Serahkan Bantuan Material Renovasi Kandang, Kalurahan Caturtunggal Harapkan Produksi Ternak Meningkat

Depok – Untuk mendukung peningkatan produktivitas hasil ternak serta menciptakan kondisi kandang yang lebih baik, Kalurahan Caturtunggal menyerahkan bantuan material untuk renovasi kandang. Bantuan material senilai 15 juta rupiah ini diserahkan secara simbolis oleh Lurah Caturtunggal, Agus Santoso kepada Ketua Kelompok Kandang Rejosari di Padukuhan Kledokan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (21/4/2021).

Agus Santoso menyampaikan bahwa bantuan material tersebut harapannya dapat digunakan untuk renovasi kandang. “Sehingga nantinya dengan kondisi kandang yang ideal akan berbanding lurus dengan efektivitas produksi ternak. Pemerintah Kalurahan Caturtunggal melalui Seksi Kemakmuran pada tahun ini juga akan memprogramkan studi banding bagi kelompok ternak,” jelas Agus.

Samin, Ketua kelompok Ternak Rejosari menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasihnya kepada Pemerintah Kalurahan Caturtunggal yang telah memberikan perhatian, dukungan, dan bantuan baik itu berupa moril maupun materiil. “Semoga dengan terwujudnya kandang yang nanti akan kami renovasi dapat meningkatkan produksi sehingga membawa kesejahteraan bagi perternak,” ujar Samin.

Kelompok Ternak Rejosari yang kini beranggotakan 33 peternak adalah perintis kelompok ternak di Kalurahan Caturtunggal yang diresmikan oleh Sri Sultan HB X pada 12 Februari 1999. Saat ini mereka memiliki ternak sapi 47 ekor dan kambing 50 ekor.

Bantuan kepada kelompok ini merupakan salah satu program tahun 2021 dari Seksi Kemakmuran Kalurahan Caturtunggal. Bantuan material yang diterima berupa batako, pasir, semen, bambu, kayu glugu, dan bahan material lain.(Danang/KIM Depok)




Donoharjo Matangkan Persiapan Pendataan SDGs

Ngaglik – Sustainable Development Goals (SDGs) Desa adalah arah pembangunan desa hingga tahun 2030 yang telah ditetapkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Ini merupakan upaya terpadu mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, ekonomi tumbuh merata, desa peduli kesehatan, peduli lingkungan, peduli pendidikan, desa ramah perempuan, desa berjejaring, dan desa tanggap budaya.

“SDGs Desa merupakan role pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2022 dan 6 enam tahun ke depan,” jelas Martha Uli Isnaeni, tenaga pendamping desa saat mengisi materi bimbingan teknis pendataan SDGs di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu (21/4/2021).

Merujuk dari Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021, setidaknya ada 18 tujuan dan sasaran pembangunan melalui SDGs desa, yaitu desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, desa sehat dan sejahtera, pendidikan desa berkualitas, desa berkesetaraan gender, desa layak air bersih dan sanitasi, desa yang berenergi bersih dan terbarukan, pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa, inovasi dan infrastruktur desa, desa tanpa kesenjangan, kawasan pemukiman desa berkelanjutan, konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan, pengendalian dan perubahan iklim oleh desa, ekosistem laut desa, ekosistem daratan desa, desa damai dan berkeadilan, kemitraan untuk pembangunan desa, kelembagaan desa dinamis, dan budaya desa adaptif.

Pendataan SDGs di Kalurahan Donoharjo diencanakan berlangsung sejak 23 April – 25 Mei 2021. Pendataan ini dilakukan pada tingkat individu, rumah tangga dan tingkat RT. Item yang didata meliputi data dasar, sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan potensi wilayah. Sasaran pendataan di Kalurahan Donoharjo tak kurang dari 13 ribu individu dan 3500 KK.

