Dilantik, Tenaga Sukarela PMI Sleman Siap Mengabdi Pada Masyarakat

Ketua PMI Sleman, Sunartono melantik 60 personil Tenaga Sukarela (TSR) PMI Kabupaten Sleman secara daring dan luring, pada Sabtu (24/4/2021) di Markas PMI Sleman, Triharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman. Para personil yang dilantik merupakan hasil dari seleksi yang dilakukan terhadap 113 orang yang mendaftar sebagai calong anggota Korp Sukarela (KSR) yang siap terjun mengabdi kepada masyarakat di bidang kemanusiaan.

Sunartono pada kesempatan tersebut meminta agar para anggota TSR dapat bersungguh-sungguh dan dengan tekad yang kuat dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat di bidang kemanusiaan.

“Dalam melaksanakan harus berpegang pada Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah, yaitu Kemanusiaan, Kenetralan, Kesamaan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan,” ujar Sunartono yang juga merupakan mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman ini.

Proses seleksi calon anggota KSR sendiri dilakukan dengan melalui beberapa tahapan, beberapa diantaranya adalah pendaftaran, seleksi administrasi, dan wawancara.

“Tahap berikutnya yang lolos mengikuti Orientasi Kepalangmerahan, pelatihan Pertolongan Pertama (PP), hingga magang, baik secara langsung maupun online,” jelas Sudirman, Ketua Bidang SDM PMI Sleman.

Anggota TSR yang terpilih ini kata Sudirman telah melalui semua tahapan tersebut, dan siap diterjunkan langsung ke masyarakat untuk melakukan pengabdian. (Tri Joko/KIM Kalasan)




Dana Desa, Solusi Masalah Ekonomi Akibat Pandemi

Depok – Dampak pandemi Covid-19 ini memunculkan PHK dimana mana yang mengakibatkan munculnya arus balik manusia (back rush man) dari kota ke desa. Kondisi tersebut menambah beban desa dalam mengatasi problem sosial dan problem ekonomi di masyarakat, selain itu penanganan pandemi saat ini belum seperti yang diharapkan.

“Jadi pengelolaan Dana Desa yang fit and proper atau tepat guna dan tepat sasaran akan menjadi salah satu solusi komprehensif dalam mengatasi masalah ekonomi akibat pandemi covid-19 ini,” ujar Rektor Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Dr Ciptasari Prabawati, SPsi, MSc pada webinar Satu Tahun Pandemi: Quo Vadis Penggunaan Dana Desa untuk Penanganan Covid-19 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen dan Akuntansi Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY), Sabtu (24/4/2021).

Dilanjutkan Ciptasari, Dana Desa pada hakekatnya menjadi kanal penyelamat bagi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Pengelolaan Dana Desa yang tepat guna dan tepat sasaran akan menjadi solusi komprehensif dalam mengatasi masalah ekonomi saat ini.

Reno Candra Sangaji, Lurah Condongcatur mencontohkan program yang telah dilakukan di Kalurahan Condongcatur memanfaatkan Dana Desa. “Antara lain untuk mendukung penerapan protokol kesehatan. Ada tim gugus tugas penanganan Covid-19 bersama relawan Desa Tangguh Bencana melaksanakan kegiatan penanganan Covid-19 dan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT),” ujar Reno.

Menurut Reno lagi, bantuan-bantuan kepada masyarakat itu diambilkan dari sebagian Dana Desa tanpa menghilangkan hakekat dana desa untuk pembangunan dan program pemberdayaan masyarakat yang terus jalan di masa pandemi ini.

Dalam penanganan Covid-19 lainnya di samping BLT juga ada Bantuan Sosial Tunai, kemudian ada program pemberian Jatah Hidup (Jadup) untuk keluarga yang harus menjalani isolasi mandiri serta kegiatan sosialisasi tentang kesehatan, sosialisasi perkembangan bisnis online, dan lainnya. “Dulu di awal pandemi selama kurang lebih dua bulan juga dilaksanakan kegiatan dapur umum untuk para lansia,” beber Reno.

Webinar ini oleh diikuti mahasiswa, dosen, dan praktisi UCY di seluruh Indonesia. Selain Lurah Condongcatur, webinar ini juga menghadirkan narasumber lain yaitu Kaprodi Akuntansi UCY, Citra Ayudiati, ; dan Dosen Audit Forensik Prodi Akuntasi, Leo Dadyo Pamungkas, SE, MM, MAk, serta Dekan Fakultas ekonomi UCY Hanan Wihasto, SE, MM. (Wasana – KIM Depok)