Apresiasi Peninggalan Sejarah, Lumpang Tjokrodonyo Berhasil Diangkat

Peradaban yang telah berkembang sejak lama di Indonesia, meninggalkan benda-benda sejarah yang harus diapresiasi. Baik itu peninggalan bangunan, maupun peninggalan alat rumah tangga. Salah satunya adalah Lumpang.

Lumpang batu merupakan wadah berbentuk bejana yang berfungsi untuk menumbuk padi, kopi, ataupun bahan olahan lainnya. Lumpang batu banyak ditemui di desa-desa di Pulau Jawa karena batu andesit yang merupakan bahan baku pembuatan alat rumah tangga ini dan juga candi-candi banyak ditemukan di sungai.

Salah satu Lumpang yaitu Lumpang Tjokrodonyo berhasil diangkat oleh relawan Komunitas Kekandhangan Banyuraden dari dasar sungai dekat Belik Serut, Padukuhan Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (17/1/2021). Proses pengangkatan menghabiskan waktu selama empat jam, yang dilakukan oleh tujuh orang menggunakan peralatan sederhana berupa kayu, bambu, dan tali tambang.

“Alhamdulillah, pada usaha pengangkatan yang ketiga ini Lumpang Tjokrodonyo yang terbuat dari batu andesit berhasil kami angkat dari dasar sungai,” ujar Samastha, Koordinator Komunitas Kekandhangan Banyuraden.  

Samastha yang juga merupakan orang yang pertama kali menemukan lumpang ini, menyampaikan apresiasinya terhadap proses pengangkatan ini. Menurutnya, ini merupakan bentuk kepedulian warga terhadap peninggalan sejarah, khususnya di daerah Banyuraden.

“Sebagai warga sudah sewajarnya untuk merawat dan menjaga benda peninggalan sejarah di wilayah Banyuraden yang dapat dimanfaatkan sebagai kekayaan dan khasanah budaya bangsa, dapat menambah wawasan dan pengetahuan, serta menambah pendapatan melalui kegiatan wisata. Kalau bukan kami siapa lagi yang akan merawat dan menjaga benda peninggalan sejarah ini,” ujar Samastha bersemangat.

Samastha juga berharap kepada masyarakat Banyuraden untuk dapat menghargai benda bersejarah tersebut agar tetap lestari dengan cara menjaga kebersihan, keutuhan, dan keindahannya serta tidak mencoret-coret benda peninggalan sejarah yang sangat bernilai. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Verifikasi Data Penerima BLT, Condongcatur Gelar Musdesus

Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama Badan Permusyawaratan Kalurahan (BAMUSKAL/BPKal) Condongcatur selenggarakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dengan agenda Verifikasi Data Penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahun 2021, Jumat (15/1/2021). Acara yang dilaksanakan di Ruang Wacana Loka, Kantor Kalurahan Condongcatur ini dihadiri langsung oleh Panewu Kapanewon Depok yang diwakili oleh Plt. Kepala Jawatan Sosial Depok, Lurah beserta pamong Kalurahan Condongcatur, BAMUSKAL/BPKal LPMK, Karangtaruna, PKK, Pendamping Desa, perwakilan RT, perwakilan RW, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Condongcatur dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Sunarto perwakilan dari BAMUSKAL/BPKal sekaligus pemimpin musyawarah menyatakan bahwa data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang diverifikasi menggunakan data tahun 2020.

“Data verifikasi BLT-nya menggunakan data penerima BLT Dana Desa tahun 2020,” terang Sunarto.

Musyawarah diakhiri dengan penandatanganan penetapan hasil Musdesus di depan Lurah Condongcatur oleh perwakilan peserta musyawarah, antara lain oleh Hifnie Thamrin dari LPMKal, Novita Savitri dari BPKal, Ribut Suparnan dari unsur Pamong Kalurahan, Sahid Fahrudin dari Satgas COVID-19, dan Dewi Nurlaila dari kelompok PKK. (Wasono Depok)




Pemkab Sleman Gelar Vaksinasi Perdana COVID-19

Dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19, Pemerintah Kabupaten Sleman melaksanakan program vaksinasi COVID-19 perdana di Kabupaten Sleman, Kamis (14/1/2021). Pelaksanaan program tersebut berlangsung di Puskesmas Ngemplak II dan dibuka secara resmi oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Dalam pelaksanaanya, vaksinasi tahap perdana di Kabupaten Sleman menyasar kepada 10 orang yang merupakan perwakilan dari berbagai unsur, yaitu Bupati Sleman Sri Purnomo, Dandim 0732/Sleman Letkol Inf Arief Wicaksana, Kapolres Sleman Anton Firmanto, Kepala Kejari Sleman Bambang Marsana, Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta, Kepala Kantor Kemenag Sleman Sa’ban Nuroni, Anggota DPRD Sleman Ani Martanti dan Dokter sekaligus pegiat media sosial Mandira Hudhi.

Bupati Sleman Sri Purnomo menjadi orang pertama yang menerima suntikan dosis vaksin COVID-19 yang dilakukan di Puskesmas Ngemplak II dan menjadi orang pertama yang menerima vaksin di Kabupaten Sleman.

Usai menerima suntikan vaksin, Sri Purnomo menceritakan pengalamannya saat disuntik vaksin COVID-19.

“Saya tadi selesai divaksin dan ini menunggu sampai 30 menit setelah disuntik. Setelah disuntik saya tidak merasakan apa-apa, mudah mudahan nanti sampai 30 menit tidak ada efek (gatal,pusing),” jelas Sri Purnomo.

