Koperasi CUCT Laksanakan RAT Secara Virtual

Rapat Anggota Tahunan (RAT) pertama dalam sejarah berdirinya Credit Union Cindelaras Tumangkar (CUCT) yang diselenggarakan secara virtual menggunakan aplikasi Zoom dengan model gabungan tertulis dan media elektronik telah terlaksana dengan lancar di Prambanan Ballroom Hotel Cavinton Yogyakarta, Minggu (21/2/2021).

Kegiatan tahunan ini berkaitan dengan laporan pertanggungjawaban Pengurus dan hasil pengawasan Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Cindelaras Tumangkar tahun buku 2020, serta penyampaian program kerja dan rencana anggaran tahun buku 2021.

Acara dibuka oleh Kepala Seksi Kelembagaan dan Usaha Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskopukm) Daerah Istimewa Yogyakarta, Yudi Yusuf dengan pemukulan gong dan diikuti secara virtual oleh anggota koperasi Cindelaras Tumangkar sebanyak 66 orang yang berasal dari Kabupaten Sleman, Kulon Progo, Bantul, Gunung Kidul, dan Kota Yogyakarta.

Dalam sambutannya mewakili Kepala Diskopukm DIY, Yudi Yusuf menyampaikan regulasi pemerintah berupa peraturan menteri dalam negeri (Permendagri) nomor 19 tahun 2017 tentang pencabutan izin gangguan guna memenuhi tuntutan kemudahan berusaha karena sudah tidak sesuai dengan perkembangan keadaan di daerah.

“Melalui surat edaran menteri dalam negeri nomor 500/3231/SJ tahun 2017 tentang tindak lanjut peraturan menteri dalam negeri nomor 19 tahun 2017 maka pemerintah daerah kabupaten atau kota diminta segera melakukan pencabutan peraturan daerah terkait dengan izin gangguan dan pungutan retribusi izin gangguan sejak permendagri nomor 19 tahun 2017 ditetapkan, serta tidak melakukan pungutan retribusi izin gangguan karena menghambat iklim investasi di daerah,” jelas Yudi dalam forum.

Yudi melanjutkan, dalam penerbitan izin mendirikan bangunan disarankan agar ditambahkan lembar format persetujuan kanan dan kiri yang ditanda tangani oleh masyarakat sekitarnya sebagai bentuk persetujuan.

Adapun penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus dipaparkan oleh Ketua koperasi simpan pinjam CU Cindelaras Tumangkar, Aris Kusdarunanto mencakup bidang organisasi dan administrasi, bidang Pendidikan dan pemberdayaan, bidang keuangan, serta bidang usaha dan perkreditan yang diterima peserta RAT dengan catatan perbaikan.

Sedangkan laporan hasil pengawasan disampaikan oleh Budi Santosa selaku Ketua Pengawas koperasi simpan pinjam CU Cindelaras Tumangkar mencakup aspek hukum, organisasi, usaha, keuangan, dan administrasi yang memutuskan baik namun masih perlu dilakukan perbaikan sebagaimana tertulis dalam rekomendasi hasil pengawasannya selama setahun.

Dalam kesempatan ini Pengurus Pusat Koperasi Credit Union Indonesia, Anton Sera Sima menyampaikan bahwa RAT sebagai pondasi melangkah satu tahun kedepan dan berkarya lebih baik, sekaligus berpesan agar Pengurus Koperasi CU Cindelaras Tumangkar berkomitmen penuh terhadap usaha para anggotanya, harus melakukan inovasi dan mengembangkan digitalisasi, serta tetap memperhatikan efisiensi dalam penggunaan anggaran belanja. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pencanangan PPKM Mikro di Pakembinangun

Pemerintah Kalurahan Pakembinangun Sleman gelar Pencanangan Pemberlakuaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk pencegahan penularan COVID-19, Sabtu (20/2/2021). Acara diselenggarakan di Aula Kalurahan Pakenbinangun, Pakem, Kabupaten Sleman.

Suranto, Lurah sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Pakembinangun menyampaikan bahwa walaupun Pakembinangun termasuk daerah zona kuning untuk penularan COVID-19, masyarakat tetap harus waspada. “Apalagi daerah Pakembinangun disiapkan sebagai daerah penampungan pengungsi Merapi, sehingga kita harus memperhatikan protokol untuk mencegah COVID-19 secara maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Nanang Kurniawan Sekti, Koordinator Seksi Edukasi Satgas COVID-19 Pakembinangun menyebutkan bahwa karena mekanisme PPKM Mikro, tugas Satgas telah diperkecil sampai ke tingkat RT, maka sebaiknya dibentuk Satgas di tingkat dusun, dengan anggota yang termasuk Kepala Dukuh dan Ketua RT.

“Nanti tanggung jawabnya ada di Pak Dukuh dan Pak RT, ketika ada kasus positif baru di dusun, Dukuh dan RT bekerja sama untuk melakukan tindakan, seperti melapor, melokalisisr area tempat tinggal yang bersangkutan, dan menjaga agar situasi tetap kondusif,” jelas Nanang.

Pada kesempatan tersebut, Nanang juga menyampaikan perkembangan penyebaran COVID-19 di Kalurahan Pakembinangun. “Sampai saat ini, ada 46 kasus hasil swab positif, dan semuanya sudah dinyatakan sembuh,” ungkapnya.

