Apresiasi Pelaksanaan Pilkada, PPK Depok Kunjungi Pemerintah Kalurahan Condongcatur

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kapanewon Depok dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kalurahan Condongcatur melakukan kunjungan ke Pemerintah Kalurahan Condongcatur pada Jumat (5/2/2021). Kunjungan ke Kantor Kalurahan Condongcatur ini diadakan sebagai bentuk silaturahmi, sekaligus apresiasi kepada Kalurahan Condongcatur atas kesuksesan pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Sleman pada akhir tahun 2020 lalu.

Wuri Handayani, Ketua PPK Depok mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur atas bantuan yang telah disediakan selama pelaksanaan Pilkada Kabupaten Sleman yang dilaksanakan pada Rabu 9 Desember 2020 lalu.

“Meski berlangsung dimasa pandemi, dapat berjalan lancar sesuai dengan tahapan yang ditentukan dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Wuri.

Menurut Wuri, Pilkada di Sleman, khususnya Kalurahan Condongcatur dapat berjalan dengan lancar karena kerja keras dari penyelenggara Pilkada yang didukung oleh Pemerintah Kalurahan dan masyarakat.

“Sehingga dapat menyukseskan pesta demokrasi ini,” ungkapnya.

Ia kemudian mewakili anggota PPK Depok dan PPS Condongcatur berpamitan pasca menjalakan tugas dari KPU Kabupaten Sleman sebagai panitia penyelenggara Pilkada. “Mohon maaf jika selama menjalankan tugas ada kesalahan,” tambahnya lagi.

Pada kesempatan tersebut, PPS Condongcatur juga menyerahkan Buku Laporan Kinerja PPS Condongcatur dari bulan Juni 2020 s.d bulan Januari 2021. (Wasono Depok)




UAD Yogyakarta Serahkan Bantuan untuk Pengungsi Merapi

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pengungsi yang terdampak aktivitas Gunung Merapi, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menyerahkan bantuan berupa kebutuhan sehari-hari untuk warga di Barak Pengungsian Merapi yang terletak Kalurahan Purwobinangun, Pakem, Sleman, Rabu (3/2/2021).

Bantuan diserahkan melalui Pos Koordinasi (Poskor) Muhammadiyah Sleman Siaga Merapi yang dikelola para Relawan Muhammadiyah Sleman. Bantuan diserahkan langsung oleh Rektor UAD, yang didampingi oleh Ketua Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) PP dan PWM Muhammadiyah DIY. Bantuan diterima langsung oleh Carik Purwobinangun, sebagai perwakilan para pengungsi.

Untuk diketahui, Gunung Merapi sendiri sempat erupsi pada Bulan Januari lalu yang menyebabkan warga Turgo, Pakembinangun Pakem yang berada di daerah bahaya aliran lava dan awan panas harus mengungsi demi keamanan dan keselamatan mereka. Menurut data Posko Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi Kabupaten Sleman tahun 2020-2021, sampai tanggal 2 februari 2021, ada total 186 warga yang menempati barak pengungsian.

Rektor UAD Muchlas Arkanuddin menyebutkan bahwa bantuan ini sebagai merupakan upaya agar pelayanan kebutuhan para warga dapat dipenuhi secara optimal.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberi manfaat kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap para relawan di Poskor yang telah berusaha memberikan bantuan agar para pengungi dapat menjalani kehidupan yang nyaman di barak pengungsian. Selain itu, ia menyatakan UAD siap untuk membantu untuk penanganan pasca bencana jika dibutuhkan.

“Mudah-mudahan efektivitas kerja semakin meningkat dengan sinergi yang kuat. UAD juga siap memberikan bantuan penanganan pasca bencana, terutama psikososial. Banyak relawan UAD yang siap,” tandas Muchlas.

Poskor Muhammadiyah sendiri telah beberapa kali memberikan bantuan kepada para pengungsi Gunung Merapi seperti berupa pendampingan psikososial, mengadakan TPA untuk anak-anak, kajian lansia dan membantu dapur umum.

