Tak Hanya Bencana Alam, Sukarelawan Harus Tanggap Bencana Pandemi

Ngaglik – Pelatihan penanganan bencana dapat diselenggarakan sewaktu-waktu meski sedang tidak ada bencana. Tujuannya agar para sukarelawan kebencanaan lebih mahir, selalu semangat, dan selalu siap ketika dibutuhkan ketika ada bencana di Sleman ataupun di wilayah lainnya. Kecepatan, ketepatan, dan kepekaan, dalam membantu bencana sangat dibutuhkan karena itu kemampuan tersebut harus terus dilatih.

Demikian disampaikan Bambang Suharjana, Kepala Bidang Pelayanan Medis Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dalam acara Bimbingan Teknis Penanggulangan Bencana dan Penanganan Kegawatdaruratan tahun 2021 yang diselenggarakan di RM Pring Sewu, Jalan Magelang, Kabupaten Sleman, Kamis (24/6/2021).

Bambang juga menyampaikan bahwa sekarang bukan bencana alam atau Gunungapi Merapi yang sedang terjadi, namun yang sedang kita hadapi adalah bencana pandemi.

“Sekarang di Sleman ada shelter Asrama Haji yang mampu menampung 175 orang, asrama rusunawa 70 orang dan sekarang terisi 70-90 persen. Buka baru lagi di UII dan Unisa. Kampus Unisa bisa untuk masyarakat umum, diklaimkan biaya yang menanggung Pemerintah daerah,” terang Bambang.

Terkait penanganan pandemi Covid-19 di Sleman, Agus Triono, Kepala Seksi Kesehatan Khusus dan Penjaminan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengingatkan agar Citamasjajar (cuci tangan, pakai masker, jaga jarak) perlu terus diingatkan kepada seluruh warga masyarakat agar jangan sampai lengah.

Agus juga menyampaikan bahwa Dinas Sosial akan memfasilitasi JKN bagi relawan dan keluarganya melalui BPBD.
“Jika ada yang telah dibayar secara mandiri, bisa dialihkan pembayarannya,” tegasnya lagi.

Pelatihan diselenggarakan dalam 2 gelombang, gelombang pertama 22-23 Juni 2021 dan gelombang kedua 24-25 Juni 2021. Pelatihan ini diikuti para sukarelawan kebencanaan se-Kabupaten Sleman dan setiap gelombangnya diikuti tidak kurang dari 30 peserta dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.(Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




Mengangkat Kembali Potensi Agrowisata Waduk Gadung

Turi – Banyak objek wisata yang stagnan dalam mengembangkan potensinya ketika sudah diluncurkan. Salah satunya adalah objek wisata Waduk Gadung yang berada di Dusun Gadung, Bangunkerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Objek wisata yang menyediakan fasilitas penanaman salak pondoh secara langsung, tempat bermain anak, pemancingan, dan kolam renang mengalami kendala dalam rangka pengembangan lebih lanjut.

Hal tersebut yang menjadi alasan Pemerintah Kalurahan Bangunkerto menggelar Pelatihan Argowisata. “Pelatihan pengelolaan Agrowisata berupa cara pengelolaan wisata, pemasaran, dan menampilkan atraksi-atraksi yang ada di sekitar kawasan Agrowisata,” terang Mawardi, salah seorang pengelola argowisata ketika ditemui pada Rabu (23/6/2021).

Selain untuk menambah pengetahuan pengelola, pelatihan yang terselenggara memanfaatkan dana keistimewaan ini juga digunakan untuk memberi bekal pengetahuan kepada para petani dalam hal penataan kebun wisata dan wisata perikanan.

Pelatihan berlangsung selama dua hari, dan diadakan di Pendopo Agro Wisata Gadung dengan mendatangkan pembicara dari OPD di Kabupaten Sleman, diantaranya Dinas Pariwisata, dan Dinas Pertanian dan Perikanan.

