Pelestarian Budaya Harus Sejalan dengan Kesejahteraan Warga

Salah satu tugas Kalurahan Mandiri Budaya adalah menjaga kelestarian budaya sejalan dengan kesejahteraan warganya. Hal tersebut dikatakan oleh Aji Wulantoro, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman ketika mengukuhkan Paguyuban Kerawitan Sekar Laras di Kalurahan Budaya Mandiri Bangunkerto, Kapanewon Turi, Senin (12/4/2021).

“Predikat Kalurahan Mandiri Budaya memiliki tanggung jawab berat, disamping menjaga tradisi budaya, masyarakat juga harus sejahtera,” ujar Aji.

Dinas Kebudayaan sendiri kata Aji siap memberikan bantuan dan pembinaan bagi kalurahan mandiri budaya agar dapat berkembang dengan meningkatkan UMKM dan mengembangkan desa wisata berbasis budaya, seperti Kalurahan Bangunkerto dengan Paguyuban Kerawitan Sekar Laras yang baru dikukuhkan.

Sementara itu, Lurah Bangunkerto, Anas Makruf mengapresiasi langkah Dinas Kebudayaan Sleman dalam melakukan pembinaan yang berkesinambungan terhadap Kerawitan Sekar Laras, mulai dari latihan sampai pementasannya, terutama pada kondisi dimana tidak banyak yang pelanggan yang mau untuk nanggap kerawitan.

“Karena mahal, jadi lebih memilih orgen tunggal yang lebih murah dan praktis. Di sinilah tantangan agar budaya tradisional tetap eksis dan tentunya perlu uluran tangan pemerintah,” kata Anas.

Paguyuban Kerawitan Sekar Laras sendiri merupakan kelompok kerawitan yang dibentuk oleh PKK Kalurahan Bangunkerto. Tutiyati, Ketua Kerawitan Sekar Laras menuturkan, dibentuknya kelompok kerawitan ini sebagai upaya untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisional kerawitan, sehingga semakin menanamkan seni tradisional di masyarakat, dan meminimalisir dampak budaya luar.

“Dengan pengukuhan dan pemberian Nomor Induk Kebudayaan (NIK) bagi Paguyuban Seni Sekar Laras ini, semoga dapat membangkitkan semangat untuk menjawab tantangan untuk selalu nguri-uri dan mengembangkan seni dan budaya tradisional yang ada di Kalurahan Mandiri Budaya Bangunkerto,” terang Tutiyati. (Arief Hartanto)




Kolaborasi Dana Desa dan Swadaya Masyarakat Hasilkan Jalan Paving Blok

Depok – Dalam rangka meningkatkan fasilitas dan pelayanan publik melalui pembangunan fisik, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal melakukan kunjungan kerja serta meresmikan pembangunan jalan paving blok di Padukuhan Samirono dan Tempel, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Senin (12/4/2021).

Rangkaian kegiatan peresmian pembangunan paving blok dengan sumber Dana Desa (DD) itu meliputi pembangunan paving blok dengan volume pekerjaan 300 m2 di Padukuhan Tempel dengan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2021, dengan rincian DD sebesar , dan swadaya masyarakat .  Di Padukuhan Samirono dengan volume pekerjaan 1000 m2 dengan DD tahun anggaran 2021 sebesar dan swadaya masyarakat sebesar . Sedangkan untuk Samirono Baru dengan volume pekerjaan 600 m2 menggunakan DD tahun anggaran 2020 sebesar dan swadaya masyarakat sebesar .

Panewu Anom Depok, Wakhid Basroni, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kalurahan Caturtunggal yang telah meresmikan beberapa pembangunan fisik dengan dana desa di tahun 2021 ini. “Ternyata swadaya masyakarat masih tinggi. Hal tersebut menunjukkan suksesnya pembangunan yang dilaksanakan mendapat respon positif oleh masyarakat,” ucapnya.

Lurah Caturtunggal, Agus Santoso, menyampaikan terimakasih atas partisipasi masyarakat sebagai subyek dalam pembangunan fisik yang ada di Caturtunggal. “Dengan keikutsertaan masyarakat pada setiap pembangunan, maka semua akan merasa memiliki terhadap apa yang telah dibangun. Sehingga berkomitmen untuk menjaga dan memelihara agar dapat dipergunakan untuk kepentingan masyarakat sendiri secara maksimal,” ujar Agus Santoso.(Danang/KIM Depok)




Kalurahan Caturtunggal Berikan PMT untuk Balita Tambakbayan

Depok – Dalam kegiatan Posyandu, Kalurahan Caturtunggal melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk menambah gizi balita di Posyandu Dewi Sartika III, Padukuhan Tambakbayan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Senin (12/4/2021).

PMT yang diberikan adalah  paket makanan bergizi berupa nasi, kacang hijau, buah, dan camilan sehat. Bagi sembilan balita yang mendapat perhatian khusus diberi tambahan bahan mentah yang terdiri kacang hijau, gula jawa, gula pasir, tepung terigu, telur, dan minyak goreng.

Berdasarkan data dari Puskesmas Depok III, diketahui bahwa terdapat 175 anak balita di wilayah Tambakbayan dan ada sembilan balita yang mendapat perhatian khusus dan pendampingan dari Pemerintah Kalurahan Caturtunggal serta Puskesmas Depok III.

