Menko PMK RI Targetkan Penurunan Stunting Jadi 14 Persen di Tahun 2024

Dalam rangka sosialisasi advokasi dan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra kerja yang mengangkat tema “Peran Pemuda dalam Percepatan Penurunan Stunting”, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy melakukan kunjungan kerja yang dilaksanakan di Resto West Lake Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa (13/4/2021).
Sosialisasi dihadiri Panewu Gamping, Ikhsan Waluyo, Komandan Koramil 17/GP, Mayor Jalu Susilarjo, Kanit Lantas Iptu Koesworo mewakili Kapolsek Gamping, Intansi Kesehatan Kabupaten Sleman, Puskesmas Gamping I dan II, penyuluh keluarga berencana serta perwakilan pemuda.
Dalam kesempatan ini Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa masalah stunting harus diatasi dengan baik agar generasi masa depan negara Indonesia bisa menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, dan berkualitas seperti yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo terkait percepatan penurunan stunting pada tahun 2024 menjadi 14 persen.
Berdasarkan Peraturan Presiden tahun 2019, Percepatan Penurunan Stunting adalah setiap upaya yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilaksanakan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui kerja sama multi-sektor di pusat, daerah, dan desa atau kelurahan.
“Sedangkan Program Bangga Kencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas,” jelas Muhadjir.
Ia melanjutkan, guna mencapai angka 14 persen sesuai target yang dicanangkan Presiden tersebut memerlukan upaya keras dengan fokus dan sasaran yang jelas. Oleh karena itu, Presiden telah memerintahkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai penanggung jawab percepatan penurunan stunting.
“Dengan adanya BKKBN sebagai penanggung jawab maka penanganan dan pencegahan stunting akan menjadi lebih fokus karena BKKBN dapat memetakan data individu dan kelompok beresiko seperti remaja, ibu hamil yang akan diberikan sosialisasi hingga pendampingan,” pungkasnya.
Selain itu, kekuatan informasi merupakan faktor kunci kelangsungan keberhasilan program Bangga Kencana. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi maka kegiatan advokasi dan KIE dapat ditempuh melalui berbagai kegiatan dengan memanfaatkan fasilitas teknologi yang dapat diakses masyarakat luas. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)



