Tingkatkan Peran BUMDes Guna Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Dalam rangka meningkatkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, Lembaga Sosial Invesment Indonesia yang berkedudukan di Surabaya menyelenggarakan webinar bertajuk Social Invesment Roundtable Discussion (SIRD) yang dilakukan menggunakan Aplikasi Zoom Meeting, Jumat sore (26/3/2021).

Webinar terbatas ini diikuti oleh perwakilan pengurus BUMDes, perangkat desa, pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat, termasuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pararta Guna Kapanewon Gamping yang diwakili Adnan Iman Nurtjahjo.

Diskusi tentang pengembangan sumberdaya di perdesaan menghadirkan narasumber Kepala Divisi Data Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Ivanovich Agusta, Konsultan Pesona Khatulistiwa Nusantara, Iwan Suryatno, serta Pegiat LSM Karya Masyarakat Mandiri Dompet Duafa, Casdimin.

Forum yang dipandu oleh Staf Sahabat Investasi Indotama, Arief Kurniawan ini dirancang khusus bagi para mitra yang disetiap pertemuan membahas isu atau tema yang erat kaitannya dengan proses dan kinerja program investasi sosial.

Dalam paparan materinya Ivanovich menjelaskan bahwa SDGs merupakan role pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan dana desa tahun 2021. Hal ini penting karena sebagai entitas terdepan dalam segala proses pembangunan nasional, desa memberi sumbangsih besar dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Ada 18 tujuan pembangunan berkelanjutan di perdesaan antara lain upaya terpadu mewujudkan desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, desa sehat dan sejahtera, pendidikan desa berkualitas, desa berkesetaraan gender, desa layak air bersih dan sanitasi, desa yang berenergi bersih dan terbarukan, pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa, inovasi dan infrastruktur desa, desa tanpa kesenjangan, kawasan permukiman desa berkelanjutan, konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan, pengendalian dan perubahan iklim oleh desa, ekosistem laut desa, ekosistem daratan desa, desa damai dan berkeadilan, kemitraan untuk pembangunan desa, serta kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif,” jelas pria yang biasa disapa Ivan ini.

Ia selanjutnya mengungkapkan bahwa upaya pencapaian SDGs desa dalam situasi dan kondisi pandemi COVID-19 tidaklah mudah karena penggunaan dana desa 2021 diprioritaskan untuk membiayai kegiatan yang mendukung pencapaian 10 tujuan SDGs desa yang berkaitan dengan kegiatan pemulihan ekonomi nasional, program prioritas nasional, dan adaptasi kebiasaan baru.

“Adapun 10 SDGs yang dimaksud dalam situasi dan kondisi pandemi COVID-19 adalah desa tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, sehat sejahtera, keterlibatan perempuan desa, berenergi bersih dan terbarukan, pertumbuhan ekonomi desa merata, konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan, damai berkeadilan, kemitraan untuk pembangunan desa, serta kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif,” ungkap Ivan.

Diakhir diskusinya pejabat Kemendes PDTT tersebut menekankan bahwasannya pengembangan sumberdaya di perdesaan penting bagi pencapaian target SDGs Desa. “Karena membangun desa berarti membangun Indonesia, dan salah satu Lembaga yang diharapkan punya kontribusi lebih adalah BUMDes,” tutup Ivan (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pupuk Jiwa Kerelawanan, Relado Kunjungi Makam Para Leluhur

Sebagai bentuk upaya penanaman jiwa kerelawanan, Relawan Donoharjo (Relado) menggelar acara bakti sosial dan tabur bunga serta doa bersama di makan dan keluarga almarhum sesepuh Relado, Minggu (28/3/2021).

Seto Aji Kusumantoro, Ketua Relado menyebutkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memupuk jiwa kerelawanan para anggota Relado. “Jiwa kerelawanan yaitu bersedia mengabdi secara ikhlas tanpa pamrih, rela berkorban, dan memiliki komitmen yang kuat bagi sesama perlu dipupuk, apalagi pada masa pandemi ini,” ungkap Seto yang juga menjabat sebagai Ulu-ulu Donoharjo ini.

Sementara itu, Suratmi selaku Humas Relado menyampaikan bahwa kegiatan imi dilakukan untuk mengenang kerelawanan sejati dari leluhur yang sudah berpulang. “Karena kerelawan itu datang dari hati. Kerelaan mereka bukan hanya tenaga, pikiran dan harta benda, bahkan keluarganya pun ikut diterjunkan dalam kegiatan kerelawanan,” ujar Suratmi.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menjalin tali silaturahmi baik dengan keluarga para leluhur Relado, maupun antara relawan sendiri. “Adanya tali kasih diharapkan dapat menimbulkan kepedulian dan rasa kemanusiaan kepada sesame,” ucap Suratmi

Acara sendiri diawali dengan tabur bunga dan doa bersama di makam almarhum Sarwono yang semasa hidupnya lebih dikenal dengan nama Bapak Randu yang kemudian dilanjutkan dengan bakti sosial penyampaian santunan bagi keluarga almarhum Bapak Randu di Maron. Setelahnya, acara dilanjutkan tabur bunga dan doa bersama di makam almarhum Margino di Ngepas Lor, dan almarhum Heri Yulianto di Jetis Donolayan.

Pada kesempatan tersebut, Suratmi juga menyapaikan kesannya mengenai para pendahulu di Relado tersebut. Margino menurut Suratmi merupakan sosok yang diidolai oleh sesama relawan.

“Beliau pernah berpesan agar kegiatan relawan jangan sampai mati karena keberadaannya dibutuhkan masyarakat, sementara Mas Heri Yulianto begitu besar dukungannya bahkan radio rig, salah satu perangkat radio pancar ulang miliknya masih dimanfaatkan untuk radio pancar ulang Relado,” kata Suratmi.

Sementara Sarwono menurut Suratmi merupakan relawan sejati yang dapat dijadikan teladan. “Beliau relawan ‘entengan’, mudah membantu sesama,” tutup Suratmi. (Endarwati/KIM Donoharjo)