Kolaborasi Komunitas Budaya di Sleman dalam Merawat Seni Budaya Bangsa

Akibat pandemi COVID-19, para seniman yang biasanya bekerja menghadirkan sebuah karya kreativitas di panggung hiburan kini sulit tampil. Berbagai langkah alternatif dilakukan guna menghidupkan kembali denyut kreasi seniman.

Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Komunitas Pawon Jogan sebagai organisasi pelestari budaya Nusantara yang melakukan kolaborasi musik gamelan mini, tari, angklung, suling, teater, dan puisi bersama Komunitas Galeman Mini Srawung Bocah Angklung di Atrium Rama Mall Sleman City Hall, Rabu (28/4/2021).

Ketua Komunitas Pawon Jogan, Listy mengungkapkan bahwa acara yang bertajuk “Merajut Budaya dalam Terang Emansipasi” ini juga dimaksudkan untuk menggugah nilai emansipasi dan budaya melalui beberapa pementasan. Diantaranya ialah lomba busana daerah, fashion show, line dance, kolaborasi musik suling bambu, gamelan mini, pianika, jimba, angklung, tari, dan puisi.

“Kali ini tidak hanya bagaimana menyadarkan perempuan untuk memahami esensi emansipasi, tetapi juga sekaligus di dalam tingkah lakunya sesuai dengan budaya di Indonesia,” ungkapnya.

Sejalan dengan tujuan dan tema perhelatan, kolaborasi musik ini juga bekerja sama dengan kelompok wanita lokal. Selain dari beberapa komunitas alat musik daerah, para penampil juga berasal dari Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI) di DIY.

“Disamping dari teman-teman Pawon Jogan sendiri, ada yang merupakan sinergi Pawon Jogan saat ini adalah KKI dari Dewan Pimpinan Cabang atau DPC Sleman, Bantul, Kota, dan Kulon Progo. Memang selama ini sebagian anggota KKI juga ikut diaktivitas Pawon Jogja,” pungkas Listy.

Disamping pementasan musik dan busana, kolaborasi ini turut menyelenggarakan kegiatan amal untuk penyandang disabilitas dan difabilitas.

Lebih lanjut, Listy berharap melalui kegiatan ini dapat menyedot gairah masyarakat untuk Kembali menikmati kegiatan seni. Ia juga menambahkan, bagi masyarakat yang tertarik pada bidang seni dapat mengikuti latihan kesenian tiap senin atau rabu, baik lukis kain jumputan mapun permainan angklung dan suling.

Kurnia Nur Hidayah, salah satu pengunjung mall merasa terhibur dengan adanya pementasan budaya seniman tersebut.

“Kegiatan ini bagus ya, karena ada berbagai jenis seni yang saling berkolaborasi. Pembacaan puisi dan permainan angklung menjadi yang paling menarik perhatian. Kemudian harapannya, para perempuan juga dapat mengembangkan keterampilan bidang seni serta melestarikan budaya Indonesia,” ungkapnya. (Rep Afiqa)




Permudah Masyarakat Perpanjang SIM, Polres Sleman Sediakan Fasilitas SIM Keliling

Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah bukti registrasi yang diberikan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kepada masyarakat yang telah memenuhi persyaratan administrasi, psikologi, dan uji kesiapan dalam mengendarai kendaraan. Mengingat SIM menjadi salah satu dokumen wajib dalam mengemudikan kendaraan, tentunya masa berlaku dokumen harus selalui hidup. Berkenaan hal tersebut, Kepolisian Resort (Polres) Sleman menyediakan fasilitas perpanjang SIM Keliling untuk masyarakat, salah satunya yang dilakukan pada Rabu (28/4/2021) di Halaman Mall Sleman City Hall (SCH), Kabupaten Sleman.

Brigadir Polisi Satu (Briptu) Tri Yulianto menuturkan bahwa program dari Polres Sleman ini dimaksudkan guna memfasilitasi masyarakat agar lebih dekat dalam pengurusan SIM yang habis masa berlakunya.

“Tujuan daripada SIM keliling atau SIMADE ini untuk mempermudah masyarakat di daerah yang jauh dari Polres. Dengan begitu kita pelayananya juga lebih dekat ke masyarakat,” tuturnya mengenai layanan SIM keliling yang biasanya dimulai pada pukul WIB hingga selesai tersebut.

Layanan SIM Keliling ini hanya dapat dimanfaatkan untuk memperpanjang SIM A dan C saja. Apabila masa berlaku SIM telah habis, bus SIM Keliling tidak dapat memperpanjang. Adapun persyaratan yang diperlukan untuk pengurusan perpanjang SIM antara lain Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotocopy, SIM, serta bukti cek kesehatan yang bisa didapatkan di tempat layanan.

Lantaran pengelolaan sistem layanan SIM ini telah online, SIM Keliling ini juga dapat dimanfaatkan masyarakat luar Kabupaten Sleman. “Untuk SIM daerahnya itu daerah DIY, tapi untuk SIM luar daerah harus ke Polres. Jadi tidak bisa di bus keliling ini, walaupun KTP-nya Jogja. Misalnya KTP Jogja, tapi SIM-nya Jawa Tengah tetap tidak bisa,” pungkas Tri Yulianto.

Untuk biaya, perpanjang SIM yang termasuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ini dikenakan dengan tarif sebesar untuk SIM A dan untuk SIM C.

