Sasar Lansia, Puskesmas Minggir Gelar Vaksinasi Massal

Minggir – Sesuai arahan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan agenda Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai tindak lanjut penanganan kasus COVID-19, Puskesmas Minggir bekerjasama dengan pemerintah Kalurahan Sendangsari menyelenggarakan vaksinasi massal tahap 1 bagi kelompok lanjut usia (lansia) masyarakat di Kalurahan Sendangsari Kapanewon Minggir di Aula Kalurahan Sendangsari, Jumat (7/5/2021).

Lurah Sendangsari, Affan Nur Hisan menyebutkan bahwa vaksinasi diberikan kepada 401 lansia dari sejumlah padukuhan. Pemberian layanan pada tiap padukuhan dibagi berdasarkan penjadwalan yang sudah ditentukan.

“Total 401, tapi yang Sutan sama Denokan jadwalnya belum ditentukan tapi sudah terdata. Kalau yang sekarang yang sudah baru Pranan, Jogorejo, Badran Kidul, Dalangan, Plembon, Bandan. Untuk hari ini ada 3 padukuhan yang dilayani di Puskesmas Minggir yaitu Dalangan, Plembon, Bandan. Untuk di Sendangsari ada padukuhan Gatak, Parakan Kulon jam 10-11, Parakan Wetan jam 11-12,” jelasnya.

Kendati telah divaksinasi, ia menekankan kepada masyarakat untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan. Pasalnya kolaborasi antara vaksinasi dan prokes penting sebagai upaya mengendalikan penyebaran COVID-19.

“Sementara ini Sendangsari masuk zona hijau, kami sangat berharap dengan vaksinasi ini zona hijau bisa kami pertahankan sampai seterusnya. Soalnya dengan vaksin saja kemampuannya 70%, yang 30% tetap prokesnya. Jadi semoga dengan vaksin ini lebih membuat kami optimis untuk mempertahankan di zona hijau,” pungkas Affan.

Sejalan dengan itu, Penanggungjawab Imunisasi Puskesmas Minggir selaku Koordinator Vaksinasi Sendangsari, Emirita mengungkapkan bahwa vaksinasi kali ini diberikan pada 188 lansia di 3 padukuhan. “Gatak sasarannya sekitar 60, Parakan Kulon ada 49, Parakan Wetan ada 79,” ungkapnya.

Sebelum menerima vaksinasi, sejumlah lansia harus melewati tahap pemeriksaan terlebih dahulu. Diantaranya ialah pendataan data diri, screening covid dengan pengukuran suhu dan pertanyaan, pengukuran tekanan darah, kemudian screening dokter, barulah pemberian vaksin bisa dilakukan.

Menurut Emirita, dari tahapan vaksinasi tersebut, kebanyakan lansia tidak lolos dalam pemeriksaan tekanan darah. “Dari beberapa lansia di padukuhan Gatak ada beberpa yang tidak layak karena tensinya ada yang 200, jadi distabilkan dulu. Nanti kalau sudah stabil diterapi oleh dokter, dan sokter sudah merekomendasikan untuk divaksin maka lansia tersebut bisa dating ke fasilitas Puskesmas Minggir untuk diberikan vaksinnya,” tuturnya.

Dari Dusun Parakan Kulon pun terdapat lansia yang tidak dapat lolos vaksinasi karena kendala tensi. Misalnya saja Musinah (64) yang terhenti di tahap pengecekan tekanan darah karena hasil tensi 185/110.

Walaupun telah divaksin, Emirita menghimbau masyarakat untuk tetap menjalankan prokes dan mengajak lansia lain melakukan vaksinasi. “Kami tekankan untuk prokesnya tetap diterakan, karena vaksinasi itu juga butuh waktu untuk memberikan kekebalan, apalagi ini baru dosis 1. Kami sarankan para lansia untuk berbagi pengalaman pada lansia lain yang belum agar tergerak datang,” imbaunya.

Sementara itu, para peserta vaksinasi memberikan tanggapan positif dan harapan yang besar terhadap proses vaksinasi yang terus digencarakan. Misalnya saja Wakijo (61) dari Parakan Wetan yang berharap vaksinasi ini bisa meminimalisir tertular COVID-19. Pun bagi Tri asal Gatak yang berharap vaksiniasi dapat membebaskan masyarakat dari pandemi yang melanda. “Mudah-mudahan masyarakat desa Sendangsari bebas dari penyakit ini,” tuturnya. (Rep Afiqa)




Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Pemkab Sleman Serahkan Bantuan Ambulans untuk Warga Candibinangun

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyerahkan 1 unit mobil ambulans untuk Kalurahan Candibinangun. Penyerahan  dilaksanakan di Halaman Kantor Kalurahan Candibinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Jumat (7/5/2021).

Usai menyerahkan mobil ambulans tersebut, Kustini Sri Purnomi menyampaikan bahwa penyerahan unit mobil ambulans ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Sleman oleh Pemerintah Daerah.

“Mobil ambulans ini milik bersama, tolong dijaga dan dirawat. Pengadaan mobil ambulans ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ucap Kustini.

Ia berharap, setelah adanya ambulans ini, pelayanan kesehatan di Candibinangun tersebut menjadi lebih optimal serta tingkat kesehatan masyarakat Kabupaten Sleman diharapkan mengalami peningkatan.

