Padukuhan Sambilegi Kidul Siap Dukung Program Si Wolly Nyaman

Sebagai tindak lanjut dari peluncuran program pencegahan DBD dengan nyamuk ber-Wolbachia (Program Si Wolly Nyaman) oleh Bupati Sleman pada Jumat, (21/5/2021) yang lalu, Kapanewon Depok menggelar acara seremonial pelepasan telur nyamuk ber-Wolbachia di daerah Depok, salah satunya di Padukuhan Sambilegi Kidul, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewonn Depok, Kabupaten Sleman, Senin (24/5/2021).

Acara dilakukan secara simbolis oleh Panewu Anom Depok, Wakhid Basroni yang menyerahkan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia kepada Kamituwa Kalurahan Maguwoharjo, M. Zabidi didampingi oleh tim dari World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta, dan Dinas Kesehatan kabupaten Sleman, bertempat di Kantor Dukuh Sambilegi Kidul. Ember berisi telur tersebut selanjutnya diserahkan kepada Febri, Dukuh Sambilegi Kidul. Acara penyerahan juga dihadiri oleh Kepala Puskesmas Depok 1 dan jajarannya, Bhabinkamtibmas Kalurahan Maguwoharjo, Tokoh Masyarakat, Kader, dan perwakilan Orang Tua Asuh (OTA) yang akan dititipi ember.

Cahya Prihantama, Penyuluh Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menganalogikan program Si Wolly Nyaman ini seperti menanam sebuah durian, dengan harapan dapat menghasilkan buah durian yang baik dan manis.

“Sama halnya dengan program Si Wolly Nyaman ini, saat ini kita menginisiasi pelepasan nyamuk ber-wolbachia selama kurang lebih 6 bulan atau tercapai 60% populasi nyamuk, harapannya di tahun depan kita bisa menurunkan kasus DBD hingga 50% bahkan 77%,” kata Cahya.

Untuk itu, Cahya berharap masyarakat Kapanewon Depok, khususnya yang berada di Padukuhan Sambilegi Kidul dapat mendukung program dari Pemkab Sleman ini.

Hal senada juga diutarakan oleh Panewu Anom Depok, Wakhid Basroni, yang meminta agar program ini mendapat dukungan dari seluruh masyarakat.

“Kalurahan Maguwoharjo sebagai wilayah perkotaan, saya harapkan masyarakatanya lebih peduli dengan kesehatan, salah satunya peduli dengan penyakit DBD. Pola pikir kita harus selangkah lebih maju. Mari bersama-sama kita dukung program Si Wolly Nyaman ini agar Kapanewon Depok bisa keluar dari 3 besar juara kasus DBD,“ kata Wakhid.

Pasca penyerahan ember kepada Dukuh Sambilegi Kidul, para kader langsung menuju ke lapangan untuk menyerahkan ember tersebut kepada OTA yang sebelumnya sudah bersedia merawat ember berisi telur nyamuk, yang akan mendapatkan pendapmingan dari WMP Yogyakarta. OTA yang dipilih menyasar pemukiman warga, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan perkantoran. Padukuhan Sambilegi Kidul sendiri ditargetkan akan menerima sekitar 60 ember nyamuk yang akan dititipkan kepada OTA dan 27 ember ditempatkan di wilayah Bandara Adi Sutjipto. (Andri Afriyanto/KIM Depok)




Panewu Moyudan Tinjau Langsung Penerapan Prokes Hajatan

Menyikapi maraknya tradisi hajatan yang dilakukan masyarakat setiap Bulan Syawal, Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kapanewon Moyudan melakukan peninjauan penerapan protokol kesehatan (prokes) pada acara hajatan pernikahan di wilayah Kapanewon Moyudan, Sabtu (22/5/2021).

Peninjauan dipimpin langsung oleh Panewu Moyudan, Arifin, yang juga bertindak sebagai ketua Satgas COVID-19 Moyudan. Selain dari Kapanewon, tim peninjau juga terdiri dari unsur Kepolisian dan TNI.

“Hasil pemantauan menunjukkan bahwa protokol kesehatan dijalankan dengan baik. Harapannya, hajatan berjalan lancar dan tidak terjadi penularan COVID-19 dari klaster hajatan,” ujar Arifin pada saat melakukan pemantauan.

