Sambut Acara Labuhan Merapi, Kapanewon Depok Terima Utusan Kraton Yogyakarta

Minggu (14/3/2021) atau bertepatan dengan Ahad Wage 30 Rejeb 1954 Jimakir, bertempat di Pendopo Kapanewon Depok telah berlangsung acara penerimaan rombongan utusan Dalem Kraton Yogyakarta dan Ubo rampe Labuhan Merapi. Rombongan Penghageng Kraton dipimpin oleh KRT Widya Bayu Kusuma diterima oleh Panewu Depok Abu Bakar.

Acara juga dihadiri oleh Panewu Anom, 3 Kalurahan di wilayah Kapanewon Depok, yaitu Kalurahan Caturtunggal, Condongcatur dan Maguwoharjo. Selain itu, hadir juga perwakilan Forkompimka yang terdiri dari Danramil 11 Depok, Kapolsek Depok Barat, Bulak Sumur dan Depok Timur, serta perwakilan dari UPT Yandik dan PMI.

Dalam sambutannya, Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Tepas Widya Budaya selaku utusan dalem Sri Sultan Hamengku Buwono ke X, KRT Widya Kusuma menyampaikan bahwa Ubarampe Labuhan dan Utusan Dalem berangkat dari Bangsal Sri Manganti pukul menuju ke Kapanewon Depok. Dari Depok, rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Kapanewon Cangkringan, sebelum sampai ke Merapi. Nantinya, rombongan akan diterima oleh Mbah Asih sebagai juru kunci Merapi. Beliau juga menyampaikan harapan supaya budaya Hajad Dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini bisa berjalan dengan aman selamat dan lancar.

Sementara itu, Panewu Depok Abu Bakar dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan terimakasih kepada Rombongan Utusan Dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Ia juga menyampaikan harapannya agar setiap budaya di Yogyakarta dapat terus dilestarikan.

“Harapannya, di era modernisasi ini budaya adiluhung di Yogyakarta yang salah satunya Labuhan Merapi ini supaya bisa terus dilestarikan,” jelas Abu Bakar.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Uborampe kepada Kapanewon Depok (Pasrah Tampi Ubarampe Labuhan Merapi) untuk kemudian rombongan Kraton Yogyakarta melanjutkan perjalanan ke Kapanewon Cangkringan (Wuri Handayani/KIM Depok)




MAN 4 Sleman Aktif Dukung Para Murid untuk Bebas Anemia

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Sleman mendapat penghargaan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman atas dukungan terhadap program Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mencegah anemia pada Jum’at (12/3/2021). Penghargaan diserahkan oleh petugas Puskesmas Pakem, dan diterima oleh Ihsan Sanusi, Kepala Tata Usaha (KTU) MAN 4 Sleman.

“Atas nama madrasah kami sampaikan terima kasih atas penghargaan ini. Sudah menjadi komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik bagi siswa serta turut mensukseskan program Pemerintah Kabupaten Sleman dalam upaya meningkatkan kesehatan remaja putri,” jelas Ihsan mewakili Kepala MAN 4 Sleman ketika menerima penghargaan di MAN 4 Sleman, di Kalurahan Harjobinangun Sleman.

Sementara itu, Pembina UKS MAN 4 Sleman, Yulianto yang mendampingi penerimaan penghargaan menuturkan bahwa MAN 4 Sleman sangat mendukung program dari Dinkes Sleman ini, karena MAN 4 menyadari pentingnya agar remaja putri untuk terbebas dari anemia. Hal tersebut agar nantinya ketika remaja putri tersebut hamil, anaknya nanti sehat dan terbebas dari stunting (kerdil).

“Beberapa sekolah menolak TTD dengan alasan teknis penyampaian. Kami dari madrasah tetap komitmen untuk membagikan TTD ini,” terang Yulianto.

Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah melalukan berbagai cara agar program dari Dinkes Sleman ini dapat mencapai targetnya, yaitu para remaja putri yang ada di sekolah.

Secara teknis kami minta siswa perwakilan kelas datang, kemudian membagikan ke teman-temannya. Juga kita berikan saat kegiatan tatap muka terbatas seperti pendampingan,  pengambilan  tugas  atau   Achievement Motivtion Training (AMT) yang digelar dua shift,” jelasnya lagi.

