Destana Condongcatur Lakukan Simulasi ASPD

Desa/Kalurahan Tangguh Bencana (Destana) Condongcatur sebagai bagian dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19 dan pelaksana tugas posko PPKM Mikro di Kalurahan Condongcatur melakukan pemantauan terhadap Pelaksanaan Assesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) di SMP Negeri II, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (31/3/2021).

Pemantauan dilakukan dalam rangka penerapan protokol kesehatan di sekolah, menyambut pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Saat ini, assesmen masih dalam tahap simulasi, yang dilaksanakan pada tanggal 31 Maret-1 April 2021, dengan pelaksanaan dibagi dalam 2 sesi setiap harinya. Sedangkan ASPD untuk UN akan dilaksanakan pada tanggal 5-6 April 2021 di Laboratorium Komputer SMP Negeri II Depok.

Dari hasil pemantauan, SMP Negeri II Depok telah melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. “Prokes di SMP Negeri II Depok sudah berjalan dengan baik, seperti ruang ujian sebelum dan sesudah kegiatan dilakukan spraying untuk meminimalisir penyebaran COVID-19,” jelas Kuwat, Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Kalurahan Condongcatur.

Menurut Kuwat, dari pemantauan terdapat kekurangan dalam penerapan protokol kesehatan, Destana akan menghimbau pihak sekolah untuk memperbaikinya.

Simulasi ASPD oleh Destana ini juga didampingi oleh Kepala dan Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri II Depok. (KIM Depok/Wasana)




Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Kembangkan Aplikasi Pinjam Tempat

Depok – Mewujudkan Sleman Smart Regency dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola pemerintahan menjadi suatu kebutuhan yang harus didukung. Ada banyak proses administrasi yang dapat dipermudah dengan bantuan teknologi, salah satunya adalah proses pelayanan pinjam tempat di Kapanewon Depok, Sleman. Pelayanan peminjaman tempat konvensional dengan sistem manual saat ini kurang praktis dan efisien. Terlebih di tengah situasi pandemi COVID-19, sebisa mungkin membatasi interaksi dengan pihak luar. Layanan daring pun menjadi salah satu solusinya.

Berawal dari permasalahan tersebut, dua mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta yang magang di Kapanewon Depok, Dhiani Kurnia Sari dan Bayu Tirta Aji, mengembangkan sistem informasi pelayanan pinjam tempat berbasis aplikasi website.

“Kalau mau pinjam tempat, dari hasil observasi kami di awal-awal magang, pengguna layanan harus datang langsung ke Kantor Kapanewon Depok, kejelasan tempat belum ada, pemberitahuan balasan juga kurang cepat. Selain itu informasinya tidak bisa diakses secara daring,” tutur Kurnia saat mempresentasikan hasil magang selama kurang lebih satu bulan.

Kurnia pun menjelaskan fitur-fitur aplikasi yang sedang dikembangkan dihadapan pegawai Kapanewon Depok di Gedung Pertemuan Sasana Anglcita Tama, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Selasa (30/3/2021). Fitur aplikasi yang tengah digarap antara lain adanya fasilitas permohonan secara daring, jadwal penggunaan tempat, fitur admin, e-mail balasan surat, dan lainnya.

“Nantinya pemohon bisa mengisi formulir permohonan pinjam tempat secara daring dan wajib menunggah surat permohonannya ke aplikasi tersebut. Apabila diterima, maka akan ada e-mail balasan dan pemohon harus menindaklanjuti dan baru koordinasi langsung tatap muka ke Kapanewon,” tutur Kurnia.

Usai memaparkan hasil projeknya, para pegawai di Kapanewon Depok mendapatkan kesempatan untuk mengulas, memberi masukan, dan mengomentari embrio inovasi tersebut.

