RS Queen Latifa Peringati Hari Jadi ke-10

Dalam rangka Hari Jadi ke-10, Rumah Sakit Queen Latifa menyelenggarakan
jalan sehat yang diikuti kurang lebih 800 peserta baik dari internal maupun
masyarakat umum di seputaran Gamping, Minggu (19/1/2020).

Acara ini digelar dengan tujuan untuk mengajak masyarakat
selalu aktif bergerak dan menciptakan keakraban antara masyarakat sekitar RS
Queen Latifa. 

Selain jalan sehat, peringatan hari jadi yang mengusung tema Berbagi Genggam Jemari, Wujudkan Masyarakat yang Sehat ini memiliki kegiatan lainnya, yakni donor darah yang bekerja sama dengan PMI Sleman dengan lebih dari 60 pendonor, Lomba QL Pintar, Lomba Drama, dan Lomba Kostum yang diikuti oleh keluarga besar RSU Queen Latifa serta kunjungan jajaran direksi ke pasien rawat inap untuk memberikan bingkisan dan ucapan terima kasih kepada pasien atas kepercayaan yang sudah diberikan.

Direktur utama PT Queen Latifa Husada Jaya, Syaifudin, , dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa 10 tahun RS Queen Latifa adalah momentum tepat untuk menegaskan peran serta RS Queen Latifa dalam menjaga kesehatan masyarakat pun untuk sarana dakwah mewujudkan cita-cita dan tujuan pemilik PT. Queen Latifa Husada Jaya.

“Meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi
semua lapisan masyarakat melalui pendekatan peningkatan pengetahuan kesehatan
(promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif),
pemulihan kesehatan (rehabilitatif) dan paliatif yang dilaksanakan secara
menyeluruh sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan tidak memandang
agama, golongan dan kedudukan,” tandasnya. (Harjito/KIM Moyudan)




Ketahui Kebutuhan Pupuk Bersubsidi dengan Susun RDKK

Cangkringan – UPTD BP4 Wilayah VI mengadakan Sosialisasi Penyusunan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) tahun 2021 pada Kamis (16/1/2020) bertempat di Aula UPTD BP4. Sosialisasi tersebut diadakan dengan maksud untuk mengetahui kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani khususnya petani di wilayah Kecamatan Cangkringan dan Ngemplak. Sosialisasi dilakukan di bulan Januari ini dengan harapan bulan Maret usulan RDKK sudah masuk ke Bupati Sleman kemudian disahkan melalui SK Bupati mengenai jumlah kebutuhan pupuk bersubsidi.

Sosialisasi dihadiri dari berbagai elemen yaitu dari
Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), perwakilan Pemerintah Desa, perwakilan
Kecamatan, Penyuluh, serta Baninsa. Selain itu pihak UPTD BP4 juga menghadirkan
Supriyanto, Penyuluh Pertanian Muda
dari Dinas Pertanian Kabupaten Sleman sebagai narasumber.

Disampaikan Supriyanto bahwa sebenarnya jenis pupuk bersubsidi tidak hanya Urea namun ada 5 jenis, yaitu Urea, NPK, ZA, SP 36, dan Organik. “Selama ini masyarakat khususnya petani hanya mengetahui jenis pupuk bersubsidi hanya Urea saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut Supriyanto menjelaskan bahwa luasan lahan pertanian di wilayah Kabupaten Sleman semakin berkurang setiap tahunnya sehingga penyusunan RDKK menjadi penting untuk mengetahui seberapa besar kebutuhan pupuk bersubsidi bagi masyarakat. (KIM Cangkringan/Andi Ferdana)




Gali Nilai Budaya Bangun Karakter Bangsa

Budaya
sebagai warisan nenek moyang sudah sepatutnya kita pertahankan. Budaya asih,
asah, dan asuh, jangan sampai hilang dari khasanah kehidupan bermasyarakat dan
berbangsa. Salah satu upaya tetap menjaganya adalah dengan menggali kembali
nilai budaya yang ada di masyarakat untuk generasi muda agar tidak kehilangan
akar budayanya. Hal ini sebagaimana disampaikan Wakil Bupati Sleman, Sri
Muslimatun, ketika membuka acara Dialog Budaya yang diselenggarakan oleh
Perkumpulan Ngaudi Raharjaning Budaya Kabupaten Sleman bekerjasama dengan MSBO
Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sleman, Minggu (19/1/2020) di Joglo Pepen,
Kadisobo I, Trimulyo, Sleman.

