Pentingnya Mendidik Anak dengan Cinta

Peran orang tua dalam pendidikan anak-anaknya memiliki posisi yang sangat penting. Dari orang tua, anak-anak akan belajar mengenai nilai dan norma, sebelum memasuki jenjang pendidikan formal. Untuk karena itu, orang tua harus memiliki bekal tersendiri mengenai berbagai informasi yang sekiranya bermanfaat untuk anaknya.

Berangkat dari hal tersebut, Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kapanewon Turi pada Kamis (18/3/2021) menggelar Webinar dengan “Parenting with Love” dengan pembahasan mengenai pendidikan berbasis fitrah yang dapat diterapkan oleh para orang tua kepada anaknya dalam masa pandemi ini.

Materi webinar sendiri disampaikan oleh Anisa Dwi Makrufi, Dosesn Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam UMY. Dalam pemaparannya, Anisa menyampaikan bahasan mengenai tentang urgensi pendidikan parenting.

“Pembahasan apa itu pendidikan parenting (what), mengapa penting mengkaji ini (why), bagaimana tahapan mendidik anak sesuai fitrahnya (how), dan apa dampak positif ketika menerapkan pendidikan berbasis fitrah ini (what if),” ujarnya ketika memaparkan materi via Aplikasi Meeting Online kepada peserta yang berasal dari NA Turi, serta Ibu-ibu dan remaja putri yang memiliki perhatian terhadap pendidikan anak secara islami.

Pada kesempatan tersebut, Anisa juga menerangkan mengenai penyampaian bahasa cinta yang dapat diterapkan dalam pola asuh dan komunikasi antara orang tua dan anak. (Arief Hartanto)




Kapanewon Gamping Jalani Vaksinasi COVID-19 Dosis Kedua

Jajaran Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kapanewon Gamping jalani Vaksinasi COVID-19 dosis kedua di Ruang Rapat Lt. II Kantor Panewu Gamping, Kamis (18/3/2021).

Program vaksinasi yang diampu Puskesmas Gamping I ini diikuti juga oleh beberapa lembaga di lingkungan Kapanewon Gamping, antara lain dari Balai Penyuluhan Keluarga Berencana, Unit Pengelola Kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan, Program Keluarga Harapan, Pendamping Desa, Kelompok Informasi Masyarakat Pararta Guna, serta tenaga pendidikan SMP Muhammadiyah 1 Gamping.

Kegiatan juga dihadiri langsung oleh Kepala Puskesmas Gamping I, drg. Isah Listiyani selaku penanggungjawab program vaksinasi COVID-19 yang mendampingi petugas vaksinator, Listanti dan Hanik Susilowati, serta dimonitoring oleh Panewu Gamping, Ikhsan Waluyo dan Panewu Anom, Trisno Sunardi.

“Jumlah peserta vaksinasi COVID-19 dosis kedua sebanyak 50 orang, sedangkan jumlah peserta vaksinasi COVID-19 dosis pertama dari tenaga Pendidikan SMP Muhammadiyah 1 Gamping sebanyak 38 orang,” ungkap drg. Isah.

Dalam keterangannya, drg. Isah menyampaikan bahwa vaksinasi dilakukan 2 kali, dengan dosis pertama tujuannya untuk memicu respons kekebalan awal. Sementar pemberian dosis kedua untuk menguatkan respons imun yang telah terbentuk sebelumnya. “Antibodi akan optimal setelah 14-28 hari dari suntikan kedua dilakukan,” tambah Isah.

Ia juga berpesan kepada peserta vaksinasi agar setelah menjalani vaksinasi, tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker yang benar, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, serta menghindari kerumunan agar pandemi dapat segera berakhir.

Hal senada juga disampaikan Panewu Gamping, Ikhsan Waluyo yang mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, sekalipun beberapa diantaranya ada yang sudah menerima vaksin. Menurutnya kebiasaan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak hingga menjauhi kerumunan harus terus dilakukan, agar resiko penularan COVID-19 bagi masyarakat dapat lebih terhindarkan.

