Kopwansyah Amanah Umat Gelar RAT tahun 2020

Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Koperasi Wanita Syariah (Kopwansyah) Amanah Umat selenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun 2020 pada Sabtu (27/2/2021) di RM Lanjar, Donoharjo, Ngaglik, Sleman. Acara diadakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, sehingga tidak semua anggota RAT diundang. “Tidak memungkinkan juga untuk melakukan via Aplikasi Zoom Meeting, karena anggotanya kebanyakan ibu-ibu,” jelas Winarni, Ketua Kopwansyah Amanah Umat mengenai penyelenggaran RAT.

Dalam laporan pertanggungjawabannya, Winarni menyampaikan bahwa masa pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini, mengakibatkan menurunnya kemampuan bayar anggota Kopwansyah Amanah Umat, terhadap kewajiban pembiayaan yang menyebabkan teganggunyanya pelayanan keuangan yang diberikan.

“Untuk itu, di tahun 2021 ini konsentrasinya pada pendampingan penagihan pembiayaan yang kurang lancar agar roda ekonomi usaha Koperasi bisa berjalan,” ujar Winarni.

Pada kesempatan tersebut, Winarni juga menjabarkan mengenai kondisi keuangan koperasi yang berada di Kalurahan Donoharjo ini. Sumber pendanaan koperasi terdiri dari modal anggota sebesar Rp . Modal anggota tersebut meliputi Simpanan Pokok Anggota sebesar Rp , Simpanan Wajib Anggota Rp dan modal simpanan khusus Rp . Selain itu ada juga hibah dari pemberdayaan Provinsi DIY sebesar Rp , dan kewajiban dana PNPB dari Dinas Perdagangan Sleman dan Dinas Koperasi dan UKM Sleman Rp .

Untuk penyaluran dananya, tahun 2020 ini Kowansyah telah menyalurkan dana kepada anggota untuk pembiayaan sebesar Rp , dan sirkulasi dana masuk sebesar Rp , serta angsuran dari anggota sejumlah Rp .

Sementara itu, Catur Wibowo, Penyuluh Koperasi pada Seksi Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman yang menghadiri RAT tersebut menyatakan apresiasinya atas visi dan misi KJKS Kopwansyah Amanah Umat yang memang dari awal didirikan untuk melawan rentenir.

Ia juga meminta agar para anggota untuk dapat dibina dan dididik untuk dapat mencegah rentenir atau ‘Bank Plecit’ untuk tidak kembali masuk ke lingkungan koperasi. “Karena rentenir itu bukan membantu, tetapi justru menjerat dan menyengsarakan,” imbuhnya.

Kopwansyah Amanah Umat sendiri termasuk dalam koperasi yang menjalankan usahanya sesuai dengan prinsip syariah. Hal ini didukung oleh lapora Sulastri, Dewan Pengawas Syariah berdasarkan hasil mempelajari, memeriksa dan melakukan pengujian setiap transaksi, dokumentasi dan prosedur yang dilakukan oleh Kopwansyah Amanah Umat.

“Meskipun masih perlu dilakukan banyak penyempurnaan,” ungkap Sulastri. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Sambut Era Revolusi Industri 4.0, Kemenkominfo RI Gelar Digital Talent Scholarship

Untuk mengembangkan Talenta Digital Indonesia yang mampu bersaing di tingkat nasional dan global, maka Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bekerjasama dengan Facebook Indonesia menyelenggarakan pelatihan guna meningkatkan keterampilan dan skala bisnis serta pendampingan kepada masyarakat umum yang dilaksanakan secara virtual, Sabtu (27/2/2021).

Pelatihan bertajuk Program Digital Talent Scholarship yang diperuntukkan bagi pelaku industri lokal maupun global ini diikuti oleh 264 pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah lulus seleksi administrasi agar mampu bersaing di era revolusi industri 4.0 dan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi digital.