Lurah Bangunkerto, M.A. Makruf berharap dengan adanya pelatihan ini dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam rangka pengembangan objek wisata Waduk Gadung. Ia melihat di Waduk Gadung ini masih banyak potensi yang masih belum dikembangkan secara maksimal.

“Kebutuhan akan tempat rekreasi dengan menyediakan fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang kegiatan pariwisata sekaligus memanfaatkan potensi alam yang ada yaitu berupa perkebunan Salak Pondoh di Kabupaten Sleman yang menggabungkan berbagai unsur rekreasi, konservasi, edukasi serta petualangan sebagai andalan untuk menarik minat pengunjung dan menambah kesejahteraan masyarakat sekitar,” tambah Makruf. (Arief Hartanto)




Siswi MAN 4 Sleman Lakukan Percobaan Ilmiah

Daun jeruk mengandung banyak minyak atsiri yang sifatnya mudah menguap pada suhu kamar, rasanya getir dan berbau wangi seperti buah jeruk. Komponen utama yang terkandung di dalam minyak daun jeruk sangat beragam tergantung pada jenis buah jeruknya. Itulah sebagian dari materi eksperimen  yang  dilakukan para siswi MAN 4 Sleman.

“Tujuan dari praktek membuat sabun ini agar para siswa dapat mengetahui cara pengambilan minyak kulit jeruk dengan metode istilasi air. Ini juga pengalaman melakukan experiment untuk mata pelajaran Kimia dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP),” tutur Mardiyanti, guru Kimia MAN 4 Sleman saat mendampingi siswi-siswi MAN 4 Sleman melakukan eksperimen pada Kamis (24/06/2021) di Laboratorium Kimia MAN 4 Sleman.

Agar terhindar dari kerumunan, eksperimen dibagi menjadi dua shift yang masing-masing terdiri 10 siswi. “Setiap shift berlangsung satu jam,” jelas Mardiyanti.

Dalam praktik percobaan ilmiah ini, para siswi didampingi oleh mahasiswa serta dosen-dosen pembimbing dan dua laboran yang berasal dari Jurusan MIPA Universitas Islam Indonesia (UII) yang sedang melakukan program pengabdian masyarakat. Pembagian kelompok meliputi kelas praktik pembuatan minyak astiri, kelas Pembuatan Sabun Cuci Piring, dan Kelas Analisis Formalin dan Boraks.

Pada setiap kelas terdiri dari satu dosen pembimbing, satu laboran dengan dua mahasiswa. Kelas praktek pembuatan minyak astiri shift pertama misalnya terdiri dari Argo Khoirul Annas selaku dosen pembimbing, dengan Matkli Dimas sebagai laboran dengan dua mahasiswa Hafidz dan Gradhiya Chandra Putra.

Dalam experiment tersebut terdapat dua kelas praktik pembuatan minyak atsiri serta dua kelas praktik pembuatan sabun cuci piring dan dua kelas analisis formalin dan borak.

“Kita menyambut baik experiment pembuatan sabun, pembuatan minyak atsiri serta analisis formalin dan borak dengan menggunakan kunyit ini. Tentunya Ini semakin menguatkan MAN 4  Sleman sebagai madrasah riset,” ujar Mohamad Yusuf, Kepala MAN 4 Sleman saat menerima rombongan dari UII  yang terdiri 8 mahasiswa,  6  dosen  dan  2 laboran.

Yusuf juga berharap kegiatan berupa pengabdian masyarakat ini dapat terus berlanjut serta menguntungkan kedua belah pihak. (Edy-KIM-Moyudan)




Depok Sediakan Pelayanan KB Gratis Sambut Harganas ke-28

Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Sejuta Akseptor secara serentak se-Indonesia pada Kamis (24/06/2021).

“Selain dalam rangka memperingati Harganas Tahun 2021, kegiatan pelayanan KB serentak ini juga dalam rangka mendukung Program Keluarga Keren Cegah Stunting,“  tutur Siti Juwariyah, Koordinator Balai Penyuluhan KB Harmoni Kapanewon Depok.