“Saya berharap dengan selesainya vaksinasi dosis dua bagi pelayan publik di Kapanewon Gamping agar tidak menimbulkan rasa was-was dan nyaman dalam melayani masyarakat serta lebih memadai.  Alhamdulillah, dari hasil observasi kesehatan selama kurang lebih 30 menit pasca penyuntikan vaksin dosis kedua ini semuanya tidak ada kejadian ikutan pasca vaksinasi,” pungkas Ikhsan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Lazismu Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Merapi

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Dusun Turgo Purwobinangun Pakem Sleman yang terdampak bencana erupsi Gunung Merapi dan COVID-19, Lazismu Kantor Layanan Kapanewon Kalasan mengadakan Tasyaruf bersama Lazismu Kantor Layanan Kapanewom Pakem pada Rabu (17/3/2021). Acara diadakan di Area Turgi Resort, Pakem, Sleman dengan melibatkan segenap pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakem, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Pakem, PCA Kalasan, KOKAM, dan PRM Purwobinangun II.

Ketua PCM Pakem, Marzuki menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi warga di Dusun Turgo. “Di tengah kondisi pandemi dan erupsi Merapi yang dialami saudara kita tentunya perlu melakukan koordinasi terhadap berbagai  komponen untuk bisa bersama berdaya dan menanggulanginya, terlihat dari kerja sama dengan saudara kita dari Pakem yang berempati dengan kondisi di lereng Merapi kususnya di Turgo,” ujar Marzuki.

Pada acara Tasyaruf tersebut, ada beberapa bantuan yang didistribusikan kepada warga Turgo. Pertama, bantuan dari Lazismu Kalasan berupa 198 paket sembako yang disampaikan langsung oleh Panewu Kalasan, Siti Anggraeni. Siti berharap, bantuan yang diberikan ini dapat memberikan manfaat kepada warga Turgo. “Semoga kita semua mengambil hikmah dibalik kesuliitan ini agar menjadi insan yang lebih bisa mendekatkan diri kepada Sang Pencipta-Nya,” ungkapnya.

PCA Kalasan juga tidak ketinggalan menyalurkan bantuan berupa paket alat tulis dan ATK, yang diberikan langsung oleh Ketua PCA Kalasan, Siti Nurdiati dan diterima oleh Ketua PCA Pakem, Sumarah. Bantuan tersbut nantinya akan disalurkan kepada KBTK Aisyiyah Nurul Hikmah dan TK Indriyasana.

Sementara itu, Lazismu PDM Sleman juga menyerahkan bantuan berupa paket data yang diberikan kepada SD Muhammadiyah 2 Pakem dan SD Sanjaya Tritis, untuk membantu kegiatan belajar mengajar daring di sekolah tersebut selama masa pandemi.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Panewu Pakem, Suyanto. Ia berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan kepada warga Turgi, dan berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat kepada para mustahik yang terdampak Pandemi COVID-19 dan erupsi Merapi. (Arief Hartanto)




Jaga Kondisi Kesehatan, Kalurahan Sinduharjo Rutin Gelar Posbindu

Kesehatan merupakan modal utama bagi setiap manusia untuk dapat maksimal dalam menjalankan keseharian mereka. Ketika dalam kondisi sakit, maka pekerjaan tidak dapat berjalan maksimal, terutama untuk para anggota pelayanan publik seperti di kalurahan

Mengantisipasi kondisi kesehatan para perangkatnya, Pemerintah Kalurahan Sinduharjo bekerjasama dengan Puskesmas Ngaglik 1 mengadakan kegiatan Pos Binaan Terpadu (Posbindu) untuk melakukan cek kesehatan bagi para perangkat kalurahan, BPKal, serta kader Kalurahan Sinduharjo, di Joglo Amarta Kalurahan Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, pada Rabu (17/3/2021).

Eti Susanti, Ketua Pelaksana Kegiatan Posbindu menyebutkan bahwa Posbindu ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap triwulan sekali. Posbindu yang diadakan memanfaatkan dana desa/kalurahan ini diselenggarakan dengan melibatkan tenaga kesehatan yang terdiri dari 1 orang dokter, 2 orang bidan, dan 6 orang kader poskeskal.

“Pada pemeriksaan kali ini ada 49 orang, dengan hasil cek kesehatan 18 orang kolesterol diatas normal, 6 orang gula darah, 10 orang asam urat dan 5 orang hipertensi diatas rata-rata. Sementara 10 orang lainnya memiliki kondisi normal,” kata Eti.

