Sambut Lebaran 2021, Kapanewon Gamping Gelar Bazar UMKM dan Pasar Murah

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriyah, Pemerintah Kapanewon Gamping menyelenggarakan kegiatan bertajuk pasar lebaran di Pendopo Kapanewon Gamping, Rabu (5/5/2021). Rangkaian kegiatan mencakup pasar murah sembako, bazar produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), demo proses produk UMKM, serta konsultasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), Ijin Usaha Mikro Kecil (IUMK), dan ijin produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) bagi pemilik usaha yang belum memiliki perijinan.

Kegiatan sendiri dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang dipantau langsung oleh Satgas penanganan COVID-19, dibantu personil Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kapanewon Gamping.

Kegiatan yang juga termasuk program subsidi sembako yang diinisiasi Pemerintah Kapanewon Gamping ini dibuka secara langsung oleh Panewu Gamping sekaligus Ketua Satgas COVID-19, Ikhsan Waluyo dihadapan peserta bazar yaitu 30 pelaku UMKM dari Kalurahan Trihanggo, Nogotirto, Banyuraden, Ambarketawang, dan Balecatur yang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh pengurus Forum Komunikasi UMKM Gamping. Adapun tujuannya memberikan dana subsidi bagi warga masyarakat yang berdomisili di wilayah Gamping dalam masa pandemi COVID-19 untuk meningkatkan daya beli guna memenuhi kebutuhan sembako menyambut hari raya lebaran 2021 beberapa hari lagi.

“Selain menyediakan 330 paket sembako yang terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, telor ayam, mi instan, dan sirup, kami juga ingin mempromosikan produk-produk UMKM yang ada di wilayah Kapanewon Gamping dengan harapan produknya bisa dikenal dan dibeli oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM yang dibina dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi,” tutur Ikhsan.

Turut hadir dalam pasar murah kali ini, Ketua Forkom UMKM Gamping, Diaz Ecoprint didampingi Rere Rully selaku pengurus yang ikut melayani konsultasi pembuatan NIB maupun IUMK secara online bagi pelaku usaha yang belum memiliki perijinan dari Lembaga Online Single Subnission (OSS) dengan menunjukkan KTP elektronik.

“Kemudahan berusaha dalam berbagai skala turut didorong oleh pemerintah dengan melakukan reformasi struktural, termasuk dengan reformasi sistem perizinan. Penerapan OSS diharapkan dapat efektif mengurangi birokrasi dan mempermudah para pelaku usaha. NIB sebagai identitas pelaku usaha sedangkan IUMK sebagai bukti identitas usaha yang dijalankan pada skala mikro kecil,” ungkap Rere.

Di akhir kegiatan, Panewu Gamping, Ikhsan Waluyo mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat Gamping yang telah tertib mematuhi protokol kesehatan COVID-19 dalam mengikuti kegiatan pasar murah tersebut agar tetap sehat dan dapat merayakan Idulfitri secara aman dan nyaman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Peringati Hari Kartini, KPT Sleman dan Yayasan Astagina Adi Cahya Gelar Bakti Sosial

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Komunitas Perempuan Tangguh Sleman (KPTS) bekerja sama dengan Yayasan Astagina Adi Cahya mengadakan kegiatan bakti sosial untuk lansia dan anak yatim piatu pada Selasa (4/5/2021). Bertempat di Padukuhan Kebur Kidul, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, kegiatan bakti sosial yang dilakukan didamping langsung oleh Panewu Cangkringan dan Lurah Argomulyo.

Suparmono, Panewu Cangkringan menyambut baik kegiatan bakti sosial yang dilakukan berdekatan dengan lebaran tahun 2021 yang masih berlangsung di tengah masa pandemi ini. “Semoga bisa menjadi obat untuk para lansia yang sedang merasa kangen anak cucu mereka, karena tidak dapat melakukan mudik lebaran,” ungkap Suparmono.

Ia juga mengapresiasi para lansia yang sudah ikut serta dalam melakukan pencegahan terhadap penularan COVID-19 dengan telah mengikuti program vaksinasi yang diinisiasi oleh pemerintah. “Semoga pandemi segera berakhir dan para lansia terbebas dari terpapar COVID-19,” ujarnya.

Hal ini juga didukung oleh Lurah Argomulyo, Danang Hendri Bintoro yang tetap meminta para warga, khususnya warga Argomulyo untuk tetap terus menjaga kesehatan agar terhindar dari COVID-19.

Sementara itu, Ketua KPTS, Susi pada kesempatan tersebut mengajak para peserta untuk aktif dalam kegiatan pertanian, meskipun pandemi COVID-19 masih melanda. Menurutnya, jangan jadikan pandemi sebagai penghalang untuk masyarakat tidak produktif, terutama dalam hal pertanian. “Karena warga pasti butuh asupan kebutuhan makanan pokok, maupun sayuran,” ujar Susi.

