Kembangkan Potensi Pertanian, Caturtunggal Kukuhkan KWT

Depok – Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan kelompok pemberdayaan wanita yang bergerak dalam bidang pertanian yang salah satunya meliputi pengolahan hasil pertanian seperti pembuatan aneka makanan dengan bahan baku hasil pertanian lokal.

“Kami berharap KWT dapat menjadi kelompok pemberdayaan wanita yang dapat berkembang serta memberi kebermanfaatan bagi masyarakat,” kata Lurah Caturtunggal, Agus Santoso saat mengukuhkan empat KWT kelas pemula dan satu KWT kelas lanjutan di Kantor Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Senin (21/6/2021).

Agus juga mengingatkan KWT untuk selalu kompak, aktif, dan kreatif menjalankan program bahkan unit usahanya sehingga produk yang dihasilkan berdaya jual dan bersaing di kalangan masyarakat luas.

Empat KWT kelas pemula yang dikukuhkan di Caturtunggal adalah KWT Mekar Janti, KWT Tuwuh Makmur Santren, KWT Mutiara Kulang Karangmalang, dan KWT Pandansari Blimbingsari. Mereka menyusul beberapa KWT pemula yang telah dikukuhkan terlebih dahulu beberapa tahun lalu, seperti KWT Tunas Mekar Padukuhan Karangwuni, KWT Ambar Kinasih Padukuhan Ambarukmo, KWT Lestari Padukuhan Gowok, dan KWT Juwita Padukuhan Ngentak.

Sedangkan satu KWT kelas lanjutan yang dikukuhkan adalah KWT Srikandi, menyusul KWT Jasmine, dan KWT Mrican yang tahun 2020 lalu mewakili DIY maju dalam lomba Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) mendapat juara V tingkat nasional.

Pemerintah Kalurahan Caturtunggal melalui Bagian Kemakmuran beserta mitra terkait berkomitmen melakukan pendampingan rutin dan pelatihan guna menambah ilmu serta keterampilan KWT, mulai dari produksi sampai dengan pemasaran olahan hasil pertanian. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kapanewon Depok merupakan salah satu mitra yang aktif mendampingi kelompok pemberdayaan seperti gapoktan, kelompok ternak, KWT, dan kelompok perikanan.

“Keberadaan kelompok pemberdayaan masyarakat, khususnya KWT termasuk salah satu prioritas dalam rangka mengembangkan potensi yang tidak hanya sebatas pertanian, namun juga pada pemanfaatan lahan terbatas,” jelas Agus.

“Dengan kemitraan dan jaringan yang kuat, harapannya KWT yang ada di kalurahan dapat maju dan tumbuh bersama. Serta menjadi kelompok pemberdayaan yang dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” pungkasnya.(Danang/KIM Depok)




Vaksinasi Massal 10.000 Pekerja Pariwisata dan Pelayanan Publik di Sleman

Guna mempercepat capaian masyarakat yang sudah tervaksin COVID-19 dan terbentuknya herd immunity (kekebalan komunitas), Pemerintah Kabupaten Sleman berkerja sama dengan Danone Indonesia menggelar vaksinasi massal di Hotel Marriot Yogyakarta, Jalan Padjajaran, Kaliwaru, Condongcatur, Depok, Sleman. Vaksinasi digelar menyasar kelompok masyarakat di sektor pariwisata dan petugas pelayanan publik lainnya di Sleman yang dimulai sejak Rabu (16/6/2021) hingga Rabu (23/6/2021).

Selama 8 hari pelaksanaan vaksinasi massal, pihak pantia menargetkan sekitar orang dapat mengikuti vaksinasi. Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi dan kontribusi dari Pemerintah Kabupaten Sleman, Kementerian Kesehatan, Kementeriaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Danone Indonesia, dan Hotel Marriot Yogyakarta.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi massal ini merupakan langkah penting untuk menangani pandemi.

“Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam acara ini. Vaksianasi ini merupakan bagian penting dalam menangani pandemi. Tujuannya antara lain mengurangi transmisi, menurunkan tingkat kesakitan dan kematian, serta menciptakan kekebalan komunitas,“ kata Kustini dalam sambutan yang dibacakan oleh dr. Mafilindati Nur Aini, Staf Ahli Bupati Bidang Kesra pada Seremonial Pelaksanaan Vaksinasi Massal Bagi Pekerja Pariwisata dan Petugas Publik Lainnya di Marriot Hotel Yogyakarta, Senin (21/6/2021).

Kustini juga berharap masyarakat untuk tetap menerapkan prokes dengan Cita Mas Jajar, membatasi mobilitas, dan menjauhi kerumunan setelah divaksin.

“Kita harus mendukung vaksinasi, karena sudah jelas tingkat keamanannya, kehalalannya, dan efektivitasnya. Untuk para pelaku pariwisata, saya harap juga bisa berkontribusi dengan turut serta mengedukasi masyarakat di tempat wisata, dan menjadi pelopor pencegahan penularan COVID-19,“ tambah Kustini.

Sementara itu, Vera Galuh Sugijanto, Vice President General Secretary Danone Indonesia menyatakan bahwa program vaksinasi massal ini merupakan bentuk komitmen Danone dalam mendukung sektor kesehatan di Indonesia.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam bidang hidrasi dan nutrisi. Kami memiliki produk guna mendukung sektor kesehatan seperti minuman dan nutrisi, kami berikan produk tersebut kepada para petugas tenaga kesehatan, panitia maupun peserta vaksin,“ kata Vera.

Selain vaksinasi masal, lanjut Vera, Danone Indonesia telah melakukan beberapa program kegiatan yang sudah dijalankan dalam upaya mendukung penanganan COVID-19 di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah mendukung vaksinasi gotong-royong dengan bentuk kegiatan vaksinasi bagi karyawan, program CSR dengan memberikan bantuan kepada Pemerintah Pusat, Kemenkes, Rumah Sakit, Universitas, Pemerintah Daerah, Komunitas, LSM, dan lainnya.

“Kami sudah mengucurkan dana sekitar 56 milyar untuk mendukung penanganan COVID-19 di Indonesia,” imbuh Vera.

Mohammad Subuh, Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kemenkes RI mengapresiasi langkah Pemkab Sleman dalam mempercepat pemberian vaksin pada masyarakat.

“Kami mengapresiasi langkah Pemerintah DIY, khususnya Sleman, karena sudah mencapai 109% dari target masyarakat yang sudah divaksin,“ ungkap Subuh.

Hal tersebut menurut Subuh telah membantu pemenuhan target vaksinasi yang telah dicanangkan oleh pemerintah dalam memerangi penyebaran COVID-19 yang pada cenderung naik.

Subuh menambahkan, di dalam menangani pandemi ini, perlu langkah strategis opersional serta kolaborasi dan kontribusi dari banyak pihak.

“Semua pihak harus terlibat, terlebih  akhir-akhir ini kasus konfirmasi positif naik signifikan termasuk DIY dan Sleman. Untuk itu saya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Danone Indonesia dan Hotel Marriot yang sudah berkolaborasi dan berkontribusi bersama pemerintah. Perlu sentra-sentra vaksinasi seperti ini,“ imbuhnya. (Andri Afriyanto/KIM Depok)




Panewu Moyudan Pastikan Kesiapan Shelter Isoman Kalurahan

Mengantisipasi meningkatnya jumlah pasien konfirmasi positif COVID-19, Panewu sekaligus Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kapanewon Moyudan, Arifin melakukan evaluasi kelayakan Shelter Isolasi Mandiri (Isoman) di setiap kalurahan yang berada di Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Minggu (20/6/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Satgas Kapanewon Moyudan yang terdiri dari unsur Kapanewon, Kepolisian, dan TNI melakukan koordinasi dengan Satgas masing-masing kalurahan dalam rangka penanganan pandemi COVID-19.

