Peringati Hari Jadi, Kalurahan Caturtunggal Gelar Doa Bersama

Depok – Memperingati hari jadinya yang ke 73 tahun, Kalurahan Caturtunggal menyelenggarakan pengajian dan doa bersama di Pendopo Puspadenta Kantor Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Senin (19/4/2021).

Lurah Caturtunggal, Agus Santoso dalam sambutannya menyampaikan doa bersama ini merupakan bentuk wujud syukur kepada Allah SWT terhadap Peringatan Hari Jadi Ke-73 Kalurahan Caturtunggal di tahun 2021 ini. “Harapannya dengan usia Kalurahan Caturtunggal yang telah memasuki 73 tahun, dapat menjadi kalurahan yang semakin maju dari segala aspek, dapat meningkatkan pelayanan lebih prima, pembangunan fisik maupun non-fisik yang berkembang lebih pesat, sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan warga Caturtunggal,” ujar Agus Santoso.

Doa bersama dan mujahadah dipimpin oleh Ustadz Muhammad Syafi’i Masykur. Acara pengajian dan doa bersama ini juga dihadiri oleh Panewu Depok, Abubakar; Kapolsek Depok Barat, Kapolsek Bulaksumur, Kepala Puskesmas Depok III, Ketua BPKal, Ketua TP-PKK Caturtunggal, dukuh se-Caturtunggal, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.(Danang/KIM Depok)




Hadapi Industri 4.0, PCPM Depok Gelar Ramadan Virtual Bootcamp

Revolusi Industri 4.0 merupakan fenomena yang mengkolaborasikan teknologi siber dan teknologi otomatisasi. Dalam Revolusi Industri 4.0, setidaknya ada lima teknologi yang menjadi pilar utama dalam mengembangkan sebuah industri siap digital, yaitu Internet of Things, Big Data, Artificial Intelligence, Cloud Computing dan Additive Manufacturing.

Fenomena tersebut harus dapat disikapi dengan tepat, agar kita tidak tertinggal dan dapat mengambil manfaat dari perkembangan yang terjadi. Hal inilah yang mendasari Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman menggelar Ramadan Virtual Bootcamp yang diikuti oleh kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Kick off acara dilakukan pada Minggu (18/4/2021), dan akan berlangsung secara maraton selama bulan Ramadan, melalui platform virtual Zoom Meeting. Ada 3 skill yang akan dikembangkan pada bootcamp yang diadakan, yaitu Business Strategy, Desing UI/UX, dan Coding (Full Stack Javascript).

Ariful Amar, Ketua PCPM Depok Sleman menuturkan bahwa acara ini merupakan bentuk pembekalan terhadap kader AMM dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 yang sedang berkembang saat ini.

“Dipilihnya coding dan desain karena merupakan hard skill yang dibutuhkan dalam industry 4.0 ini. Selain itu, bootcamp ini juga diharapkan dapat menciptakan ekosistem digital di Muhammadiyah sekaligus menegaskan bahwa kader Muhammadiyah juga reponsif terhadap perkembangan teknologi,” ujar Ariful.

Dengan diadakannya bootcamp ini, Ariful berharap PCPM Depok mampu menjadi pionir gerakan pengembangan hardskill kader sekaligus membekali para kader dengan jiwa entrepreneur. “Karena salah satu materi juga berkaitan dengan strategi bisnis,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusan penggagas acara, Ariful menyampaikan bahwa saat ini sedang dikembangkan aplikasi marketplace untuk mewadahi AMM dalam memanfaatkan praktik industry 4.0. Aplikasi yang dikembangkab bernama Plaza AMM, yaitu sarana menjual barang bekas secara online.

“Plaza AMM berasal dari kata plaza yang dalan KBBI berarti pusat pertokoan atau dengan kata lain adalah tempat untuk berjualan, dan AMM merupakan akronim dari Angkatan Muda Muhammadiyah, yang mana Plaza AMM ini dibangun dengan spirit anak-anak muda muhammadiyah untuk memulai sebuah bisnis,” tambah Ariful. (Arief Hartanto)




Lakukan Penelitian Emisi Karbondioksida, Siswi MAN 4 Sleman Raih Medali Internasional

Karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari emisi kendaraan roda 2 maupun roda 4 sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, bahkan menjadi salah satu dari silent killers. Dibutuhkan tindakan dan inovasi untuk menghadapinya.

Hal tersebut yang menarik perhatian dua siswi MAN 4 Sleman, Siti Aisyah dan Nuraini Ratna Wulandari. Mereka berdua melakukan penelitian mengenai pemanfaatan biji mahoni (Swintenia Biofiler) untuk menyerap karbondioksida (CO2). Atas penelitian tersebut, kedua remaja ini menerima penghargaan medali perunggu dari Youth International Science Fair (YISF) dan Indonesian Young Scientists Association (IYSA) untuk kategori Enviromental Research.