“Sebaiknya disusun rancang bangunnya seperti apa, biaya, tujuan, keluaran, spesifikasinya, dan lainnya,” ujar Isti Fajaroh, Kepala Jawatan Kemakmuran Depok

Selain itu, Isti juga melihat bahwa nama aplikasi ini harus singkat, mudah diingat, supaya gampang. “Monggo namanya SI apa, misal Sippitung, Sistem Informasi Pelayanan Pinjam Tempat dan Gedung, atau dari mas dan mbak-nya punya ide apa untuk nama aplikasinya,” kata Isti.

Sementara Andri Afriyanto, Staf Jawatan Sosial Kapanewon Depok menyampaikan masukannya terkait identitas calon pengguna layanan.

“Lebih baik ditambahkan menu untuk mengunggah Identitas KTP, jadi jelas siapa penanggung jawabnya,” katanya.

Andri juga mendukung terkait perlunya penyusunan administrasi rancang bangun aplikasi tersebut, mengingat setiap tahun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selalu mengadakan lomba inovasi pelayanan publik atau Innovation Government Award.

“Di sana ada banyak indikator-indikator mengenai profil dan spesifikasi inovasi. Bisa ditanyakan ke Jawatan Umum,” tambahnya. (KIM Depok/Andri Afriyanto)




Dorong Diseminasi Informasi, Depok Regenerasi Pengurus KIM

Guna mendorong penyebaran (diseminasi) informasi, Kapanewon Depok meregenarasi pengurus Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Regenerasi dilakukan bersamaan dengan sosialisasi dan pembinaan KIM, Selasa (30/3/201) di Gedung Pertemuan Anglocita Tama Kapanewon Depok, Sleman.

Umarjaka terpilih melalui musyawarah menggantikan Sudiyono menjadi Ketua KIM periode 2021-2024 bersama 18 orang lainnya dari berbagai unsur seperti Pengurus KIM sebelumnya, Pamong Kalurahan, Staf Pamong, Tim Penggerak PKK Kalurahan, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), Karang Taruna Kalurahan, dan Masyarakat.

Panewu Anom Kapanewon Depok Wakhid Basroni menyampaikan bahwa peran KIM ini diperlukan sebagai mitra Pemerintah dalam menyebarluaskan informasi.

“Kalau dulu ada Jupen, Juru Penerangan, yang digaji resmi oleh negara. Kini ada KIM, yang merupakan relawan informasi,” tutur Wakhid.

Lebih lanjut Wakhid berharap bahwa pengurus baru KIM bisa lebih aktif dan bisa menjadi kader untuk menangkal hoaks, serta bisa mengembangkan pemberdayaan di masyarakat.

Yudiarto Setiawan, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa saat ini sudah terbentuk KIM di 17 Kelompok Kapnewon dan di beberapa Kalurahan di Kabupaten Sleman.

“Rata-rata KIM Kapanewon sudah terbentuk sudah sejak tahun 2006. Sementara untuk KIM Kalurahan ada 23 dari 86 Kalurahan atau sekitar 26,74%,” kata Yudi.

Bentuk nyata kegiatan KIM antara lain bisa menjadi kontributor berita di Media Center Sleman, website kapanewon, website kalurahan, dan Program Pemberdayaan Ekonomi seperti Pasar UMKM Sunmor Sembada, koperasi simpan pinjam, pembuatan iklan layanan masyarakat, dan kader penangkal hoaks. Selain it,u juga KIM berperan dalam melestarikan seni dan budaya melalui kegiatan pertunjukkan rakyat tradisional.

Para anggota KIM yang baru diregenerasi ini kemudian mendapatkan pelatihan menulis artikel berita yang dipandu oleh Agastya Dedy Kusuma, Staf Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Kabupaten Sleman.

“Prinsip jurnalistik yang kita terapkan antara lain judul harus menarik, hindari penulisan tanggal dan tempat acara di awal paragraf. Selain itu setidaknya mengandung 5W+1H,” papar Agas.