Lurah Donoharjo, Hadi Rintoko turut memberikan motivasi kepada petugas pendataan. “Melakukan tugas sebagai pendata SDGs bukan sekedar profesionalisme, tapi juga panggilan jiwa, yang ditujukan untuk memotret secara riil kondisi masyarakat dimana hasil potret tersebut akan dipergunakan sebagai acuan bagi pemerintah kalurahan untuk melakukan perencanaan program selama enam tahun ke depan. Karena itu petugas pendata memiliki peran yang sangat penting bagi kemajuan Kalurahan Donoharjo,” ujar Hadi Rintoko.(Endarwati/KIM Donoharjo)




BNN Ingin Desa Lain Tiru Condongcatur dalam Tanggulangi Narkoba

Depok – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) melakukan monitoring dan evaluasi kepada Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (22/4/2021). Tim monev beranggotakan Selviana Tri Nurani, Moh. Soelaeman dan B. Sovia Widia Rini dari Tim Inspektorat Utama BNN RI yang didampingi Hery Santoso selaku dari BNNP DIY, dan Irindra Septy Wahyingrum dari BNNK Sleman.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji dalam paparannya di hadapan tim monev melaporkan berbagai macam program bersih narkoba di wilayahnya. “Pasca dicanangkannya Condongcatur sebagai Desa Bersinar tanggal 9 Desember 2018 lalu oleh Kepala BNN RI, Pemerintah Kalurahan Condongcatur melakukan kampanye Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan kegiatan program lainnya bersinergi dengan BNNP DIY dan BNNK Sleman yang melibatkan lintas sektor dan elemen masyarakat. Salah satunya dengan Kampanye P4GN gowes long trip tim 10 Jogja-Jakarta menuju Kantor BNN RI,” ujar Reno.

Kalurahan Condongcatur dalam melaksanakan program kegiatan pencegahan narkoba juga melakukan upaya-upaya lain seperti membentuk Tim Pemulihan Berbasis Masyarakat, Tim Agen Pemulihan, dan kegiatan program lainnya. Yang paling terlihat adalah naiknya anggaran untuk program penanggulangan napza dan kampanye anti narkoba dari APBDes yang tadinya sebesar , di tahun 2021 ini dinaikkan menjadi .

Anggaran ini disebut oleh Moh Soelaeman, anggota tim monev dari BNN RI, sebagai dukungan pemerintah kalurahan paling besar di antara Desa Bersinar lainnya. “Desa Bersinar Kalurahan Condongcatur telah dapat menyampaikan update program kegiatan dengan baik dan lengkap. Ini selanjutnya akan dilaporkan kepada pimpinan agar Desa Bersinar Condongcatur dapat dijadikan percontohan di DIY maupun desa-desa lainya di seluruh Indonesia,” kata Moh. Soelaeman.

Adanya program Desa Bersinar ini berefek positif, Condongcatur disebut turun dua tingkat dalam data kawasan rawan narkoba dari Bahaya menjadi Siaga. Bahaya adalah level buruk yang tertinggi, dan level terendah adalah Aman. Semua upaya penanggulangan bahaya narkoba di Condongcatur itu juga membawa Reno Candra Sangaji, Lurah Condongcatur masuk dalam 12 nominator Penerima Penghargaan P4GN dari BNN RI pada Puncak Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tahun 2020 lalu.

Tim monev merekomendasikan Desa Bersinar Kalurahan Condongcatur membuat 6 poin rencana tindak lanjut berupa membuat Sekretariat /Posko Sekretariatan Desa Bersinar, membentuk tim pokja P4GN Kalurahan, melaporkan progres Kawasan Desa Bersinar (After – Before), mendokumentasikan kegiatan P4GN di Kalurahan, menerapkan regulasi P4GN, dan laporan dukungan anggaran dari awal dintervensi sampai dengan sekarang.

Desa Bersinar adalah Desa/Kalurahan yang mempunyai kesadaran untuk melindungi masyarakatnya dari bahaya narkoba. Diharapkan Desa Bersinar menjadi wadah yang mengakomodir masyarakat untuk bersama bergerak mencegah penyebaran, penyalahgunaan narkoba di lingkup terkecil suatu daerah. Setelah Condongcatur, BNNK Sleman berikutnya akan menginisiasi pembentukan Desa Bersinar di Kalurahan Purwomartani Kalasan dan Kalurahan Sumberejo Tempel.(Wasana – KIM Depok)