Kalurahan Condongcatur Berikan Bantuan Korban Puting Beliung

Depok – Pasca hujan lebat disertai angin kencang (puting beliung) yang merusak banyak bangunan, Pemerintah Kalurahan Condongcatur memberikan bantuan kepada warga terdampak. Penyerahan bantuan dilakukan di Padukuhan Gejayan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Senin (5/4/2021).

Bantuan berupa uang tunai dan paket sembako ini diserahkan kepada 25 warga Padukuhan Gejayan dan 3 warga Padukuhan Joho. Dari hasil pendataan memang paling banyak warga terdampak berasal dari Padukuhan Gejayan yang pada saat kejadian dilalui angin puting beliung.

Laporan data rumah rumah warga yang rusak akibat hujan lebat disertai angin kencang disusun dan diserahkan para dukuh kepada pemerintah kalurahan. Dari laporan tersebut kemudian dilakukan validasi yang perlu segera mendapat bantuan dengan kriteria korban masuk dalam kategori kurang mampu dan juga dililihat dari tingkat kerusakan (berat/ringan) serta tingkat kedaruratan.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan rasa prihatinnya atas terjadinya musibah angin kencang ini. “Mudah-mudahan ini kejadian yang terakhir, Pemerintah Kalurahan ikut merasakannya sehingga hadir memberikan bantuan untuk sedikit meringankan warga korban terdampak dan percaya warga akan saling gotong royong, guyup rukun bersama,” ujar Reno saat menyerahkan bantuan.

Pemberian bantuan masih akan dilakukan kepada warga yang terdampak dari Padukuhan Tiyasan, Kayen, Ngringin, Ngropoh, dan Pringwulung. Peristiwa hujan lebat disertai angin kencang pada Minggu (4/4/2021) lalu telah merusak sejumlah bangunan, merobohkan papan reklame dan pohon, dan menerbangkan genteng pada banyak titik di Kalurahan Condongcatur, termasuk bangunan Kantor Kalurahan Condongcatur. (Wasana/KIM Depok)




Persiapkan ASDP Dengan Keyakinan Terhadap Diri Sendiri

Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASDP) tingkat SMP yang berlangsung dari Senin (5/4/2021) hingga Kamis (8/4/2021) harus dihadapi dengan persiapan dengan sebaik-baiknya oleh para siswa, baik persiapan mental, materi, maupun strategi.

“Kesungguhan disertai dengan ketekunan dalam belajar harus dilakukan untuk meraih hasil terbaik. Sesudah berupaya maksimal, jangan lupa untuk berdoá mendekatkan diri pasrah kepada Allah SWT. Bersungguh-sungguhlah terutama dalam menghadapi ASPD, karena nilai terbaik untuk memasuki sekolah atau madrasah pilihan,” ujar Parjana, Guru Bimbingan Konseling (BK) SMP Negeri 2 Moyudan saat memberikan sambutan Webinar Motivasi untuk siswa-siswi SMP Negeri 2 Moyudan bekerja sama dengan MAN 4 Sleman, Sabtu (3/4/2021) dari studio Manesa Cinema, Kabupaten Sleman.

Meskipun ASDP tidak menentukan kelulusan, Parjana mengingatkan agar para siswa tetap mempersiapkan diri dengan maksimal dalam menghadapi ASDP, karena hasil ASDP menentukan pemetaan mutu pendidikan di DIY, dan juga untuk mendaftar ke jenjang lebih tinggi, “Jangan takut, jangan was-was, jangan terbebani,” tambahnya.

Sementara itu, Motivator yang mengisi Webminar tersebut, Nur Wahyudin Al-Azis menyebutkan bahwa para siswa harus dapat meningkatkan motivasi dalam menghadapi ASDP yang akan dihadapi. Menurutnya, motivasi perlu ditingkatkan untuk memperoleh hasil yang lebih baik dari yang laik, seperti teori amazon, yaitu sebuah pohon yang lebih tinggi satu centimeter bisa mengkerdilkan yang lain.

