Rayakan HUT ke-8, FPRB Bandung Bondowoso Gelar Bakti Sosial

Dalam rangka perayaan HUT yang ke-8, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Bandung Bondowoso menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial pada Minggu (21/3/2021). Acara yang dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ini dihadir oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya dan Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Djoko Supriyanto. Acara juga dihadiri oleh Panewu Anom Kapanewon Prambanan, Djaka Sumarsono, Polda DIY, Kapolsek Prambanan, Danramil Prambanan, Lurah se-Kapanewon Prambanan, Perwakilan Bank BPD DIY Sleman, dan warga penerima bantuan serta Relawan FPRB Bandung Bondowoso.

Sekda Sleman, Harda Kiswaya pada kesempatan tersebut mengapresiasi FPRB Bandung Bandowoso yang tetap peduli terhadap masyarakat di tengah pandemi COVID-19 yang masih terjadi.

Harda juga berpesan kepada relawan FPRB untuk selalu waspada terhadap resiko bencana yang akan terjadi, khususnya di wilayah Prambanan. “Mewaspadai di wilayah Prambanan yang rawan longsor, dengan difasilitasi mobil operasional diharapkan bisa membantu warga Gayamharjo khususnya dan masyarakat Prambanan pada umumnya,” ucap Harda.

Sementara itu Panewu Anom Kapanewon Prambanan, Djaka Sumarsono juga memberikan apresiasinya kepada FPRB Bandung Bondowoso atas kiprahya dalam melakukan penanganan bencana di wilayah Kapanewon Prambanan. “Tetap solid dan gerak cepat yang melekat dihati,” ujarnya.

Pembagian sembako sendiri dilakukan secara simbolis oleh Sekda Sleman Harda Kiswaya kepada warga di wilayah padukuhan Bendo Gayamharjo. Sementara pembagian sembako ke masing-masing warga dilakukan oleh 3 tim relawan FPRB Bandung Bondowoso. (KIM Prambanan/Fatmawati)




Bahas Rencana Pembangunan, BPKal Sinduharjo Gelar Muskal

Minggu (21/3/2021), bertempat di Rumah Makan Dapur Warna Pedak Jalan Kaliurang km 11, Ngaglik, Sleman, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Sinduharjo mengadakan Musyawarah Kalurahan (Muskal) Pengesahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan Sinduharjo periode 2021-2026. Acara dihadiri oleh perwakilan Kapanewon Ngaglik, Perangkat dan lembaga Kalurahan Sinduharjo, serta tokoh masyarakat.

Sukoco, perwakilan BPKal dalam rapat menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para peserta musyawarah yang dapat hadir, meski masih di tengah masa pandemi. “Semoga pandemi covid 19 ini segera berakhir dan mulai tahun 2022 semua program yang telah disusun bersama ini dapat berjalan sesusai rencana,” ungkap Sukoco.

Sementara itu, Kusmiyanto, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Ngaglik yang hadir mewakili Panewu Ngaglik pada kesempatan tersebut meminta program yang disusun dalam muskal kali ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik saja.

“Kami harapkan semua program dari padukuhan dan kalurahan dapat dimasukkan dalam RPJM  kalurahan agar nantinya dapat di danai dari APBKal,APBD dan APBN , diharapkan tidak hanya pembangunan fisik namun juga pembangunan non fisik,” kata Kusmiyanto.

Kegiatan yang dilaksanakan dari jam sampai dengan ini diakhiri dengan penanda tanganan berita acara musyawarah kalurahan oleh Lurah, BPKal, Lembaga Kalurahan dan perwakilan tokoh masyarakat. (KIM Ngaglik/SPN)




RKMD sebagai Media Komunikasi Warga Mlati Dukuh

Kemajuan teknologi komunikasi memberikan ruang kepada masyarakat dalam memberikan informasi kepada siapa saja melalui berbagai media. Salah satunya melalui keberadaan radio komunitas, yang dapat dijadikan wadah untuk berkomunikasi, berdiskusi, berkarya, ataupun menyampaikan pendapat di wilayah tertentu.

