PDA Sleman Salurkan Zakat untuk Mualaf di Moyudan dan Minggir

Sebagai bentuk implementasi tema Milad Aisyiyah tahun 2021 yaitu ‘Merekat Persatuan Menebar Kebaikan’, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman melakukan penyaluran ratusan paket zakat dan zakat fitrah kepada mualaf yang berada di Kapanewon Minggir dan Moyudan pada Minggu (9/5/2021).

Aminah Masykur, Ketua PDA Sleman menyebutkan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian PDA Sleman kepada masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi dan sosial akibat pandemi yang melanda.

“Harapannya bisa sedikit meringankan dan menggembirakan bagi saudara kita,” ujar Aminah.

Aminah mengungkapkan bahwa zakat yang diberikan merupakan zakat dari jemaah pengajian Step 2 Allah London. “Kegiatan berlangsung lancar dengan dibantu adik-adik IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah),” ungkap Aminah.

Menurut Aminah zakat diberikan kepada mualaf karena mualaf termasuk dalam delapan asnaf yang berhak menerima zakat, sesuai dengan penjelasan dalam Al-Quran. “Tujuannya untuk menguatkan keimanan mereka agar semakin mantap dalam keimanannya karena ada perhatian dari sesama muslim yang peduli,” jelasnya. (Arief Hartanto)




DMI Salurkan Bantuan Paket Kebersihan untuk 25 Masjid di Ngaglik

Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat terus berupaya membangun dan mewujudkan fungsi masjid di seluruh Indonesia sebagai tempat ibadah yang nyaman, aman, dan bersih. Tak terkecuali masjid-masjid yang berada di Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Bertempat di Serambi Masjid Besar Baiturrahman Klidon, Kalurahan Sukoharjo, Kabupaten Sleman, Ketua DMI Kapanewon Ngaglik H. Sukamta menyerahkan bantuan berupa paket kebersihan untuk 25 masjid yang berada di wilayah Kapanewon Ngaglik, Senin (10/5/2021).

Pada kesempatan tersebut, Sukamta menyebutkan bahwa penerimaan paket bantuan dari DMI Pusat telah terlaksana sebanyak 3 tahap.

“Tahun 2019 hanya ada 5 paket kebersihan, tahun 2020 sebanyak 15 paket, dan tahun 2021 ini meningkat menjadi 25 paket untuk masjid dan musala se-Ngaglik. Harapannya setiap tahun ada bantuan seperti ini,” ujar Sukamta.

DMI Ngaglik sendiri menurut Sukamta terus berusaha untuk mendukung seluruh masjid, khususnya yang berada di Ngaglik untuk selalu berupaya membuat lingkungan masjid menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk para jemaah, terutama pada saat pandemi yang masih terus berlangsung sampai saat ini.

“Dalam kondisi pandemi ini, DMI Ngaglik sudah mengusahakan memberikan masker untuk jemaah masjid dari tahun 2020 yang lalu,” ungkap Sukamta.

Untuk itu, Sukamt berharap seluruh takmir masjid dan musala dapat terus mendukung upaya DMI Ngaglik yang telah terbentuk sejak Desember 2019 lalu ini untuk terus memakmurkan masjid.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Besar Baiturrahman Klidon, Muslih Efendi yang menerima secara simbolis bantuan paket kebersihan dari DMI mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Sebagai ladang amal yang baik, semoga bantuan seperti ini diteruskan di masa mendatang. Hal ini sangat membantu masjid dan musala yang membutuhkan,” ujar Muslih. (KIM Ngaglik/Srp).




Kekandhangan Cokrowijayan Gelar Pelatihan Operasional Ambulans Bagi Relawan Gamping

Bertepatan dengan peringatan Hari Palang Merah Sedunia dan peningkatan kapasitas relawan  di wilayah Kapanewon Gamping, maka Komunitas Kekandhangan Cokrowijayan Kalurahan Banyuraden menyelenggarakan pelatihan pengoperasian ambulans yang digelar di Pendopo Kekandhangan, Sabtu (8/5/2021) malam.

Pelatihan diikuti sebanyak 25 orang relawan kemanusiaan yang mengikuti pemaparan materi dari instruktur pengoperasian ambulan, Muhammad Sholeh yang dipandu oleh Ketua Kelompok Informasi Masyarakat Pararta Guna, Adnan Iman Nurtjahjo dalam dialog interaktif.

Turut hadir dalam pelatihan tersebut, penanggung jawab mobil ambulan, Samsul selaku perwakilan dari keluarga besar Hendro Priyono yang mengelola Rumah Panggung Banyuraden, didampingi Ketua Komunitas Geplakan Siap Siaga, Bakoh Waluyo.

Kegiatan di awali dengan sambutan penanggung jawab Rumah Panggung Banyuraden, Samsul yang menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengurus Komunitas Kekandhangan karena telah bersedia bersinergi dengan pihak rumah panggung yang dikelolanya dalam pemanfaatan armada ambulan secara optimal guna membantu masyarakat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di wilayah Kapanewon Gamping. Pihaknya juga meminta saran dari instruktur pelatihan terkait standar kelengkapan peralatan medis yang harus tersedia dalam kendaraan ambulan.