Lebih lanjut, Tri Yulianto menjelaskan alur pelayanan SIM Keliling yang diawali dengan pengecekan SIM. “Awalnya, saya mengumpulkan pemohon-pemohon, saya cek online data SIM, apakah SIM dari luar atau mati, kita regis dulu. Setelah regis, saya bagikan untuk melaksakan ujian psikologi dan Kesehatan serta bayar PNBP,” jelasnya.

Mengingat target kegiatan ini adalah daerah yang berada jauh dari Polres Sleman, kegiatan yang dimulai sejak tanggal 3 April 2021 di daerah Pakem, Kalasan, Tempel, Godean, Magowo ini sangat dinanti-nanti dan mendapat banyak antusiasme masyarakat. Sejumlah masyarakat merasa dimudahkan dalam pengurusan SIM.

Kendati program ini merupakan agenda turin bulanan Polres Sleman yang dilaksanakan dua kali seminggu tiap Rabu dan Sabtu, Tri menghimbau masyarakat dapat memantau informasi melalui media sosial. “Masyarakat dapat mengecek jadwal SIM Bus Keliling di Instagram di Satlantas Polres Sleman, nanti awal bulan pasti keluar jadwal baru,” imbaunya. (Rep Afiqa)




Perpustakaan Pustaka Loka Kalurahan Condongcatur Terima Bantuan Buku dari Direktorat Perpustakaan UII

Depok – Perpustakaan Pustaka Loka Kalurahan Condongcatur menerima bantuan buku dari Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII) di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (29/4/2021). Buku umum dan agama sebanyak 200 eksemplar ini diserahkan sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat dari Direktorat Perpustakaan UII, selain pendampingan teknis untuk Pustaka Loka Condongcatur.

Kepala Perpustakaan Pustaka Loka Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam mengucapkan terima kasih kepada pihak Direktorat Perpustakaan UII yang telah memberikan bantuan buku sehingga menambah koleksi-koleksi bukunya. “Pustaka Loka nantinya juga akan menjalin kerjasama dengan Direktorat Perpustakaan UII dan instansi lainya untuk bimbingan teknis bagi pengelola perpustakaan kalurahan agar dapat sesuai standar nasional perpustakaan (SNP),” ujar Al Thouvik Sofisalam.

Pustaka Loka Condongcatur saat ini terus berbenah dan sedang mengikuti Lomba Perpustakaan Desa/Kalurahan Tingkat DIY mewakili Kabupaten Sleman. Pengelola perpustakaan menyatakan siap berkerjasama dengan pihak pihak lainya agar tercipta perpustakaan yang ideal, termasuk masih menerima bantuan buku-buku untuk menambah koleksi perpustakaan kalurahan.




Takmir Masjid Al Munawar Rajin Bagikan Sembako saat Tarawih

Depok – Salat tarawih merupakan rangkaian ibadah yang dilaksanakan selama bulan Ramadan selepas salat Isya. Biasanya antusias jamaah cukup tinggi di awal Ramadan dimana seluruh masjid dan musala dipenuhi jamaah.

Namun tak sedikit pula para jamaah yang hanya aktif di awal, kemudian kosong di tengah, atau hanya muncul di akhir Ramadhan, alias tidak penuh menjalankannya di setiap malam Ramadhan.

Guna menarik jamaah agar istikamah menghidupkan malam Ramadhan dengan salat tarawih, langkah kreatif diambil Takmir Masjid Al Munawar di Kampung Kuningan Padukuhan Karangmalang, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Mereka memberikan 2 paket hadiah setiap malam tarawih berupa beras 5kg bagi jamaah yang beruntung.

“Setiap tarawih kita bagi-bagi doorprize (hadiah) berupa sembako yang diwujudkan dengan beras 5kg. Setiap saf ditulisi nomor urut. Pihak panitia mengundi nomor urut tersebut selepas sholat isya,” tutur Sujarwo, Ketua Takmir Masjid Al Munawar saat menyambut rombongan safari tarawih keliling (tarling) dari Kapanewon Depok dan Kalurahan Caturtunggal, Rabu (28/04/2021).

Sementara itu Panewu Depok Abu Bakar menuturkan bahwa tujuan tim safari tarling Ramadhan 1442 H ini selain untuk silaturahmi, juga dalam rangka memantau pelaksanaan prokes Covid-19 di tempat ibadah.

“Kami lihat sudah menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dengan pemberian tanda di saf-saf, tempat cuci tangan di pintu masuk, memakai masker, dan ada poster maupun stiker tentang imbauan prokes covid-19, ” ujar Abu.

Safari tarling kali ini merupakan yang pertama bagi Kapanewon Depok untuk Ramadhan 1442 H yang diikuti karyawan Kapanewon Depok. Sementara itu di tingkat Kalurahan Caturtunggal diikuti para pamong dan staf kalurahan, BPKal, Koramil 11 Depok, Polsek Bulaksumur, dan Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan.

Bersamaan dengan kegiatan ini pula, Panewu Depok mentasarufkan infaq yang dihimpun oleh Kapanewon Depok senilai yang diikuti juga penyampaian infaq oleh Lurah Caturtunggal Agus Santoso dan penyerahan Alquran serta peralatan ibadah dari Tim Safari Tarling Kalurahan Caturtunggal.(Andri – KIM Depok)