Gotong Royong Budaya Asli Indonesia

Depok – Gotong royong menjadi salah satu ciri khas bangsa Indonesia yang telah ada sejak dahulu kala. Gotong royong sudah dianggap sebagai kepribadian dan budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Di masyarakat suku Jawa, salah satu kegiatan gotong royong yang masih nampak hingga saat ini adalah saat membongkar rumah berdinding gedek (anyaman bambu) dan menurunkan genteng. Seperti terlihat saat warga Padukuhan Kayen, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman membongkar sebuah rumah berdinding gedek, Minggu (13/6/2021).

Ketua RW setempat, Sukirman yang ikut bergotong royong bersama tetangga yang lain mengatakan bahwa bangunan rumah gedek milik Mbah Tugirah ini merupakan satu-satunya bangunan rumah gedek yang masih ada di wilayahnya. “Ahli waris minta bantuan tetangga dan warga sekitar untuk membantu ‘sambatan’ atau gotong royong menurunkan genteng dan membongkar bangunan untuk selanjutnya akan dibangun kembali dengan bangunan yang lebih layak dan aman untuk ditinggali,” terang Sukirman.

Bangunan rumah bergaya limasan dengan dinding gedek pada tahun 1950an termasuk golongan rumah yang bagus di atas rata-rata rumah penduduk sekitar pada eranya dulu. “Tetapi untuk saat ini sudah dianggap tidak layak dan terkesan kotor dan sulit pemeliharaannya sehingga perlu dibangun ulang sebagai tempat tinggal ahli warisnya,” lanjut Sukirman lagi.

Rumah zaman dulu terdiri dari ruang utama dan beberapa kamar serta tempat untuk menyimpan hasil pertanian seperti padi, kacang, jagung, dan hasil pertanian lainnya dan saat ini sudah tidak ditempati dan terbengkalai.

Gotong royong dilakukan dengan menurunkan genteng satu persatu secara estafet baru kemudian membongkar bagian lainnya. Untuk gotong royong seperti ini tidak ada upah yang diberikan karena semua dilakukan dengan suka rela. Saat gotong royong dilakukan, pemilik rumah hanya perlu menyediakan minuman dan makanan untuk warga yang sudah membantu membongkar rumah.(Wasana/KIM Depok)




Kalurahan Sumbersari Gelar Bimtek Pendataan Guna Sukseskan SDGs

Demi menyukseskan pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs), Pemerintah Kalurahan Sumbersari menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendataan SDGs, Minggu (13/6/2021). Bertempat di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, acara diikutri oleh RT se-Kalurahan Sumbersari, dengan pelaksanaan dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama berlangsung dari pukul yang diikuti oleh Padukuhan I sampai VI, dan sesi kedua berlangsung dari pukul .

Acara bimtek juga dihadiri langsung oleh Lurah Sumbersari, Carik Sumbersari, Kepala Urusan Pangripta Sumbersari, dan Pendamping Desa Kapanewon Moyudan.

Lurah Sumbersari, Bambang Sardhana pada sambutannya mengatakan bahwa program SDGs ini merupakan program Kementerian Desa, Percepatan Desa Tertinggal, dan Transmigrasi yang bertujuan untuk yang memajukan desa.

“Mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan,  desa ekonomi tumbuh merata,  desa peduli kesehatan,  desa peduli lingkungan,  desa peduli pendidikan,  desa ramah perempuan, desa berjejaring,  serta desa tanggap budaya,” ungkap Bambang.

Carik Sumbersari, Junaidi yang juga bertindak sebagai narasumber pertama pada bimtek menerangkan bahwa pendataan SDGs merupakan langkah yang dilakukan dengan mengumpulkan data dari masyarakat sesuai keadaan yang sebenarnya. Data tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar penggunaan dana desa.

“Pendataan akan dilakukan secara manual oleh pendata kemudian dilakukan rekap data dengan aplikasi oleh seorang admin di tingkat kelurahan,” terangnya.

