MTs N 4 Sleman Salurkan Bantuan Untuk Siswa dan Warga Kurang Mampu

Sleman – Memasuki bulan suci Ramadan, sejumlah pihak menggelar sejumlah aktivitas sosial berbagi guna membantu sesama. Tak terkecuali pada lembaga pendidikan layaknya Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 4 Sleman yang membagikan bantuan kepada siswa dan warga sekitar sekolah di Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Sabtu (10/4/2021).

Menurut Kepala MTs N 4 Sleman, Istoyo Bambang Irianto, kegiatan rutin tiap tahun ini merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap siswa dan masyarakat dalam menyongsong bulan Ramadan.

“Setiap mau puasa, agar fakir miskin di sekitar kita dan anak-anak kita itu tidak terjadi kekhawatiran tidak dapat sahur maupun berbuka,” ujar Istoyo.

Istoyo menuturkan bahwa bantuan yang dibagikan bersumber dari dana Badan Amil Zakat Nasional Daerah (Baznasda), Taktis, serta guru PNS. Adapun bantuan yang diberikan berupa paket sembako yang terdiri dari beras 5kg, gula, minyak, mie, dan sirup.

Tak hanya dibagikan pada siswa dan masyarakat sekitar, kegiatan bakti sosial ini juga dibagikan pada Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

“Jadi yang utama di dalam bakti sosial itu, sasarannya adalah fakir miskin di sekitar kita, itu ada dua dusun sekitar 35 orang. Yang kedua, sasarannya adalah siswa-siswa yang kurang mampu, itu ada sekitar 5 anak tiap kelas dari total 18 kelas, jadi ada 90 anak. Kemudian bapak ibu guru GTT dan PTT. Totalnya 154 orang,” jelas Istoyo.

Untuk teknis pembagian, penerima bantuan mendatangi langsung ke sekolah, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan pembagian sesi.

Berkat adanya kegiatan bakti sosial ini, sejumlah penerima bantuan pun merasa terbantu. Misalnya saja Sumiyati, warga sekitar sekolah.

“Matur nuwun pun paringi meniko. Alhamdulillah merasa terbantu sekali, aku kan barusan suamiku meninggal, apalagi masih ada anak kecil kelas 5 dan umur sudah 57, jadi terimakasih banget. Mugi-mugi MTs lebih maju, guru-guru mendapat rahmat Allah,” ungkap Sumiyati.

Begitu juga bagi Tri, wali dari siswa Romi Darmayanti yang berterimakasih kepada MTs 4 Sleman karena telah membantu keluarga yang kekurangan.

Sementara itu, Samsul Arif, selaku guru GTT penerima bantuan merasa kegiatan ini amat membantu. Ia juga berharap agar kegiatan bermanfaat seperti bakti sosial ini dapat terus berlanjut dikemudian hari.

“Alhamdulillah program seperti ini tentunya sangat membantu ya, khususnya untuk guru-guru GTT dan PTT baik juga ekstrakulikuler. Dan ini tentunya sebagai kepedulian dari madrasah kepada kami yang berstatus GTT dan TTP. Semoga bisa dilaksanakan terus untuk masyarakat di sekitar sini,” tuturnya. (Rep Afiqa)




Irigasi Kunci Peningkatan Produksi Pangan

Depok – Penyediaan air irigasi bagi petani menjadi salah satu kunci yang mendukung peningkatan produksi pangan pertanian dan perikanan. Terjaminnya penyediaan air irigasi ini bisa diupayakan melalui peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Karno Anggoro, Ketua P3A Mekarsari menegaskan betapa perlunya melakukan upaya penguatan atau pemberdayaan kelembagaan petani pemakai air sebagai ujung tombak dalam peningkatan produksi pangan.”P3A mengelola atau memelihara jaringan irigasi tersier dan mencari solusi secara lebih mandiri terhadap persoalan-persoalan menyangkut air irigasi yang muncul di tingkat usaha tani,” jelas Karno saat rapat rutin P3A Mekarsari di Padukuhan Janti, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Jumat (9/4/2021).

