Sanggar Seni Kertodikromo Jemirah Aktif Lestarikan Budaya Jawa

Delapan penari remaja putri bergerak dengan gemulai, tenang dan anggun pada sore itu membawakan Tari Sekar Puji Astuti. Diiringi Gending Ladrang Mugi Rahayu, tarian bergaya klasik Yogyakarta tersebut menggambarkan bentuk pujian dan syukur kepada Tuhan, sehingga sering dipentaskan untuk menyambut tamu di bebagai acara resmi. Itulah salah satu gambaran kegiatan di Sanggar Seni Kertodikromo Jemirah milik Sudarmin, yang berlokasi di Dusun Penen, Donoharjo, Ngaglik Kabupaten Sleman.

Sudarmin pemilik sekaligus pengelola sanggar mengungkapkan bahwa sanggar seni ini berdiri sejak 4 tahun silam dan telah terdaftar di Dinas Kebudayaan Sleman pada tanggal 27 Mei 2019.

“Nama sanggar di ambil dari nama kedua orang tua saya yaitu Kertodikromo adalah nama bapak, sedangkan simbok bernama Jemirah. Nama tersebut sengaja diabadikan sebagai rasa hormat dan kecintaan saya kepada beliau,” ujar Sudarmin mengawali kisahnya saat dihubungi pada Minggu (7/02/2021).

Menurut pria yang juga seorang Purnawirawan TNI Angkatan Laut ini, tujuan awal ia mendirikan Sanggar Kertodikromo Jemirah ini adalah sebagai wadah untuk menjaring minat dan bakat, terutama generasi muda dalam berkesenian.

“Untuk mengenali dan mempelajari seni dan budaya Jawa yang adiluhung agar tetap ada, terjaga dan lestari. Di sini, kita sediakan fasilitas dan juga tenaga pengajar agar mereka yang berminat nguri uri budaya Jawa terutama para generasi milenial bisa lebih mengenal, belajar, berlatih bahkan sampai pementasan” katanya.

Ia berharap, dengan adanya sanggar tari ini, para generasi muda dapat mengisi waktu mereka dengan kegiatan yang bermanfaat.

“Kami berupaya turut serta membina generasi muda dengan memberi kan wadah berkreasi agar masalah-masalah sosial seperti kenakalan remaja atau penyalahgunaan narkoba di masyarakat menjadi berkurang,” ungkapnya lagi.

Di sanggar dengan bangunan khas Jawa berbentuk Limasan tersebut, komunitas maupun perorangan bisa belajar berbagai macam kesenian sesuai yang diminati.

“Beberapa kesenian yang bisa dipelajari di Sanggar Kertodikromo Jemirah diantara nya tari, ketoprak, tembang (panembromo, macapat), sandiwara bahasa jawa, Gejog Lesung, karawitan, jatilan, wayang orang dan masih banyak lagi,” papar Sudarmin.

Sudarmin juga menyebutkan bahwa semua fasilitas yang ada di sanggar ini bisa digunakan secara gratis oleh siapa saja, baik perorangan maupun kelompok.

“Pelatihnya juga berkompenten di bidangnya diantaranya pelatih tembang, tari, penyutradaraan, gamelan atau iringan, busana, make up, dan lainnya,” imbuhnya.

Sanggar milik Sudarmin ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas dan properti untuk mendukung penampilan sebuah komunitas seni, seperti gamelan slendro 1 pangkon, lesung, tonil atau geber serta soundsystem sederhana.

Hingga saat ini, sanggar tersebut telah banyak dipergunakan oleh beberapa komunitas kesenian, seperti Ketoprak Karso Penoh Budaya, Karawitan Laras Utama, Jathilan Anak Debog Putra Budaya, Jathilan Kuda Budaya, Ketoprak Taruna Budaya, Teater Bisma dan Wayang Orang Muda Budaya.

