Ubah Paradigma Tentang Ular untuk Jaga Keselamatan

Sebagai upaya pencegahan gigitan ular pada anak, maka Komunitas Dharma Laku Banyuraden bersama Yayasan Sioux Ular Indonesia selenggarakan workshop pengenalan berbagai jenis ular bagi relawan Siaga Muda (Sigada) di Kawasan Wisata Perahu Dayung Belik Serut, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Sleman, DIY, Rabu (3/3/2021).

Kegiatan yang dipandu oleh relawan Dharma Laku, Bakoh Waluyo ini diikuti 12 personil Sigada dengan menghadirkan dua orang Muscle Sioux, Ramadhan Bagus Prasetyo dan Maula Haqul Dafa sebagai instruktur pengenalan jenis-jenis ular, termasuk cara penanganan gigitan ular.

Ramadhan menyampaikan bahwa Sioux merupakan Yayasan yang memiliki misi menjadi Lembaga yang mapan dan mandiri di bidang studi ular untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap ular. Caranya adalah dengan merubah paradigma masyarakat tentang ular, sehingga ular dapat terhindar dari ancaman kepunahan akibat ulah manusia.

Menurut Ramadhan, ada beberapa alasan mengapa manusia harus mengenal ular. Alasan pertama adalah ular merupakan satwa liar yang habitatnya terdekat dengan manusia. Ular juga memiliki peran penting bagi kesejahteraan hidup manusia. Selain itu, ular masih mengandung banyak sekali misteri dan keanehan, serta ular merupakan makhluk eksotis, unik, indah, menantang, dan sangat beragam.

“Ular mudah ditemui dimana-mana termasuk di dalam rumah. Yang harus diwaspadai adalah adanya bahaya psikis akibat mitos, cerita, dan anggapan yang salah tentang ular. Sikap ketakutan ini bisa menjadikan kita bertindak di luar akal sehat sehingga merugikan diri sendiri bahkan orang lain,” ungkap Ramadhan.

Pada kesempatan tersebut, Ramadhan juga memberikan tips yang harus dilakukan ketika bertemu dengan ular. Pertama, harus tetap tenang supaya dapat berpikir jernih sehingga tidak melakukan hal-hal yang justru dapat membahayakan. Kemudian menghentikan gerakan karena ular bereaksi terhadap gerakan di sekitarnya yang menganggap sebagai ancaman sambil melakukan observasi terhadap lingkungan sekitar untuk memahami daerah yang aman. Terakhir, melakukan persiapan untuk menentukan langkah yang akan dilakukan. 

Sementara, Maula Haqul Dafa pada kesempatan yang sama menjelaskan langkah-langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan ketika terkena gigitan ular. Langkah pertama adalah memperhatikan ciri-ciri ular yang menggigit karena dapat membantu tim medis dalam melakukan penanganan lebih lanjut. Berikutnya harus menenangkan korban supaya jalan nafasnya stabil sebelum melakukan imobilisasi agar tubuh korban tidak bergerak terutama pada bagian yang terkena gigitan. Setelah itu, membaringkan korban pada posisi yang nyaman dan aman yang dilanjutkan dengan membidai bagian yang terkena gigitan.

Dafa juga mengingatkan agar menghindari tindakan berlebihan karena berpotensi menyebabkan infeksi dan meningkatkan penyerapan bisa ular bahkan terjadi perdarahan, serta segera dibawa ke rumah sakit terdekat.

“Gerakan atau kontraksi otot pada daerah gigitan dapat mempercepat penyebaran bisa ular. Pembidaian menggunakan kayu, karton, pelepah pisang, dan bahan lain yang sifatnya kuat namun ringan bertujuan untuk mengurangi atau meminimalisir gerakan tersebut. Semakin luas area pembidaian akan semakin baik karena akan semakin memperluas area imobilisasi,” jelas Dafa. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kunjungi Situs Sejarah, GKR Hemas Ajak Warga untuk Lestarikan Tradisi Adiluhung

Senin (2/3/2021), Anggota DPD RI GKR Hemas melakukan kunjungan ke Petilasan Kraton Ambarketawang, Gamping, Sleman. Kunjungan dilakukan dalam rangka sosialisasi dan penyerapan aspirasi masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat dan mengetahui kondisi prasasti dan situs-situs Kraton Yogyakarta yang masih tersisa di Dusun Tlogo, Ambarketawang.