Salah satu radio komunitas yang masih eksis sampai saat ini adalah Radio Komunikasi Mlati Dukuh (RKMD), sebuah wadah untuk warga yang digunakan untuk saling bertukar informasi di frekuensi . “Informasinya seperti cuaca dan info kejadian kebencanaan. Anggotanya berasal dari berbagai kalangan dan profesi,” terang Slamet Gundul, anggota RKMD dalam perayaan ulang tahun RKMD pada Minggu (21/3/2021) di Kalurahan Sendangadi, Mlati, Sleman.

RKMD sendiri memiliki misi dengan tema “Berguna Untuk Sesama”. Hal tersebut disampaikan oleh Hari Bledek, salah satu Pembina RKMD. Menurutnya.

“Misalnya kita hadir dalam membantu kelancaran arus lalu lintas di Gereja, di Masjid dan tempat orang yang mendapat musibah/meninggal dunia, bencana alam dan aneka kegiatan sosial kemasyarakatan lain dan kami lakukan ini semua tanpa pamrih,” terangnya.

Acara ulang tahun RKMD sendiri dikemas dalam rangkaian kegiatan doa bersama dan potong tumpeng yang diadakan di base camp RKMD. Selain itu, acara dilanjutkan dengan melakukan ziarah ke makam pahlawan nasional dr. Wahidin Soedirohusodo, yang kemudian dilanjutkan dengan bakti sosial pembagian sembako ke warga yang kurang mampu di sekitar base camp RKMD.

“Di akhir acara, semua anggota RKMD bersilaturahmi ke kediaman Gus Muwafiq untuk minta dia dan restu kepada beliau,” terang Ketua RKMD, Rete. (Arief Hartanto)




Bentuk Karakter Murid dengan Lingkungan Sekolah yang Sehat

Pendidikan memiliki peran untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam pembangunan bangsa, negara, dan agama. Salah satu hal terpenting adalah bagaimana mendidik karakter, yaitu penanaman nilai-nilai yang meliputi pengetahuan, kesadaran, dan kemauan, serta tindakan dalam melaksanakan nilai-nilai tersebut. Selain itu, keadaan lingkungan pendidikan juga dapat menjadi tolak ukur bagaimana kualitas pendidikan yang diterima.

Hal tersebutlah yang menjadi pokok pembahasan dalam acara Workshop Muhammadiyah Green School (MGS), Sabtu (20/3/2021) yang diadakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah PCM Turi, Sleman. Acara

Workshop MGS sendiri merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di PCM Turi. Workshop tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan serta stakeholder sekolah Muhammadiyah di Turi dalam menjalankan program Muhammadiyah Green School.

“Muhammadiyah mempunyai komitmen untuk menyiapkan sumber daya manusia melalui amal usaha di bidang pendidikan. Pendidikan di sekolah Muhammadiyah tidak hanya mengemban misi menyelenggarakan proses pendidikan, tetapi juga mengemban amanah sebagai media dakwah amar ma’ruf nahi munkar sehingga pendidikan karakter sangat diutamakan,” terang Agus Nugroho Setiawan, Dosen Program Studi Agroteknologi UMY.

Sementara itu, Septi Nur Wijayanti, Dosen Program Studi Hukum UMY menggarisbawahi mengenai pentingnya menjaga lingkungan pendidikan yang sehat, Menurutnya, lingkungan yang sehat merupakan kebutuhan dasar manusia. “Lingkungan yang sehat merupakan lingkungan yang dapat memberikan tempat untuk berlindung dan menumbuhkan kehidupan yang baik secara fisik, psikologis dan maupun sosial,” ucapnya.