Dengan
tema Menggali Nilai Budaya Membangun Karakter Bangsa, acara ini menghadirkan tiga
narasumber, yakni Aji Wulantoro, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman,
, A.R, dari LHKP PWM DIY, dan Arif Jamali Muis selaku akademisi.

Acara
ini diawali dengan tampilan tembang Jawa yang penuh dengan nilai luhur budaya
dan nilai  perjuangan yang diambil dari
beberapa pupuh babad Giyanti yang dibawakan oleh para penggiat seni  tradisi. 

Kegiatan
dialog pun berlanjut dengan paparan dari M. Taufik AR yang menyampaikan bahwa luruhnya
kelekatan sosial dan degradasi kehidupan komunal sebagai masyarakat perlu
direspon dan dikoreksi, salah satunya melalui strategi kebudayaan. “Kebudayaan
sebagai manifestasi kolektivitas harus menjadi ruang perjumpaan yang menyemai
kebajikan publik. Di sini peran para pemimpin pun mesti konsisten dalam kata
dan laku, menjadi teladan dan panglima perumus kebijakan publik yang
menghadirkan kebajikan publik,” tutunya. (Arief Hartanto)




Upaya Mancing Mania Lestarikan Lingkungan

Wilayah Yogyakarta yang dilintasi banyak sungai besar dan kecil, selokan, dan terdapat banyak embung serta kawasan pantai dan laut telah mendorong animo masyarakat yang memiliki hobi memancing.

Amrin Fajar Aristanto salah satunya. Ia bersama teman-temannya membentuk komunitas Mancing Mania Jogjakarta (MMJ) pada 12 Maret 2012.

Fajar mengisahkan terbentuknya komunitas MMJ berawal dari seringnya bertemu dan berkumpul manakala mereka memancing bersama. Kemudian membentuk suatu perkumpulan agar para pemancing saling mengenal dan terkoneksi satu sama lain, sehingga terjalin solidaritas dan ikatan persaudaraan yang kuat.

“Hobi positif bila dilakukan sendirian tidak akan mempunyai manfaat yang signifikan pada orang lain dan lingkungan sekitar. Hobi akan lebih asyik bila dilakukan bersama dengan teman yang memiliki visi dan misi yang sama. Jadi dengan membangun komunitas maka hobi akan berkembang lebih pesat karena lebih teratur dan terarah,” kata Fajar saat ditemui di Embung Jetis Suruh, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman,Jumat (17/01/2020).

Untuk mempermudah koordinasi MMJ kemudian membuat grup di media sosial Facebook yang saat ini telah beranggotakan orang. “Jumlah tersebut tidak saja berasal dari Jogja dan sekitarnya tetapi juga seluruh Indonesia bahkan banyak yang bermukim di luar negeri,” terangnya.

Dari grup medsos yang terbentuk tersebut banyak hal yang bisa diinformasikan ke anggota. Selain pengetahuan tentang memancing baik teknik maupun pengalaman para pemancing, juga ada informasi even, upaya pelestarian lingkungan, berbagai kegiatan komunitas, serta kampanye ilegal fishing. Tak hanya itu, mereka juga melakukan penggalangan dana untuk kegiatan MMJ Peduli yang telah banyak membantu korban bencana alam ataupun membantu anggota yang mengalami musibah.

