Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan BAZNAZ Sleman melakukan peletakan batu pertama bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, DIY, Rabu (17/3/2021).
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Sleman, Panewu Pakem, Panewu Turi, Kapolsek Pakem, Danramil Pakem, Kepala KUA Pakem, Lurah Donokerto Turi dan Lurah Hargobinangun Pakem.
Dalam acara tersebut, Ketua BAZNAS Sleman Kriswanto menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga nonstruktural yang bertugas menghimpun dana Zakat Infak dan Sedekah (ZIS) dari para muzaki dari ASN di lingkungan OPD, Kapanewon, BUMD, dan Instansi Vertikal dan Masyarakat di Kabupaten Sleman.
Target perhimpunan dana ZIS tahun 2020 sebesar 5 milyar dan bisa tercapai melebih target sebesar 5,6 milyar yang kemudian ditasharufakan sebesar 6,4 milyar. Target perhimpunan untuk tahun 2021 sebesar 5,5 milyar.
“Pentsasharufan dan pendayagunaan ZIS ini ditasharufakan dalam bentuk 5 program yaitu Sleman Produktif, Sleman Sehat, Sleman Cerdas, Sleman Takwa dan Sleman Peduli,” ujar Kriswanto.
Pada kesempatan tersebut dana yang dikumpulkan oleh BAZNAS Sleman disalurkan melalui perbaikan 2 rumah yang berada di Kalurahan Hargobinangun Kapanewon Pakem.
“Bantuan stimulan rumah tidak layak huni diberikan kepada 2 KK yaitu ibu Welas Asih dan Bapak Supahargiyo sebesar 15juta per bantuan rumah,” tambah Kriswanto.
Selain bantuan untuk perbaikan RTLH, pada kesempatan tersebut juga disalurkan bantuan berupa kursi roda dan alat bantu jalan yang diberikan kepada perwakilan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia, Sukamto. Selain itu, ada juga bantuan logistik gotong-royong yang disalurkan untuk masyarakat Donokerto Turi yang terdampak angin puting beliung sebesar 3 juta yang diberikan kepada lurah Donokerto Turi, Waluyo Jati.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya berharap dengan adanya kegiatan penyaluran dan peletakan batu pertama ini, penanganan RTLH di Kabupaten Sleman dapat segera teratasi dan dapat mempercepat program pengentasan kemiskinan dengan mewujudkan rumah yang layak huni bagi masyarakat miskin di Kabupaten Sleman.
“Saya berharap agar kepedulian ini dapat menjadi sebuah gerakan yang nantinya bisa menggerakkan sumber-sumber lain yang tidak hanya berasal dari BAZNAS saja,” katanya.
Lebih lanjut, Kustini menerangkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya melakukan penanganan RTLH. Pada tahun 2020 saja, tercata ada sebanyak 1538 RTLH yang telah tertangani. Penanganan RTLH sendiri dialokasiakan melalui anggaran APBD/APBN dan juga CSR. Anggaran melalui APBD Kabupaten Sleman tahun 2020 berhasil menangani 306 RTLH, sementara melalui APBN ada sebanyak 1205 RTLH. Sedangkan BAZNAS pada tahun 2020 berhasil mentasharufkan bantuan RTLH sebanyak 27 rumah.
Untuk mendukung penanganan RTLH pada tahun 2021 ini, Pemkab Sleman akan melakukan pendataan yang melibatkan segenap komponen masyarakat sampai di tingkat bawah. Dalam proses pendataan yang dilaksanakan tahun ini, Kustini berharap masyarakat dan semua pihak dapat terlibat.
“Sehingga pemerintah mendapatkan data yang akurat mengenai RTLH di Kabupaten Sleman. Hal ini penting agar penanganan RTLH di Kabupaten Sleman semakin baik,” tambahnya.