Lebih lanjut, Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa sebelum menerima suntikan vaksin, dirinya melakukan prosedur pemeriksaaan terlebih dahulu yaitu tekanan darah dan juga melakukan swab antigen di hari sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menyebut bahwa pada tahapan pertama pemberian vaksin Covid-19 akan dimulai dengan menyasar SDM kesehatan di Kabupaten Sleman.

“Semua Nakes dan non-Nakes di fasyankes swasta, pemerintah, praktik mandiri dan tempat karantina, akan menjadi sasaran pertama pemberian vaksin COVID-19,” katanya.

Lebih lanjut, Joko menuturkan bahwa SDM di Kabupaten Sleman yang telah diverifikasi dan disetujui oleh Kemenkes RI untuk menerima vaksin sebanyak tenaga dengan kesiapan jumlah vaksin Covid-19 sebanyak dosis.

“Tahapan selanjutnya, akan menyasar petugas pelayanan publik (TNI/Polri, dan lainnya-red), masyarakat rentan dan masyarakat umum dan akan dilakukan secara bertahap,” jelasnya. (Humas Sleman)




Demi Kenyamanan, Dinas PUPR DIY Adakan Sosialisasi Pembangunan Saluran IPA

Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Permukiman Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan D.I. Yogyakarta adakan sosialisasi Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA), Rabu (13/1/2021). Acara yang dilaksanakan di Balai Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Sleman ini dihadiri Kepala Jawatan Kemakmuran Seyegan, Lurah Margodadi, BPD, LPMD, Dukuh, dan Tokoh Masyarakat Margodadi dengan didampingi oleh Babinsa dan Babinkantibmas.

Subandi, Lurah Margodadi dalam sambutannya menjelaskan mengenai rencana pembangunan IPA di Kalurahan Margodadi. Ia juga meminta persetujuan para undangan atas rencana pembangunan tersebut “Semoga bermanfaat untuk masyarakat Margodadi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Iwan perwakilan Satker Pelaksana Prasarana Permukiman DIY memaparkan rencana pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Regional Kartomantul Tahap II, yang jalur pipanya akan melalui wilayah Margodadi sepanjang meter. Pekerjaan ini nantinya akan melalui 4 padukuhan, yaitu Padukuhan Pendekan (P.0 s/d ), Padukuhan Kurahan ( s/d ), Padukuhan Gendengan ( s/d ), dan Padukuhan Tegalweru ( s/d ).

Iwan menjelaskan, tahapan pembangunan tahap II yang bersumber dari air Sungai Progo ini akan segera dilakukan. “Akan segera dilakukan pengukuran, pemotongan dan pembongkaran aspal, pekerjaan galian tanah, pemasangan pipa atau aksesoris, penimbunan sirtu atau pemadatan dan pengembalian aspal,” terang Iwan.

Hal ini didukung oleh pernyataan Sudarsono, Kontraktor Adhi Karya sebagai pihak pembangun, bahwa pekerjaan ini akan dimulai pada Januari 2021 dan berakhir pada tahun 2022. “Dengan masa pemeliharaannya selama satu tahun,” tambahnya.

Sementara itu Siti Baroroh, Kepala Jawatan Kemakmuran Seyegan berharap bahwa pembangunan IPA ini hendaknya tetap memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan akses jalan. “Mengingat jalur pipa sendiri akan melalui jalan yang relatif sempit baik jalan dusun maupun jalan kabupaten,“ terangnya.

Sehingga menurut Siti, butuh sosialisasi yang maksimal agar masyarakat dapat memahami proses pembangunan ini.

“Maka tugas Dukuh untuk sosialisasi kepada warga, untuk mengeliminasi benturan masyarakat dengan pekerjaan IPA yang akan dikerjakan,” tutup Siti. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Aktivitas Meningkat, Bupati Sleman Pantau Merapi di Beberapa Titik

Bupati Sleman bersama jajarannya lakukan pemantauan aktivitas Gunung Merapi di sejumlah titik pada Rabu (13/1/2021). Pantauan tersebut dilakukan di Kantor Kalurahan Wonokerto, Pos Pemantauan Tunggularum, Ngandong, Turgo, Ngrangkah dan Pos Kelompok Siaga Merapi (KSM) Kalitengah.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menyampaikan bahwa pemantauan tersebut untuk mengecek kesiapan petugas dan infrastruktur seperti jalur evakuasi. “Sehingga nanti Ketika ada peningkatan status Merapi, proses evakuasi warga dapat berjalan lancar baik secara mandiri maupun oleh Pemkab Sleman,” ujarnya.

Menurutnya, dari hasil pantauan semua berjalan normal. Masyarakat yang berada di radius lebih dari 5 kilometer masih melaksanakan kegiatan secara normal. “ Hanya saja bagi warga rentan yang tinggal dengan jarak kurang dari 5 kilometer dari Merapi sudah diungsikan di barak pengungsian Glagaharjo,” jelas Sri Purnomo.

Dalam pantauan tersebut, Bupati Sleman mendapat laporan dari Lurah Wonokerto Turi dan Purwobinangun Pakem bahwa ada jalur evakuasi yang perlu dibenahi. Berdasarkan laporan, jalan rusak yang merupakan jalur evakuasi di Wonokerto kurang lebih sekitar satu kilometer dan di Purwobinangun sekitar 150 meter. Selain itu barak pengungsian Wonokerto juga memerlukan tambahan fasilitas MCK.

“Akan segera kami benahi melalui Dinas PUPK agar dapat lancar semuanya ketika dibutuhkan untuk evakuasi,” kata Sri Purnomo. (Humas Sleman)