BNN Ingin Desa Lain Tiru Condongcatur dalam Tanggulangi Narkoba

Depok – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) melakukan monitoring dan evaluasi kepada Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (22/4/2021). Tim monev beranggotakan Selviana Tri Nurani, Moh. Soelaeman dan B. Sovia Widia Rini dari Tim Inspektorat Utama BNN RI yang didampingi Hery Santoso selaku dari BNNP DIY, dan Irindra Septy Wahyingrum dari BNNK Sleman.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji dalam paparannya di hadapan tim monev melaporkan berbagai macam program bersih narkoba di wilayahnya. “Pasca dicanangkannya Condongcatur sebagai Desa Bersinar tanggal 9 Desember 2018 lalu oleh Kepala BNN RI, Pemerintah Kalurahan Condongcatur melakukan kampanye Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan kegiatan program lainnya bersinergi dengan BNNP DIY dan BNNK Sleman yang melibatkan lintas sektor dan elemen masyarakat. Salah satunya dengan Kampanye P4GN gowes long trip tim 10 Jogja-Jakarta menuju Kantor BNN RI,” ujar Reno.

Kalurahan Condongcatur dalam melaksanakan program kegiatan pencegahan narkoba juga melakukan upaya-upaya lain seperti membentuk Tim Pemulihan Berbasis Masyarakat, Tim Agen Pemulihan, dan kegiatan program lainnya. Yang paling terlihat adalah naiknya anggaran untuk program penanggulangan napza dan kampanye anti narkoba dari APBDes yang tadinya sebesar , di tahun 2021 ini dinaikkan menjadi .

Anggaran ini disebut oleh Moh Soelaeman, anggota tim monev dari BNN RI, sebagai dukungan pemerintah kalurahan paling besar di antara Desa Bersinar lainnya. “Desa Bersinar Kalurahan Condongcatur telah dapat menyampaikan update program kegiatan dengan baik dan lengkap. Ini selanjutnya akan dilaporkan kepada pimpinan agar Desa Bersinar Condongcatur dapat dijadikan percontohan di DIY maupun desa-desa lainya di seluruh Indonesia,” kata Moh. Soelaeman.

Adanya program Desa Bersinar ini berefek positif, Condongcatur disebut turun dua tingkat dalam data kawasan rawan narkoba dari Bahaya menjadi Siaga. Bahaya adalah level buruk yang tertinggi, dan level terendah adalah Aman. Semua upaya penanggulangan bahaya narkoba di Condongcatur itu juga membawa Reno Candra Sangaji, Lurah Condongcatur masuk dalam 12 nominator Penerima Penghargaan P4GN dari BNN RI pada Puncak Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tahun 2020 lalu.

Tim monev merekomendasikan Desa Bersinar Kalurahan Condongcatur membuat 6 poin rencana tindak lanjut berupa membuat Sekretariat /Posko Sekretariatan Desa Bersinar, membentuk tim pokja P4GN Kalurahan, melaporkan progres Kawasan Desa Bersinar (After – Before), mendokumentasikan kegiatan P4GN di Kalurahan, menerapkan regulasi P4GN, dan laporan dukungan anggaran dari awal dintervensi sampai dengan sekarang.

Desa Bersinar adalah Desa/Kalurahan yang mempunyai kesadaran untuk melindungi masyarakatnya dari bahaya narkoba. Diharapkan Desa Bersinar menjadi wadah yang mengakomodir masyarakat untuk bersama bergerak mencegah penyebaran, penyalahgunaan narkoba di lingkup terkecil suatu daerah. Setelah Condongcatur, BNNK Sleman berikutnya akan menginisiasi pembentukan Desa Bersinar di Kalurahan Purwomartani Kalasan dan Kalurahan Sumberejo Tempel.(Wasana – KIM Depok)




Kalurahan Sinduharjo Gelar Pelatihan SDGs Bagi Pamong dan Relawan

Pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) adalah pembangunan total atas sebuah desa (kalurahan) yang digagas oleh PBB yang kemudian diterapkan di Indonesia atas kesepakatan bersama. Tujuannya adalah untuk menjamin kelansungan hidup warga desa, baik yang berada di generasi sekarang, maupun yang akan datang.

Demi memperlancar berjalannya SDGs, Pemerintah Kalurahan Sinduharjo menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi petugas pendata SDGs yang terdiri dari pamong kalurahan dan relawan pada Senin (19/4/2021) malam di Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Bimtek berisikan mengenai proses pendataan yang dilakukan, baik pendataan Rukun Tetangga (RT), kepala keluarga, maupun warga yang berada di Kalurahan Sinduharjo.

