KPU Sleman Gelar Evaluasi Penyelenggaraan Pilkada tahun 2020

Dalam rangka meningkatkan kinerja dan perbaikan penyelenggaraan pemilihan umum pada waktu mendatang, maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Kinerja Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pasca selesainya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2020, yang digelar di Rumah Makan Kopi Njongke, Sleman, Rabu (10/3/2021).

Acara yang dipimpin Ketua KPU Kabupaten Sleman, Trapsi Haryadi tersebut dihadiri oleh Komisioner KPU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ahmad Shidqi, Plt Sekretaris KPU Kabupaten Sleman, Yuyud Futrama serta seluruh ketua dan anggota PPK se-Kabupaten Sleman termasuk Ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo.

Dalam sambutannya, Trapsi Haryadi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh PPK yang telah menyelesaikan tugasnya dengan baik dan berintegritas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga tidak ada satu kasus pun yang terjadi dalam pelaksanaan pemilihan serentak tahun 2020 di wilayah Kabupaten Sleman.

“Saya harapkan seluruh PPK memberikan usulan, saran dan masukannya terhadap pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati sleman tahun 2020 di masing-masing Kapanewon guna perbaikan penyelenggaraan pemilihan di masa mendatang,” imbuh Trapsi.

Selanjutnya Ketua Divisi Sosialisasi, Sumberdaya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPU DIY, Ahmad Shidqi menyarankan kepada Badan Adhoc pemilihan di tingkat kapanewon agar dapat mengamati dan mencermati pelaksanaan Pilkada tahun 2020 yang berlangsung ditengah ancaman bencana alam erupsi gunung Merapi dan wabah COVID-19. Ia menyarankan pengalaman pelaksanaan tersebut dapat dituliskan  dalam bentuk karya jurnalistik yang dapat dibaca masyarakat.

“Walaupun pilkada Kabupaten Sleman tahun 2020 telah usai, sebaiknya sebagai PPK tetap menjaga netralitas dan integritasnya agar dapat berpartisipasi kembali dalam penyelenggaraan pemilihan selanjutnya dan tidak menutup kemungkinan untuk naik kelas sebagai penyelenggara pemilu di tingkat kabupaten,” pesan Shidqi.

Mantan Ketua KPU Kabupaten Sleman tersebut juga berharap pelaksanaan pemilihan serentak  di tengah pandemi COVID-19 adalah yang terakhir dan bisa dijadikan acuan dalam perhelatan demokrasi yang akan dating. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Keterbukaan Informasi Tingkatkan Transparansi Pemerintah

Kerterbukaan informasi publik merupakan salah satu indikator untuk mellihat transparansi kinerja pemerintah. Hal tersebut merupakan salah satu pembahasan dalam acara Forum Komunikasi PPID Kabupaten/Kota se-DIY yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu (10/3/2021). Bertempat di Ruang Kresna Diskominfo DIY, acara tersebut mengundang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dari seluruh kabupaten/kota Provinsi DIY, baik itu secara langsung maupun daring.

Rony Primanto Hari, Kepala Diskominfo DIY dalam forum menuturkan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan salah satu pendorong agar kinerja pemerintah menjadi lebih transparan. “Jika aksesibilitas informasi meningkat, maka kepercayaan masyarakat juga akan meningkat,” ungkap Rony.

Dengan kata lain, Rony berharap bahwa semakin tingginya kepercayaan masyarakat, maka partisipasi masyarakat terhadap pembangunan juga akan semakin meningkat.

Rony juga menuturkan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan salah satu pendorong agar kinerja pemerintah menjadi lebih transparan lagi. “Jika aksesibilitas informasi meningkat, maka kepercayaan masyarakat juga akan meningkat,” sambung Rony.

Dengan kata lain, Rony berharap bahwa semakin tingginya kepercayaan masyarakat, maka partisipasi masyarakat terhadap pembangunan juga akan semakin meningkat.

Rony juga menyampaikan mengenai capaian kinerja PPID Provinsi DIY, di mana PPID DIY sendiri telah mendapatkan predikat informatif berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi Komisi Informasi tahun 2021. Capaian tersebut kemudian diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh PPID untuk bisa mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja ke depannya.

Hal lain yang juga turut menjadi pokok pembahasan dalam acara tersebut adalah Daftar Informasi yang Dikecualikan (DIK). Suharnanik Listiana, mantan anggota komisioner Komisi Informasi Daerah (KID) DIY sekaligus bertindak sebagai narasumber acara, menuturkan bahwa DIK bisa menjadi indikator transparansi kinerja pemerintah, namun bisa juga tidak.

Pasalnya, disampaikan oleh Suharnanik, kebutuhan tiap daerah akan informasi berbeda-beda. DIK tidak bisa disamaratakan untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemerintah daerah, karena urusannya yang juga berbeda-beda. “Daripada diseragamkan, akan lebih baik jika diselaraskan,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa ada pemerintah daerah yang kinerjanya transparan karena tidak memiliki sengketa informasi. Sementara itu, ada pula daerah lain yang memiliki banyak sengketa informasi dan tetap memiliki kinerja yang transparan karena masyarakatnya aktif mencari tahu.