“Dana berasal dari anggota serta penjualan merchandise yang disediakan di outlet MMJ di Jalan Ngampilan, Kota Yogyakarta,” ungkap Fajar.

Fajar beranggapan sebagai sebuah komunitas, MMJ haruslah memiliki komitmen melakukan hal positif agar bermanfaat bagi masyarakat. Di antaranya aktif turut serta menjaga keseimbangan ekosistem atau kelestarian lingkungan. “Ini dilakukan dengan menebar benih ikan di beberapa sungai atau embung di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, menjaga kebersihan sungai, memasang papan larangan untuk setrum ikan atau penggunaan bahan kimia, giat kampanyekan Anti ilegal fishing, serta menjaga spesies ikan tertentu yang tergolong langka agar tidak cepat punah keberadaannya,” aku Fajar.

Kiprah yang dilakukan MMJ saat ini adalah bagian dari upaya Fajar dan kawan-kawannya yang berusaha mematahkan stigma negatif yang selama ini berkembang di masyarakat, bahwa orang yang gemar memancing adalah pemalas dan hanya menghabiskan waktu saja.(Upik Wahyuni/KIM Ngaglik)




Bawaslu Imbau KPU Sleman Ikuti Prosedur Rekrut PPK

Mulai 15 Januari 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman secara resmi telah membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin menjadi penyelenggara pemilihan sebagai Panitia
Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Sleman Tahun 2020. Pengumuman pendaftaran PPK oleh KPU Kabupaten Sleman melalui surat nomor 004/ ini sudah bisa dilihat di website KPU Kabupaten Sleman.

Menindaklanjuti hal tersebut, Koordinator Divisi Pengawasan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman, Karim Mustofa mewanti-wanti agar proses seleksi dilakukan sesuai aturan dan prosedur.

“Kami sudah mengimbau sebagai bentuk pencegahan dengan cara mengirim surat kepada KPU Sleman dengan nomor surat 021/BAWASLU-SLM/K/PM/01/2020 agar proses rekrutmen jangan sampai ada kesalahan prosedur dan administrasi lainnya dalam perekrutan PPK,” jelas Karim dalam siaran persnya, Rabu (15/1/2020) di Hotel Grand Keisha, Condongcatur, Sleman.

Rekrutmen PPK sendiri telah dibuka secara umum untuk masyarakat Sleman yang telah memenuhi syarat sebagai pendaftar. Mengenai persyaratan yang harus dipenuhi juga bisa dilihat dalam pengumuman tersebut seperti usia paling rendah 17 tahun, dan maksimal 60 tahun, berdomisili di wilayah kerja PPK, dan belum pernah menjabat sebanyak 2 (dua) periode dalam jabatan yang sama sebagai anggota PPK.

Karim Mustofa melalui suratnya yang ditujukan ke KPU Kabupaten Sleman juga mengimbau supaya dalam proses seleksi PPK ini harus memperhatikan kompetensi, kapasitas, integritas, dan kemandirian calon anggota PPK.

“KPU Kabupaten Sleman harus menghindari praktik Korupsi-Kolusi-Nepotisme, memastikan calon PPK berintegritas dan yang bersangkutan bukan sebagai anggota partai politik dan tim kampanye serta memperhatikan ketentuan 2 periode jabatan,” ujarnya.

Karim menambahkan, imbauan tersebut disampaikan agar tidak ada kesalahan prosedur dan administrasi lain dalam perekrutan PPK yang dilaksanakan mulai 15 Januari-14 Februari 2020.

Selanjutnya, sebagai pengawas pemilihan, Bawaslu Kabupaten Sleman mengajak masyarakat untuk turut serta mengawasi perekrutan PPK dan mau memberikan informasi dan masukan masyarakat jika ada dugaan pelanggaran.

“Kami, dalam proses rekrutmen PPK ini akan membuka posko aduan, bilamana ada masyarakat yang ingin memberikan informasi melalui Bawaslu Sleman maupun Panwas Kecamatan di Sleman,” pungkas Karim. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)