Dalam pelatihan batch 1 ini, panitia program menghadirkan Trainer Facebook Indonesia, Rono Jatmiko dan Niko Atmadja untuk membahas materi tentang pembuatan Halaman Bisnis Facebook, Instagram Bisnis, WhatsApp Bisnis, Konten kreatif untuk menjangkau pelanggan, serta panduan penting iklan Facebook yang bisa diadopsi oleh pelaku UMKM. Semua materi disampaikan secara daring selama satu hari pelaksanaan.

Rono Jatmiko dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Halaman Facebook merupakan eksistensi digital bisnis pelaku usaha di Facebook yang memiliki berbagai fitur. Beberapa fitur tersebut dapat digunakan untuk membantu mengembangkan bisnis, terhubung dengan pelanggan, dan melihat cara orang berinteraksi dengan pelaku usaha. Manfaatnya menurut Rono dapat mendukung etalase digital bisnis, menjalin hubungan dengan pelanggan dan orang yang tertarik pada bisnis, membuka fitur bisnis dan peluang iklan untuk mengembangkan eksistensi serta meraih tujuan bisnis.

“Postingan yang baru dan sering diterbitkan menunjukkan kepada para penggemar dan pemirsa bahwa bisnis anda aktif, resmi, dan peduli dengan pelanggan. Postingan lama atau yang tidak relevan menandakan bahwa bisnis Anda tutup atau tidak memedulikan para pelanggan,” terangnya via aplikasi Zoom Meeting.

Sehingga, ia menegaskan agar para pelaku bisnis yang memanfaatkan Halaman Facebook sebagai media dagangnya untuk dapat membuat konsep postingan seperti penjadwalan postingan, demi memaksimalkan halaman yang dibuat. “Sebaiknya gunakan penjadwalan postingan untuk membuat postingan di awal, sehingga halaman bisnis anda tetap terlihat aktif, meskipun sedang tidak di tempat,” tegas Rono.

Sementara itu, Niko Atmadja menyarankan agar para pelaku UMKM untuk dapat membuat Halaman Facebook yang berbobot. Caranya menurut Niko adalah dengan rutin memberi info terbaru seputar hal-hal yang terjadi dalam bisnisnya, seperti obral, acara, promosi, informasi produk atau layanan kepada orang-orang yang mengikuti atau menyukai Halaman pebisnis, dengan cara memposting minimal seminggu sekali, tergantung bisnis dan tujuannya.

“Buatlah postingan yang menarik untuk memamerkan produk dan layanan bisnis yang dapat  memikat para pembelanja dengan menggunakan materi iklan berkualitas tinggi, dapat ditindaklanjuti, mengenali dan menjalin interaksi dengan pelanggan dengan mengoptimalkan perangkat selular serta berkreasi dengan format yang berbeda,” saran Niko kepada peserta pelatihan.

Selain mendapatkan materi, para peserta juga diajak untuk mempraktikkan tata cara pemanfaatan media digital untuk bisnis, dengan mengerjakan tugas berupa pembuatan konten foto dan video. Para peserta juga diminta untuk mencoba menyusun strategi iklan bisnis dan mengisi survei. Terakhir, para peserta diminta untuk mengunggah form laporan pertanggungjawaban sebagai prasyarat untuk memperoleh Certificate of Completion sebagai bukti kelulusan pelatihan dari Kementerian Kominfo RI. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Buktikan Tubuh Sehat dengan Donor Darah

Ada banyak manfaat ketika mengikuti kegiatan donor darah. Selain untuk membantu ketersediaan darah di Palang Merah Indonesia, kegiatan donor darah bisa menjadi media untuk memastikan bahwa tubuh kita itu sehat.

Hal tersebut yang diungkapkan oleh Bekti Susanto, Wakil Ketua KIM Kapanewon Kalasan ketika mengadakan Gerakan Donor Darah di Dusun Dhuri, Tirtomartani, Kalasan bekerja sama dengan pengurus Takmir Masjid Al Ihsan, Minggu (28/2/2021)

Menurut Bekti, donor darah dapat dijadikan sebagai pembuktian bahwa tubuh kita itu sehat. “Kita dapat menjadikan donor darah itu sebagai kebutuhan hidup kita, sebagai pembuktian bahwa tubuh kita itu sehat,” ujarnya.