Inung, perwakilan Astagina Adi Cahya berharap bantuan yang diberikan ini dapat memberikan manfaat dan mendukung kebutuhan anak-anak penerima bantuan dalam mengejar cita-cita mereka. Inung berpesan agar anak-anak tersebut sebagai generasi penerus bangsa harus terus semangat untuk mencapai cita-citanya.

“Jangan menyerah untuk menggapai impian kalian, mau berusaha, Tuhan yang akan memberikan jalan,” pesan Inung. (Marmansyah/KIM Cangkringan)




Pemkab Sleman Resmi Keluarkan Larangan Mudik untuk Warga

Sleman – Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 H/2021 memungkinkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat, baik untuk kegiatan keluarga, keagamaan, atau pariwisata yang justru meningkatkan risiko penularan virus COVID-19. Dalam rangka mencegah dan memutus rantai penyebaran, maka diperlukan adanya pembatasan mobilitas.

Bertempat di Pendopo Parasamya, Arip Pratama selaku Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman resmi menyampaikan pelarangan mudik lebaran yang tercantum dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan COVID-19 No 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Selasa (4/5/2021). Larangan mudik juga didasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 13 Tahun 2021 tentang pengendalian transportasi.

Menurut Arip, pelarangan mudik diperlukan mengingat di Sleman, dari bulan April saja terdapat 5 kapanewon berzona merah, sedangkan 1 Mei meningkat jadi 10 kapanewon. Untuk itu pemerintah berusaha merancang strategi penyekatan dibeberapa lokasi strategis.

“Nantinya Polres akan melakukan penyekatan di 2 tempat dan pemantauan di 3 tempat.  2 tempat penyekatan, yaitu Prambanan dan Tempel di jalan nasional. Kemudian pemantauan di Pasar Pelem Gurih Gamping, Jalan Solo terutama di Amplaz, serta beberapa jalur yang dimungkinkan menjadi jalan tikus,” jelas Arip.

Lebih lanjut, ia menambahkan akan adanya pemantauan dari sisi timur, utara, dan barat pintu masuk Sleman. “Dari timur akan dilakukan di perempatan timur Prambanan, sedangkan sisi utara berada di wilayah Balerante di Kalurahan Wonokerto, Blaburan sekitar Kalurahan Banyurejo Tempel menyusuri Selokan Mataram. Dari arah barat berada di wilayah Minggir pintu masuk dari Nanggulan. Nantinya aka nada kerja sama Polsek dan Kapanewon terkait dalam proses pamantauan,” tambahnya.

Dalam aturan larangan ini, Arip Pratama menyebutkan terdapat pengecualian pihak dalam kebijakan ini. Yaitu 4 komponen yaitu bekerja/dinas, kunjungan sakit/duka, ibu hamil/kepentingan persalinan, dan distribusi logistik.

Walaupun begitu, mereka harus memiliki surat izin perjalanan dari instansi, di mana ASN, pegawai BUMN/BUMD, TNI/POLRI diberikan dari pejabat setingkat eselon II. Sedangkan bagi pekerja sektor informal, dapat meminta surat dari desa/kalurahan sesuai domisili. Tentunya dengan persyaratan hasil tes PT-PCR maksimal 3×24 jam, Rapid test antigen maksimal 2×24 jam, dan Genose C19 sebelum keberangkatan.

Terkait mudik lokal, Arip menyampaikan bahwa hal tersebut masih diperbolehkan. “Kalau di wilayah aglomerasi untuk 1 provinsi DIY masih boleh. Artinya hanya wilayah Sleman, Bantul, Kota, Kulon Progo, sampai Gunung Kidul, tidak boleh sampai wilayah luar,” papar Arip.

Untuk itu, guna memperlancar pemantauan Dishub Sleman mengerahkan 61 personil di pos-pos pemantauan wilayah. “Kami menyalurkan 61 personil, 9 di terminal dan 52 lainnya akan dibagi jadi 3 shift 24 jam bermarkas di posko induk Denggung. Tapi nanti akan displit ke Tempel, Pakel, dan sebagainya,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo mengimbau adanya karantina terlebih dahulu bagi masyarakat yang nekat mudik. “Menutut hasil vicon dari satgas pusat, karantina selama 5 hari. Harapannya kalurahan sudah menyiapkan tempat karantina minimal 1 minggu sebelum Idulfitri,” imbaunya. (Rep Afiqa)




Moyudan Gelar Pasar Lebaran Guna Cukupi Kebutuhan Masyarakat Jelang Idulfitri

Moyudan – Tingginya kebutuhan masyarakat akan barang konsumsi dan jasa jelang Idulfitri menjadi alasan Pemerintah Kapanewon Moyudan menggelar Pasar Lebaran dan Pembagian Bantuan Sosial (Bansos) pada Selasa (4/5/2021). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo dan Halaman Kantor Kapanewon Moyudan ini dibuka langsung oleh Panewu Moyudan, didampingi Forkompim Kapanewon Moyudan, Perwakilan Bank BPD DIY Cabang Sleman, dan Kamituwo.