Suprapti, Pendamping Desa (Kalurahan) Sinduharjo menyebutkan bahwa tujuan dari program SDGs adalah untuk mewujudkan desa tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, layak air bersih, memiliki sanitasi yang memadai, dan berenergi bersih terbarukan. Selain itu, SDGs juga menciptakan infrastruktur dan inovasi sesuai dengan kebutuhannya. “Sehingga warga desa dapat hidup sehat, sejahtera, dan menerima pendidikan yang berkualitas,” terang Suprapti.

SDGs juga menyasar peran serta gender yang seimbang, dengan melibatkan partisipasi setiap warganya, termasuk dari kalangan perempuan.

“Penerapan SDGs ini diharapkan dapat menumbuhkan ekonomi secara merata, konsumsi dan produksi yang ramah lingkungan. Sehingga warga desa dapat tingga di permukiman yang nyaman dan aman. SDGs juga menimbulkan kesadaran warga desa terhadap lingkungan darat dan laut, tanggap dengan perubahan iklim, dan hidup damai dan berkeadilan,” jelasnya Suprapti lagi.

Kegiatan bimtek sendiri diikuti oleh seluruh Pamong Kalurhan Sinduharjo, dan 106 relawan dari RT. Para peserta dibagi menjadi 2 kelas yang kemudian akan mengikuti bimtek yang dilakukan selaman 2 hari, masing-masing kelas per harinya, demi mengantisipasi keramaian yang terjadi.

 “Para petugas nantinya akan melakukan pendataan menggunakan smartphone dengan target 675 kepala keluarga, dan individu anggota keluarga,” terang Faisal Nur Achmad, Carik Kalurahan Sinduharjo yang juga bertindak sebagai ketua panitia. (KIM Ngaglik/SPN)




Peringati Hari Jadi, Kalurahan Caturtunggal Gelar Doa Bersama

Depok – Memperingati hari jadinya yang ke 73 tahun, Kalurahan Caturtunggal menyelenggarakan pengajian dan doa bersama di Pendopo Puspadenta Kantor Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Senin (19/4/2021).

Lurah Caturtunggal, Agus Santoso dalam sambutannya menyampaikan doa bersama ini merupakan bentuk wujud syukur kepada Allah SWT terhadap Peringatan Hari Jadi Ke-73 Kalurahan Caturtunggal di tahun 2021 ini. “Harapannya dengan usia Kalurahan Caturtunggal yang telah memasuki 73 tahun, dapat menjadi kalurahan yang semakin maju dari segala aspek, dapat meningkatkan pelayanan lebih prima, pembangunan fisik maupun non-fisik yang berkembang lebih pesat, sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan warga Caturtunggal,” ujar Agus Santoso.

Doa bersama dan mujahadah dipimpin oleh Ustadz Muhammad Syafi’i Masykur. Acara pengajian dan doa bersama ini juga dihadiri oleh Panewu Depok, Abubakar; Kapolsek Depok Barat, Kapolsek Bulaksumur, Kepala Puskesmas Depok III, Ketua BPKal, Ketua TP-PKK Caturtunggal, dukuh se-Caturtunggal, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.(Danang/KIM Depok)




Hadapi Industri 4.0, PCPM Depok Gelar Ramadan Virtual Bootcamp

Revolusi Industri 4.0 merupakan fenomena yang mengkolaborasikan teknologi siber dan teknologi otomatisasi. Dalam Revolusi Industri 4.0, setidaknya ada lima teknologi yang menjadi pilar utama dalam mengembangkan sebuah industri siap digital, yaitu Internet of Things, Big Data, Artificial Intelligence, Cloud Computing dan Additive Manufacturing.

Fenomena tersebut harus dapat disikapi dengan tepat, agar kita tidak tertinggal dan dapat mengambil manfaat dari perkembangan yang terjadi. Hal inilah yang mendasari Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman menggelar Ramadan Virtual Bootcamp yang diikuti oleh kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Kick off acara dilakukan pada Minggu (18/4/2021), dan akan berlangsung secara maraton selama bulan Ramadan, melalui platform virtual Zoom Meeting. Ada 3 skill yang akan dikembangkan pada bootcamp yang diadakan, yaitu Business Strategy, Desing UI/UX, dan Coding (Full Stack Javascript).