Beberapa komunitas tersebut juga ada yang telah meraih prestasi, baik ketika pementasan langsung maupun secara daring. Beberapa prestasi tersebut antara lain, Juara 3 Lomba Karawitan se-Kabupaten Sleman, Juara Harapan 1 Jathilan, Juara 3 Sandiwara Bahasa Jawa, dan Juara 3 Lomba Ketoprak Tingkat Provinsi dengan lakon Suminten Edan.

“Sebenarnya prestasi bukanlah tujuan utama sanggar. Kalaupun dapat juara atau penghargaan, itu hanya lah bonus saja. Bagi pengelola sanggar ikut melestarikan seni dan budaya Jawa  itulah tujuan yang pertama dan utama,” tutur Sudarmin bersemangat.

Terakhir, Sudarmin berharap agar sanggar Kertodikromo Jemirah nantinya dapat lebih bermanfaat bukan saja bagi warga Donoharjo dan sekitarnya tetapi seluruh masyarakat pecinta seni dimana pun berada. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Giat Bersih Pantai untuk Jaga Kebersihan Pantai

Menjaga kebersihan dan kelestarian alam adalah tanggung jawab bersama. Ketika alam rusak, yang menanggung akibatnya adalah banyak orang. Hal itu yang disampaikan oleh Arisanto, Koordinator Kegiatan “Giat Bersih Pantai” yang diadakan Komunitas Aku Wong Sleman (AWS) pada Sabtu (6/2/2021) di Pantai Cemoro Sewu, Yogyakarta.

Arisanto menyampaikan alasan ia dan komunitasnya mengadakan kegiatan tersebut adalah agar kondisi pantai tetap terjaga kebersihannya. “Karena bagaimanapun juga Laut Selatan ini merupakan kebanggaan kita juga,” ujar Arisanto

Kegiatan juga diharapkannya dapat memancing semangat masyarakat untuk tetap peduli terhadap kebersihan dan kelestarian pantai dan laut.

“Caranya masyarakat bisa memulai dari hal kecil, seperti mengurangi pemakaian plastik sekali pakai, mengurangi konsumsi botol plastik, karena sebagian besar sampah di laut berasal dari daratan dihasilkan oleh manusia. Untuk itu perlu upaya pencegahan guna mengurangi sampah yang masuk ke laut,” terangnya lagi.

Selain bersih pantai, Komunitas AWS juga melakuakan program bantuan sosial, diantaranya bantuan bagi korban kebakaran untuk warga Padukuhan Sapen, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman dan bantuan kursi roda untuk warga penderita lumpuh di Candibinangun, Sardonoharjo, Sleman pada Minggu (7/2/2021). Hal Ini menurut Arisanto merupakan rangkaian kegiatan AWS dalam rangka membantu warga yang mengalami kesulitan, terutama di masa pandemi ini.

“Ini juga bentuk rasa syukur bahwa kami masih diberikan kesempatan untuk berbagi kepada sesame manusia yang membutuhkan,” tutupnya. (Arief Hartanto)




Bangun Akses Kemandirian Difabel dengan Kredit Simpan Pinjam

Bertempat di Teras Kantor Kalurahan Sinduharjo, pada Minggu (7/2/21) diselenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kredit Simpat Pinjam Bank Difabel. Acara tersebut dilakukan di teras kantor kalurahan agar memudahkan akses para anggota KSP. Setiap anggota termasuk pemakai kendaraan roda tiga dapat langsung naik ke teras dan dilayani tanpa harus turun dari motor.

Kuni, Ketua KSP Bank Difabel menyebutkan bahwa sehubungan dengan masa pandemi, maka RAT dilaksanakan secara singkat dengan menerapkan protokol kesehatan. Setiap peserta bisa langsung datang, tanda tangan dan pulang. Selain harus jaga jarak, memakai masker, dan menggunakan handsanitiser, setiap anggota juga harus membawa bolpoint sendiri.

KSP Bank Difabel Sendiri menurutk Kuni mengadakan pertemuan setiap Minggu Legi dengan jumlah anggota sebanyak 73 yang berasal dari 9 kecamatan di Kabupaten Sleman. “Ada juga anggota yang berasal dari Bantul dan Kulonprogo,” jelas Kuni.