Hadir dalam rapat tersebut, Ulu-ulu Kalurahan Caturtunggal, Andi Suwarno menyampaikan bahwa Pemerintah Kalurahan Caturtunggal siap untuk melakukan fasilitasi dan pendampingan kepada kelompok P3A Mekar Sari DI Pulodadi. “Selama ini pendampingan dan perhatian dari Kalurahan Caturtunggal, selain dengan pembinaan juga dengan rehabilitasi. Pada tahun 2018 lalu dilakukan kerjabakti bersama Lurah Caturtunggal dan P3A Mekarsari dalam pengecekan jaringan irigasi DI Pulodadi yang meliputi Puluhdadi, Kledokan, Janti, sampai Jeruk Legi Banguntapan. Juga dilakukan rehabilitasi jaringan tersier, misalnya di Janti, Gowok, dan Ambarukmo pada tahun 2020 lalu,” terang Andi Suwarno.

Berbagai usulan, saran, dan masukan mengalir dalam rapat ini yang harapannya dapat segera ditindaklanjuti bersama guna meningkatkan produktifitas petani setempat. Termasuk rencana penerbitan SK dan pengukuhan struktur kepengurusan yang baru kelompok P3A Mekar Sari yang pada tahun 2021 mengikuti perubahan nomenklatur Kalurahan serta pergantian unsur pimpinan Ulu-ulu.

Di Kalurahan Caturtunggal saat ini terdapat 3 Daerah Irigasi (DI) yang meliputi DI Pulodadi, DI Nologaten, DI Ngebruk dan DI Glendongan. Pengecekan jaringan irigasi akan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Dan Energi Sumber Daya Mineral DIY pada Agustus mendatang dan rencana pembangunan juga oleh dinas terkait.(Danang/KIM Depok)




Membentuk Generasi Islami dengan Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Alquran

Depok – Kemampuan mengajar ustadz/ustadzah Taman Kanak-Kanak Alquran (TKA) dan Taman Pendidikan Alquran (TPA) menjadi salah satu indikator kesuksesan dalam pembelajaran Alquran. Untuk itu perlu upaya meningkatkan pengetahuan dan kompetensi bagi para pengajar TPA agar para santri bisa menangkap materi dengan baik sehingga tercipta generasi Qurani yang berkarakter, islami, dan berwawasan global.

Namun, di tengah pandemi covid-19 ini diakui memang ada kendala dalam proses belajar mengajar. Jika sebelumnya kegiatan TPA dilaksanakan dengan tatap muka, namun kini harus menyesuaikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19. Ketika pembelajaran jarak jauh menjadi opsi yang harus dilakukan, nyatanya tidak semua TPA memiliki fasilitas memadai untuk mendukung pembelajaran secara daring.

Merespon hal tersebut, rata-rata kegiatan TPA tetap berjalan dengan metode tatap muka langsung. “Seperti yang disampaikan oleh Mendikbud bahwa jangan sampai ada lost generation karena terlalu lama pelajaran online. Ya mau tidak mau memang belajar Alquran bagi anak-anak tetap harus dengan tatap muka”, ujar Mujiono, Ketua Badan Koordinasi (Badko) TKA/TPA Kabupaten Sleman saat memberikan sambutan kegiatan Pelatihan Taklim Lintas Unit dengan tema Menjadi Pendidik, Mengajar Dengan Hati di Kantor Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Sabtu (10/4/2021).

Pelatihan ini diinisiasi oleh Badko TKA/TPA Rayon Kapanewon Depok, Sabtu (10/4/2021) dan diikuti 56 pengajar TPA di lingkup Kapanewon Depok. Acara dibuka oleh Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Fraksi Partai PKS Daerah Pemilihan Depok Berbah, M. Agus Mas’udi.

Agus menyatakan mendukung kegiatan ini, terlebih menjelang Bulan Ramadhan yang sudah dekat. “Bulan yang sering disebut Bulan Alquran ini, tentunya akan banyak kegiatan ibadah, salah satunya mentadhaburi Alquran. Di sinilah peran para ustadz/ah sangat diperlukan untuk membentuk kepribadian anak yang berakhlak mulia. Saya berharap, dari pelatihan ini tercipta kreativitas, semangat belajar tiada henti, dan siap mengawal kegiatan Badko,” ujar Agus.