Anemia sendiri merupakan kondisi yang rentan diderita oleh para remaja, khususnya putri. Hal tersebut ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin (Hb) kurang dari 12 mg/100 cc darah. Rendahnya hemoglobin mengakibatkan remaja putri (rematri) rawan 5 L, yaitu lemah, letih, lesu, lunglai, lemas yang ditandai dengan wajah pucat, telapak tangan pucat dan juga kelopak mata yang pucat. (KIM Moyudan/eds)




Sleman Terima Bantuan 23 Bilik Pelengkap Barak Pengungsian Merapi

Pemerintah Kabupaten Sleman menerima bantuan 23 bilik sebagai pelengkap barak pengungsian Purwobinangun. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (DIY), Baskara Aji kepada Sekretatis Daerah Sleman Harda Kiswaya di Barak Pengungsian Purwobinangun, Pakem, Sabtu (13/3/2021).

Sekretaris Daerah DIY, Baskara Aji mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan upaya Pemerintah melalui Baznas DIY dan Baznas Sleman dalam menyiapkan langkah-langkah preventif menghadapi bencana Merapi.

“Bantuan bilik ini disediakan untuk jaga-jaga bencana Merapi. Mengingat Merapi ini masih aktif dan berdasarkan pSleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menerima bantuan 23 bilik sebagai pelengkap barak engalaman, maka perlu ada langkah preventif. Terlebih saat ini kita menghadapi pandemi, ” jelas Baskara Aji.

Adapun bilik yang disediakan di Barak Pengungsian Purwobinangun ini berupa bilik sekat yang dipasang dalam ruangan tempat pengungsi Merapi. Setiap bilik atau sekat ini nantinya jika dipakai akan cukup untuk satu keluarga.

Sementara itu, Plt Baznas DIY, Mukhlas menjelaskan bahwa bantuan bilik tersebut tidak hanya disediakan di Barak Purwobinngun, tetapi juga disediakan di Barak Pengungsian Gayam, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan.

“Penyediaan bilik ini ditempatkan di dua lokasi Barak pengungsian yaitu Gayam, Glagaharjo dan Purwobinangun sebagai penopang pengungsian. Ini (bilik) juga merupakan kebutuhan yang sebelumnya disampaikan BPBD Sleman. Jadi ditindaklanjuti untuk penyediaan (bilik),” jelasnya.

Usai melakukan penyerahan secara simbolis, Sekda DIY Baskara Aji didampingi Sekda Sleman Harda Kiswaya meninjau langsung setiap ruangan yang telah disediakan bilik.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan bahwa penyediaan bilik di tempat pengungsian tersebut merupakan hal yang penting. Terlebih adanya bilik juga menjadi salah satu penerapan protokol kesehatan bagi pengungsi Merapi di masa pandemi COVID-19. (Humas Sleman)




Peringati Isra’ Mi’raj, KOKAM Gamping Gelar Long March

Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Gamping adakan kegiatan Long March Spesial Isra’ Mi’raj, yang diadakan pada Rabu (10/3/2021) hingga Kamis (11/3/2021).

Kegiatan Long March dimulai dari titik awal di Masjid Agung Gamping, Gamping Tengah, Ambarketawang menuju Pondok dan Panti Asuhan Muhammadiyah Abu Dzar Al-Ghifari, Kalimanjung, Sleman. Peserta kegiatan berjumlah lebih kurang 50 orang yang berasal dari anggota KOKAM cabang Gamping, maupun KOKAM cabang lainnya di Kabupaten Sleman.

Nurcahyo Noviantoro, Komandan KOKAM Gamping menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan wadah untuk saling mengingatkan, memberi semangat, dan mempererat tali silaturahmi antar anggota KOKAM. “Kegiatan ini mengambil tema ‘Memaknai KOKAM Sebagai Gerakan Ilmu dan Amal’ dalam bentuk tadabbur peristiwa Isra’ Mi’raj dan kegiatan long march,” jelas Nurcahyo.

Tadabbur Peristiwa Isra’ Mi’raj sendiri diisi oleh Ustad Ghoffar Ismail, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Pada kesempatan tersebut, Ghoffar menggarisbawahi mengenai pentingnya ibadah sholat lima waktu.

“Memaknai Isra’ Mi’raj sebagai peritistiwa yang dialami oleh Nabi SAW untuk mendapatkan perintah sholat serta betapa pentingnya sholat bagi Hamba Nya serta sholat adalah tiang agama dan sholat adalah amal pertama yg dihisab,” ungkap Ghoffar.

Selain Long March dan Tadabbur, acara juga diisi dengan kegiatan Latihan baris berbaris bersama Koramil Gamping, sebagai upaya untuk membentuk karakter disiplin dalam setiap diri anggota KOKAM.