Selain pelaksanaan hajatan, Satgas COVID-19 Moyudan juga melakukan pemantauan penerapan prokes di tempat wisata yang ada di Kapanewon Moyudan. Pemantauan telah dilakukan secara intensif sejak Sabtu (15/5/2021). Tempat wisata yang menjadi wilayan pemantauan antara lain Nyiur Melambai Pedaran di Kalurahan Sumberagung, Sendang Jatiningsih di Kalurahan Sumberarum, dan Studio Alam Gamplong di Kalurahan Sumberahayu. (Edy/KIM Moyudan)




Kapanewon Depok Lakukan Pemantauan Pelaksanaan ASPD Tatap Muka

Pelaksanaan Asesmen Standarisasi Penilaian Daerah (ASPD) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Sleman mulai digelar pada Senin (24/5/2021) hingga Kamis (27/5/2021). ASPD sendiri digelar dengan sistem tatap muka, sesuai dengan Surat Edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Untuk itu, perlu diadakan pengasawan dan monitoring protokol kesehatan selama pelaksanaan ASPD di masing-masing daerah, termasuk di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

“Beberapa waktu lalu, sejumlah sekolah mengirimkan surat pemberitahuan ASPD. Setidaknya ada 54 SD yang akan melaksanakan ASPD,“ tutur Wakhid Basroni, Panewu Anom Kapanewon Depok.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kapanewon Depok beserta Tim Satgas COVID-19 Depok menerjunkan 3 tim untuk melakukan pemantauan penerapan prokes di sejumlah SD yang melangsungkan ASPD tatap muka di masing-masing kalurahan. Panewu Depok, Abu Bakar memimpin langsung pemantauan di Kalurahan Condongcatur Depok.

“Hari pertama pelaksanaan ASPD saya memantau SD Gambiaranom dan SD Budi Mulia Dua Pandeansari, Kalurahan Condongcatur. Mata pelajaran yang diujikan Bahasa Indonesia. Secara umum sudah mengikuti prosedur operasional standar pelaksanaan ASPD dan menerapkan prokes,“ jelas Panewu Depok, Abu Bakar pada saat melakukan pemantauan.

Sementara Panewu Anom Depok, Wakhid Basroni memimpin pemantauan di Kalurahan Maguwoharjo Depok. Ia melakukan pemantauan di SD Negeri Ringinsari, SD Negeri Naggulan, dan SD Maguwoharjo I.

Secara prosedur, Wakhid menilai pelaksanaan ASPD sudah memenuhi penerapan protokol kesehatan. “Kami mengapresiasi hal tersebut. Sudah ada tempat cuci tangan dengan sabun, penyediaan tisu. Imbauan penerapan prokes, para panitia dan siswa memakai masker dan menjaga jarak,“ kata Wakhid.

Sri Rahayu, Kepala SD Negeri Naggulan yang juga menjadi Plt Kepala SD Negeri Ringinsari ketika menerima tim pemantau menyebutkan bahwa pihaknya telah menerapkan beberapa tindakan untuk memastikan pelaksanaan ASPD tetap aman dan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Di sini ada 1 kelas 6, para peserta terbagi ke dalam 3 kelas, karena maksimal dalam 1 ruangan diisi 10 siswa,” ujar Sri Rahayu

Kondisi serupa juga terlihat di SD Maguwoharjo I. Para orang tua atau pengantar hanya diperbolehkan mengantarkan para siswa hingga gerbang sekolah saja. Sebelum memasuki area sekolah, para siswa melewati beberapa tahapan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu, mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer. Panitia ASPD juga menyediakan ruangan khusus bagi peserta yang sedang sakit batuk dan flu untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran penyakit, khususnya COVID-19.

Kepala Jawatan Keamanan Depok, Aris Widyantara yang memimpin peninjauan ASPD di Kalurahan Caturtunggal menargetkan bahwa Satgas COVID-19 Depok untuk dapat memantau palaksanaan ASDP tingkat SD hingga usai. “Kita targetkan sehari 15 sekolah, yang dibagi ke dalam 3 tim. Satu tim 5 sekolah,“ ungkap Aris. (Andri Afriyanto/KIM Depok)




Bangun Tata Nilai Budaya lewat Majalah Digital Bahasa Jawa Belik

Tata nilai yang ada di masyarakat akan mudah diterima ketika disampaikan melalui kebudayaan. Hal tersebut yang ditekankan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, H.Y Aji Wulantara pada acara Peluncuran Majalah Digital Bahasa Jawa Belik pada Kamis (20/5/2021) di Rumah Makan Kembang Desa Senuko Sidoagung, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman.

“Terbitnya majalah Digital Basa Jawa Belik juga berfungsi sebagai sarana mendokumentasikan berbagai potensi kebudayaan dan pengetahuan yang ada di masyarakat. Semoga Belik bisa dijadikan sumber pengetahuan kehidupan perihal kebudayaan bagi siapapun,” ungkap Aji.

Aji mengapresiasi Paguyuban Sastra Budaya Jawa Kabupaten Sleman (Pasuja Kawi Merapi) atas inovasi dalam menerbitkan Majalah Digital Belik ini, yang bertepatan juga dengan hari Kebangkitan Nasional. Majalah Belik ini kata Aji ibarat sumber mata air, sumber kehidupan yang tak pernah habis. Keberadaannya perlu didukung dan dikembangkan lebih lanjut, seperti ada terjemahaan untuk masyarakat umum.