Menurut pengakuannya, masyarakat sudah banyak yang sadar akan pentingnya donor darah. Hal ini terlihat dari peningkatan peserta dari penyelenggaraan kegiatan donor darah yang sudah tiga kali digagas oleh Bekti.

“Kali ini dengan spirit ‘darahmu, semangatmu’, bisa mendapatkan 43 kantong dari 47 orang yang mendaftar,” jelasnya.

Bekti berharap, masyarakat dapat lebih bersemangat lagi untuk mengikuti kegiatan donor darah ini, agar dapat memberikan manfaat bagi yang membutuhkan.

“Jadi kita sehat dan bermanfaat untuk yang membutuhkan,” tutupnya. (KIM Kalasan/Trijoko)




BKM Warga Mulia Gelar Rembug Warga Tahunan

Minggu (28/2/2021), Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) “Warga Mulia” Margomulyo Seyegan gelar kegiatan Rembug Warga Tutup Buku Tahun 2020, di Ruang Pertemuan Kalurahan Margomulyo, Seyegan. Acara dihadiri oleh Kepala Jawatan Kemakmuran Seyegan, Lurah Margomulyo, Faskel Margomulyo, Kepala Dusun, Pengurus dan Anggota BKM Warga Mulia.

Rapat Umum Anggota ini sendiri merupakan bentuk pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan dari pengurus kepada anggota BKM, seperti yang dikatakan oleh Parindi, pengurus BKM Warga Mulia. “Ini merupakan kewajiban dan kekuasaan tertinggi dari anggota,” ungkap Parindi

Suhardjono, Lurah Margomulyo pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap kondisi keuangan BKM Warga Mulia yang pada tahun 2020 masih memiliki laba, meskipun dalam masa pandemi. “Bahkan BKM dapat memberikan santunan sembako untuk beberapa warga kurang mampu,” ungkap Suhardjono.

Ia juga mengucapkan selamat kepada pengurus BKM yang terdiri dari 18 orang yang dapat bekerjasama dengan baik sehingga dapat melaksanakan Rapat Umum Anggota yang merupakan LPJ tahun 2020.

Sementara itu, Kepala Jawatan Kemakmuran Seyegan, Siti Baroroh mengatakan pada tahun 2020, tidak ada dana untuk BKM untuk menjalankan fungsinya yang memiliki tanggung jawab mengelola dana pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Hal itu dikarenakan pada masa pandemi, mayoritas anggaran pemerintah digunakan untuk penanganan COVID-19. “Sehingga BKM Warga Mulia tidak dapat melaksanakan banyak kegiatan,” ungkap Siti.

Pada kesempatan tersebut, Siti juga menyinggung mengenai pentingnya peningkatan kualitas SDM dengan mengadakan kegiatan pelatihan dengan menggunakan Dana BKK. Hal ini melihat tingginya angka kemiskinan di Seyegan yang mencapai 13,08% yang menempatkan Seyegan sebagai Kapanewon termiskin di Sleman. “Untuk itu peningkatan SDM lebih diprioritaskan untuk meraih sumber dana yang ada,” jelasnya.

Siti juga menambahkan bahwa dari Laporan BKM, dalam kegiatan Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) menempatkan Gondangan Rt 06/14, Kregolan sebagai Kawasan Terkumuh. Untuk itu, Siti berharap Gondangan diajukan oleh kalurahan untuk mewakili Margomulyo dalam Lomba Kebersihan Lingkungan tahun 2021. “Dengan tujuan supaya Gondangan berbenah dengan kondisi lingkungannya,” jelas Siti lagi.

Acara Rapat Umum Anggota dibuka dengan pembacaan tata tertib rapat yang dilanjutkan dengan pembacaan Laporan Pertanggungjawaban BKM tahun 2020 oleh Koordinator BKM Warga Mulia, Suwandi. Dalam LPJ-nya, Suwandi menyampaikan bahwa tahun 2020, BKM melanjutkan kegiatan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dengan melakukan penggalian data baseline 100-0-100 berdasarkan indikator yang telah ditetapkan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat {PUPR).