Sementara itu, Carik Purwobinangun Fathudin menyampaikan ucapan terimakasihnya terhadap bantuan yang diberikan. Ia berharap bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan para warga di barak pengungian.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MDMC PP Muhammadiyah juga menyatakan bahwa tim MMDC Sleman sudah siap siaga untuk mengantisipasi kejadian bencana.

“MDMC sudah siap siaga di ring Merapi. Sudah menjalankan menajemen risiko bencana, bukan manajemen bencana. Jadi sebelum bencana terjadi sudah harus ada penanganan supaya tidak terjadi banyak korban,” jelasnya. (Arief Hartanto)




Cegah Penyebaran COVID-19 di Masyarakat, KUA Margowulih Adakan Pembinaan Rois

Menyikapi kondisi pandemi COVID-19 yang masih melanda sampai saat ini, Kantor Urusan Agama (KUA) Kalurahan Margoluwih, Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan lintas sektor Pembinaan Rois se-Kalurahan Margoluwih, Rabu (3/2/2021) bertempat di Kediaman Margo Utomo, Rois Dusun Cibuk Lor I, Margoluwih, Seyegan, Sleman.

Kegiatan yang diadakan secara rutin selapanan (35 hari) sekali ini diikuti oleh 14 Rois dari 14 padukuhan wilayah Margoluwih. Hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Agama dari KUA, perwakilan Puskesmas Seyegan, Bhabinkantibmas, dan Kamituwo Kalurahan Margoluwih.

Dalam sambutannya Sri Widodo, Kamituwo Margoluwih menyampaikan tentang kegiatan kemasyarakatan yang harus disesuaikan dalam kaitannya dengan pencegahan COVID-19. Widodo mengingatkan adanya kebijakan dari kalurahan bahwa pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat termasuk kegiatan takziah.

“Untuk takziah sudah ada kesepakatan tidak dilakukan siaran warga. Untuk menghindari kerumunan sementara upacara pemakaman juga dibuat sederhana dengan meniadakan sambutan sambutan, kegiatan tahlilan dengan prokes ketat dan jumlah dibatasi. Demikian juga dengan kegiatan hajatan warga,” terangnya.

Ia juga meminta agar warga melalui dukuh untuk dapat berkoordinasi dengan kalurahan bila terdapat salah satu warga yang terindikasi COVID-19. “Agar bisa segera menghubungi Puskesmas,”

Pembinaan Rois dari KUA sendiri dilakukan oleh Petugas Penyuluh Agama, Haris Bahalwan. Ia menjelaskan mengenai tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat. Haris memberikan 3 solusi untuk menghambat penyebarannya yaitu dengan edukasi, tindakan nyata dan keteladanan.

“Ketiga solusi tersebut dituangkan dalam pelaksanaan 3 M yaitu mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, dan juga menjaga jarak, termasuk menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi/interaksi,” ujarnya.

Sementara itu, Heri dari perwakilan Bhabinkantibmas meminta para Rois untuk mewaspadai mengenai keterlibatan warga masyarakat terhadap organisasi masyarakat yang telah dilarang oleh pemerintah. “Hal ini terkait dengan keamanan dan ketertiban di masyarakat sendiri,” imbuh Heri.

Pada kesempatan yang sama, Jumarko dari Puskesmas Seyegan memaparkan mengenai perkembangan kondisi kasus COVID-19 di wilayah Seyegan yang mengalami peningkatan. Pada PTKM tahap kedua ini menurut Jumarko, cakupan pandemi di Kabupaten Sleman mengalami peningkatan hingga berada diatas rata-rata nasional. Jumarko juga menambahkan bahwa trend penularan sekarang ini banyak terjadi ditempat kerja.

Dibagian akhir, Jumarko nengingatkan bahwa pada bulan Februari ini ada pemberian kapsul Vitamin A secara gratis bagi balita usia 6 bln – 11 bln (kapsul biru) dan balita usia 12 bln – 59 bln (kapsul merah).  “Manfaat kapsul vitamin A ini adalah untuk meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh. Distribusi dari pemberian kapsul vitamin A melalui kegiatan posyandu,” ungkap Jumarko.