Pada kesempatan tersebut, Kuni juga memaparkan kondisi keuangan dari KSP Bank Difabel.

“Kini KSP Bank Difabel memiliki aset sejumlah Rp yang terdiri dari Kas Rp , di Bank Rp dan berada di pinjaman anggota sebesar Rp ,” terangnya.

Menurut penjelasan Kuni, modal KSP Bank Difabel berasal dari simpanan pokok sebesar Rp . Sementara untuk modal hibah atau sumbangan tanpa syarat bersumber dari beberapa orang, antara lain dari Pak Martin dari Australia, Pak Cholid Mahmud anggota DPR RI dan MMBP DIY dengan total sumbangan sebesar Rp .

“Adapun laba tahun 2020 sebesar Rp atau turun 7% dari SHU tahun 2019”, tambah Kuni lagi.

KSP Bank Difabel sendiri dibina dan didampingi relawan dari MPM (Majelis Pemberdayaan Masyarakat) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Ahmad Ma’ruf, salah satu relawan pembina dari MPM Muhammadiyah menerangkan bahwa MPM Muhammadiyah selalu berusaha memberikan support kepada masyarakat penyandang disabilitas. Ia mengibaratkan support yang diberikan oleh MPM Muhammadiyah dalam bentuk ‘kail’, bukan bentuk ‘ikan’. Menurutnya hal tersebut nantinya dapat mendorong organisasi maupun pribadi untuk tumbuh berkembang dengan mendapatkan akses permodalan, jaringan pemasaran maupun pengembangan spiritualitas.

“Misalnya mengadakan pengajian, MPM sering mengundang dalam pengajian namun sudah satu tahun off karena pandemi,” jelas Ma’ruf.

Ma’aruf juga menceritakan mengenai kendala yang dihadapi sebagai relawan di KSP Bank Difabel ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini masih minim SDM pendamping.

“Karena seluruh pembina dan pendamping adalah relawan murni yang bergerak semata-mata atas nama kemanusiaan,” imbuhnya

Terakhir, Ma’ruf berharap kegiatan pendampingan ini dapat terus berjalan agar hak-hak penyandang disabilitas dapat terpenuhi.

“Agar teman-teman difabel bisa menjadi subjek, maka partisipasi merupakan prasyarat. Posisi pembina, pendamping, maupun fasilitator adalah relawan agar mereka dapat menolong dirinya sendiri,” tutup Ma’ruf. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Merawat Rencana Pembangunan Desa yang Aspiratif dan Partisipatif

Pembangunan sebuah desa (kalurahan) harus dilakukan dengan melalui perencanaan yang matang. Hal itu dikarenakan pembangunan tersebut, bersentuhan dan berdampak langsung terhadap masyarakat desa itu sendiri. Hal ini yang ditekankan oleh Suprapti, Pendamping Desa Kalurahan Sukoharjo ketika menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), Jumat (5/2/2021).

“Pada dasarnya pembangunan desa merupakan sebuah upaya sistematis yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat yang mendiami wilayah desa tersebut,” ujar Suprapti pada bimtek yang diadakan di aula Kalurahan Sukoharjo tersebut.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa program pembangunan desa (kalurahan) sejatinya tidak selalu tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga dimungkinkan berupa pemberdayaan atau peningkatan kapasitas bagi warga masyarakat.

“Salah satu catatan penting dalam rencana pembangunan desa adalah sesuai dengan kebutuhan real masyarakat berdasar hasil pemetaan potensi dan permasalahan yang ada di wilayah bersangkutan. Sehingga terdapat proses berkesinambungan antara masalah, program pembangunan dan hasil yang ingin dicapai,” terang Suprapti.

Pada kesempatan sebelumnya, Hadi Subronto, Lurah Sukoharjo menyatakan bahwa RPJMDes ini merupakan program kegiatan yang akan dilaksanakan secara bertahap oleh pemerintah desa selama 6 tahun jabatannya.

