggil Theo saat melakukan kunjungan ke
Padukuhan Jetis Suruh, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman,
Kamis (30/1/2020).

Lebih lanjut dikatakan bahwa kunjungan ini meliputi kegiatan
pelayanan dan pemeriksaan tekanan darah (tensi) 
dan penyuluhan kesehatan. “Dari penyakit yang masuk 10 besar
terbanyak, baru  hipertensi,
tuberculosis, serta diabetes mellitus yang diintervensi mengingat penyakit
tersebut yang relatif banyak penderitanya,” ungkap Theo.

Theo juga menerangkan hipertensi dan diabetes mellitus
adalah penyakit degeneratif  yang
disebabkan oleh bertambahnya usia atau penuaan sel-sel organ sehingga fungsi
organ semakin menurun seiring bertambahnya usia dan tubuh menjadi rentan
terhadap berbagai serangan penyakit. Hal ini menjadi perhatian serius Puskesmas
Ngaglik ll karena bila sudah terjangkit penyakit degeneratif maka akan
memerlukan biaya yang mahal  juga
membutuhkan perawatan jangka panjang.

“Penyakit degeneratif muncul disebabkan oleh pola hidup
yang kurang sehat yang sudah dijalani selama bertahun tahun, misalnya kurang
aktivitas fisik, pola makan yang tidak seimbang,  pencemaran lingkungan dan lain-lain. Hal ini
menimbulkan keprihatinan karena saat ini banyak orang dengan gaya hidup yang
tidak sehat, sehingga di usia produktif banyak menderita penyakit degeneratif
ini,” ungkapnya.

Penyakit degeneratif tersebut bisa dikendalikan agar keadaan tidak memburuk dengan perilaku hidup sehat dan memperbaiki pola hidup, gizi seimbang, aktifitas fisik dan istirahat cukup. Hal ini harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga. Di samping itu harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas agar gejala yang muncul dapat terdeteksi sedini mungkin sehingga relatif lebih mudah disembuhkan, dan biaya yang dibutuhkan juga bisa diminimalisir.

Sedangkan untuk tuberkulosis, upaya dilakukan Puskesmas Ngaglik II dengan memotivasi melakukan pemeriksaan maka penyakit akan terdeteksi sejak dini, sehingga pasien lebih mudah disembuhkan jika patuh mengkonsumsi obat sesuai petunjuk dokter, begitu juga penularan penyakit bisa diminimalisir.

Tubercolosis adalah penyakit paru-paru menular yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit kronik ini harus diwaspadai karena penderita harus mengalami pengobatan  yang lama dan menggunakan obat-obatan dalam jumlah banyak, hal ini tak jarang menimbulkan dampak psikologis bagi penderita. Puskesmas Ngaglik ll menaruh perhatian serius pada penyakit ini karena masih rendahnya minat masyarakat untuk periksa dahak manakala batuk lebih dari 2 minggu.

Theo mengatakan  PIS
PK menekankan pada upaya  pencegahan
terhadap masalah kesehatan dan mencari solusi dengan melakukan intervensi jika
sudah terjangkit penyakit-penyakit tersebut.

“Yang
terpenting adalah jangan percaya dengan iming-iming sesuatu yang bisa
menyembuhkan segala macam penyakit, jadi harus berdamai dengan keadaan dan
bangun pola pikir positif karena dengan itu kita akan berpikir dan bertindak lebih
rasional. Selalu merasa bahagia karena bahagia itu berasal dari kita sendiri,”
pungkas Theo. (Upik Wahyuni/ Ngaglik)




Perdana Puskesmas Ngemplak Gelar Lokakarya Mini Lintas Sektor

Menindaklanjuti
penyelenggaraan program pemerintah di ranah kesehatan, kolaborasi dan sinergi
memang harus dilaksanakan secara bersama dan lintas sektoral. Selasa
(28/1/2020), kegiatan rapat koordinasi pimpinan Muspika Kecamatan Ngemplak
sekaligus lokakarya mini lintas sektor perdana 2020 digelar di Sinduharjo,
Ngaglik.

Acara
dihadiri seluruh lintas sektor yang ada di Kecamatan Ngemplak, antara lain dari
Kepala Desa, PKK, karang taruna, Forum Komunikasi Pimpinan Bidang Pertanian,
Perikanan, Pengairan, sekolah, dan pasar.

Camat
Ngemplak, Siti Wahyu Purwaningsih, menyampaikan pemerintah bersama masyarakat perlu
bahu-membahu mengatasi berbagai masalah di masyarakat terutama masalah kesehatan,
lingkungan, dan sosial.

“Bagaimana
mengantisipasi dan mencegah Demam Berdarah, ketahanan pangan dan keamanan,” jelasnya.

Camat
Ngemplak menekankan perlunya pembinaan dan pelatihan sebagai aksi nyata dalam
memberikan literasi dan edukasi.

“Tahun
2020 ini Kecamatan Ngemplak menganggarkan PUPM 30% untuk pembangunan non fisik
masyarakat,” urai Siti melengkapi keterangannya saat membuka acara.

Sebagai
unit di masyarakat yang mengampu dan menjadi rujukan kesehatan, Puskesmas
Ngemplak (Puskesmas Ngemplak I dan Puskesmas Ngemplak II) telah melaksanakan
berbagai upaya sebagai tindak lanjut terhadap capaian kesehatan masyarakatnya. Camat
Ngemplak mengimbau untuk terus meningkatkan sinergisitas dan kolaborasi antara
kegiatan yang ada di Puskesmas Ngemplak ini, dengan lintas sektor dan
organisasi untuk menyelesaikan masalah di masyarakat tersebut.

“Salah
satunya dengan menjalin kerjasama yang dituangkan dalam bentuk MOU,” tambahnya.

Di
lain kesempatan drg. Nurhastiani yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas
Ngemplak II mengatakan telah melakukan pendekatan aktif kepada masyarakat sebagai
upaya peningkatan derajat kesehatan melalui program-program inovasi yang
direncanakan dan telah sukses dilaksanakan.

“Salah
satunya mengusung program edukasi bebas rokok yang telah berdampak di beberapa
desa,” ucap drg Nurhastiani.

Kegiatan lokakarya mini lintas sektor perdana 2020 diakhiri dengan penandatanganan MOU yang dilakukan oleh Camat Ngemplak, sekolah se-Kecamatan Ngemplak, Kepala UPT se-Kecamatan Ngemplak, Muspika Ngemplak, lintas sektoral, Akademisi UII, STIKES Panti Rapih, LSM UNALA, sebagai komitmen dukungan kepada Puskesmas Ngemplak baik I dan II dalam peningkatan mutu layanan. (KIM Ngemplak/Nuradi)