Sementara itu, Pendamping Desa Kapanewon Moyudan, Suharti yang menjadi narasumber kedua menuturkan bahwa pendataan yang dilakukan meliputi 4 survei, yaitu survei tingkat desa, RT, keluarga, dan individu. Suharti juga memberikan penjelasan mengenai teknik pengisian kolom yang ada di lembar pendataan. (Eny MS/KIM Sumber Birawa Kapanewon Moyudan)




PRNU Nogotirto Resmi Luncurkan Mobil Layanan Umat

Ditandai dengan pengguntingan pita oleh Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gamping, KH. Ahmad Mabarun, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman secara resmi meluncurkan layanan mobil ambulans dari umat untuk umat di halaman Pondok Pesantren Mlangi Timur Kawasan Masjid Pathok Negoro Mlangi, Sabtu (12/6/2021).

Acara yang dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan pengendalian COVID-19 dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan tahlil yang dipimpin oleh Kyai Jumali dilanjutkan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Mars kebesaran Nahdlatul Ulama Syubbanul Wathan yang merupakan ungkapan Cinta Tanah Air.

Dalam sambutannya, Rois Syuriah PRNU Nogotirto, Kyai Zamzami menuturkan bahwa Pengurus NU Kalurahan Nogotirto yang dibentuk oleh MWCNU Kapanewon Gamping sejak enam bulan silam telah mampu mengkoordinir penggalangan dana warga Nahdliyin di wilayah Nogotirto melalui program Koin NU sehingga dapat mewujudkan mobil layanan umat berupa ambulans.

“Bagi warga masyarakat di wilayah kalurahan Nogotirto, Trihanggo, Banyuraden, Ambarketawang, dan Balecatur se-Kapanewon Gamping yang memerlukan mobil ambulans dapat memanfaatkan mobil layanan umat ini secara gratis tanpa dipungut biaya karena memang tujuannya untuk kemaslahatan masyarakat,” tutur Kyai Zamzami dihadapan tamu undangan.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Gamping, H. Saliman bahwa  pemberdayaan koin (kotak infaq) NU yang digalang selama ini agar dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat khususnya warga yang membutuhkan kendaraan saat hendak berobat dan kebutuhan kesehatan lain, serta dapat menjadii inspirasi untuk mengobarkan semangat berbagi dan berkhidmad kepada masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah, dengan kekompakan yang luar biasa dari warga Nahdliyin dan seluruh Banomnya juga seluruh masyarakat bisa mengumpulkan uang yang dikoordinir pengurus, salah satunya diwujudkan dengan mobil ambulans sehingga bisa membantu masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan sarana transportasi mengantar orang sakit ke klinik kesehatan atau ke rumah sakit,” tambah H. Saliman.

Turut hadir dalam kegiatan Lurah Nogotirto, Faizin, Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta, KH. Mas’ud Masduki, Khatib Syuriah PWNU DIY, KH. Hasan Abdullah, Jajaran Pengurus MWCNU Gamping, perwakilan Ketua Ranting NU di wilayah Gamping, Gerakan Pemuda Ansor, Banser, Muslimat, Fatayat, warga Nahdliyin dan tokoh masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kemenkominfo Gelar Virtual Talk Guna Tingkatkan Kemampuan Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi menyelenggarakan kegiatan bertajuk Siberkreasi Local Fair (SLF) 2021 yang merupakan kegiatan seminar dan pertunjukan secara hybrid dengan menghadirkan berbagai narasumber baik lokal maupun nasional yang berkompeten di bidangnya masing-masing.

Salah satu kegiatan dalam LSF 2021 yang digelar di Anvaya Beach Resort Kuta Bali, Sabtu (12/6/2021) yakni Virtual Talk yang dilaksanakan melalui streaming media online Youtube Channel Siberkreasi yang diikuti oleh 50 peserta pegiat informasi di seluruh Indonesia, termasuk Ketua KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo mewakili KIM Kabupaten Sleman.

Virtual Talk membahas empat pilar Literasi Digital, yaitu Digital Skills, Digital Ethics, Digital Culture, dan Digital Safety yang diselingi dengan berbagai hiburan seperti stand up comedy dan music performance dari artis lokal.

Diskusi tentang digital culture yang dipandu oleh Putri Cahya menghadirkan narasumber Ketua Umum Siberkreasi, Yosi Mokalu, Perwakilan dari Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Basra Amru, Specialist Communication for Development UNICEF Indonesia, Rizky Ika Syafitri, serta Tenaga Ahli Menteri Kominfo Bidang Literasi Digital dan Tata Kelola Internet Kominfo, Donny Budi Utoyo.