Suharnanik juga menyinggung soal banyaknya sengketa informasi yang terjadi di desa. Hal tersebut bisa terjadi karena banyak desa yang belum memiliki DIK. “Selama belum ada DIK, maka semua informasi terbuka,” tegas Suharnanik.




Karakter Mulia dan Tujuan yang Jelas adalah Kunci Sukses Seseorang

Salah satu hal yang harus diperhatikan bagi peserta didik adalah akhlak dan karakter mulia. Seorang peserta didik harus memiliki karakter dan kepribadian yang disiplin, serta menjunjung tinggi kejujuran. Hal itu yan disampaikan oleh Mohamad Yusuf, Kepala Sekolah MAN 4 Sleman, ketika membuka acara Achievement Motivation Training (AMT) bagi peserta didik kelas XII IPS dan IIK, Rabu (10/3/2021) di Aula MAN 4 Sleman.

Yusuf mengingatkan agar para peserta didik memiliki niat dan hasrat untuk menomorsatukan pendidikan, supaya dapat meraih kesuksesan hidup.

“Sebagai peserta didik madrasah, untuk dapat mencapai kesuksesan harus lulus terlebih dahulu dari madrasah ini. Oleh karena itu, ikuti dan jalani semua persyaratan yang diberlakukan di madrasah agar lulus dengan nilai baik. Dengan nilai baik akan lebih mudah studi lanjut kuliah di Perguruan Tinggi yang diinginkan,“ pesan Yusuf.

Sementara itu, Nurwahyudin Al-Azis, seorang motivator yang sudah sering mengisi di tingkat nasional menegaskan bahwa sukses itu harus dibangun dari diri sendiri. Menurutnya salah satu cara usaha yang dapat dilakukan oleh peserta didik adalah rajin berolahraga, seperti senam dan senam otak untuk memicu otak bagian Neurocortex lebih aktif.

Azis juga menambahkan bahwa penting bagi peserta didik untuk mengenali penyebab kegagalan dalam diri seseorang, seperti tujuan yang tidak jelas, menganggap tujuan mustahil, tidak merasa harus, tidak fokus, pembenaran kesalahan, beralasan, menyalahkan, dan tidak tahu jalur menuju sukses.

“Peserta didik kelas XII ibarat berada di tempat yang posisinya genting. Maka harus sadar posisi, supaya tidak terjatuh. Untuk sukses perlu memiliki tujuan yang jelas, pastikan tujuan dituliskan,” beber Azis ketika memberikan materi mengenai Auto Suggestion Power.

Untuk menghindari kegagalan, seseorang harus menghapus beberapa sifat yang dapat menjadi penyebabnya seperti minder, pesimis, malas, dan ceroboh. “Minder adalah penghambat kesuksesan, pesimis penghalang kesuksesan, malas adalah musuh utama kesuksesan, sedangkan ceroboh adalah penghancur kesuksesan. Ingat prestasi luar biasa tidak bisa diraih dengan biasa,” tandas motivator yang juga pernah mengisi pelatihan di berbagai provinsi itu. (KIM Moyudan/eds)




Gelar Evaluasi, KIM Ngaglik Sampaikan Sejumlah Kendala

Dalam rangka meningkatkan kinerjanya, KIM Ngaglik mengadakan rapat koordinasi dan evaluasi di Aula Kapanewon Ngaglik pada Rabu (10/3/2021).

Pada kesempatan tersebut, Suripto, Ketua KIM Ngaglik mengatakan bahwa masih ada beberapa kendala yang dihadapi oleh KIM dalam memproduksi berita, diantaranya masih belum merata pemberitaan yang ada di wilayah Kapanewon Ngaglik.

“Dari 6 kalurahan yang sudah memiliki kepengurusan KIM , masih ada yang belum aktif atau belum mempunyai pewarta, sehingga berbagai kegiatan yang dilaksanakan di kalurahan tersebut belum terpublikasi secara baik,” kata Suripto.

Selain itu, pemberitaan masih didominasi oleh beberapa sektor saja, sedangkan bidang yang lain sama sekali belum ada publikasi sepanjang tahun 2020.

Untuk itu, Suripto menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor  merupakan salah satu program kerja yang terus digarap secara intensif, agar informasi dan berita bisa merata dari berbagai sektor pembangunan di lingkup Kapanewon Ngaglik.

Suripto menyebutkan bahwa koordinasi lintas sektoral  sangat diperlukan karena sumber informasi yang berasal  dari lembaga atau instansi di berbagai sektor misalnya pendidikan, kesehatan, sosial, pertanian , pariwisata, UMKM Koperasi dan sektor lainnya bisa dikulik atau diangkat kegiatannya menjadi sebuah berita atau informasi yang berguna bagi semua pihak.

Selain itu, diperlukan juga koordinasi dengan kalurahan mengenai kegiatan yang layak diangkat sebagai berita.