Kegiatan kemudian ditutup dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Moh. Jaelani dari KUA Margoluwih. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Musrenbang Seyegan Fokuskan Pada Pengembangan Sektor Pertanian

Kebangkitan ekonomi dan pemulihan kondisi sosial masyarakat adalah tema yang mendasari pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Sleman, Kapanewon Seyegan usulan tahun 2022, Selasa (2/2/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan di Lantai ll Ruang Rapat Kantor Kapanewon Seyegan ini dihadiri langsung oleh Pemerintah Kapanewon Seyegan dan perwakilan Pemerintah Kalurahan se-Kapanewon Seyegan, beserta beberapa perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sleman seperti Dinas PMK, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, BAPPEDA dan Pelayanan Sumber Daya Air.  Acara juga dihadiri oleh beberapa perwakilan UPTD terkait seperti Puskesmas, Polsek, Koramil, BP4, KUA, dan beberapa lembaga seperti Forum Anak, Tim Penanggulangan Kemiskinan, Forum UMKM, PKK, Pendamping Desa dan KIM Seyegan.

Selain itu, Musernbang juga dihadiri oleh perwakilan DPRD Kabupaten Sleman yaitu Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta, serta Shodiqul Qiyar dari Komisi C dan Nafsir Fauzi dari Komisi D.

Acara dibuka dengan sambutan sekaligus paparan dari Panewu Seyegan, Budi Pramono yang menekankan bahwa  dalam Musrenbang tahun 2022 mendatang, Seyegan mempunyai kepentingan terkait dengan pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah Seyegan. Menurutnya, kalurahan di Seyegan dapat dikembangkan menjadi desa wisata. Hal itu melihat Seyegan menjadi salah satu jalur utama dalam pembangunan jalan tol di Kabupaten Sleman.

Ia juga memaparkan mengenai potensi Seyegan menjadi penyangga pangan Kabupaten Sleman.

“Dengan potensi yang ada tidak menutup kemungkinan Seyegan menjadi agro/minapolitan dengan mengembangkan lahan pangan dan pariwisata berbasis pertanian/perikanan,” ujar Budi.

Sehingga, menurut Budi, dengan aglomerasi pertanian ini dibutuhkan program pembangunan yang bersifat extraordinary sebagai terobosan untuk percepatan perkembangan wilayah yang muaranya pada kesejahteraan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa hal tersebut nantinya dapat mengakomodir semangat warga Seyegan, yang tetap positif dalam menghadapi permasalahan yang muncul akibat pandemi ini.

“Asosiasi Petani Buah Seyegan (APBS) dan semakin eksisnya Sartugi (Pasar Sabtu Pagi) adalah bukti bahwa ditengah pandemi COVID-19, masyarakat masih berdaya dan bersemangat untuk explore produk yang berbasis ekonomi kerakyatan,”

Nunuk Hartati, Kabid Perekonomian Bappeda Sleman juga menggaris bawahi apa yang telah disampaikan oleh Panewu Seyegan. Nunuk menyampaikan bahwa tema percepatan kebangkitan ekonomi dan pemulihan kondisi sosial merupakan penanganan terhadap dampak COVID-19.

“Semua prioritas pembangunan hendaknya mengaju kepada kesejahteraan masyarakat, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran,”ungkap Nunuk.

Pada kesempatan itu pula, Nunuk mengharapkan usulan yang ditampung dalam kegiatan pembangunan Kapanewon Seyegan tahun 2022 baik Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM), Non PUPM maupun diluar keduanya difasilitasi juga oleh dewan melalui dana Pokir yang digelontorkan setiap tahunnya.

Sementara itu, Haris Sugiharta, Ketua DPRD Sleman pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa postur anggaran 2021 diprioritaskan untuk penanganan dampak COVID 19. Bantuan Keuangan Khusus (BKK) 2021 turun 12  Milyar untuk 86 Kalurahan, sedangkan APBD murni difokuskan untuk pemberdayaan ekonomi.

“Pada tahun 2022 tetap diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi dan kondisi sosial masyarakat melalui pokir DPRD,” Haris menambahkan.

