Memasyarakatkan Aksara Jawa melalui Perangkat Digital

Ngemplak – Hari Bahasa Ibu Internasional yang diperingati pada tanggal 21 Februari lalu rupanya menjadi momentum bagi Taman Baca Masyarakat (TBM) Wijaya Kusuma untuk mengadakan kegiatan pelatihan aksara Jawa dengan mengusung tema Digitalisasi Aksara Jawa di Padukuhan Karanganyar, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Minggu (14/3/2021).
Didukung Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, pelatihan ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari masyarakat umum mulai dari ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa dan pegiat literasi.
Hastuti Setyaningrum, Ketua TBM Wijaya Kusuma sekaligus penyelenggara kegiatan menyampaikan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengajak masyarakat untuk mau mengenal serta melestarikannya. “Aksara Jawa tidak hanya dipandang sebagai mata pelajaran di sekolah saja namun lebih dari itu, sebagai sebuah budaya yang melekat dan dipergunkan sehari-hari dalam kehidupan di masyarakat terutama keluarga,” tuturnya.
Hastuti menambahkan bahwa selama ini aksara Jawa hanya dilihat sebagai sebuah warisan budaya saja, namun belum nampak upaya yang sungguh-sungguh untuk mengembangkan dan membudayakannya lagi. “Pelatihan ini diharapkan menjadi satu cara agar aksara Jawa dapat dijaga dan tidak punah oleh peadaban modern,” lanjutnya.
Setya Amrih Prasaja, filolog dari Dinas Kebudayaan DIY yang menjadi narasumber dalam pelatihan ini juga mengatakan bahwa aksara Jawa masih dipandang sebelah mata dan belum bisa menjadi tuan rumah. “Berbeda dengan aksara Cina, Korea, dan Jepang yang sudah dikenalkan sejak dini pada generasi muda. Aksara Jawa baru dikenalkan sejak anak belajar di sekolah dasar, bahkan kurikulum sekolah juga belum bisa mengakomodir aksara Jawa maupun pendidikan budaya Jawa pada umumnya,” imbuh Amrih.
Menurut Amrih pada pelatihan ini peserta diberikan metode belajar yang praktis serta tepat guna agar dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga tidak ketinggalan jaman dan bisa menjadi pelajaran yang disukai karena menyenangkan. Metode belajar yang menyenangkan dan sesuai perkembangan jaman akan membuat siapa saja yang belajar menjadi berminat untuk menyukainya. “Bukan menjadi momok pelajaran yang paling ditakuti dan dihindari,” ujarnya.
Pelatihan Aksara Jawa berbasis digital ini mempergunakan teknologi digital sebagai perangkat pembelajarannya. Materi pelatihan yang diberikan meliputi pengenalan aksara Jawa, mulai dari cerita Aji Saka, periodisasi aksara Jawa, hingga paugeran aksara Jawa dari segi tata tulis.
Penyajian materi digital membahas tuntas terkait unicodisasi aksara Jawa agar bisa dipergunakan dan diaplikasikan pada komputer maupun gawai berbasis android.
Peserta dibekali sarana aplikasi software yang akan memudahkan penulisan aksara Jawa pada perangkat komputer maupun gawai. Tak kalah menariknya pelatihan ini juga memberikan cara bagaimana memanfaatkan aplikasi whatsapp menggunakan aksara Jawa. (Nuradi/KIM Ngemplak)



