Cegah Stunting, Condongcatur Gelontorkan 80 Juta untuk Posyandu

Depok – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menyerahkan anggaran program pencegahan stunting dari Dana Desa kepada 40 posyandu balita yang tersebar di 18 padukuhan di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (6/5/2021).

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji dalam sambutannya menyampaikan bahwa Dana Desa Condongcatur Tahun 2021 tak hanya untuk pembangunan fisik. “Selain pembangunan fisik di padukuhan, prokasih (program kali bersih), BLT, dan penanganan Covid-19, juga ada untuk pencegahan stunting sebesar Rp80 juta yang dibagikan kepada 40 posyandu balita yang ada di Kalurahan Condongcatur,” terang Reno.

Dengan adanya bantuan dana desa sebesar Rp2 juta per posyandu ini, pencegahan stunting bisa dilakukan dengan pemberian gizi kepada kelompok sasaran beresiko stunting seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu dengan balita.

Penanganan stunting menjadi salah satu prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2021 seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Dana Desa Tahun 2021 sebagaimana disebutkan pada Bab II Prioritas Penggunaan Dana Desa untuk pemulihan ekonomi nasional. Sesuai kewenangan desa diprioritaskan untuk pencapaian SDGs Desa dalam pasal 6 ayat 2 huruf c yaitu penguatan ketahanan pangan dan pencegahan stunting di desa untuk mewujudkan desa tanpa kelaparan.

SDGs Desa adalah upaya terpadu mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, desa ekonomi tumbuh merata, desa peduli kesehatan, desa ramah perempuan, desa berjajaring, dan desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama sehingga anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir yang umumnya disebabkan asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Turut hadir dalam penyerahan dana stunting ini Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, Kepala Puskesmas Depok II, penyuluh KB Kalurahan Condongcatur, BPKal Condongcatur, lembaga kalurahan (LPMK, PKK, Karangtaruna), Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta dihadiri Kasi, Kaur, Dukuh, serta 40 ketua posyandu balita.
(Wasana – Kim Depok)




Kalurahan Caturtunggal Bagikan Bantuan untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas

Depok – Lansia dan penyandang disabilitas merupakan prioritas warga yang mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kalurahan Caturtunggal. Sebagai wujud bentuk perhatian serta kepedulian itu, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menyampaikan bantuan kepada Lansia dan penyandang disabilitas di rumahnya masing-masing yang berada di wilayah Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (6/5/2021).

Paket bantuan ini disalurkan kepada lima warga yang tersebar di lima padukuhan,yakni Padukuhan Samirono, Sagan, Santren, Papringan, dan Janti. Pendistribusian bantuan tersebut dilakukan secara langsung dengan mendatangi satu persatu ke rumah warga penerima bantuan. “Sasaran utama distribusi bantuan ini adalah masyarakat pra sejahtera khususnya lansia dan disabilitas. Hal ini dikarenakan mereka yang lebih membutuhkan bantuan dengan kondisi fisik dan pikiran mereka yang sudah menurun,” jelas Agus Santoso.

Penyaluran dilakukan langsung oleh Lurah Caturtunggal, Agus Santoso, didampingi kamituwo serta Ketua BPKal Caturtunggal dan Dukuh setempat. Paket bantuan yang diberikan berupa sembako, alat bantu jalan/kursi roda, dan perlengkapan lainnya seperti diaper dan underpad. Total bantuan yang diberikan senilai Rp11,8 juta berasal dari dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah.

Program serta perhatian kepada warga lansia dan penyandang disabilitas ini nantinya akan terus dilakukan secara berkesinambungan, dan Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menyatakan akan membuka kemitraan dengan pihak terkait baik itu melalui CSR atau program lainnya, agar semakin banyak lagi masyarakat yang membutuhkan dapat terlayani dengan baik. (Danang/KIM Depok)




Sambut Lebaran 2021, Kapanewon Gamping Gelar Bazar UMKM dan Pasar Murah

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriyah, Pemerintah Kapanewon Gamping menyelenggarakan kegiatan bertajuk pasar lebaran di Pendopo Kapanewon Gamping, Rabu (5/5/2021). Rangkaian kegiatan mencakup pasar murah sembako, bazar produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), demo proses produk UMKM, serta konsultasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), Ijin Usaha Mikro Kecil (IUMK), dan ijin produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) bagi pemilik usaha yang belum memiliki perijinan.

Kegiatan sendiri dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang dipantau langsung oleh Satgas penanganan COVID-19, dibantu personil Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kapanewon Gamping.