“Diperlukan antisipasi dengan menciptakan masker yang bisa menyerap karbondioksida. Kami meneliti biji mahony (Swietenia Biofilter) untuk menyerap karbondioksida (CO2). Biji mahony diolah dan dibuat masker sebagai filter. Masker tersebut dijadikan alternatif mencegah keracunan karbondioksida,” kata Siti Aisyah bersama Nuraini Ratna Wulandari ketika mengikuti acara pengumuman penghargaan yang disiarkan secara langsung melalui platform Youtube, Sabtu (17/04/2021), di MAN 4 Sleman, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman.

Kedua remaja putri tersebut menuturkan, bahan yang mereka gunakan dalam penelitian adalah kertas filter, bubuk biji mahoni (Swietenia Biofilter), kanji, air dan masker. Dari hasil percobaannya diketahui bahwa mahoni (Swietenia Biofilter) mampu menurunkan kadar CO2 dari 875 PPM menjadi 184 PPM.

“Hal ini mengindikasikan bahwa biji mahoni (Swietenia Biofilter) mampu mengikat CO2 lebih baik dari pada penyaring (filter) biasa.  Ikatan CO oleh filter mahoni mampu mencapai 79.5%, sedangkan filter biasa hanya mampu mengikat 20.5% CO di udara. Biji mahoni  cocok digunakan sebagai penyerap karbondioksida (CO),” beber Nuraini.

Hasil percobaan yang mereka lakukan kemudian ditulis dalam satu artikel bahasa Inggris dengan judul Natural Adsorbent from Mahogany Seeds (Swietenia Macrophylla) to Reduce Motor Vehicle Emissions (Penyerapan alami biji mahoni untuk menurunkan emisi kendaraan bermotor), dan diikutsertakan dalam acara Youth International Science Fair (YISF) yang kemudian meraih penghargaan.

Prestasi yang diraih Siti Aisyah dan Nuraini Ratna Wulandari ini juga mendapat apresiasi oleh Kepala MAN 4 Sleman, Muhammad Yusuf serta para guru dan pegawai MAN 4 Sleman. (Eds/KIM Moyudan)




Ingatkan Ibadah dengan Prokes, Lurah Condongcatur Safari Tarawih Keliling

Dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadan 1442 Hijriah, Lurah Condongcatur beserta jajarannya melakukan safari tarawih keliling (tarling) ke 18 masjid yang berada di masing-masing padukuhan di wilayah Condongcatur. Pelaksanaan perdana dilakukan di Masjid Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Jumat (16/4/2021) oleh tim yang terdiri dari Pamong Kalurahan, BPKal, Lembaga Kalurahan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa. Selain itu, Safari juga dihadiri secara khusus oleh Panewu Depok.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan bahwa tujuan dilakukannya safari tarawih keliling ini merupakan upaya penyerapan aspirasi masyarakat terkait program dan kebijakan pemerintah Kalurahan Condongcatur sehingga pelayanan terhadap masyarakat dapat dilakukan dengan lebih maksimal.

Reno juga mengingatkan agar pelaksanaan ibadah tarawih tetap dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan, sesuai dengan edaran Kemenag mengenai tata cara pelaksanaan ibadah di masa pandemi ini.

“Setiap masjid yang tergabung dalam Dewan Masjid Indonesia (DMI) ranting Condongcatur juga telah mengajukan dan mendapat rekomendasi penyelanggaraan ibadah Ramadan dari tim Gugus Tugas COVID-19,” ujar Reno.

Pada pelaksanaan Safari Tarawih Keliling tersebut juga diserahkan bantuan infaq sebesar Rp. kepada takmir masjid.

Safari tarling rencananya akan dilakukan sepanjang bulan Ramadan, dengan mengunjungi masjid di setiap padukuhan di Kalurahan Condongcatur, yaitu Masjid Al Hidayah (Manukan), Nurul Ilmi Kragilan (Pondok), Al Ikhlas (Sanggrahan), Miftahul Jannah (Gempol), As Salamah (Dero), Babul Janah Leles (Ngringin), Al Hana Nglaren (Ngropoh), Al Mukhlasin Pringgolayan (Dabag), Baiturrahim (Gejayan), Istiqomah (Kaliwaru), As Shobar (Soropadan), Darussalam (Pringwulung), Nurul Hidayah (Kayen), Sultan Agung Babadan Baru (Kentungan), Nurul Iman (Pohruboh), Gandok Mulia (Gandok), dan Masjid Nurul Huda (Joho). (Wasana/KIM Depok)