“Hadirnya Belik diharapkan turut mendukung keistimewaan Yogyakarta, agar masyarakat benar-benar mengetahui jati dirinya serta mengejawantahkan nilai keistimewaan dalam kehidupan nyata,” ujarnya.

Peluncuruan Majalah Digital Belik sendiri ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pembukaan laman Majalah Belik di alamat resmi yang dilakukan oleh Aji sendiri. Khusus untuk edisi perdana, masyarakat bisa mengaksesnya dengan gratis.

Pada kesempatan yang sama, Sutopo, Ketua Pasbuja Kawi Merapi menyampaikan bahwa lahirnya Majalah Belik ini dilandasi atas semangat dan tekad para pengurusnya yang berasal dari berbagai macam profesi, seperti novelis, redaktur, ilustrator wayang, dan lainnya. Para pengelola tersebut tidak hanya menyumbangkan karya mereka, namun juga berusaha mengumpulkan sponsor demi terbitnya Majalah Belik.

“Harapannya majalah tersebut bisa dijadikan wahana untuk berkarya bagi pecinta dan penggiat sastra Jawa hingga masyarakat luas,” kata Sutopo.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi Majalah Belik, Suhindriyo menerangkan bahwa Belik akan terbit setiap triwulan, dengan edisi pertama yang terbit pada tanggal 20 Mei 2021 terdiri dari 52 halaman.

”Dipilihnya 20 Mei Hari Kebangkitan Nasional penanda bangkitnya para penulis untuk terus berkarya. Era digital sangat memungkinkan Belik mendunia,” ujar Suhin.

Selain itu, Belik menurut  Suhin akan membangun relasi dengan beberapa penulis, terutama para penggiat sastra Jawa di berbagai daerah, dan kalangan untuk penerbitan yang akan datang.

Selain Dinas Kebudayaan Sleman, peluncuran Majalah Belik juga dihadiri oleh para penggiat sastra Jawa perwakilan dari Gunungkidul dan Kulon Progo. Acara dimeriahkan dengan pembacaan gurit yang dimuat di Belik oleh H.Y. Aji Wulantara, Tity Sutarti dan macapat oleh Yohanes Siyamta, serta penampilan iringan siter sehingga nuansa kejawaan semakin kental. Kegiatan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat, yaitu dengan pemantauan suhu, semua yang hadir mencuci tangan, mengenakan masker serta menjaga jarak. (Edy/Kim Moyudan)   




Kendal, Padukuhan di Bangunkerto yang Kaya Akan Potensi Lokal

Kabupaten Sleman memiliki beberapa daerah yang kaya akan potensi lokal. Salah satunya adalah Padukuhan Kendal, yang berada di Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi. Berbagai macam produk pertanian dan perikanan menjadi sektor unggulan di Kalurahan Kendal ini.

“Sebagian besar masyarakat di Padukuhan Kendal bergerak di bidang pertanian, terutama Salak Pondoh,” ungkap Agus Dwi Subekti, Kepala Dukuh Kendal pada Rabu (19/5/2021).

Agus juga menyebutkan di Kendal juga terdapat budi daya Salak Madu yang dikelola oleh Muhari sebagai alternatif dari pengembangan Salak Pondoh. “Di sini bisa dilihat dari mulai pemeliharaan, penyiangan lahan, penyerbukan buah, serta penanganan panen salak,” terang Agus

Proses produksi pasca panen juga dilakukan secara mandiri oleh warga Kendal yaitu Mujilah bersama kelompok wania tani di Kendal. Beberapa proses produksi andalan dari panen salak antara lain pembuatan Es Krim dengan bahan dasar Salak Madu “Harapannya, nilai jualnya semakin bertambah disamping pengembangan makanan olahan dari salak madu sebagai alternatif kuliner yang bisa dikembangkan,” terang Agus.

Dukuh Kendal juga terdapat berbagai macam potensi perikanan, seperti budi daya Ikan Koi, dan Nila. “Hasilnya cukup menguntungkan secara ekonomi,” ungkap Agus lagi.

Selain budi daya perikanan, ada juga budi daya tanaman cabai milik salah satu warga Kendal yaitu Yusuf, yang menerapan sistem pertanian secara terpadu dalam pengembangannya.

Sementara itu, Lurah Bangunkerto, Anas Makruf mengungkapkan bahwa di Padukuhan Kendal kental dengan pengembangan keseniannya, karena di Kendal juga terdapat Balai Budaya sebagai pusat dari aktivitas kesenian di Kalurahan Bangunkerto.

“Ada penampilan seni khas Kobro Bangun Siswa, Karawitan anak dan deswasa, serta seni Thek-thek Band Sidoharjo. Hal ini menambag semarak denyut kehidupan di Dusun Kendal,” ujar Anas. (Arief Hartanto)