Para peserta yang hasil cek kesehatanya memiliki angka diatas normal kemudian diberikan obat agar kembali normal. Nantinya, apabila kondisinya masih tinggi, maka para peserta akan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (KIM Ngaglik/SPN)




Sleman Salurkan Bantuan untuk Perbaikan Rumah Tak Layak Huni

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan BAZNAZ Sleman melakukan peletakan batu pertama bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, DIY, Rabu (17/3/2021).

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Sleman, Panewu Pakem, Panewu Turi, Kapolsek Pakem, Danramil Pakem, Kepala KUA Pakem, Lurah Donokerto Turi dan Lurah Hargobinangun Pakem.

Dalam acara tersebut, Ketua BAZNAS Sleman Kriswanto menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga nonstruktural yang bertugas menghimpun dana Zakat Infak dan Sedekah (ZIS) dari para muzaki dari ASN di lingkungan OPD, Kapanewon, BUMD, dan Instansi Vertikal dan Masyarakat di Kabupaten Sleman.

Target perhimpunan dana ZIS tahun 2020 sebesar 5 milyar dan bisa tercapai melebih target sebesar 5,6 milyar yang kemudian ditasharufakan sebesar 6,4 milyar. Target perhimpunan untuk tahun 2021 sebesar 5,5 milyar.

“Pentsasharufan dan pendayagunaan ZIS ini ditasharufakan dalam bentuk 5 program yaitu Sleman Produktif, Sleman Sehat, Sleman Cerdas, Sleman Takwa dan Sleman Peduli,” ujar Kriswanto.

Pada kesempatan tersebut dana yang dikumpulkan oleh BAZNAS Sleman disalurkan melalui perbaikan 2 rumah yang berada di Kalurahan Hargobinangun Kapanewon Pakem.

“Bantuan stimulan rumah tidak layak huni diberikan kepada 2 KK yaitu ibu Welas Asih dan Bapak Supahargiyo sebesar 15juta per bantuan rumah,” tambah Kriswanto.

Selain bantuan untuk perbaikan RTLH, pada kesempatan tersebut juga disalurkan bantuan berupa kursi roda dan alat bantu jalan yang diberikan kepada perwakilan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia, Sukamto. Selain itu, ada juga bantuan logistik gotong-royong yang disalurkan untuk masyarakat Donokerto Turi yang terdampak angin puting beliung sebesar 3 juta yang diberikan kepada lurah Donokerto Turi, Waluyo Jati.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya berharap dengan adanya kegiatan penyaluran dan peletakan batu pertama ini, penanganan RTLH di Kabupaten Sleman dapat segera teratasi dan dapat mempercepat program pengentasan kemiskinan dengan mewujudkan rumah yang layak huni bagi masyarakat miskin di Kabupaten Sleman. 

“Saya berharap agar kepedulian ini dapat menjadi sebuah gerakan yang nantinya bisa menggerakkan sumber-sumber lain yang tidak hanya berasal dari BAZNAS saja,” katanya.

Lebih lanjut, Kustini menerangkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya melakukan penanganan RTLH. Pada tahun 2020 saja, tercata ada sebanyak 1538 RTLH yang telah tertangani. Penanganan RTLH sendiri dialokasiakan melalui anggaran APBD/APBN dan juga CSR. Anggaran melalui APBD Kabupaten Sleman tahun 2020 berhasil menangani 306 RTLH, sementara melalui APBN ada sebanyak 1205 RTLH. Sedangkan BAZNAS pada tahun 2020 berhasil mentasharufkan bantuan RTLH sebanyak 27 rumah.

Untuk mendukung penanganan RTLH pada tahun 2021 ini, Pemkab Sleman akan melakukan pendataan yang melibatkan segenap komponen masyarakat sampai di tingkat bawah. Dalam proses pendataan yang dilaksanakan tahun ini, Kustini berharap masyarakat dan semua pihak dapat terlibat. 

“Sehingga pemerintah mendapatkan data yang akurat mengenai RTLH di Kabupaten Sleman. Hal ini penting agar penanganan RTLH di Kabupaten Sleman semakin baik,” tambahnya.