Simulasi SOP Wisata di Kaliurang

Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan aspek penting dalam mewujudkan pengelolaan wisata yang profesional, efektif, dan efisien. Di masa pandemi virus COVID-19, penerapan SOP perlu ditingkatkan dengan memasukan protokol kesehatan dalam parameternya. Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman bekerja sama dengan pengelola Taman Pelangi Kaliurang mengadakan kegiatan simulasi SOP guna persiapan rencana festival di objek wisata Gardu Pandang Kaliurang, Senin (10/5/2021).

Simulasi dipimpin oleh Marketing Operasional Taman Pelangi dengan didampingi Dukuh Dusun Kaliurang Timur, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Sleman, perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, dan Polres Sleman.

Dukuh Dusun Kaliurang yang juga bertindak sebagai Koordinator Parkir, Angga menyampaikan bahwa pelaksanaan SOP menjadi tahapan penting mengingat rencana festival akan dilaksanakan pada masa pandemi. Oleh karena itu, telah terbentuk rencana SOP terkait mitigasi bencana Merapi dan prokes COVID-19.

“Kita menyiapkan 2 kantong parkir, ada disebelah utara Gardu Pandang, satu tempat untuk mobil dan lainnya untuk kendaraan bermotor. Terkait dengan mitigasi bencana, semua kendaraan nanti akan menghadap ke jalan atau luar. Letak lokasi juga sudah di antara 6 sampai 7 km. Semua jalur ke arah naik adalah one way, artinya nanti motor dan mobil kita pisahkan,” jelas Angga.

Apabila tempat parkir yang telah disiapkan mengalami kendala, Angga telah mengantisipasi tempat di beberapa ruas jalan dan tempat penduduk. Terkait dengan prokes, ia mengungkapkan bahwa semua petugas dan pengunjung diwajibkan mematuhi prokes, baik dari mencuci tangan yang akan tersedia di tempat parkir dan memakai masker.

Sejalan dengan itu, Marketing Operasional Taman Pelangi, Rati Tita Sari menunjukan skenario pengunjung memasuki wisata. “Pengunjung masuk melalui satu pintu biar tidak tabrakan antara yang masuk dan keluar. Kemudian melakukan pengecekan suhu, mengisi data pengunjung berupa nama, nomor telepon, dan alamat,” ungkapnya.

Dengan luas 2 hektar ini, dimungkinkan dapat menampung maksimal 500 pengunjung. Untuk mengantisipasi kerumunan, nantinya akan diberlakukan tiket elektronik untuk memudahkan penghitungan jumlah pengunjung.

Di spot dancing fountain (air mancur menari), rencananya implementasi SOP akan dilakukan dengan pengaturan jarak penonton 2 meter dari kolam. Tentunya akan ada pembatas guna mencegah pengunjung basah dan terkena semburan api. Untuk spot interaksi dengan hewan, SOP dilakukan dengan pembatasan pengunjung maksimal 3 orang dengan waktu 5 menit yang akan diawasi 2 kru.

Terkait SOP mitigasi bencana, 2 pintu emergency telah disiapkan untuk mengantisipasi keadaan darurat. “Pintu emergency ada di area atas dan bawah. Besok ada petunjuk arah termasuk jalur evakuasi. Nantinya juga aka nada pengeras suara untuk menginformasikan keadaan bahaya,” tutur Rati.

Sementara itu, meningkatnya kasus COVID-19 di Sleman dalam beberapa minggu terakhir membuat rencana Festival Dancing Fountain di Taman Pelangi perlu di tunda sementara waktu. Plt. Kepala Dispar Sleman, Suci Iriani Sinuraya menyebutkan bahwa penundaan rencana kegiatan ini dimaksudkan untuk menjaga penambahan kluster baru di wilayah Sleman, terlebih dimasa libur lebaran.

“Sesuai instruksi Bupati, penundaan ini bukan berarti tidak mengizinkan, tetapi menunda sampai situasi membaik,” tuturnya.