 “Tingkatkan sedikit saja motivasinya, akan memiliki prestasi lebih dari yang lain,” ujarnya.

Selain motivasi, Azis juga menggarisbawahi mengenai masalah keyakinan dari para siswa. Menurutnya, keyakinan akan membantu seseorang untuk dapat memperoleh hasil yang maksimal.

“Begitu anda yakin, 50 persen sudah bisa Anda lalui. Orang akan sampai pada tujuannnya kalau ia menentukan tujuan secara detail. Perlu menentukan berapa nilai tiap mata pelajaran dalam ASPD dengan menulisakannya detail. Tentukan target hari ini, tulislah target sebagai afirmasi positif,” jelas Azis.

Terakhir, Azis mengingatkan juga untuk para siswa agar tetap menghormati dan berbakti kepada orang tua dan guru, karena do’a restu dan ridho dari mereka juga menjadi kunci kesuksesan seseorang. (KIM Moyudan/Eds)




Merapi Masuki Fase Efusif, Warga Tak Perlu Panik

Gunung Merapi yang terletak di utara Kabupaten Sleman kembali mengalami erupsi efusif dengan mengeluarkan awan panas pada Sabtu (3/4/2021) sebanyak 1 kali dengan jarak luncur Meter ke arah barat daya. Selain awan panas terjadi juga guguran lava pijar sebanyak 10 kali, dengan jarak luncur maksimal sejauh 800 Meter dari puncak.

Surono, seorang Doktor ahli gunung menghimbau agar masyarakat di lereng Gunung Merapi agar tidak khawatir. Menurutnya, erupsi efusif yang terjadi justru pertanda baik, artinya sistem entrusi magma sudah terbuka bebas.

“Ibaratkan saja njenengan punya balon udara yang diisi air. Jika balon itu dibocorkan, maka mustahil balon itu meletus. Karena energi air yang terkumpul keluar dari lubang bocoran tersebut. Itulah yang terjadi di Merapi saat ini,” ujar pria yang juga biasa dipanggil Mbah Rono ini dalam acara Obrolan Tentang Merapi, yang disiarkan secara langsung melalui kanal induk Frekom_86.

Menurut Mbah Rono, hal yang penting untuk diperhatikan seharusnya bukan hanya masalah merapinya saja, tetapi juga terhadap kondisi barak pengungsian.

“Memang kondisi Merapi perlu disikapi secara arif. Akan tetapi potensi penularan dan penyebaran Covid-19 di barak pengungsian ini yang lebih saya resahkan. Oleh karena itu monggo, pak Lurah dan jajarannya harus lebih bijak membangun strategi yang bisa mengamankan itu semua,” tutur Mbah Rono. (KIM Pakembinangun/Asrori Wardan)




Gugus PAUD I Seyegan Bentuk Karakter Pendidik Berbudaya Lokal

Sebagai bentuk perkenalan terhadap anggota yang baru, Gugus PAUD I Seyegan mengadakan pertemuan komite yang digelar di Dusun Jamblangan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sabtu (3/4/2021). Pertemuan juga dimanfaatkan untuk dilakukan pemilihan Ketua Komite Gugus PAUD I. Terpilih secara mufakat sebagai ketua Komite, Sutarto Agus Raharjo yang mewakili Komite SPS Buah Hati Bunda.

Mushlihah, Ketua Gugus PAUD I pada kesempatan tersebut menyebutkan bahwa Gugus PAUD I terdiri dari 8 lembaga, yaitu 4 TK dan 4 SPS (Satuan PAUD Sejenis). “Seyegan sendiri ada 5 Gugus, yang mana Gugus PAUD I meliputi wilayah Desa Margomulyo dan Margoluwih,” ujar Mushlihah.