“Kunjungan (koordinasi) akan dilakukan secara bergiliran dalam pertemuan rutin  setiap 2 bulan sekali yang akan membahas evaluasi dan perkembangan KIM Ngaglik secara keseluruhan. Kunjungan ke kalurahan sekaligus menggugah agar KIM yang telah terbentuk di masing-masing kalurahan lebih aktif menjalankan KIM sesuai dengan peran dan fungsinya, ” ungkap Suripto.

Ia juga menilai bahwa sarana berteduh atau sekretariat KIM dipandang perlu sebagai tempat untuk berkegiatan.

“Saat ini KiM Kapanewon Ngaglik telah diberikan fasilitas berupa sekretariat yang berada di kompleks kantor Kapanewon Ngaglik. Tempat tersebut nantinya juga sebagai sekretariat forum KIM Sembada sembari menunggu persetujuan bupati Sleman untuk gedung sekretariat yang tetap,” kata Suripto.

Pada kesempatan tersebut Suripto juga mengungkapkan beberapa data pemberitaan yang diproduksi oleh KIM Ngaglik. Dalam kurun waktu tahun 2020, KIM Kapanewon Ngaglik telah memproduksi total 87 berita dengan 6 bidang yang mendominasi pemberitaaan. Bidang-bidang tersebut yaitu bidang pembangunan desa dengan 17 berita, bidang kesehatan dengan 14 berita, pemerintahan ada 12 berita, dan bidang sosial, kebencanaan serta pendidikan yang masing-masing ada 7 berita. Sedangkan lainnya meliputi bidang lingkungan hidup 1 berita, koperasi dan UKM 4 berita, transportasi 1 berita, budaya 2 berita, pertanian 4 berita, wisata 1 berita, keagamaan 3 berita, dan politik 6 berita.

“Dari infogram yang dirilis oleh dinas Kominfo Sleman beberapa waktu lalu, bidang pemuda dan olah raga belum ada berita yang muncul. Untuk itu akan kita gerakkan para pewarta Ngaglik mencari berita agar semua bidang bisa terangkat,” jelas Suripto.

Sementara itu, Panewu Anom Ngaglik Sumariyah yang hadir pada rapat tersebut mengapreasiasi kinerja KIM yang telah membantu pemerintah dalam hal menyampaikan informasi ke masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa kapanewon akan terus berupaya mendorong Kim Ngaglik agar terus berkarya, terutama di tengah pandemi seperti sekarang ini, mengingat publikasi atau pemberitaan sangat penting diketahui oleh masyarakat luas.

“Peran KIM sangat penting terutama untuk publikasi suatu kegiatan positif yang ada di masyarakat, sehingga bisa dijadikan bahan inspirasi dan motivasi bagi masyarakat luas,” kata Sumariyah. (Upik Wahyuni/KIM Ngaglik)




PAUD di Sukoharjo Terima Bantuan APE

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, Kalurahan Sukoharjo melalui Pusat Kegiatan Gugus (PKG) memberikan bantuan untuk lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kalurahan Sukorharjo berupa bahan pembelajaran Alat Permainan Edukatif (APE) dengan total nilai Rp , -.

Menurut Kamituwo Sukoharjo Sujadi, ada 13 lembaga pendidikan yang menerima bantuan tersebut, dengan penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada Selasa (9/3/2021) di Aula Kalurahan Sukoharjo, Ngaglik, Sleman.

Sementara itu, Lurah Sukoharjo Hadi Subronto mengungkapkan bahwa Kalurahan Sukoharjo selalu berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan anak dengan mempersiapkan anggaran melalui dana desa untuk kepentingan bahan pembelajaran berupa APE untuk PAUD setiap tahunnya. “Karena anak-anak kita yang kedepan akan menggantikan kita semua untuk melanjutkan perjuangan untuk membangun bangsa,” ujar Hadi.

Ia menambahkan bahwa dengan meningkatkan mutu pendidikan anak, dapat membentuk generasi cerdas sehingga nantinya dapat memajukan Kalurahan Sukoharjo, khususnya dalam bidang pendidikan dan pembangunan. Untuk itu, Hadi berpesan agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal. “Baik bantuan APE maupun bantuan insentif untuk bunda PAUD yang sudah dianggarkan sebesar 24 juat rupiah, maupun bantuan berbentuk pelatihan-pelatihan lainnya,” terang Hadi.

Sementara itu, Ketua PKG Kapanewon Ngaglik Wuryani meminta setia PAUD, khususnya di Ngaglik untuk dapat terus berkembang dan melakukan inovasi. Selain itu, Wuryani juga meminta agar setiap PAUD yang ada untuk dapat dikelompokkan, sehingga lebih memudahkan untuk melakukan pemibinaan.

“Jumlah gugus minimal 3-8 lembaga di setiap kalurahan, dengan lokasi pengelompokkannya dengan yang terdekat,” jelas Wuryani.

Ia juga mengingatkan agar setiap gugus juga memiliki struktur organiasi dan manajemen yang tersusun secara jelas, sehingga dapat mencatat setiap kegiatan yang dilakukan oleh gugus secara berkala. “Karena dalam lomba, semua dievaluasi dan dinilai keaktifannya,” pungkas Wuryani. (KIM Ngaglik/Srp)