Ditambahkan pula oleh Shodiqul Qiyar, anggota DPRD Sleman dari Komisi C bahwa perlu mencermati isu strategis di Kapanewon Seyegan agar anggaran 2022 dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. “Terutama di sektor pertanian, perlunya gerakan kemandirian pangan,”

Selain itu, Qiyar juga menambahkan perlunya pendampingan terhadap anak putus sekolah melalui paket belajar dan kelas wirausaha mandiri.

Sedangkan anggota Nafsir Fauzi anggota DPRD Komisi D menyampaikan bahwa pengajuan proposal dari masyarakat mayoritas masih berfokus pada pembangunan fisik. “Masih sedikit sekali kegiatan sosial yang fokus untuk pemberdayaan ekonomi,” imbuh Nafsir.

Acara dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab peserta dengan Narasumber dan diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Musrenbang. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Bupati Sleman Sembuh dari COVID-19

Bupati Sleman Sri Purnomo dinyatakan sembuh dari COVID-19, setelah menjalani isolasi mandiri di rumah dinas selama lebih dari 10 hari. Sebelumnya, Sri Purnomo dinyatakan positif corona pada 20 Januari 2021.

“Saya bersyukur setelah kami swab antigen sore Senin (1/2) lalu, ternyata hasilnya negatif. Selasa 2 Februari saya sudah mulai masuk kerja masuk kantor dari pagi sampai sore,” kata Bupati Sleman Sri Purnomo ditemui di Pendopo Parasamya Kantor Sekretariat Daerah Sleman, Rabu (3/2/2021).

Ia mengatakan bahwa selama isolasi mandiri, kesehatannya selalu dipantau oleh dokter spesialis penyakit dalam dari RSUD Kabupaten Sleman. Ia juga masih melakukan work from home, dan beberapa pertemuan daring lainnya dari rumah.

Pada kesempatan tersebut, Sri Purnomo juga menuturkan kegiatannya selama menjalani isolasi mandiri. “Kegiatan yang saya lakukan adalah  banyak baca buku, jangan sampe menganggur, dan saat isolasi kemarin saya malah mempelajari lebih banyak hal-hal tentang vaksin,” imbuhnya

Yang terpenting menurut Sri Purnomo, pola pikir harus selalu positif.

“Jalani dengan optimis, jangan sampai ada perasaan negatif thinking, apalagi perasaan optimis dan positif thinking juga akan menambah kekuatan imun di tubuh masing-masing. Saya tidak merasakan berat waktunya juga tidak terburu-buru untuk ke kantor semuanya saya laksanakan dengan tenang,” terangnya.

Sri Purnomo mengakui tidak ada perubahan gaya hidupnya selama isolasi mandiri. “Hanya saja jam makan nya lebih tepat waktu dan saya banyak makan buah-buahan seperti rambutan rafia, manggis,alpukat,jambu kristal, dan kelengkeng.”

Sri Purnomo kemudian menghimbau agar masyarakat tidak skeptis dengan program vaksinasi. Ia mengakui, banyak pertanyaan mengapa ia bisa positif COVID-19, padahal baru mengikuti program vaksinasi.

“Karena vaksin baru bisa beraksi seminggu berikutnya, edukasi untuk semua pihak biar jelas juga bagi orang-orang yang masih punya skeptik terhadap vaksinasi”.

Ia juga berharap agar kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman dapat terkendali. “Jumlah pasien semakin berkurang dan yang sembuh juga semakin banyak. Jangan lupa untuk tetap menaati protokol kesehatan memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo menjelaskan pasien COVID-19 tanpa gejala seperti Sri Purnomo, secara epidemiologi dinyatakan sembuh setelah isolasi mandiri selama lebih dari 10 hari.

“Sesuai pedoman Kemenkes direvisi Kelima, Confirm Asimtomatik atau tanpa gejala setelah isolasi selama 10 hari sudah bisa dinyatakan sembuh secara epidemiologi. Kalau misalnya di dalam tubuh ada virus tinggal sisa-sisa. Seperti sayapnya atau serpihan sehingga tidak menular ke orang lain,” kata Joko. (Rep Hida)