Dalam pelatihan ini Badko juga menghadirkan motivator, dosen, sekaligus pakar hypnotherapy Hasan Abdullah Alkaff. Bang Hasan, demikian akrab disapa, memulai pelatihan dengan ice breaking agar para peserta tertarik mengikuti pelatihan. Metode ini pula yang dia harapkan dimiliki para ustadz TPA.

“Bapak ibu perlu belajar mencairkan suasana ketika memulai mengajar. Seperti pesawat terbang, dua hal  yang penting adalah ketika take off dan landing, saat memulai dan mengakhiri. Pembukaan yang baik, tentunya akan berkesan di hati para anak-anak TPA, ” ujar Bang Hasan yang sehari-hari juga berprofesi sebagai dosen tersebut.

Bang Hasan menyarankan agar para pengajar TPA memilih kata atau diksi yang positif. Sehingga perlu membiasakan bertutur kata yang baik. Kata-kata negatif harus dihindari. “Jangan katakan anak itu bodoh, tapi katakan ia belum mampu, sehingga auranya positif,” ujarnya.

Motivator yang dikaruniai 6 anak tersebut, berbagi pengalaman ketika mengajar di kampus. Perlu ada strategi mengajar karena beragam usia dan latar belakang. Demikian pula ketika mengajar TPA, perlu ada pembedaan agar sesuai dengan kemampuan dan usia anak. Diharapkan melalui pelatihan ini, para ustadz/ah bisa memperoleh ilmu dan perubahan tindakan agar proses belajar dengan hati bisa tercapai sehingga kegiatan TPA menjadi lebih menyenangkan.(Andri/KIM Depok)




Pengurus Takmir Masjid Darul Hikmah Dilantik, Umat Harus Nyaman Beribadah

Depok – Kepengurusan Takmir Masjid Darul Hikmah Kompleks Kantor Kapanewon Depok Kabupaten Sleman periode 2021-2025 sudah terbentuk dengan Haji, terpilih sebagai ketua. Sebanyak kurang lebih 28 orang pengurus baru dilantik oleh Sayuti, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Cabang Depok di Gedung Sasana Anglocita Tama, Kantor Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Jumat, (9/4/2021).

Sayuti berharap kepengurusan yang baru bisa membawa visi yang jelas mengingat Masjid Darul Hikmah ini berada di kompleks perkantoran yang berada di pinggir Jalan Ring Road. “Gambaran visi tersebut antara lain bagaimana upaya takmir untuk menjadikan Masjid Darul Hikmah sebagai masjid transit, tetap nyaman ketika digunakan jamaah. Bisa dengan penambahan fasilitas air minum gratis, sehingga jamaah yang dari jauh, berkendara dan mampir di masjid betah beribadah di sini,” tutur Sayuti saat memberikan pengarahan usai melantik pengurus takmir.

Masyarakat pengguna layanan yang ada, pas waktu-waktu salat bisa beribadah di sini misalnya waktu sholat dhuha, sehingga masjid bisa lebih makmur. “Mungkin bisa dengan memasang tulisan-tulisan yang menarik jamaah agar masyarakat yang sedang mengurus layanan sambil menunggu pelayanan, bisa mampir di masjid dengan segala fasilitas pendukungnya,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Panewu Depok, Abu Bakar saat memberikan pembinaan kepada pengurus takmir yang baru tersebut. Terlebih, rencana pembangunan jalan tol Jogja Solo akan segera dimulai dan kemungkinan serambi masjid di sisi selatan terdampak. “Untuk itu perlu dipikirkan bersama bagaimana merelokasi tempat wudhu yang berdekatan dengan Jalan Ring Road, entah itu di sisi utara Masjid atau sisi barat Masjid”, kata Abu.

Lebih lanjut Abu menyampaikan tentang kegiatan Masjid Darul Hikmah yang selama ini baru sebatas pelaksanaan salat wajib. Padahal di lokasi yang sama juga ada kantor sekretariat Badan Koordinasi (Badko) TKA/TPA Rayon Depok. “Saya harap bisa berkolaborasi dengan pengurus Badko, sehingga masjid lebih makmur. Kemarin sudah ada rencana kegiatan dari BADKO tentang pelatihan animasi, silakan bisa memanfaatkan kompleks masjid,” imbuh Abu.