Usai mendapatkan pelatihan singkat jurnalistik, para peserta kemudian mempraktikkan langsung penulisan artikel yang kemudian dikoreksi oleh Agas. Melalui pelatihan ini, diharapkan peran KIM lebih meningkat serta bisa menjadi kontributor website di Media Center Sleman, Info Publik, website kapanewon maupun website kalurahan. (KIM Depok/Andri Afriyanto)




CSR Indomaret Bagikan Sembako di Condongcatur

Depok – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibilitity/ CSR) dari Indomaret di Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (31/3/2021). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Lurah, Jagabaya dan Kamituwa kepada penerima bantuan.

Kuwat, Jagabaya mewakili Lurah Condongcatur menyampaikan bahwa CSR dari Indomaret berupa 50 paket sembako disalurkan kepada warga sekitar minimarket Indomaret seperti dari Padukuhan Sanggahan, Gejayan dan Kentungan. “Serta kepada relawan Covid-19 Kalurahan Condongcatur yang selama ini terus melaksanakan pencegahan Covid-19 dengan kegiatan spraying, penyaluran jadup (jaminan hidup), menjemput pasien isolasi mandiri dan sebagainya,” ujar Kuwat.

CSR merupakan bentuk salah satu tanggung jawab perusahaan terhadap seluruh pemangku kepentinganya yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. (Wasana/KIM Depok)




BNNK Sleman Gandeng Masyarakat untuk Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba

Maraknya penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang di berbagai lini masyarakat, membutuhkan langkah pencegahan yang strategis untuk menanggulanginya. Salah satunya adalah dengan melibatkan masyarakat dalam mencegah peredaran narkotika tersebut.

Hal tersebut menjadi alasan mendasar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman melaksanakan Rapat Koordinasi Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di Gedung Serbaguna Padukuhan Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman, Selasa (30/3/2021). Acara sendiri dihadiri langsung oleh Lurah Condongcatur, Kamituwa Condongcatur, Staf Kalurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan sejumlah fasilitas kesehatan di Condongcatur. Selain itu, hadir juga warga dari Padukuhan Gandok, Padukuhan Kayen, serta Ketua Karangtaruna Unit Padukuhan Kayen dan Gandok.

Pada rapat, Ketua BNNK Sleman Siti Alfiah menyebutkan bahwa IBM ini merupakan langkah intervensi berkelanjutan terhadap penyalahguna narkoba yang diselenggarakan oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat.

“Penting untuk menggandeng masyarakat dengan memberdayakan sumber daya lokal, baik SDM, Sarpras, dan Anggaran. Selain itu, bisa memanfaatkan kearifan lokal dalam pemberian intervensi,” ujar Siti Alfiah.

Sasaran dari intervensi ini menurut Siti diutamakan pada penyalahgunaan dengan tingkat ketergantungan ringan sampai sedang. “Pelaksanaannya di bawah pembinaan dan supervisi dari BNN Provinsi atau Kabupaten yang telah diberikan pembekalan maupun pelatihan kepada petugas sebelum menjalankan program,” terang Siti lagi.

Lebih lanjut, Siti juga menerangkan bahwa bentuk pelaksanaan IBM ini beragam, antara lain mengenali penyalahgunaan narkoba diwilayah setempat, melakukan penjangkauan untuk mengidentifikasi penyalahguna narkoba dan tingkat permasalahanya, dan memberikan informasi tentang bagaimana mengatasin masalah penyalahgunaan Narkoba.

“Selain itu, melalui IBM kita bisa mendampingi dan memberikan dukungan kepada penyalahguna narkoba dengan tingkat resiko rendah, melibatkan penyalahguna narkoba dan masyarakat, dan melakukan rujukan ke layanan kesehatan dan sosial yang dibutuhkan penyalahguna narkoba,” ungkap Siti.

Langkah penerapan IBM ini mendapat respon positif dari Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kalurahan Condongcatur akan mendukung semua kegiatan dan program IBM, yang akan difasilitasi oleh Kamituwa.

“Kita akan gandeng juga dari Puskesmas, Rumash Sakit Condongcatur serta Bhabinkamtibmas siap ikut terlibat di dalam IBM,” ujarnya. (KIM Depok/Wasana)