Gugus PAUD I diakui Mushlihah, memiliki visi membentuk Penilaian Kinerja Guru (PKG) PAUD dan Gugus PAUD yang unggul dan berbudaya. “Untuk misi, ada beberap, antara lain memfasilitasi kegiatan peningkatan kompetensi pendidik dan kreativitas, serta membentuk karakter pendidik sesuai budaya daerah,” tutur Mushlihah.

Visi dan misi tersebut dilakukan dengan tujuan agar para pendidik memiliki kreativitas, inofativ tinggi, cerdas, dan berakhlak mulia.

“Pendidik juga menguasai teknologi dan informasi, terampil dalam kewirausahaan, dan berkarakter sosial budaya lokal,” tambah Mushlihah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi tentang program kerja dari Gugus PAUD I, yaitu pelatihan teknologi Informasi, seperti pelatihan Aplikasi Zoom, pembuatan video menggunakan Kinemaster, twibon, dan canva untuk mendukung pembelajaran anak di masa pandemi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




SMP Negeri 1 Minggir, Sekolah Peduli Lingkungan Sarat Prestasi

Perubahan paradigma pendidikan di Indonesia menyebabkan pendidikan memiliki arti yang lebih luas. Pendidikan sekarang menuntut para pelajar untuk memiliki keterampilan hidup (Life Skill), disamping kebutuhan akademiknya.

SMP Negeri 1 Minggir Sleman, salah satu sekolah yang menyambut perubahan paradigma pendidikan tersebut, dengan melakukan transformasi pendidikan dalam arti luas. Target capaian sekolah tidak lagi terpaku pada bidang akademik saja, namun juga ditambahkan dengan beak kepada siswa agar memiliki kecakapan dengan kompetensi yang meliputi sikap, budi pekerti, keterampilan, dan peduli terhadap lingkungan.

Joko Sutikno, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Minggir menyebutkan bahwa pada siswa di SMP Negeri 1 Minggir dituntun untuk memiliki kepedulian lebih terhadap lingkungan dengan menggagas sekolah peduli lingkungan. “Proses perubahan dimulai dari menyusun visi sekolah dengan mengakomodir pelestarian lingkungan, dan mengalokasikan anggaran untuk menunjang kegiatan pelestarian lingkungan secara konsisten,” ujarnya pada Sabtu (4/4/2021).

Joko menambahkan, perubahan konsep pendidikan di SMP Negeri 1 Minggir tercermin pada visi sekolah, dimana tujuan jangka panjang SMP Negeri 1 Minggir adalah ‘Menjadi sekolah berstandar nasional, berwawasan global dan peduli lingkungan’.

“Dari visi tersebut, kemudian dikembangan sekolah Adiwiyata, yang berarti sekolah yang peduli terhadap keberlangsungan kehidupan, sehingga selalu berusaha merawat, peduli, dan menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Perubahan tersebut menghasilkan beberapa prestasi untuk sekolah dengan brand “Innovation Based School” ini, diantaranya adalah mejadi sekolah model transportasi sehat bagi siswa tahun 2017, sekolah ramah anak dan sekolah sehat tahun 2018, sekolah kantin sehat tahun 2019, serta memperoleh penghargaan sebagai inspiring education award pada tahun 2019.

Selain prestasi di kategori organisasi, SMP Negeri 1 Minggir juga memiliki prestasi di kategori individu, baik dari siswa maupun dari guru. Beberapa prestasi dari siswa antara lain Juara Literasi Bahasa Jawa, Penghargaan Taekwondo di Tingkat Provinsi, Nasional, dan Internasional, Penghargaan Catur di tingkat DIY, ikut serta dalam Olimpiade IPS tingkat Provinsi, Drum band se-Jawa dan Bali 2019, OSN Cabang Catur Putra, Geguritan tingkat Provinsi, bulu tangkis putra, dan lainnya.

Sementara untuk guru, antara lain Juara OGN Matematika, Juara OGN Matematika, Juara OGN Bahasa Inggris, Juara Guru berprestasi 2018, Juara Guru Berprestasi 2019, dan Juara Lomba Vocal. (Arief Hartanto)