Kustini juga berpesan agar seluruh masyarakat di Kalurahan Candibinangun tetap menjaga kekompakan, saling hormat menghormati sesama, menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga Kalurahan Candibinangun dan Kapanewon Pakem tetap kondusif seperti saat ini

Disisi lain Kustini juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga Protokol kesehatan.

“Di tengah pandemi COVID 19 ini masyarakat tetap menerapkan Cita Mas Jajar, yakni Rajin mencuci tangan, Memakai Masker dan jaga jarak,” ujar Kustini.

Sementara itu Lurah Candibinangun Sismantoro mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman  yang telah menyerahkan unit mobil ambulans bagi warga Candibinangun.

Bantuan Ambulans tersebut juga berkat kerjasama Pemkab Sleman dengan PDAM Sleman dan Bank Sleman. (Humas Sleman)




PISEW Diharapkan Dapat Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Moyudan

Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang besar di berbagai sektor. Tidak hanya aspek kesehatan, pandemi yang telah berlangsung selama lebih dari 1 tahun ini juga mempengaruhi kondisi sosial, politik, dan ekonomi di masyarakat. Salah satu yang paling terdampak adalah kondisi ekonomi masyarakat. Menurunnya daya belu membuat aktivitas perdangangan terganggu yang menyebabkan banyak usaha yang mengalami kemacetan hingga kebangkrutan. Sehingga, diperlukan langkah strategis guna mendorong dan mengembangkan kebutuhan ekonomi tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah melalui Kementerian Pekekrjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembangkan program unggulan yakni Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).

“PISEW bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan infrastruktur yang mendorong pertumbuhan ekonomi,” papar Arifin, Panewu Moyudan pada Jumát (07/05/2021) saat melakukan peninjauan dan monitoring lapangan pekerjaan PISEW berupa pembangunan kios-kios di Pasar Gamplong, Sumberahayu dan Pertashop d Gesikan Sumbersari, Moyudan, Kabupaten Sleman.

Program PISEW ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi geliat ekonomi warga masyarakat di Padukuhan Gamplong, karena juga didukung oleh keberadaan studio alam yang dapat menarik perhatian banyak wisatawan untuk berkunjung. Sementara tu, adanya Pertashop di Gesikan, Kalurahan Sumbersar akan memberikan kemudahan bagi masyarakat memperoleh bahan bakar berkualitas.

“Kemudahan ini sangat mendukung aktivitas perekonomian masyarakat setempat,” ujar Arifin. (Edy/KIM Moyudan)




Penuhi Kebutuhan, Siswi MAN 4 Sleman Produksi Mandiri Kue Lebaran

Momen lebaran membuat permintaan terhadap kue lebaran meningkat pesat. Tradisi yang telah melekat dengan masyarakat membuat kebutuhan akan kue lebaran menjadi cukup penting, sehingga tidak jarang harga kue-kue tersebut melambung di pasaran.

Memanfaatkan hal tersebut, Siswi MAN 4 Sleman melakukan praktik pembuatan kue lebaran yang nantinya akan dijual di pasaran.

“Beberapa Siswi program peserta program Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) melakukan praktik memproduksi kue kering khas lebaran. Produknya antara lain nastar, kastengel dan cornflake cookies pesanan dari Bapak Ibu guru Manesa,” jelas Umi Hidayati guru APHP usai mendampingi praktikan Kamis (6/5/2021) di ruang tata boga MAN 4 Kabupaten Sleman.

Hasil dari produksi para siswi tersebut, kata Umi, mendapat apresiasi dan ketertarikan yang tinggi dari para guru dan pegawai di MAN 4 Sleman. Seluruh hasil produksinya habis dipesan oleh para guru dan pegawai, bahkan ada yang tidak kebagian.

“Hari ini anak-anak kita ajak praktek produksi lagi dan mereka cukup bersamangat. Minggu lalu anak-anak memproduksi roti serupa hingga 50 toples dan semua terjual. Mudah-mudahan ini jadi pengalaman praktek dan bagaimana melihat peluang bisnis,” lanjut Umi.

MAN 4 Sleman sendiri telah melengkapi peralatan canggih dalam mendukung kegiatan praktik produksi APHP. Beberapa diantaranya adalah peralatan mesin oven berlabel GETRA yang mendukung kapasitas produksi cukup besar.

“Kapasitas Getra Gas Baking Oven 2 deck untuk 4 loyang besar ukuran 60 x40 cm. Mesin ini mempergunakan sumber energi listrik dan gas. Semua bisa diprogram mulai dari suhu, durasi waktu masak, terpantau sejak awal hingga selesai otomatis. Panas maksimal bisa mencapai 300 derajat, bisa memproduksi makanan dalam jumlah besar, sangat cocok untuk praktek produksi APHP sebagai bekal berwirausaha,” jelas Umi.

Produksi kue kering dari para Siswi MAN 4 Sleman tersebut diberi brand dengan nama Manesa Cookies and Bakery.

“Masih ada banyak permintaan, maka kami memberi tantangan kepada siswa untuk praktek lagi, dan Insyaallah Sabtu 8 Mei akan praktek produksi lagi, guna memenuhi permintaan warga madrasah,” pungkas Umi.

Mohamad Yusuf, kepala madrasah menyambut baik pelaksanaan praktek produksi para siswa. Ia berharap program APHP ini bisa memberikan bekal life skills bagi siswa sehingga kelak menjadi warga masyarakat yang kreatif dan tangguh, serta survive di zamannya. Mengingat masih pandemi, kegiatan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (edy/KIM Moyudan)