Panewu Moyudan, Arifin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk membangkitkan ekonomi yang terdampak pandemi COVID-19. ”Sangat diharapkan pula pasar lebaran ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi pelaku UMKM dan masyarakat Moyudan, dan sekitarnya,” terang Arifin.

Arifin berharap, gelaran pasar lebaran ini juga dapat memotivasi masyarakat untuk berbelanja di UMKM asli Sleman, sesuai dengan moto kegiatan yaitu “Borong Bareng Produk UMKM”.

Pelaksanaan kegiatan pasar lebaran di Moyudan sendiri melibatkan para pelaku UMKM di Kapanewon Moyudan yang tergabung dalam wadah Forkom UMKM Moyudan. Berbagai produk unggulan yang ada disediakan antara lain aneka kuliner, kerajinan, dan fashion.

Kegiatan tetap menerapakan protokol kesehatan ketat dengan dilakukannya pemantauan suhu badan, menjaga jarak, cuci tangan dengan sabun/handsanitizer, dan semua yang hadir mengenakan masker.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sembako dari Bank BPD DIY Cabang Sleman sebanyak 100 paket sembako. (Edy/KIM Moyudan)




Peran Besar dan Pengabdian Tulus Kader Posyandu untuk Masyarakat

Ngaglik – Jangan pernah berhenti memberikan yang terbaik hanya karena sedikit penghargaan yang diterima. Seperti itulah pesan Theodorus Indarto, nutrisionis dari Puskesmas Ngaglik II saat acara pemberian insentif bagi 42 kader Posyandu Balita Donoharjo di Aula Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Senin (3/5/2021).

Lebih lanjut Theo menjelaskan bahwa kader adalah anggota masyarakat yang bersedia, mampu, dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan posyandu secara sukarela. Mereka memiliki peran yang sangat besar dalam kegiatan posyandu yakni mempersiapkan data, informasi, komunikasi, dan prasarana sebelum hari pelaksanaan, juga melaksanakan berbagai kegiatan saat hari H posyandu.

Kegiatan saat hari posyandu antara lain melakukan pendaftaran, penimbangan, pengukuran lingkar lengan ibu hamil dan wanita usia subur, melakukan pencatatan, memberikan penyuluhan, memberikan makanan tambahan, oralit, kapsul vitamin A, tablet zat besi, serta pelayanan KB, memberikan rujukan, dan membuat catatan. Sementara itu setelah hari pelaksanaan posyandu mereka juga melakukan kunjungan rumah, diskusi, dan memberikan informasi hasil kegiatan.

“Dengan banyaknya tugas dan tanggungjawab kader sebagai sukarelawan, maka perlu terus dilakukan penyegaran kader karena kader lama sudah jenuh. Selain itu juga sulit melakukan rekrutmen kader, insentifnya sangat sedikit tidak sebanding dengan jerih payah, usaha, dan pengorbanan yang dilakukan, peran serta masyarakat rendah serta kurangnya dukungan. Penyegaran juga perlu dilakukan untuk meningkatkan motivasi kader, peningkatan peran serta masyarakat, serta meningkatkan dukungan dari kalurahan dan lintas sektor lainnya,” jelas Theo.

Theo pun memberikan motivasi untuk membangun kerjasama dalam mencapai tujuan yang sama. “Dengan bekerja secara tim akan membuat kita mencapai tujuan lebih cepat dan ringan. Selalu kompak akan membutuhkan energi lebih sedikit, lebih mudah, dan lebih menyenangkan mencapai tujuan dan setiap anggota akan merasa berkewajiban untuk menolong sesama. Kebersamaan akan menjadi semangat dan penyemangat untuk menghasilkan kualitas terbaik. Kerjasama juga hendaknya tetap diterapkan dalam perbedaan, lebih lebih pada waktu kesulitan dan tantangan besar,” imbuh Theo.

“Jika kita kompak dan saling mendukung, menjiwai kerjasama yang baik, melupakan perbedaan, bersedia berbagi dan mampu menyelami arti persahabatan, maka hidup akan lebih berarti dan kita akan melewati waktu mendatang dengan kebahagiaan,” tandas Theo lagi.

Sementara itu Dani Prasetyo, Kamituo (Kasi Pelayanan) Donoharjo menyampaikan bahwa insentif yang diberikan kali ini berasal dari Dana Desa. “Meskipun tidak sebanding dengan perjuangan, pengorbanan dan jerih payah yang telah dilakukan oleh kader selama ini,” kata Dani.

Karena itu, pada kesempatan ini Dani juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang tulus atas pengabdian kader selama ini. Selain untuk kader posyandu, Dani juga menyampaikan bahwa sebelumnya telah disampaikan insentif bagi guru TPA se-Donoharjo dan masih akan disampaikan insentif bagi rois, ketua RT dan ketua RW.(Endarwati/KIM Donoharjo)