Lurah Caturtunggal, Agus Santoso dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kalurahan Caturtunggal kepada asupan gizi balita. “Kegiatan seperti ini penting dilakukan bagi balita agar asupan nutrisinya tetap terjamin dengan baik. Asupan gizi bagi balita sangat penting karena baik buruknya proses pertumbuhan dan perkembangan anak tergantung dari asupan gizinya,” ungkapnya.

Padukuhan Tambakbayan sendiri memiliki empat posyandu balita yang berada di Kompleks Yadara, Babarsari, Glendongan, dan Tambakbayan. Sesuai dengan hasil musyawarah kalurahan yang telah dilakukan pada tahun 2020 lalu, usulan kegiatan non fisik di tahun anggaran 2021 Padukuhan Tambakbayan mengusulkan pemberian PMT ini untuk semua anak balita yang aktif berkegiatan di Posyandu Padukuhan Tambakbayan.

Pemberian makanan tambahan ini merupakan tanggungjawab moral Pemerintah Kalurahan Caturtunggal melalui bagian sosial untuk menjaga generasi penerus bangsa agar bertumbuh dan berkembang secara sehat.(Danang/KIM Depok)




Peran Guru BK dalam Pendidikan Anak

Seorang guru memiliki peranan penting dalam menyiapkan peserta didiknya, terutama guru Bimbingan dan Konseling (BK). Guru BK harus memahami setiap watak dan perilaku individu siswanya agar dapat maskimal dalam mendampingi siswa meraih cita-citanya.

“Untuk itu, seminar bertajuk ‘Peran Guru BK dalam Menyiapkan Karpet Merah Kesuksesan Peserta Didik’ ini sangat bermanfaat bagi guru,” tegas Ahmad Fauzi, Kepala Seksi Dimad Kemenag Sleman saat membuka acara seminar, Sabtu (10/4/2021) di Ruang Pertemuan MAN 4 Sleman, Pakem, Kabupaten Sleman.

Seminar yang menghadirkan Nur Wahyudin Al-Azis, motivator nasional dari Smart Solution dan Coach Rachiem, pakar mapping lulusan Stanford University USA sebagai narasumber ini diikuti oleh 26 guru BK SMP/MTs Negeri dan Swasta di Kabupaten Sleman.

Azis pada kesempatan tersebut menyebutkan bahwa pengaruh guru memiliki dampak yang luar biasa bagi para siswa. “Bagun kepercayaan pada anak-anak, kalau kita ingin anak memiliki value life, perlu membangun kepercayaan diri siswa,” jelasnya.

Guru BK menurut Azis harus dapat membakar semangat para siswa dengan kata-kata positif. Selain itu, guru BK juga harus pandai menyikapi perilku dan kepribadian anak yang bervariasi. “Misalnya, ketika ada siswa yang kadang mengadu domba, guru BK harus melakukan klarifikasi dulu, sebelum mengambil sikap,” tambah Azis.

Sementara itu, Coach Rachiem pada kesempatan yang sama menuturkan bahwa tantangan guru adalah menyiapkan peserta didik untuk dapat bertahan hidup di zamannya. Untuk itu, perlu dilakukan pemetaan kepribadian, gaya belajar, hingga passion-nya.

“Setiap peserta didik memiliki gaya belajar berbeda antara satu dengan lainnya, sehingga peserta didik perlu arahan dan pendampingan yang tepat,” terang Rachiem. (Ed/KIM Moyudan)




Cegah Stunting, Kalurahan Sinduharjo Gelar Penyuluhan Kesehatan

Tanpa disadari, stunting dapat disebabkan sejak anak berusia dini. Akibat ibu tidak memperhatikan pola makan sejak dini, anak akan kurang gizi sehingga beresiko besar terjadinya stunting.

Untuk mencegah terjadinya stunting tersebut, Puskeskal Sinduharjo bekerja sama dengan Puskesmas Ngaglik mengadakan Penyuluhan Kesehatan dan Pemberian Tablet Tambah Darah (Tablet FE) pada Minggu (11/4/2021), bertempat di Rumah Dukuh Banteng, Ismadi, yang berada di Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik.

Rini Anggraheni, Bidan Kalurahan Sinduharjo menyebutkan penyuluhan yang dilakukan diikuti oleh 18 orang remaja putri. “Dari 18, ada 4 orang yang memerlukan penanganan lebih lanjut dan diharapkan bisa konsultasi di pelayanan kesehatan,” ujar Rini.

Pada kesempatan tersebut, Rini juga menggarisbawahi mengenai pentingnya dilakukan pemantauan sejak dini terhadap kesehatan remaja putri. Hal tersebut katanya untuk segera mengetahui resiko masalah yang terjadi terhadap remaja putri tersebut.

“Karena saat ini, banyak remaja pola makannya yang kurang terkontrol, karena adanya makanan siap saji sehingga asupan nutrisi yang dibutuhkan kurang. Sehingga apabila tidak berupah dapat berefek saat nanti menikah dan punya anak bisa stunting,” jelas Rini.

Pelaksanaan penyuluhan sendiri akan diadakan di 17 Padukuhan di Kalurahan Sinduharjo sebagai upaya untuk terbebas dari masalah stunting yang saat ini dinilai tinggi. (KIM Ngaglik/SPN)