“Silahkan menggunakan mobil ambulan ini untuk menolong warga masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat menuju fasilitas kesehatan dalam waktu 24 jam. Kami hanya memerlukan laporan secara tertulis terkait penggunaan ambulan yang dilampiri foto kegiatan sebagai bukti operasional kegiatan resmi dalam rangka tertib administrasi,” tegas Samsul.

Dalam pemaparan materinya, Muhammad Sholeh menjelaskan beberapa hal penting dalam mengoperasikan mobil ambulans, terutama peraturan atau Undang-Undang tentang operasional ambulan dan standar operasional prosedur pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) kepada peserta pelatihan. Adapun capaian pelatihan operasional ambulans adalah untuk mengurai derita sesama sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.

“P3K adalah upaya memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat kepada korban di tempat kejadian kecelakaan sebelum dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat dengan tujuan menyelamatkan jiwa korban, mencegah cacat, serta memberikan rasa aman sebelum mendapat perawatan medis,” ungkap Sholeh.

Selain menerima teori, para relawan ambulans juga melakukan simulasi penggunaan ambulans dalam memberikan pertolongan seperti cara melakukan pembidaian kepada korban, cara menaikkan dan menurunkan stretcher atau tandu ambulan, penggunaan lampu rotator ambulan, dan jenis-jenis bunyi sirine yang harus diperhatikan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Mewarnai Ramadan Produktif dengan Tempera

Puasa tidak menjadi halangan bagi Karang Taruna “Karya Muda Mendiro” untuk tetap produktif. Salah satunya ketika kumpulan pemuda dan pemudi yang mendiami Padukuhan Mendiro, Ngaglik, Sleman tersebut menggelar acara buka bersama dan workshop dengan tema ‘Kolase Bahan-bahan Alami dengan Teknik Tempera’ pada Kamis (6/5/2021).

Wahyu Adi Santosa, seniman lukis yang juga menjadi narasumber pada workshop memeberikan materi mengenai teknik melukis menggunakan Teknik Tempera. Wahyu menyebutkan bahwa tempera sendiri merupakan teknik melukis yang menggabungkan pigmen pewarna dengan bahan pengikat larut air seperti kuning telur sebagai perekat pada media yang kekal, dan cepat kering.

“Teknik tempera ini sendiri banyak ditemukan di benua Eropa, pada awalnya teknik tempera dibuat dengan kanvas tembok kering yang kemudian dilukis dengan cat dan bahan perekat. Puncak kemegahan dari teknik lukisan ini adalah pada zaman Renaisanse sekitar tahun 1200 – 1500 M,” ujar Wahyu.

Setelah penyampaian materi, para peserta kemudian dibimbing untuk melakukan praktik langsung melukis media gerabah dengan menggunakan Teknik Tempera.

Ditemui secara terpisah pada Jumat (7/5/2021), Suwardi, tokoh kepemudaan Padukuhan Mendiro menyambut baik kegiatan yang diinisiasi oleh para pemuda tersebut.

Menurut Suwardi, kegiatan ini dapat memupuk kreativitas para generasi muda, terutama yang berada di Yogyakarta.

“Selain dihadiri oleh pemuda-pemudi setempat, kegiatan workhop ini juga melibatkan komunitas seni Getoktular dan perwakilan mahasiswa pecinta seni dari beberapa universitas yang ada di Yogyakarta. Oleh karenanya selain memupuk kreativitas bagi pemuda-pemudi Mendiro, kegiatan ini secara tidak langsung juga ikut melanggengkan persaudaraan berbagai unsur masyarakat yang ada di Yogyakarta,” ungkap Suwardi. (Andhika/KIM Sukoharjo)




Cukupi Kebutuhan Darah, PCM Turi Rutin Gelar Donor Darah

Untuk memenuhi ketersediaan darah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi menggelar acara donor darah pada Jumat (7/5/2021). Acara yang terselenggara atas kerja sama dengan PMI Sleman ini digelar di Gedung Dakwah PCM Ngablak Kabupaten Sleman.

Ketua penyelenggara kegiatab, Aris Suranto menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini memang rutin diadakan. Pada kesempatan ini merupakan penyelenggaraan yang ketujuh dan diikuti oleh 40 orang peserta.

“Justru di bulan ramadan kali ini lebih banyak pesertanya, mungkin untuk mendapatkan pahala yang berlipat untuk berbuat pahala di bulan ramadan pada 10 hari terakhir ini,” terangnya.

Sementara itu, Ketua PCM Turi, Bambang Rahmanto menyampaikan bahwa donor darah ini merupakan suatu bentuk rasa syukur atas nikmat kesehatan yang telah diberikan. “Insyaallah akan memberikan manfaat bagi umat, terutama untuk diri pendonor, apalagi di bulan Ramadan ini. Monggo, akhiri Ramadan dengan aksi donor darah secara rutin berupa sedekah dengan darah yang dimiliki untun kemanfaatan umat,” ujarnya.

Sebelum mendonorkan darah, para peserta harus melewati serangkaian pemeriksaan kesehatan diantaranya pemeriksaan tekanan darah dan hemoglobin. Selain itu, darah didonasikan juga akan dilakukan “mini check” melalui pemeriksaan terhadap kandungan virus yang menular, seperti virus hepatitis B, C, dan Hiv. Para peserta juga akan diberikan Kartu Donor Darah PMI sebagai bukti data pendonor telah masuk ke database PMI Sleman. (Arief Hartanto)