Minggu (28/2/2021), Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) “Warga Mulia” Margomulyo Seyegan gelar kegiatan Rembug Warga Tutup Buku Tahun 2020, di Ruang Pertemuan Kalurahan Margomulyo, Seyegan. Acara dihadiri oleh Kepala Jawatan Kemakmuran Seyegan, Lurah Margomulyo, Faskel Margomulyo, Kepala Dusun, Pengurus dan Anggota BKM Warga Mulia.
Rapat Umum Anggota ini sendiri merupakan bentuk pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan dari pengurus kepada anggota BKM, seperti yang dikatakan oleh Parindi, pengurus BKM Warga Mulia. “Ini merupakan kewajiban dan kekuasaan tertinggi dari anggota,” ungkap Parindi
Suhardjono, Lurah Margomulyo pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap kondisi keuangan BKM Warga Mulia yang pada tahun 2020 masih memiliki laba, meskipun dalam masa pandemi. “Bahkan BKM dapat memberikan santunan sembako untuk beberapa warga kurang mampu,” ungkap Suhardjono.
Ia juga mengucapkan selamat kepada pengurus BKM yang terdiri dari 18 orang yang dapat bekerjasama dengan baik sehingga dapat melaksanakan Rapat Umum Anggota yang merupakan LPJ tahun 2020.
Sementara itu, Kepala Jawatan Kemakmuran Seyegan, Siti Baroroh mengatakan pada tahun 2020, tidak ada dana untuk BKM untuk menjalankan fungsinya yang memiliki tanggung jawab mengelola dana pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Hal itu dikarenakan pada masa pandemi, mayoritas anggaran pemerintah digunakan untuk penanganan COVID-19. “Sehingga BKM Warga Mulia tidak dapat melaksanakan banyak kegiatan,” ungkap Siti.
Pada kesempatan tersebut, Siti juga menyinggung mengenai pentingnya peningkatan kualitas SDM dengan mengadakan kegiatan pelatihan dengan menggunakan Dana BKK. Hal ini melihat tingginya angka kemiskinan di Seyegan yang mencapai 13,08% yang menempatkan Seyegan sebagai Kapanewon termiskin di Sleman. “Untuk itu peningkatan SDM lebih diprioritaskan untuk meraih sumber dana yang ada,” jelasnya.
Siti juga menambahkan bahwa dari Laporan BKM, dalam kegiatan Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) menempatkan Gondangan Rt 06/14, Kregolan sebagai Kawasan Terkumuh. Untuk itu, Siti berharap Gondangan diajukan oleh kalurahan untuk mewakili Margomulyo dalam Lomba Kebersihan Lingkungan tahun 2021. “Dengan tujuan supaya Gondangan berbenah dengan kondisi lingkungannya,” jelas Siti lagi.
Acara Rapat Umum Anggota dibuka dengan pembacaan tata tertib rapat yang dilanjutkan dengan pembacaan Laporan Pertanggungjawaban BKM tahun 2020 oleh Koordinator BKM Warga Mulia, Suwandi. Dalam LPJ-nya, Suwandi menyampaikan bahwa tahun 2020, BKM melanjutkan kegiatan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dengan melakukan penggalian data baseline 100-0-100 berdasarkan indikator yang telah ditetapkan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat {PUPR).
Sementara untuk tahun 2021, BKM Warga Mulia merencanakan akan melanjutkan Kegiatan KOTAKU. Selain itu, BKM akan melakukan penagihan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang bermasalah, mendorong terbentuknya KSM-KSM baru, dan menyempurnakan data buku dan data dinding BKM.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab, sebelum diakhiri dengan penandatanganan LPJ BKM tahun 2020 oleh Lurah Margomulyo, Ketua, Koordinator, dan anggota BKM. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)