Peringatan HUT ke-105 Kabupaten Sleman

Seperti tahun sebelumnya, Hari Jadi ke-105 Kabupaten Sleman Tahun 2021 diperingati tanpa kemeriahan mengingat masih bertepatan di masa pandemi COVID-19. Peringatan HUT ke-105 kali ini mengambil “Optimalisasi Potensi Lokal dalam Rangka Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Masyarakat”.
Bertempat di Pendopo Parasamya, puncak peringatan hari jadi Kabupaten Sleman dihadiri Bupati, Wakil Bupati, Sekertaris Daerah (Sekda), Ketua DPRD dan, Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Dandim 0732, Staf Ahli Bupati, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Panewu, serta Lurah se-Kabupaten Sleman pada Senin (17/5/2021).
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, meskipun perayaan ini dilaksanakan secara sederhana, namun hal itu tidak mengurangi makna perayaan HUT ke-105 Sleman. Ia turut menambahkan bahwa peringatan ini dapat menjadi peluang baik bagi masyarakat dalam memajukan pembangunan Sleman.
“Tasyakuran ini dapat menjadi momentum kita dalam meng-evaluasi semua yang sudah dilaksanakan dalam membangun program dan Tri Dharma pembangunan. Sehingga dapat bermanfaat bagi semua masyarakat,” tuturnya.
Pasalnya, mengacu data Dinas Sosial Sleman di tahun 2021, jumlah keluarga miskin di Sleman mengalami peningkatan menjadi KK atau 8,79% dari atau 8,08% dari 2020. Oleh karena itu, Kustini berharap usaha pemerintah seperti pemberian bantuan yang sejalan dengan tema HUT kali ini, masyarakat dapat memberikan dukungan dan partisipasi dalam kegiatan pemerintahan dan pembangunan Sleman.
Pada kesempatan tersebut, Plt. Asisten III Sekda Sleman Bidang Administrasi Umum selaku Ketua Panitia HUT Kabupaten Sleman, Kunto Riyadi turut menyampaikan sejumlah rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT Sleman ke-105. Mulai dari Sidang Istimewa DPRD yang telah dilaksanakan tanggal 17 Mei 2021, Jamasan Tombak Kyai Turun Sih, hingga bakti sosial.
“Terkait bakti sosial, pertama ada pemberian 1850 paket sembako kepada 17 kapanewon, 85 paket kepada anak yatim piatu, 500 paket sembako kepada disabilitas, tanda kasih kepada 3000 rois se-Sleman, operasi katarak gratis kepada 40 orang, terakhir ada Seminar Kesehatan tentang Efektivitas Vaksinasi COVID-19 dan COVID-19 untuk anak,” jelasnya.
Kunto menambahkan, terdapat agenda rehab rumah tidak layak huni yang ditargetkan kepada 18 rumah dengan masing-masing dana 15 juta.
Tak hanya itu, diadakan pula Lomba Evaluasi Perkembangan Kalurahan Tingkat Kabupaten yang pada kesempatan tersebut turut dilaksanakan penyerahan penghargaan hasil perlombaan. “Untuk juara 1 diraih Kalurahan Tamanmartani Kalasan, dilanjutkan Wedomartani, Sardonoharjo, Umbulharjo, dan Madurejo yang mendapatkan piala dan uang penghargaan,” ungkapnya. (Rep Afiqa)