Kunjungan GKR Hemas yang ditemani oleh KPH Yudhahadinigrat, dan Staf Ahli DPD DIY, Benny Hasibuan ini diterima langsung oleh Sumaryanto selaku Lurah Ambarketawang. Selain itu hadir pula Sumadiono selaku Dukuh Tlogo, dan Sutono selaku Ketua RW 27 Tlogo Giri, Mugiono Cahyadi selaku Ketua Paguyuban Seni Budaya Wirosuto Gamping, dan tokoh-tokoh budayawan DIY seperti Nano Asm, Miroto, Marwanto, dan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, GKR Hemas mengajak para masyarakat untuk selalu meletarikan seni, adat, dan tradisi adhiluhung, terutama untuk generasi muda. Dalam hal tersebut, GKR Hemas meminta para pelestari budaya untuk aktif untuk mempertahankan karakter warga masyarakat. “Pelestari budaya agar menjadi pelopor untuk mempertahankan karakter Jogja, yang menjunjung tinggi budi pekerti di semua lapisan masyarakat,” ujar GKR Hemas.

Untuk itu, GKR Hemas menyatakan akan memberikan bantuan bagi setiap pegiat seni yang ingin melakukan kegiatan yang bersifat melestarikan kesenian dan tradisi di masyarakat. “Yang penting, agendanya murni atas inisiatif warga sendiri,” tambah GKR Hemas.

Sementara itu, KPH Yudhahadiningrat mengajak warga, khususnya di Ambarketawang untuk meneladani Sultan Hamengkubuwono I, yang pada usia muda telah berhasil memimpin rakyat keraton dengan teladan Memayu Hayuning Bawono, Watak Manunggal dan Nyawiji. “Juga gerak bersama, dengan simbolnya Tugu Golong Gilig,” ungkap KPH Yudhahadiningrat.

Sultan Hamengkubuwono I menjadikan Ambarketawang sebagai daerah pertama pusat pemerintahannya, ketika memulai lenggah-nya setelah Perjanjian Gianti yang berisikan pemisahan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Kasunanan Surakarta Hayuningrat pada tahun 1755. Lenggah di Ambarketawang digunakan sambil menunggu proses pembangunan Kraton di Pacetokan, lokasi Kraton sekarang selesai. (Djoko/KIM Gamping)




RWT Wira Bakti Pandawa

Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Wira Bakti Pandawa Kalurahan Pandowoharjo, Sleman menggelar Rembug Warga Tahunan (RWT) untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban terhadap semua kegiatan yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu tahun 2020. Acara ini sekaligus untuk merencanakan program kerja maupun rencana anggaran  pendapatan dan belanja yang akan dilaksanakan tahun 2021.

Kegiatan yang juga merupakan forum tertinggi BKM tersebut bertempat di Grha Amarta Balai Kalurahan Pandowoharjo, Sleman, Minggu (28/2/2021).

Di hadapan para undangan yang terdiri dari Panewu Sleman, Lurah Pandowoharjo, lembaga kalurahan, anggota BKM termasuk UPK, UPL, UPS serta tokoh masyarakat, Mujiono selaku Koordinator BKM mengatakan bahwa RWT ini diselenggarakan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas BKM Wira Bakti Pandawa atas amanah yang diberikan masyarakat dalam rangka melaksanakan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang sebelumnya merupakan program PNPM Mandiri Perkotaan. Selain itu RWT juga sebagai sarana menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan peran serta masyarakat terhadap BKM agar kontribusinya dapat ditingkatkan pada masa mendatang.

“Pada masa Pandemi COVID-19 seperti sekarang, kegiatan RWT diselenggarakan dengan sederhana namun tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Mujiono.

Dalam laporannya, Mujiono mengemukakan bahwa tahun 2020 adalah tahun yang sangat berat mengingat pada masa pandemi, masyarakat sangat sulit menjalankan roda perekonomian. Mujiono juga menerangkan bahwa saat ini BKM memiliki aset sebesar Rp ,00.

“Pada tahun ini aset BKM mengalami peningkatan meski tipis dibandingkan dari tahun 2019,” ujarnya.

Selanjutnya Mujiono mengatakan berdasarkan Laporan Auditor Independen, BKM Wira Bakti Pandawa memberikan laporan keuangan secara wajar sesuai dengan SOP yang dikehendaki oleh program KOTAKU.