Menyikapi hal itu, Septi menambahkan bahwa Muhammadiyah mempunyai komitmen terhadap lingkungan, hidup bersih, dan pendidikan sehat. “Oleh karena itu, sekolah Muhammadiyah harus mampu memenuhi hak konstitusional siswa dan guru terhadap lingkungan yang bersih dan sehat,” tukas Septi.

Lingkungan sekolaj sendiri memiliki peran penting sebagai wadah mengembangkan diri dan membangun sebuah karakter. Atas dasar itu, lingkungan sekolah harus didesain dengan tujuan untuk dapat membentuk karakter yang baik, serta mampu menjadi sumber pembelajaran. Selain itu, lingkungan sekolah juga harus dapat menciptakan atmosfer pendidikan yang kondusif, afar peserta didik dapat aktif mengembangkan potensi diri mereka untuk mendapatkan pengetahuan mengenai spiritual, keagamaan, kecerdasan, akhlak, dan keterampilan yang diperlukan.

“Pendidikan jangan lagi dipahami sebagai sebuah beban, tetapi harus menjadi sesuatu yang menyenangkan, membebaskan, memanusiakan dan memaknai kehidupan secara baik,” tambah Anisa Dwi Makrufi, Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam UMY. (Arief Hartanto)




Kalurahan Budaya Harus Memiliki Pemahaman Mengenai Substansi Budaya

Bertempat di Ruang pertemuan Kalurahan Margoagung, Sabtu (20/3/2021) diadakan acara Pengukuhan dan Serah Terima Kepengurusan Pengelolaan Kalurahan Budaya Kalurahan Margoagung.

Acara yang dihelat pukul ini, dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DI Yogyakarta, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Seyegan, Lurah dan Pamong Kalurahan Margoagung, Ketua dan Anggota BPKal Margoagung, Pendamping Kalurahan Budaya, Pengurus Pengelola Kalurahan Budaya, dan tamu undangan

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, HY Aji Wulantara mengingatkan bahwa menjadi Kalurahan Budaya itu tidak mudah. Menurutnya, kebudayaan bukan hanya sebatas seni saja, tetapi juga melingkupi seluruh dimensi kehidupan masyarakat, termasuk kehidupan sosial dan ekonomi.

“Kalurahan budaya harus bisa memahami substansi dari budaya itu sendiri sebagaimana bunyi gamelan yang mewakili simbol simbol kehidupan masyarakat,” ujar Aji.

Sebagai Kalurahan Budaya, tambah Aji, Margoagung menempati posisi yang khusus dan diharapkan mampu menjabarkan kebudayaan dalam perspektif yang lebih luas. Aji juga mengingatkan apa yang disampaikan oleh Bupati Sleman untuk membangun Sleman dengan welas asih.

”Sebagai Kalurahan budaya kedepannya, Margoagung mempunyai kompentensi dan kompetisi yang lebih baik,” tambah Aji.

Hal senada juga disampaikan oleh Endang Widuri, Kepala Seksi Lembaga Budaya Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta. Menurutnya Margoagung sebagai Kalurahan Budaya diharapkan dapat meningkatkan potensi yang ada, termasuk adat istiadat, bahasa, permainan tradisional dan makanan tradisional.

“Diharapkan setelah menjadi Kalurahan Budaya ini, Margoagung juga dapat menjadi Desa Mandiri Budaya yang mempunyai peluang untuk mendapat dana langsung dari provinsi melalui BKK. Peluang ini bisa diberikan sebagai wujud fasilitasi masyarakat untuk berekspresi dan berinovasi dalam bidang budaya,” jelasnya.

Menurut Endang, dengan menjadi Desa Mandiri Budaya, Margoagung nantinya berhak mendapatkan pembangunan Balai Budaya yang bisa digunakan untuk memfasilitasi koperasi atau UMKM, pariwisata, serta potensi atau produk desa yang kesemuanya berujung untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dibagian akhir, Endang menyampaikan bahwa untuk mewujudkan itu semua, setiap bulan Dinas Kebudayaan akan mengadakan koordinasi dengan pendamping Kalurahan Budaya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)