Donny menuturkan bahwa Siberkreasi merupakan gerakan nasional untuk menanggulangi ancaman potensi bahaya terbesar yang sedang dihadapi oleh Indonesia, yaitu penyebaran konten negatif melalui internet seperti hoax, cyberbullying dan online radicalism.

“Musuh kita adalah apapun yang dapat meruntuhkan toleransi, menghancurkan kerukunan, dan memecah belah bangsa. Hoaks jelas adalah musuh yang perlu kita lawan bersama. Dulu senjata kita adalah bambu runcing, kini adalah gadget atau ponsel kita. Maka gunakan untuk melawan hoaks,” tegas Donny.

Upaya penanggulangan dilakukan dengan strategi gotong royong dari hulu sampai hilir yaitu mulai dari edukasi literasi digital yang diampu oleh Kominfo, Siberkreasi, KPC-PEN, dan media di bagian hilir. Kemudian pendampingan berkelanjutan oleh komunitas, serta di bagian hulu yaitu penegakan hukum yang mencakup pemblokiran dan proses hukum yang diampu oleh Kominfo dan Kepolisian.

“Apabila menemukan konten negatif di media sosial bisa menghubungi chatbot anti hoaks resmi melalui nomor 0859-2160-0500 Kalimasada hoax checking. Masyarakat bisa melakukan pengecekan tentang kebenaran suatu konten di media social dan bisa melaporkan konten yang dianggap hoaks di nomor tersebut,” lanjut Donny.

Kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi menyebarkan konten positif melalui internet dan lebih produktif di dunia digital. Dengan harapan para warganet dapat semakin bijak dan cerdas menggunakan sosial media di era digital, menciptakan konten positif yang berkualitas, berbagi pengetahuan mengenai kecakapan digital agar dapat memilih dan memilah konten informasi yang diterima, tidak menyebarkan kebencian, memanfaatkan teknologi digital secara lebih produktif dalam berbagai bidang seperti bisnis, pola asuh, dan kreasi konten, serta mengajak para millenial untuk tetap produktif dari rumah di masa pandemi COVID-19. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Manfaatkan Lahan Pekarangan untuk Budi Daya Tanaman Holtikultura

Budi daya tanaman hortikultura memanfaatkan lahan perkarangan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan keluarga. Hal tersebut yang menjadi alasan utama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi D.I. Yogyakarta mengadakan bimbingan teknis pada anggota Kelompok Tani Ngudi Rejeki, Jumat (11/6/2021).

Bertempat di Sekretariat Kelompok Tani Ngudi Rejeki, Ngaggrung Lor, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, kegiatan bimtek yang diikuti oleh 25 anggota kelompok Tani Ngudi Rejeki tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian DIY. Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Hanum Rais, Anggota DPRD DIY.

Bimtek sendiri memberikan beberapa materi penting mengenai pengembangan tanaman hortikultura. Materi yang diberikan antara lain meliputi strategi peningkatan produksi tanaman hortikultura (sayuran dan buah-buahan), kebijakan pengembangan holtikultura di DIY, dan dukungan anggaran pengembangan tanaman holtikultura.

Pelaksanaan Bimtek mendapatkan reaksi positif dari para peserta. Edy, seorang anggota kelompok tani yang menjadi peserta menuturkan bahwa pelaksanaan bimtek ini dapat menambah pengetahuan dan inovasi baru para petani. Ia juga berharap agar anggota dewan yang hadir dapat lebih memperhatikan para petani di Sleman.

“Semoga kedepannya ada solusi dan langkah konkret demi kemajuan pertanian di Sleman,” ujar Edy.

Sementara itu, Hanum Rais memberikan apresiasinya atas pelaksanaan Bimtek yang diadakan oleh Dinas Pertanian DIY ini. Ia berharap bimtek yang diadakan ini dapat meningkatkan kemampuan dan kapasitas petani dalam mengembangkan skill dan kemampuan mereka.

“Demi peningkatan kesejahteraan serta untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas penyuluh pertanian dalam transfer teknologi kepada petani sehingga dapat bekerja secara profesional dan mandiri,” ungkap Hanum.

Pada kesempatan tersebut, Hanum juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa bibit buah alpukat, cabai, terong, pare, sawi, media tanam, serta pipuk kepada perwakilan Kelompok Tani Ngudi Rejeki. (Arief Hartanto)