Sementara itu untuk menindaklanjuti program yang sudah dilaksanakan BKM pada tahun 2020, Mujiono memaparkan program kerja tahun 2021 yang meliputi bidang organisasi, kepemimpinan, sistem manajemen, sumberdaya keuangan, sumberdaya manusia dan hubungan eksternal yang akan senantiasa melakukan hubungan komunikasi dengan BKM atau lembaga lain dalam rangka pengembangan kapasitas untuk penguatan kelembagaan.

Pada kesempatan tersebut, Panewu Sleman Mustadi memberikan apresiasi kepada BKM Wira Bakti Pandawa yang pada masa pandemi seperti saat ini masih bisa eksis dan menambah asset, sekali pun hanya sedikit.

“Hal ini bisa dimaklumi karena situasi dan kondisi yang terjadi di masyarakat di mana saat adaptasi kebiasaan baru, pembatasan sosial yang berarti interaksi sosial juga serba terbatas. Hal ini menjadi sangat sulit untuk mengembangkan usahanya,” kata Penewu yang aktif mengikuti saat acara RWT Wira Bakti Pandawa tersebut dari tahun ke tahun.

Sejalan dengan Panewu Sleman, Catur Sarjumiharta selaku Lurah Pendowoharjo mengungkapakan bahwa BKM merupakan hulu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimana visi dan misinya sangat relevan dengan upaya pemerintah kalurahan dalam menanggulangi kemiskinan.

“Dengan demikian BKM adalah mitra setia pemerintah kalurahan karena setiap program kerjanya selalu sinergi  untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Catur. (Upik Wahyuni/KIM Ngaglik)




Kopwansyah Amanah Umat Gelar RAT tahun 2020

Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Koperasi Wanita Syariah (Kopwansyah) Amanah Umat selenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun 2020 pada Sabtu (27/2/2021) di RM Lanjar, Donoharjo, Ngaglik, Sleman. Acara diadakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, sehingga tidak semua anggota RAT diundang. “Tidak memungkinkan juga untuk melakukan via Aplikasi Zoom Meeting, karena anggotanya kebanyakan ibu-ibu,” jelas Winarni, Ketua Kopwansyah Amanah Umat mengenai penyelenggaran RAT.

Dalam laporan pertanggungjawabannya, Winarni menyampaikan bahwa masa pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini, mengakibatkan menurunnya kemampuan bayar anggota Kopwansyah Amanah Umat, terhadap kewajiban pembiayaan yang menyebabkan teganggunyanya pelayanan keuangan yang diberikan.

“Untuk itu, di tahun 2021 ini konsentrasinya pada pendampingan penagihan pembiayaan yang kurang lancar agar roda ekonomi usaha Koperasi bisa berjalan,” ujar Winarni.

Pada kesempatan tersebut, Winarni juga menjabarkan mengenai kondisi keuangan koperasi yang berada di Kalurahan Donoharjo ini. Sumber pendanaan koperasi terdiri dari modal anggota sebesar Rp . Modal anggota tersebut meliputi Simpanan Pokok Anggota sebesar Rp , Simpanan Wajib Anggota Rp dan modal simpanan khusus Rp . Selain itu ada juga hibah dari pemberdayaan Provinsi DIY sebesar Rp , dan kewajiban dana PNPB dari Dinas Perdagangan Sleman dan Dinas Koperasi dan UKM Sleman Rp .

Untuk penyaluran dananya, tahun 2020 ini Kowansyah telah menyalurkan dana kepada anggota untuk pembiayaan sebesar Rp , dan sirkulasi dana masuk sebesar Rp , serta angsuran dari anggota sejumlah Rp .

Sementara itu, Catur Wibowo, Penyuluh Koperasi pada Seksi Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman yang menghadiri RAT tersebut menyatakan apresiasinya atas visi dan misi KJKS Kopwansyah Amanah Umat yang memang dari awal didirikan untuk melawan rentenir.

Ia juga meminta agar para anggota untuk dapat dibina dan dididik untuk dapat mencegah rentenir atau ‘Bank Plecit’ untuk tidak kembali masuk ke lingkungan koperasi. “Karena rentenir itu bukan membantu, tetapi justru menjerat dan menyengsarakan,” imbuhnya.

Kopwansyah Amanah Umat sendiri termasuk dalam koperasi yang menjalankan usahanya sesuai dengan prinsip syariah. Hal ini didukung oleh lapora Sulastri, Dewan Pengawas Syariah berdasarkan hasil mempelajari, memeriksa dan melakukan pengujian setiap transaksi, dokumentasi dan prosedur yang dilakukan oleh Kopwansyah Amanah Umat.