Pelayanan KB di Kapanewon Depok ini merupakan rangkaian peringatan Harganas yang sudah dimulai sejak tanggal 20 Juni 2021. Setidaknya ada 15 fasilitas kesehatan (faskes) turut serta dalam menyukseskan kegiatan pelayanan yang diberikan secara gratis ini. Faskes-faskes tersebut melayani pemasangan KB Spiral atau Intrauterine Device (IUD), metode Tubektomi atau Metode Operasi Wanita (MOW), KB Implant, Pil dan kondom.

“Untuk pelayanan KB IUD di RS KIA Sadewa dilayani tanggal 20, 21 dan 24 Juni 2021. Dari 43 peserta yang mendaftar sudah terlayani 37 orang,” jelas Siti Juwariyah.

Lebih lanjut, Siti menyampaikan bahwa untuk pelayanan KB MOW dilaksanakan tanggal 23 dan 24 Juni 2021 dengan jumlah peserta 11 orang. Khusus pelayanan KB MOW ini, satu hari sebelum pelaksanaan harus menjalani cek darah dan swab antigen di RS KIA Sadewa.

“Sementara untuk KB Implant, dilayani di Bidan Praktik Mandiri (BPM) Dini Melani, tanggal 24 Juni dengan peserta 27 orang,” pungkas Siti. (Andri Afriyanto, KIM Depok)




KIM sebagai Kontributor Berita Website Pemerintah

Sleman – Sebagai sebuah komunitas, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Sleman telah berkembang menjadi kontributor berita utama bagi website milik pemerintah kabupaten. Untuk meningkatkan kualitas berita yang dihasilkan anggota KIM, Dinas Kominfo Kabupaten Sleman memberikan bimbingan teknis (bimtek) jurnalistik dan pengelolaan website bagi KIM di Ruang Laboratorium Komputer Dinas Kominfo Sleman, Rabu (22/06/2021).

Sebagai pilot projects, peserta bimtek ini adalah anggota KIM potensial yang berasal dari Kapanewon Moyudan dan Kapanewon Ngaglik, serta pengelola website dari dua kapanewon tersebut. Pengelola website kapanewon dilibatkan karena ke depan KIM diproyeksikan juga menjadi pemasok utama berita-berita di website kapanewon.

“Ke depan pengiriman naskah berita tidak saja ke Dinas Kominfo Sleman dengan melalui aplikasi WhatsApp tapi bisa juga dikirim melalui website kapanewon sehingga karya jurnalistik KIM akan semakin banyak dibaca dan diketahui oleh masyarakat luas, terlebih bila masuk portal Info Publik milik Kementerian Kominfo karyanya bisa dinikmati oleh pembaca di seluruh wilayah nusantara,” jelas Yudiarto Setiawan, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Sleman.

Yudiarto Setiawan berharap dengan adanya bimtek ini akan berkembang bibit muda di bidang jurnalistik yang berperan besar untuk mengangkat potensi daerah masing-masing.

Dalam pengantarnya Noor Hidayati Zakiah Pramulani, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik mengatakan bahwa KIM berperan besar dalam diseminasi informasi atau penyebaran informasi ke masyarakat.

“Dalam penulisan berita harus memenuhi kaidah educating (mendidik), enlightening (mencerahkan), empowering (memberdayakan) dan Nasionalism ( kebangsaan). Jadi sebuah berita harus mampu mendidik pembacanya, memberikan pencerahan, mampu memberdayakan serta harus berwawasan kebangsaan,” kata Noor Hidayati.

Dalam bimtek ini peserta diberikan materi tentang cara penulisan yang memenuhi kaidah jurnalistik dan juga materi pengambilan foto atau gambar sebagai penunjang berita, selain itu juga diberikan materi mengenai bagaimana mengirim berita melalu website kapanewon. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)