“Jadilah Pemuda Muhammadiyah yang memiliki kedisiplinan, KOKAM sebagai garda depan Muhammadiyah jangan sampai terkontaminasi narkoba dan miras. Jaga selalu nama baik diri, keluarga , masyarakat dan persyarikatan,” sebagaimana ditegaskan Achip Widayana, Anggota Koramil Gamping yang bertindak sebagai instruktur kegiatan. (Arief Hartanto)




Pembanguanan Gedung Yayasan Baitul Qawwam Tempel Dimulai

Kamis (11/3/2021) bertempat di Dusun Plumbon Tengah Mororejo, Tempel, Yayasan Baitul Qowwam memulai persiapan pembangunan Gedung Komplek mereka dengan mengadakan do’a bersama. Acara yang juga bertepatan dengan perayaan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1442 H tersebut dihadiri oleh Lurah Mororejo, Perangkat Kalurahan Mororejo, Pengurus dan warga Panti Yayasan Baitul Qowwam, dan perwakilan Keluarga HS. Siswodiharjo.

Lurah Mororejo, Jaka Ristanta pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa antusiamenya terhadap pembangunan gedung Yayasan Baitul Qowwam. Menurutnya, rencana pembangunan tersebut merupakan salah satu inisiatif untuk membangun generasi milenial yang dibekali dengan ilmu dan agama yang kuat sebagai pondasinya.

“Karena ke depan tantangan generasi muda tidak semakin ringan karena harus berhadapan dengan gempuran peradaban yang bisa mengikis atau bahkan merusak keimanan jika tidak dibentengi sejak awal, sebagaimana dirintis oleh panti ini,” ungkap Jaka.

Baitul Qowwam atau yang bisa juga disebut sebagai Empowering House (Rumah Pemberdayaan) merupakan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang menampung dan mengasuh anak yatim dan miskin. Lembaga yang berdiri tahun 2009 ini memberikan pendidikan kepada anak-anak yang kurang mampu, serta mencukupi kebutuhan hidup serta biaya pendidikan mereka. Bahkan, banyak diantara anak-anak tersebut yang berhasil melanjutkan pendidikan mereka sampai ke jenjang perguruan tinggi. Beberapa diantaranya di UIN ada 3 anak, UGM dan UII ada 2 anak, serta di STIE YKPN dan UAD masing-masing 1 anak.

Ketua Panti Baitul Qowwam, Agus Triyanta menyebutkan bahwa anak-anak tersebut memang ditempa untuk menjadi ‘berdaya’. “Baitul Qowwam bertujuan untuk membangun kepribadian anak agar memiliki integritas (akhalqul karimah), kemandirian, solidaritas, dan ketekunan,” ujar Agus.

Sampai saat ini, Baitul Qowwam telah mengasuh 136 orang anak yang berasal dari berbagai tempat seperti Tangerang, Bekasi, Cirebon, Magelang, Sleman, Kulonprogro, Yogyakarta, Gunung Kidul, Klaten, Sragen, Karanganyar, Wonogiri dan Pacitan. Anak-anak tersebut diarahkan untuk menjalankan program-program yang berorientasikan pemberdayaan, mencakup character building, enterpreunership, dan academic achievement.

Lembaga ini memiliki pandangan bahwa IQ bukan menjadi faktor utama dalam pendidikan, melaikan ketekunan yang ditunjang dengan konsentrasi yang baik yang menjadi faktor kesuksesan seorang anak. “Karena itulah di Baitul Qowwam, para pengurus dan pengasuh berupaya keras untuk membangun atmosfir yang baik bagi tumbuhnya optimisme anak, yang hal ini merupakan prasarat kunci bagi lahirnya prestasi mereka, menerapkan disiplin yang tegas tanpa harus mengorbankan kegembiraan anak,” jelas Agus lagi.

Pembagunan Gedung Komplek ini diharapkan dapat memperlancar setiap kegiatan di Yayasan Baitul Qowwam. Rencananya, gedung akan dibangun di atas tanah wakaf seluas 1700 m persegi. Panitia membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dengan memberikan bantuan melalui rekening BSM: 0307075359 An. Agus T. QQ.

Wasilah selaku perwakilan keluarga berharap pembangunan gedung baru ini dapat menjadi ladang amal bagi keluarganya. “Semoga diberi kemudahan dan kelancaran. Untuk semua anak-anak panti  diberikan kellancaran dan dimudahkan dalam membimbing mereka,” ungkapnya. (Arief Hartanto)