Arifin menyebutkan bahwa tujuan evaluasi yang dilakukan adalah untuk memastikan shelter isolasi mandiri untuk warga yang terpapar COVID-19 harus memenuhi syarat.

“Dengan pemantauan tersebut, diharapkan setiap shelter di kalurahan benar-benar siap serta memenuhi syarat untuk isolasi, juga sebagai antisipasi. Kita juga memastikan masyarakat mematuhi protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran COVID-19,” ungkap Arifin.

Shelter yang dikunjungi oleh Arifin adalah shelter isolasi mandiri yang berada di Kalurahan Sumbersari, Sumberarum, Sumberrahayu, dan Sumberagung. Selain memantau keadaan shelter, Arifin juga melakukan tinjauan penerapan prokes hajatan yang berlangsung di Moyudan.

Arifin juga mengimbau agar patroli linmas penegakkan prokes untuk digalakkan, dan dilakukan pengetatan kegiatan masyarakat untuk meminimalisie penyebaran COVID-19. (edy/KIM Moyudan)




Digitalisasi UMKM untuk Hadapi Pandemi

Dalam rangka membangkitkan ekonomi pelaku usaha di tengah pandemi COVID-19, Direktorat Ekonomi Digital Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen APTIKA) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang digelar di Lombok Barat secara daring melalui Zoom Cloud Meeting selama dua hari, kamis (17/6/2021) hingga Jumat (18/6/2021).

Dalam kesempatan ini, Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Madya Ditjen APTIKA Kemkominfo RI, Sumarno mengungkapkan bahwa COVID-19 sangat berdampak pada keberlangsungan aktivitas ekonomi di Indonesia, terutama para pelaku usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Namun, orang dapat menyaksikan lahirnya generasi transformasi yakni generasi yang tangguh dan tahan banting. Meski penuh rintangan, tidak sedikit yang menemukan kesempatan untuk bertahan, bangkit, dan tumbuh melalui adopsi digitalisasi.

“Saya percaya bahwa para pelaku UMKM merupakan pejuang yang tangguh dalam menghadapi tantangan di saat ini karena sebagai motor penggerak pemulihan perekonomian bangsa dan berkontribusi dalam mendukung terpenuhinya kebutuhan masyarakat Indonesia,” kata Sumarno.

Ia melanjutkan, berbelanja online kian diminati pembeli saat pandemi karena promo yang ditawarkan platform online selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dibuat pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona di Indonesia, harga lebih murah, lebih banyak waktu luang mengakses online shop, serta menghindari kontak virus menjadi alasan pembeli memilih berbelanja online.

Sumarno menambahkan, Kemkominfo RI memiliki program pendampingan UMKM naik kelas tahun 2021-2024 dengan menargetkan lokasi di 10 destinasi wisata super prioritas antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Banten, dan Jakarta. Adapun Fasilitasi Pendampingan UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital pada end to end value chain dengan tujuan memperlua akses pemasaran, meningkatkan pendapatan, meningkatkan daya saing dan inovasi, meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional bisnis.

“Ada lima modul pelatihan yang diberikan kepada pelaku UMKM adalah terkait dengan pemanfaatan media sosial  untuk berjualan online, platform e-commerce untuk berjualan online, fintech, POS system, serta pemanfaatan teknologi 4.0 yaitu IoT, ERP, dan AI untuk Asisten Pintar,” tambah Sumarno.

Bimtek Kelompok Informasi Masyarakat bertajuk ‘Transformasi Menuju KIM Digital’ diikuti oleh 223 orang perwakilan KIM Kabupaten/Kota yang berasal dari 34 Provinsi di Indonesia termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili oleh KIM Sembada Kabupaten Sleman yang telah lolos registrasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)