“Penyusunan RPJMDes diawali dengan usulan masyarakat melalui Musduk (Musyawarah Padukuhan) yang pada proses selanjutnya akan dielaborasi lebih lanjut berdasar skala prioritas dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan desa/kalurahan dan juga keselarasan dengan visi misi lurah dan program pembangunan Nasional pada umumnya”, terang beliau.

Sementara itu, Suwardi selaku Pangripto (Kaur Perencanaan) Kalurahan Sukoharjo menyatakan bahwa bimtek penyusunan RPJMDes ini menjadi penting untuk diadakan guna mendapatkan pemahaman dan indikator yang tepat dalam merancang program pembangunan di Kalurahan Sukoharjo.

“Sehubungan dengan pandemi yang masih terjadi, bimtek ini sendiri digelar dalam 3 gelombang dengan menghadirkan perwakilan tokoh masyarakat, pemuda, tokoh perempuan, BPKal, tokoh agama dan terutama tim penyusun RPJMDes”, ungkapnya.

Ditemui seusai acara, Dita Hendri, wakil ketua BPKal secara terbuka mengapresiasi diadakannya bimtek sebelum penyusunan RPJMDes berlangsung. Ia menyebutkan bahwa bimtek ini sebagai ikhtiar pemerintah kalurahan untuk melibatkan warga masyarakat dalam menentukan arah pembangunan di desanya.

“Masyarakat tidak hanya sekedar diletakkan sebagai objek, tapi juga sebagai subjek pembangunan,” imbuhnya.

Ia berharap, semangat ini dapat dipertahakan untuk seterusnya dan pembangunan nantinya dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Mudah-mudahan semangat yang sama terjaga sampai nanti pada ujung pelaksanaannya, dan untuk menghasilkan pembangunan yang dapat dipertanggung jawabkan tersebut, penyusunan program yang aplikatif dan bermanfaat bagi banyak orang tentunya menjadi faktor penting selain keseriusan para pihak dalam setiap tahap prosesnya,” pungkasnya. (KIM Ngaglik/DHI)




Jaga Kebugaran, Karanglo Gelar Pertandingan Persahabatan Bola Voli

Dalam rangka menjaga kebugaran dan imunitas tubuh, Kelompok Bola Voli Lokamuda Karanglo Ngaglik menggelar pertandingan persahabatan dengan Kelompok Bola Voli Vogon Godean pada Jumat (5/2/2021). Kegiatan dilakukan di Lapangan Bola Voli Lokamuda Karanglo, Kalurahan Sukoharjo.

Pertandingan persahabatan yang dimulai pukul WIB ini dimenangkan oleh Kelompok Bola Voli Vogon dengan angka 4-1.

“Kegiatan dilakukan dengan protokol kesehatan karena masih masa pandemi,” terang Sunarto, pengelola lapangan.

Sementara Suratjito, Ketua RT 01 Dusun Karanglo menyebutkan bahwa kegiatan bola voli memang masih aktif diadakan di Lapangan Karanglo ini meskipun pada masa pandemi.

“Biasanya untuk pelatihan bersama,” ujarnya.

Lapangan Bola Voli Karanglo sendiri terletak di Selatan Dusun Karanglo, dan sudah dilengkapi dengan penerangan yang memadai. Selain itu, fasilitas pendukung pertandingan lainnya juga sudah lengkap seperti jaring pengaman bola dan tempat duduk wasit yang dibuat permanen.

“Sehingga lapangan ini sudah memenuhi syarat untuk mengadakan pertandingan antar desa (Kalurahan-red) seperti ini, kecamatan, bahkan kabupaten,” ungkap Suratjito lagi.

Ia berharap Lapangan Lokamuda ini dapat terus dimanfaatkan untuk membina bibit unggul bola voli sehingga dapat mengharumkan Ngaglik dan Sleman nantinya. (KIM Ngaglik/Srp)