Meskipun beberapa barang telah terpasang, ia menghimbau agar barang-barang dapat dikemas kembali mengingat belum adanya kepastian ke depan. “Barang-barang saya sarankan digudangkan dulu di Kalasan biar aman,” imbaunya. (Rep Afiqa)




PDA Sleman Salurkan Zakat untuk Mualaf di Moyudan dan Minggir

Sebagai bentuk implementasi tema Milad Aisyiyah tahun 2021 yaitu ‘Merekat Persatuan Menebar Kebaikan’, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman melakukan penyaluran ratusan paket zakat dan zakat fitrah kepada mualaf yang berada di Kapanewon Minggir dan Moyudan pada Minggu (9/5/2021).

Aminah Masykur, Ketua PDA Sleman menyebutkan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian PDA Sleman kepada masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi dan sosial akibat pandemi yang melanda.

“Harapannya bisa sedikit meringankan dan menggembirakan bagi saudara kita,” ujar Aminah.

Aminah mengungkapkan bahwa zakat yang diberikan merupakan zakat dari jemaah pengajian Step 2 Allah London. “Kegiatan berlangsung lancar dengan dibantu adik-adik IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah),” ungkap Aminah.

Menurut Aminah zakat diberikan kepada mualaf karena mualaf termasuk dalam delapan asnaf yang berhak menerima zakat, sesuai dengan penjelasan dalam Al-Quran. “Tujuannya untuk menguatkan keimanan mereka agar semakin mantap dalam keimanannya karena ada perhatian dari sesama muslim yang peduli,” jelasnya. (Arief Hartanto)




DMI Salurkan Bantuan Paket Kebersihan untuk 25 Masjid di Ngaglik

Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat terus berupaya membangun dan mewujudkan fungsi masjid di seluruh Indonesia sebagai tempat ibadah yang nyaman, aman, dan bersih. Tak terkecuali masjid-masjid yang berada di Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Bertempat di Serambi Masjid Besar Baiturrahman Klidon, Kalurahan Sukoharjo, Kabupaten Sleman, Ketua DMI Kapanewon Ngaglik H. Sukamta menyerahkan bantuan berupa paket kebersihan untuk 25 masjid yang berada di wilayah Kapanewon Ngaglik, Senin (10/5/2021).

Pada kesempatan tersebut, Sukamta menyebutkan bahwa penerimaan paket bantuan dari DMI Pusat telah terlaksana sebanyak 3 tahap.

“Tahun 2019 hanya ada 5 paket kebersihan, tahun 2020 sebanyak 15 paket, dan tahun 2021 ini meningkat menjadi 25 paket untuk masjid dan musala se-Ngaglik. Harapannya setiap tahun ada bantuan seperti ini,” ujar Sukamta.

DMI Ngaglik sendiri menurut Sukamta terus berusaha untuk mendukung seluruh masjid, khususnya yang berada di Ngaglik untuk selalu berupaya membuat lingkungan masjid menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk para jemaah, terutama pada saat pandemi yang masih terus berlangsung sampai saat ini.

“Dalam kondisi pandemi ini, DMI Ngaglik sudah mengusahakan memberikan masker untuk jemaah masjid dari tahun 2020 yang lalu,” ungkap Sukamta.

Untuk itu, Sukamt berharap seluruh takmir masjid dan musala dapat terus mendukung upaya DMI Ngaglik yang telah terbentuk sejak Desember 2019 lalu ini untuk terus memakmurkan masjid.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Besar Baiturrahman Klidon, Muslih Efendi yang menerima secara simbolis bantuan paket kebersihan dari DMI mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Sebagai ladang amal yang baik, semoga bantuan seperti ini diteruskan di masa mendatang. Hal ini sangat membantu masjid dan musala yang membutuhkan,” ujar Muslih. (KIM Ngaglik/Srp).