Mayoritas dari yang positif tersebut, tambah Nanang, memilih untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. “Penanganan di rumah sakit ada satu orang saja,” tambah Nanang.

Sehingga ia meminta agar masyarakat untuk tetap memberikan support kepada mereka, agar mereka tetap memiliki semangat hidup, dan tetap terjaga imunitasnya, sehingga bisa sembuh dari COVID-19.

“Istilahnya kita harus ‘Nguwongke’ mereka, untuk terus menyemangati mereka,” ujar Nanang. (KIM Pakembinangun/Asrori Wardan)




Bumdes Usaha Mulia Jajaki Program Kemitraan Budi Daya Lobster Air Tawar

Bumdes Usaha Mulia Margomulyo adakan sosialisasi program Partnership Budi Daya Lobster Air Tawar bekerja sama dengan PT. Bibit Alam Sampoerna pada Jum’at (19/2/2021) di Balai Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman. Acara tersebut dihadiri oleh pengurus Bumdes, perangkat Kalurahan Margomulyo, dan para pelaku usaha perikanan.

Adi Handoyo, Marketing PT Bibit Alam Sampoerna dalam presentasinya memberikan penjelasan mengenai hal-hal yang harus diperhatikan ketika ingin melakukan budi daya Lobster Air Tawar, seperti karakterisitiknya, siklus perkembangan, kategori ukuran, kapasitas telur yang dihasilkan indukan, warna telur dari minggu ke minggu, dan pakannya.

Selain itu, ia juga menjelaskan mengenai bentuk penawaran kerja sama yang ditawarkan oleh PT Bibit Alam Sampoerna. “Ada dua yaitu program cetak bibit lobster dan program pembesaran, tujuannya untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan kualitas unggul,” terangnya.

Periode kemitraannya menurut Adi akan berlangsung selama 1 tahun, dengan asumsi 4 kali panen dengan sistem bagi hasil panen. “Untuk fasilitasnya pada program cetak bibit adalah media budi daya, kebutuhan lobster, tenaga ahli pendamping, dan garansi keuntungan 100%,” tambah Adi.

Untuk menjadi mitra, Adi menyebutkan bisa dilakukan secara kelompok maupun perorangan, dengan biaya program per paketnya adalah sebesar Rp. , – (dua juta rupiah).

“Mitra tani akan mendapatkan 100 ekor bibit lobster, kolam terpal, air rator, pump filter, pakan dan nutrisi. Nanti bisa menjadi anggota juga dengan biaya administrasi sebesar 300 ribu rupiah,” jelasnya.

Adi juga memastikan bahwa kerja sama yang ditawarkan ini legal, dan dilakukan dengan profesional. “Calon mitra akan menandatangani kesepakatan kerja sama kontrak selama 1 tahun, bermaterai dan dinotariskan,” ujar Adi.

Untuk keuntungan, ia menambahkan bahwa mitra tani binaan akan mendapatkan pembagian hasil panen setiap 3 bulan sekali selama masa kontrak (4 jali panen) sebesar Rp , – per 3 bulan.

“Perusahaan juga memberi garansi 100 % untung, artinya segala resiko perusahaan yang menanggung, 100% garansi kematian, 100% udang kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Sutarto Agus Raharjo, Direktur Bumdes Usaha Mulia menyambut positif adanya program kerja sama ini. “Semoga ada kelompok yang mengambil paket program yang ditawarkan, baik program cetak bibit maupun program pembesaran lobster,” ujarnya.

Ia juga berharap dari marketing perusahaan untuk bersedia hadir sosialisasi di kelompok perikanan yang membutuhkan info kemitraan tersebut. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Bakti Sosial Aisyiyah Sleman untuk Sahabat Lereng Merapi

Menyikapi status Gunung Merapi yang masih siaga sampai saat ini, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Pembagian Sembako untuk Sahabat Lereng Merapi, Jumat (19/2/2021) bertempat di SD Muhammadiyah Cepit, Cangkringan.

Ketua PDA Sleman, Aminah Masykur mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama PDA dengan Lazismu, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan PDPM Sleman.

“Baksos diadakan untuk Penggerak Amal Usaha Muhammadiyah, dan warga di Lereng Merapi, juga untuk guru, wali murid TK dan SD di Lingkungan Aisyiyah di Cangkringan, Pakem, dan Turi,” jelasnya.

Ia  menyebutkan bahwa ada total 268 paket sembako yang disediakan dalam acara bakti sosial ini, dengan pembagiannya untuk Kapanewon Cangkringan 158 paket sembako, Kapanewon Pakem 56 paket sembako, dan Kapanewon Turi 50 paket sembako. “Selurug kegiatan juga dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan,” ujarnya lagi.

Aminah menambahkan bahwa selain bakti sosial ini, PDA Sleman bersinergi dengan Pos Koordinasi (Poskor) Muhammadiyah Siaga Merapi juga telah mendirikan Pos Dukungan Logistik di Gedung Aisyiyah Sleman sebagai upaya untuk memberikan dukungan aktivitas Poskor dalam membantu warga di Lereng Merapi, yang telah berlangsung sejak 4 November 2020.

“Aisyiyah terpanggil dan punya tanggung jawab untuk mendampingi masyarakat terdampak bencana dan menjadi perempuan yang sehat, teguh, tangguh, serta tetap produktif dan bermanfaat,” terang Aminah. (Arief Hartanto)