Pemkab Sleman Sosialisasikan Mekanisme Pembentukan Bumdes Bersama

Demi memuluskan proses pembentukan Badan Usaha Milik Desa (kalurahan), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman menggelar Sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Rabu (24/3/2021).

Acara yang diadakan di Rumah Makan Pringsewu, Mlati ini menghadirkan langsun 10 kapanewon di Kabupaten Sleman yang pernah menjadi peserta Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mpd). Selain itu, hadir pula Ketua Badan Kerjasama Antar Kalurahan (BKAK), Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK), Ketua Badan Pengawas (BP), dan Ketua Tim Verifikasi (TV).

Didik Daru Suryo Suparto, Kepala Seksi Pengembangan Potensi Masyarakat Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan menyampaikan bahwa PP Nomor 11 ini mengamanatkan seluruh BKAD dan UPK yang berasal dari PNPM MPd untuk bertransformasi menjadi Bumdes Bersama.

“Dalam transformasi nantinya, pelaksanaan kegiatan akan tetap sama halnya dengan yang sudah ada dan dilaksanakan oleh BKAD dan UPK eks PNPM MPd. Dana bergulir menjadi salah satu kegiatan pokok yang akan terus melekat dalam Bumdes Bersama,”jelas Didik.

Hal senada juga disampaikan oleh Margiyanto, Tim Ahli Bumdes yang menyampaikan bahwa pengelola kegiatan dana bergulir wajib bertransformasi menjadi Bumdes Bersama. “Hal tersebut termaktub dalam pasal 73,” beber Margiyanto.

Pada sosialisasi juga disampaikan mengenai mekanisme pembentukan Bumdes Bersama, serta tata kelola dan struktur organisasi. Seluruhnya nanti akan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Bumdes Bersama. (KIM Mlati/Yoko Erwe)




Kalurahan Budaya se-Kabupaten Sleman Gelar Rakor Perdana

Selasa (23/3/2021), Kalurahan Budaya se-Kabupaten Sleman mengadakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh semua Ketua Kalurahan Budaya yang ada di Kabupaten Sleman. Acara yang dilaksanakan di Kalurahan Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, ini juga dihadiri oleh Endang Widuri, Kepala Seksi Lembaga Budaya Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta.

Pertemuan perdana kalurahan budaya di Sleman ini diadakan untuk membentuk kepengurusan kalurahan budaya tingkat kabupaten periode 2021-2025. Dari hasil pertemuan, disepakati bahwa Purbantoro dari Pandowoharjo sebagai Ketua, dan Sukaryanto dari Margodadi sebagai Wakilnya. Sementara itu, Mujib dari Wedomartani terpilih sebagai Sekretaris, dan Suharman dari Bangukerto sebagai Bendahara.

“Kabupaten Sleman mempunyai 12 desa (kalurahan) budaya dan sudah mendapat SK dari Gubernur DIY, dalam rangka mengoptimalkan peran masing masing desa budaya perlu dibentuk kepengurusan tingkat desa dengan SK Lurah,” ujar Endang.

Endang juga menyebutkan bahwa pada tahun 2021 ini, ada 5 kalurahan yang ditetapkan memiliki kategori kalurahan mandiri, yaitu Pandowoharjo, Margodadi, Bangunkerto, Girikerto, dan Wedomartani. Nantinya, kalurahan tersebut akan mendapat dana bantuan sebesar 1 milyar Rupiah untuk masing-masing kalurahan, yang berasal dari dana keistimewaan. “Dana tersebut nantinya digunakan untuk kegiatan pembinaan dan pengembangan kalurahan budaya. Untuk tahun 2022, akan diusulkan lagi 5 kalurahan mandiri budaya,” tambah Endang.

Dalam kegiatan juga disepakati bahwa kegiatan rapat koordinasi akan diadakans secara rutin stiap bulannya, dengan tempatnya bergantian di masing-masing kalurahan budaya yang ada di Kabupaten Sleman. (KIM Ngaglik/SPN)  




Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Pengikat Persatuan Bangsa

Bangsa Indonesia yang memiliki berbagai macam adat, budaya, suku, agama, dan ras dapat terikat menjadi kesatuan, yang didasari oleh semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Rasa kesatuan yang dimunculkan dari semboyan tersebut, dapat memperkokoh bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

“Bhinneka Tunggal Ika saat ini harus dipahami sebagai upaya untuk memupuk jiwa nasionalisme, untuk menumbuhkan dan memperkokoh kesatuan bangsa,” ungkap Panewu Anom Seyegan, Djoko Mulyanto pada acara Sosialisasi Bhinneka Tunggal Ika di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Kapanewon Seyegan, Sleman, Selasa (23/3/2021).

Djoko berpendapat, bahwa memahami Bhinneka Tunggal Ika, berarti lebih mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan diri sendiri. “Karena kita harus mengedepankan keteladanan dan dapat menjadi contoh dalam penerapan semboyan tersebut,” ujarnya lagi.

Djoko juga mengajak semua elemen masyarakat dapat menjaga rasa persatuan di masyarakat, supaya dapat menjaga keamanan dan kedamaian di lingkungan masyarakat, terutama di Kapanewon Seyegan.

Hal senada juga dituturkan oleh Andhika Djalu Sembada, seorang akademisi di bidang Pendidikan Pancasila. Andhika menegaskan bahwa Bhineka Tunggal Ika itu merupakan unsur pengikat yang dapat melahirkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga dapat menjadi pilar kokohnya NKRI.

Menurut Andhika yang juga bertindak sebagai narasumber dalam sosialisasi, Bhinneka Tunggal Ika dapat dijabarkan menjadi 4 karakter, yaitu religious, nasionalisme, mandiri, dan gotong-royong.