Ketua Takmir terpilih Sun Haji pun mengajak seluruh pengurus agar memaksimalkan perannya. Pengurus takmir yang berlatar belakang beragam seperti dari Muhammadiyah, NU, Remaja Masjid, Masyarakat, KUA, PKK, dan lain-lain tersebut diharapkan tidak lagi membawa baju masing-masing, melainkan baju yang sama yakni takmir masjid. “Tidak ada lagi saya dari unsur mana, kamu dari mana, kita satu visi. Diharapkan jelang Ramadhan nanti, pengurus takmir bisa berkumpul untuk duduk bersama membahas kegiatan dalam rangka memakmurkan masjid,” ujar Sun Haji.

Sun Haji pun menerangkan gambaran singkat masing-masing bidang mulai dari bidang idarah, imarah, dan ri’ayah. Bidang-bidang tersebut sudah dirinci dalam lampiran Keputusan Panewu Depok Nomor 12/KPTS/III/2021. “Mari bersama-sama kita perbaiki kekurangan-kekurangannya. Misal yang adzan diseragamkan, khotib juga demikian, agar jamaah lebih nyaman dan betah,” pungkasnya.(Andri Afriyanto/KIM Depok)




Tradisi Jamasan Pusaka Untuk Bersihkan Aura Negatif Kehidupan

Tradisi Jamasan Pusaka merupakan salah satu rutinitas yang identik dilakukan pada bulan Suro. Di sisi lain, jamasan pusaka dapat pula dilakukan saat memasuki bulan suci Ramadan maupun menjelang hari jadi daerah. Layaknya Pemerintah Kabupaten Sleman yang melakukan jamasan pusaka di Barat Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, DIY, Jumat (9/4/2021).

“Idealnya 1 tahun sekali bertepatan bisa pada bulan Suro atau pada peristiwa rutin tetap mungkin, semacam ini kita menjelang hari jadi,” tutur Singgih selaku pelaksana jamasan pusaka.

Singgih juga menyebutkan, pusaka yang dibersihkan ini ialah tombak pusaka Kabupaten Sleman pemberian dari Sinuwun Ngarso Dalem Hamengku Buwana X yang diberi nama Tombak Kyai Turun Sih. Filosofi dari pusaka ini adalah menumbuhkan dan memancarkan rasa kepedulian bagi para pejabat pemerintahan maupun seluruh masyarakat di Kabupaten Sleman.

Tidak hanya tombak, beberapa keris turut dilakukan jamasan. Jamasan ini dimaksudkan guna mencegah karat selama penyimpanan dalam satu tahun terakhir akibat kelembaban. Sebab, karat dianggap dapat mempengaruhi pancaran energi dan doa yang terekam dalam bilah pusaka. Namun, pada dasarnya tujuan penjamasan pusaka ini adalah pembersihan kotoran, baik secara fisik maupun nonfisik pada Pusaka Kanjeng Kyai Turun Sih.

“Kotoran yang tidak tampak kalo kita gambarkan mungkin semacam aura-aura negatif yang selama setahun ini mewarnai kehidupan kita,” kata pria yang tinggal di Berbah, Sleman ini.

Singgih menuturkan ada tiga fungsi dilakukan pembersihan ini, yaitu yang pertama adalah mencegah karat dengan menutup pori-pori dari karat. Kemudian, yang kedua menghitamkkan bilah. Dan yang ketiga memutihkan pamor bilah yang bergaris-garis. “Dengan gabungan tiga itu, nanti pusaka akan kelihatan lebih cemerlang, indah, dan bersih,” imbuhnya.

Adapun pembersihan pusaka ini dilakukan bertahap yang dimulai dengan proses mutih, marangi, dan setelahnya dibasuh dengan air bunga setaman.

“Prosesnya menjamasi sama mewarangi. Menjamasi itu prosesnya memutihkan bilah dari minyak yang menempel. Kemudian marangi adalah proses memberikan larutan anti karat,” jelasnya.

Dalam hal ini, larutan air jeruk nipis lokal dan arsen digunakan untuk membersihkan pori-pori bilah dari karat.

Singgih berharap, dengan melakukan jamasan ini aura serta pikiran negatif dapat tersucikan. Sehingga, lahirlah kebersihan hati, pikiran, rasa toleran, dan saling pengertian antar masyarakat dalam membangun serta memajukan Kabupaten Sleman. (Rep Afiqa)