Ariful Amar, Ketua PCPM Depok Sleman menuturkan bahwa acara ini merupakan bentuk pembekalan terhadap kader AMM dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 yang sedang berkembang saat ini.

“Dipilihnya coding dan desain karena merupakan hard skill yang dibutuhkan dalam industry 4.0 ini. Selain itu, bootcamp ini juga diharapkan dapat menciptakan ekosistem digital di Muhammadiyah sekaligus menegaskan bahwa kader Muhammadiyah juga reponsif terhadap perkembangan teknologi,” ujar Ariful.

Dengan diadakannya bootcamp ini, Ariful berharap PCPM Depok mampu menjadi pionir gerakan pengembangan hardskill kader sekaligus membekali para kader dengan jiwa entrepreneur. “Karena salah satu materi juga berkaitan dengan strategi bisnis,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusan penggagas acara, Ariful menyampaikan bahwa saat ini sedang dikembangkan aplikasi marketplace untuk mewadahi AMM dalam memanfaatkan praktik industry 4.0. Aplikasi yang dikembangkab bernama Plaza AMM, yaitu sarana menjual barang bekas secara online.

“Plaza AMM berasal dari kata plaza yang dalan KBBI berarti pusat pertokoan atau dengan kata lain adalah tempat untuk berjualan, dan AMM merupakan akronim dari Angkatan Muda Muhammadiyah, yang mana Plaza AMM ini dibangun dengan spirit anak-anak muda muhammadiyah untuk memulai sebuah bisnis,” tambah Ariful. (Arief Hartanto)




Lakukan Penelitian Emisi Karbondioksida, Siswi MAN 4 Sleman Raih Medali Internasional

Karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari emisi kendaraan roda 2 maupun roda 4 sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, bahkan menjadi salah satu dari silent killers. Dibutuhkan tindakan dan inovasi untuk menghadapinya.

Hal tersebut yang menarik perhatian dua siswi MAN 4 Sleman, Siti Aisyah dan Nuraini Ratna Wulandari. Mereka berdua melakukan penelitian mengenai pemanfaatan biji mahoni (Swintenia Biofiler) untuk menyerap karbondioksida (CO2). Atas penelitian tersebut, kedua remaja ini menerima penghargaan medali perunggu dari Youth International Science Fair (YISF) dan Indonesian Young Scientists Association (IYSA) untuk kategori Enviromental Research.

“Diperlukan antisipasi dengan menciptakan masker yang bisa menyerap karbondioksida. Kami meneliti biji mahony (Swietenia Biofilter) untuk menyerap karbondioksida (CO2). Biji mahony diolah dan dibuat masker sebagai filter. Masker tersebut dijadikan alternatif mencegah keracunan karbondioksida,” kata Siti Aisyah bersama Nuraini Ratna Wulandari ketika mengikuti acara pengumuman penghargaan yang disiarkan secara langsung melalui platform Youtube, Sabtu (17/04/2021), di MAN 4 Sleman, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman.

Kedua remaja putri tersebut menuturkan, bahan yang mereka gunakan dalam penelitian adalah kertas filter, bubuk biji mahoni (Swietenia Biofilter), kanji, air dan masker. Dari hasil percobaannya diketahui bahwa mahoni (Swietenia Biofilter) mampu menurunkan kadar CO2 dari 875 PPM menjadi 184 PPM.

“Hal ini mengindikasikan bahwa biji mahoni (Swietenia Biofilter) mampu mengikat CO2 lebih baik dari pada penyaring (filter) biasa.  Ikatan CO oleh filter mahoni mampu mencapai 79.5%, sedangkan filter biasa hanya mampu mengikat 20.5% CO di udara. Biji mahoni  cocok digunakan sebagai penyerap karbondioksida (CO),” beber Nuraini.

Hasil percobaan yang mereka lakukan kemudian ditulis dalam satu artikel bahasa Inggris dengan judul Natural Adsorbent from Mahogany Seeds (Swietenia Macrophylla) to Reduce Motor Vehicle Emissions (Penyerapan alami biji mahoni untuk menurunkan emisi kendaraan bermotor), dan diikutsertakan dalam acara Youth International Science Fair (YISF) yang kemudian meraih penghargaan.

Prestasi yang diraih Siti Aisyah dan Nuraini Ratna Wulandari ini juga mendapat apresiasi oleh Kepala MAN 4 Sleman, Muhammad Yusuf serta para guru dan pegawai MAN 4 Sleman. (Eds/KIM Moyudan)