“Keempat karakter tersebut sudah dimiliki oleh bangsa Indonesia bahkan sudah menjadi kearifan lokal yang tumbuh subur di masyarakat,” ungkap Andhika di depan para peserta sosialisasi yang terdiri dari beberapa lembaga yang ada di Seyegan, seperti Forum Anak, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), KUA, Polsek, BPKal, PKK, Karang Taruna, Perwakilan Kapanewon, Pamong Kalurahan, dan Tokoh Masyarakat.

Andhika menambahkan bahwa hal yang dapat menjadi permasalahan dalam pemahaman Bhinneka Tunggal Ika adalah tingginya sentimen kedaerahan yang masih sering muncul di tengah masyarakat. “Karena ego yang tinggi, sehingga sentimen kedaerahan tersebut sering menjadi sumber masalah,” tutur Andhika.

Menurut Andhika, hal tersebut dapat diatasi dengan mengintrospeksi diri sendiri, serta menanamkan integritas yang bersumber pada kejujuran, kebenaran, komitmen moral, keadilan, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai martabat individu.

Acara sosialisasi Bhinneka Tunggal Ika sendiri merupakan acara yang diadakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY menggunakan dana keistimewaan tahun 2021. Ali Zamroni, perwakilan Kesbangpol DIY menyebutkan bahwa kegiatan ini juga dilakukan sebagai bentuk deteksi dini potensi konflik yang terjadi di masyarakat.

“Kesbangpol DIY akan berkoordinasi dengan Kepolisian, TNI, institusi terkait, dan akan bersinergi dengan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk menjalin koordinasi dan komunikasi aktif untuk memberikan sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat, ormas, dan orsos,” jelas Ali. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Budi Daya Ikan Air Tawar Sebagai Sumber Ekonomi di Masa Pandemi

Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama 1 tahun meninggalkan dampak yang cukup besar, terutama di sektor ekonomi. Banyak masyarakat yang tidak tercukupi kebutuhan ekonominya, termasuk kebutuhan pangan. Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi tersebut, salah satunya adalah melalui budi daya ikan air tawar.

Sebagai bentuk upaya untuk pemenuhan tersebut, Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI) Mina Berkah Sleman menggelar kegiatan Tebar Benih Ikan Nila pada Selasa (23/3/2021), di Padukuhan Kendal, Bangunkerto, Kapanewon Turi, Sleman. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Anggota DPRD Kabupaten Sleman Raudi Akmal, Perangkat Kalurahan Bangunkerto, Dukuh Kendal, dam Karang Taruna Kendal.

Anas Makruf selaku Lurah Bangunkerto menyebutkan bahwa selain untuk meningkatkan hasil budi daya ikan air tawar, kegiatan tebar benih ikan nila sebanyak 25 Kg ini merupakan upaya untuk menanamkan budaya berdikari bagi para pemuda yang ada di Kalurahan Bangunkerto. “Ada 25 Kg bibit Nila dengan per Kg-nya ada 40-50 ekor,” terang Anas.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk pemenuhan kegiatan pangan dalam rangka penanggulangan dampak COVID-19. “Ini harus disikapi dengan tepat untuk hidup di era kenormalan baru,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Raudi Akmal, Anggota DPRD Sleman yang pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa sektor perikanan air tawar seperti ikan nila dapat menjadi sumber peningkatan perekonomian warga. Ia berharap kelompok budi daya ikan, seperti KPI Mina Berkah ini dapat terus berkembang. “Terutama di masa pandemi ini, selain untuk sektor ekonomi, bisa digunakan untuk menambah semangat dan peningkatan imun dengan memelihara dan mengonsumsi makanan sehat, dan tentunya melaksanakan protokol kesehatan,” ujar Raudi. (Arief Hartanto)




Tingkatkan Kompetensi Kader, KOKAM Sleman Akan Gelar Diklatsar

Sebagai bentuk peningkatakan kompetensi kader dalam memberikan bantuan, terutama dalam hal kebencanaan, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kabupaten Sleman akan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Kader KOKAM yang akan dibuka di SMK Muhammadiyah Prambanan, Kabupaten Sleman. Kegiatan yang rencanya akan didakan pada tanggal 2-4 April 2021 ini akan mengambil tema yang sesuai dengan Trilogi KOKAM, yaitu “KOKAM Terdepan Dalam Kemanusiaan, Kebencanaan, dan Ekologi”,

Sutiyono, Ketua Panitia Diklatsar KOKAM menyebutkan bahwa kegiatan ini akan diikuti oleh seluruh anggota KOKAM dari berbagai cabang. “Target pesertanya sendiri mencapai 150 orang, hal ini karena KOKAM di berbagai cabang itu dapat dikatakan aktif,” jelas Sutiyono ketika memberikan keterangan pada Selasa (23/3/2021).

Setelah pembukaan di SMK Muhammadiyah Prambanan, kegiatan sendiri rencananya akan dilanjutkan penyampaian materi di Gedung Dakwah PDM Sleman, sebelum melakukan long march ke Desa Wisata Nglanggeran yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul. “Kegiatan akan mendatangkan instruktur berpengalaman di bidangnya,” tambah Sutiyono.

KOKAM sendiri pada awalnya merupakan barisan yang dibentuk oleh Letkol Prodjo Kusumo yang berada di bawah naungan Muhammadiyah. Seiring dengan berjalannya waktu, KOKAM pun berubah fungsi dan peran menjadi salah satu jalur pembinaan anggota Pemuda Muhammadiyah berdasarkan minat, bakat, dan kemampuan dengan trilogi yang terdepan dalam kemanusiaan, kebencanaan, dan ekologi. (Arief Hartanto)