Kegiatan yang juga termasuk program subsidi sembako yang diinisiasi Pemerintah Kapanewon Gamping ini dibuka secara langsung oleh Panewu Gamping sekaligus Ketua Satgas COVID-19, Ikhsan Waluyo dihadapan peserta bazar yaitu 30 pelaku UMKM dari Kalurahan Trihanggo, Nogotirto, Banyuraden, Ambarketawang, dan Balecatur yang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh pengurus Forum Komunikasi UMKM Gamping. Adapun tujuannya memberikan dana subsidi bagi warga masyarakat yang berdomisili di wilayah Gamping dalam masa pandemi COVID-19 untuk meningkatkan daya beli guna memenuhi kebutuhan sembako menyambut hari raya lebaran 2021 beberapa hari lagi.

“Selain menyediakan 330 paket sembako yang terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, telor ayam, mi instan, dan sirup, kami juga ingin mempromosikan produk-produk UMKM yang ada di wilayah Kapanewon Gamping dengan harapan produknya bisa dikenal dan dibeli oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM yang dibina dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi,” tutur Ikhsan.

Turut hadir dalam pasar murah kali ini, Ketua Forkom UMKM Gamping, Diaz Ecoprint didampingi Rere Rully selaku pengurus yang ikut melayani konsultasi pembuatan NIB maupun IUMK secara online bagi pelaku usaha yang belum memiliki perijinan dari Lembaga Online Single Subnission (OSS) dengan menunjukkan KTP elektronik.

“Kemudahan berusaha dalam berbagai skala turut didorong oleh pemerintah dengan melakukan reformasi struktural, termasuk dengan reformasi sistem perizinan. Penerapan OSS diharapkan dapat efektif mengurangi birokrasi dan mempermudah para pelaku usaha. NIB sebagai identitas pelaku usaha sedangkan IUMK sebagai bukti identitas usaha yang dijalankan pada skala mikro kecil,” ungkap Rere.

Di akhir kegiatan, Panewu Gamping, Ikhsan Waluyo mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat Gamping yang telah tertib mematuhi protokol kesehatan COVID-19 dalam mengikuti kegiatan pasar murah tersebut agar tetap sehat dan dapat merayakan Idulfitri secara aman dan nyaman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Peringati Hari Kartini, KPT Sleman dan Yayasan Astagina Adi Cahya Gelar Bakti Sosial

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Komunitas Perempuan Tangguh Sleman (KPTS) bekerja sama dengan Yayasan Astagina Adi Cahya mengadakan kegiatan bakti sosial untuk lansia dan anak yatim piatu pada Selasa (4/5/2021). Bertempat di Padukuhan Kebur Kidul, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, kegiatan bakti sosial yang dilakukan didamping langsung oleh Panewu Cangkringan dan Lurah Argomulyo.

Suparmono, Panewu Cangkringan menyambut baik kegiatan bakti sosial yang dilakukan berdekatan dengan lebaran tahun 2021 yang masih berlangsung di tengah masa pandemi ini. “Semoga bisa menjadi obat untuk para lansia yang sedang merasa kangen anak cucu mereka, karena tidak dapat melakukan mudik lebaran,” ungkap Suparmono.

Ia juga mengapresiasi para lansia yang sudah ikut serta dalam melakukan pencegahan terhadap penularan COVID-19 dengan telah mengikuti program vaksinasi yang diinisiasi oleh pemerintah. “Semoga pandemi segera berakhir dan para lansia terbebas dari terpapar COVID-19,” ujarnya.

Hal ini juga didukung oleh Lurah Argomulyo, Danang Hendri Bintoro yang tetap meminta para warga, khususnya warga Argomulyo untuk tetap terus menjaga kesehatan agar terhindar dari COVID-19.

Sementara itu, Ketua KPTS, Susi pada kesempatan tersebut mengajak para peserta untuk aktif dalam kegiatan pertanian, meskipun pandemi COVID-19 masih melanda. Menurutnya, jangan jadikan pandemi sebagai penghalang untuk masyarakat tidak produktif, terutama dalam hal pertanian. “Karena warga pasti butuh asupan kebutuhan makanan pokok, maupun sayuran,” ujar Susi.

Inung, perwakilan Astagina Adi Cahya berharap bantuan yang diberikan ini dapat memberikan manfaat dan mendukung kebutuhan anak-anak penerima bantuan dalam mengejar cita-cita mereka. Inung berpesan agar anak-anak tersebut sebagai generasi penerus bangsa harus terus semangat untuk mencapai cita-citanya.

“Jangan menyerah untuk menggapai impian kalian, mau berusaha, Tuhan yang akan memberikan jalan,” pesan Inung. (Marmansyah/KIM Cangkringan)