Tingkatkan Kompetensi, Forum PAUD Depok Gelar Workshop Pembuatan Tari

Sebanyak 25 orang anggota Forum Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (FORUM PAUD) Kapanewon Depok mengikuti Workshop Pembuatan Tari untuk Anak Usia Dini, Senin (15/3/2021).
Workshop ini merupakan kerja sama antara Forum PAUD Kapanewon Depok dengan PPM FSB UNY untuk yang kedua kalinya, setelah tahun sebelumnya juga telah dilaksanakan workshop pembuatan tari, dan berhasil menciptakan sebuah tarian. Selain pembuatan tari, peserta workshop juga dilatih untuk memainkan karawitan sebagai pengiring tari.
Pada workshop yang berlangsung di Gedung Kebudayaan Kapanewon Depok Sleman ini, peserta mendapatkan gambaran dan keterampilan bagaimana mengenalkan tokoh-tokoh wayang secara mudah dan praktis. Peserta juga diminta langsung melakukan praktik dialog pengenalan tokoh wayang. Bahasa pengantar dalam pengenalan tokoh wayang pun menggunakan bahasa Jawa agar peserta didik tidak merasa asing dengan bahasa ibu.
Selain pengenalan tokoh wayang, para peserta juga diajak untuk mengkreasi gerakan tari secara langsung. Tari yang berhasil dibuat dalam workshop tahun ini deberi nama tari Yo dha dadi wayang. Para peserta, baik penari yang berjumlah 15 orang maupun pengrawit yang berjumlah 10 orang terlihat menggunakan kostum dengan aksesoris yang berasal dari dedaunan.
Workshop pembuatan tari ini dibimbing langsung oleh Sanggar Aditya Adhikari yang dimiliki oleh Forum PAUD Kapanewon Depok. Sri Rejeki, Ketua sanggar menuturkan pihaknya tidak mencari sanggar lain karena sanggar yang dimiliki Forum PAUD ini memiliki kompetensi untuk membimbing workshop.
“Karena sanggar tari yang kita buat sudah tercatat di Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, telah mendapatkan Nomor Induk Kebudayaan pula. Sanggar yang dimiliki Forum PAUD ini mungkin yang pertama kali didirikan olah Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Sleman, bahkan di DIY,” tutur Sri.
Sri berharap workshop ini dapat meningkatkan kompetensi di bidang seni dan kebudayaan bagi para anggota Forum PAUD, sekaligus sebagai bentuk komitmen lembaga dalam melestarikan kebudayaan adiluhung.
Acara workshop juga dihadiri langsung oleh Penewu Kapanewon Depok Abu Bakar, serta penilik PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. (KIM Kalasan/Tri Joko)