“Meskipun masih perlu dilakukan banyak penyempurnaan,” ungkap Sulastri. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Sambut Era Revolusi Industri 4.0, Kemenkominfo RI Gelar Digital Talent Scholarship

Untuk mengembangkan Talenta Digital Indonesia yang mampu bersaing di tingkat nasional dan global, maka Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bekerjasama dengan Facebook Indonesia menyelenggarakan pelatihan guna meningkatkan keterampilan dan skala bisnis serta pendampingan kepada masyarakat umum yang dilaksanakan secara virtual, Sabtu (27/2/2021).

Pelatihan bertajuk Program Digital Talent Scholarship yang diperuntukkan bagi pelaku industri lokal maupun global ini diikuti oleh 264 pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah lulus seleksi administrasi agar mampu bersaing di era revolusi industri 4.0 dan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi digital.

Dalam pelatihan batch 1 ini, panitia program menghadirkan Trainer Facebook Indonesia, Rono Jatmiko dan Niko Atmadja untuk membahas materi tentang pembuatan Halaman Bisnis Facebook, Instagram Bisnis, WhatsApp Bisnis, Konten kreatif untuk menjangkau pelanggan, serta panduan penting iklan Facebook yang bisa diadopsi oleh pelaku UMKM. Semua materi disampaikan secara daring selama satu hari pelaksanaan.

Rono Jatmiko dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Halaman Facebook merupakan eksistensi digital bisnis pelaku usaha di Facebook yang memiliki berbagai fitur. Beberapa fitur tersebut dapat digunakan untuk membantu mengembangkan bisnis, terhubung dengan pelanggan, dan melihat cara orang berinteraksi dengan pelaku usaha. Manfaatnya menurut Rono dapat mendukung etalase digital bisnis, menjalin hubungan dengan pelanggan dan orang yang tertarik pada bisnis, membuka fitur bisnis dan peluang iklan untuk mengembangkan eksistensi serta meraih tujuan bisnis.

“Postingan yang baru dan sering diterbitkan menunjukkan kepada para penggemar dan pemirsa bahwa bisnis anda aktif, resmi, dan peduli dengan pelanggan. Postingan lama atau yang tidak relevan menandakan bahwa bisnis Anda tutup atau tidak memedulikan para pelanggan,” terangnya via aplikasi Zoom Meeting.

Sehingga, ia menegaskan agar para pelaku bisnis yang memanfaatkan Halaman Facebook sebagai media dagangnya untuk dapat membuat konsep postingan seperti penjadwalan postingan, demi memaksimalkan halaman yang dibuat. “Sebaiknya gunakan penjadwalan postingan untuk membuat postingan di awal, sehingga halaman bisnis anda tetap terlihat aktif, meskipun sedang tidak di tempat,” tegas Rono.

Sementara itu, Niko Atmadja menyarankan agar para pelaku UMKM untuk dapat membuat Halaman Facebook yang berbobot. Caranya menurut Niko adalah dengan rutin memberi info terbaru seputar hal-hal yang terjadi dalam bisnisnya, seperti obral, acara, promosi, informasi produk atau layanan kepada orang-orang yang mengikuti atau menyukai Halaman pebisnis, dengan cara memposting minimal seminggu sekali, tergantung bisnis dan tujuannya.

“Buatlah postingan yang menarik untuk memamerkan produk dan layanan bisnis yang dapat  memikat para pembelanja dengan menggunakan materi iklan berkualitas tinggi, dapat ditindaklanjuti, mengenali dan menjalin interaksi dengan pelanggan dengan mengoptimalkan perangkat selular serta berkreasi dengan format yang berbeda,” saran Niko kepada peserta pelatihan.

Selain mendapatkan materi, para peserta juga diajak untuk mempraktikkan tata cara pemanfaatan media digital untuk bisnis, dengan mengerjakan tugas berupa pembuatan konten foto dan video. Para peserta juga diminta untuk mencoba menyusun strategi iklan bisnis dan mengisi survei. Terakhir, para peserta diminta untuk mengunggah form laporan pertanggungjawaban sebagai prasyarat untuk memperoleh Certificate of Completion sebagai bukti kelulusan pelatihan dari Kementerian Kominfo RI. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)