Sementara untuk tahun 2021, BKM Warga Mulia merencanakan akan melanjutkan Kegiatan KOTAKU. Selain itu, BKM akan melakukan penagihan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang bermasalah, mendorong terbentuknya KSM-KSM baru, dan menyempurnakan data buku dan data dinding BKM.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab, sebelum diakhiri dengan penandatanganan LPJ BKM tahun 2020 oleh Lurah Margomulyo, Ketua, Koordinator, dan anggota BKM. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Pengoptimalan PMI Pada Masa Pandemi

Palang Merah Indonesia (PMI) Seyegan gelar Musyawarah Kerja pada Jum’at (26/2/2021). Acara yang diadakakan di Ruang Rapat Lantai II Kapanewon Seyegan ini dihadiri oleh seluruh Pengurus Inti PMI, Dewan Penasehat PMI, dan seluruh Anggota PMI. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Kapanewon Seyegan yaitu Panewu Anom, Jawatan Keamanan, Jawatan Sosial, dan Kamituwo dari 5 Kalurahan di Seyegan.

Ketua PMI Seyegan Benni Sujendra dalam sambutannya menyebutkan pada masa pandemi di tahun 2020, PMI bekerja sama dengan sektor terkait telah mengoptimalkan kinerjanya, terutama dengan kegiatan donor darah.

Ia berharap, di tahun 2021 ini, PMI semakin meningkatkan kinerjanya dengan lebih berperan dalam kegiatan di masyarakat. “Di masa pandemi seperti ini, PMI bersama sektor terkait tak henti-hentinya memberikan edukasi kaitannya dengan pencegahan. Sedangkan dalam hal penanganan kasus, PMI berkontribusi pada kegiatan evakuasi,” jelasnya.

Sementara itu, Panewu Anom Seyegan Joko Mulyanto memberikan apresiasinya terhadap kinerja PMI yang dapat melakukan kerja sama lintas sektor dalam hal pencegahan, pengendalian dan penanganan COVID-19, terutama di Kapanewon Seyegan. Hal tersebut menurutnya menjadi salah satu alasan penurunan jumlah penyebaran COVID-19 di Seyegan yang terlihat dari peta epidemiologi penyebaran COVID-19 yang sudah berwarna kuning.

“PMI punya andil cukup besar sehingga kondisi seperti ini bisa dipertahankan. Saya meminta semua pihak tetap waspada, jangan sampai ada penambahan kasus lagi,” ungkap Joko.

Joko berharap agar di tahun 2021 ini, PMI dapat menyususn rencana kerja yang sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan. “Seperti mengadakan pemulasaran jenazah yang sudah pernah dilaksanakan di tahun 2020 perlu dilaksanakan lagi di tahun 2021, mengingat kebutuhan yang sangat mendesak,” tambah Joko lagi.

Hal ini juga disetujui oleh Jumarko, anggota PMI dari Puskesmas Seyegan yang menyatakan dukungannya untuk melaksanakan pelatihan pemulasaran jenazah. “Puskesmas ada dananya, PMI tinggal mengumpulkan peserta dan mencari narasumbernya saja,” ujar Jarmoko.

Dalam musyawarah tersebut, dipaparkan pula rencana kerja PMI Seyegan di tahun 2021 ini. Beberapa diantaranya adalah serangkaian kegiatan edukasi masyarakat, kegiatan donor darah, pembelian dan standardisasi APD, pengadaan bendera PMI, peringatan hari jadi PMI dan pembuatan papan nama.

Untuk kegiatan donor darah  sendiri, di tahun 2021 ini PMI menargetkan kantong darah. Pelaksanaannya akan dilakukan sebanyak 4 kali dimulai pada bulan Maret mendatang dengan sistem jemput bola, yaitu PMI mendatangi wilayah maupun komunitas yang akan mengadakan bakti sosial donor darah. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)