Pengurus PPKN Kabupaten Sleman Resmi Dilantik

Sebagai bentuk upaya untuk memajukan dan mengembangkan proses budi daya Kelapa Kopyor di Kabupaten Sleman, Perhimpunan Petani Kopyor Nusantara (PPKN) Kabupaten Sleman melantik pengurus baru pada Jumat (4/6/2021). Pelantikan berlangsung di Resto Lir-ilir, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman dan dihadiri oleh Pengurus PPKN Pusat, Gapoktan, BUMDes, dan Aktivis Pertanian.

Antok Joyo, Ketua Umum PPKN Pusat memberikan langsung Surat Keputusan yang memutuskan Muh. Latif sebagai Ketua DPD PPKN Kabupaten Sleman, berdasarkan SK No. 003/SK/VI/PPKN/2021 tentang Pengangkatan Kepengurusan DPD PPKN Kabupaten Sleman.

“Pelantikan ini perlu untuk perluasan jaringan di setiap kota dan kabupaten,” ungkap Antok mengenai urgensi pelantikan kepengurusan PPKN di daerah yang didasari oleh Keputusan Munas I PPKN No. 001/Munas/V/PPKN/2021.

Kepengurusan yang terbentuk kata Antok, nantinya akan diberi wewenang dan tanggung jawab dalam pembudidayaan Kelapa Kopyor di daerah masing-masing.

Antok juga mengingatkan kepada setiap anggota kepengurusan untuk mematuhi 7 komitmen pengurus PPKN.

“Ketujuh komitmen tersebut adalah setia Indondesia, setia memberdayakan rakyat pribumi, setia melayani rakyat dengan ikhlas, setia dengan visi PPKN, setia dengan teman seperjuangan, setia menuju rakyat pribumi Berjaya, dan setia dengan cita tanpa batas,” kata Antok.

Pada pelantikan juga diadakan pembekalan mengenai pemilihan bibit dan bentuk kemitraan dalam pengembangan Kelapa Kopyor. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Kalurahan Condongcatur Salurkan Bantuan RTLH Untuk Warga

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyerahkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur kepada Mbah Marni, seorang warga RT 08, RW 31, Gejayan, Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman pada Jumat (4/6/2021). Bantuan yang diserahkan berupa uang sebesar 15 Juta Rupiah.

Reno pada kesempatan tersebut menyebutkan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kalurahan Condongcatur atas kondisi warganya.

“Bantuan ini sebagai motivasi, dan saya percaya warga khususnya Gejayan akan ikut peduli bergotong-royong menyumbangkan baik tenaga, pikiran, maupun biaya sehingga dapat segera terbangun rumah Mbah Marni yang layak huni, sehat, dan nyaman,” ujar Reno.

Mbah Marni (80) memiliki rumah yang beralamat di Jl. Mangga, Gg Manggis, No. 74, Gejayan. Kondisi rumahnya dengan dinding seadanya dan pintu dari kain. Ia mengaku sering kedinginan ketika malam karena tidak memadainya kondisi dinding dan pintu rumahnya. Selain itu, Mbah Marni juga takut atap rumahnya roboh ketika tidur malam hari. Kondisi kamar mandinya juga membahayakan untuk orang seumurannya.

Namun, Mbah Marni tetap bersikeras untuk tetap tinggal di rumah tersebut, meskipun anak-anaknya sudah menawari untuk tinggal bersama mereka. “Rumah ini kratonku, sejelek apapun saya tetap di sini,” ujar Mbah Marni.

Penyaluran bantuan ini mendapatkan apresiasi dari Dukuh Gejayan, Nuryatno yang juga sebagai pihak awal yang mengusulkan pemberian bantuan tersebut kepada kalurahan. Nuryatno juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama RT, RW dan warga akan bergotong-royong memperbaiki rumah Mbah Marni dengan membentuk panitia khusus, dan menargetkan perbaikan selesai dalam waktu 2 bulan. (Wasana/KIM Depok)




Dukung KKB, Kalurahan Condongcatur Gelar Rapat Koordinasi

Pokja Kampung Keluarga Berkualitas (KKB) Condongcatur menggelar Rapat Koordinasi Pengurus di Ruang Wacana Loka Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (3/6/2021).

Kampung KB merupakan upaya untuk mendukung Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), demi membentuk keluarga berkualitas di masyarakat.

Tujuan umum dari Kampung KB sendiri adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kampung atau yang setara melalui program KKBPK.

“Sasaran dari Kampung KB ini adalah balita, remaja, lansia, keluarha, pasangan usia subur, dan keluarga yang punya balita,” ungkap Siti Juwariyah, Penanggungjawab Program KB di Kapanewon Depok pada saat rapat.

Kalurahan Condongcatur telah membentuk Kampung KB tingkat kalurahan berdasarkan SK Lurah Condongcatur Nomor 47/ dengan sampel yang diambil adalah Padukuhan Gempol.

“Kegiatan KKB telah dianggarkan sehingga program KKB dapat dilaksanakan dengan baik sesuai schedule,” jelas Kamituwo Condongcatur, Al Thouviq Sofisalam.

Sementara itu, Ketua KKB Condongcatur, Novita Safitri menyebutkan bahwa KKB di Kalurahan Condongcatur mendapatkan nilai indicator yang mencapai angka . “Semua berkat peran kader dari masing-masing padukuhan yang melaporkan kegiatan online di grup Rumah Data Condongcatur, yang kemudian disampaikan ke Rumah Data Kabupaten Sleman,” teramh Novita.

Hal ini mendapatkan apresiasi dari Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji. Ia menyampaikan akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan Kampung KB Condongcatur dengan merealisasikan penempatan Rumah Data Condongcatur di Gedung Perpustakaan Kalurahan Condongcatur. (Wasana/KIM Depok)




Pentingnya Literasi Digital dalam Kehidupan Bermedia

Seiring berkembangnya zaman, terknologi dan komunikasi sedikit banyak mengubah cara menjalani keseharian. Terlebih di masa pandemi COVID-19 ini, interaksi tatap muka perlu diminimalisir. Sehingga pemanfaatan teknologi digital menjadi sangat diperlukan. Akan tetapi kemudahan akses teknologi tersebut sejalan dengan meningkatnya tantangan di ruang digital seperti maraknya hoaks, bully, penipuan, dan lainnya.

Guna meningkatkan kecakapan masyarakat Sleman dalam memanfaatkan teknologi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Siber Kreasi, dan Pemkab Sleman bekerja sama mengadakan Webinar Literasi Digital bertema Dampak Literasi terhadap Transformasi Bangsa melalui Zoom Meeting, Rabu (3/6/2021).

Menurut Asosiasi Penyelenggaran Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2020, rentang waktu penggunaan internet masyarakat selama pandemi lebih dari 8 jam sehari. Bahkan berdasarkan data Hootsuite Januari 2021, jumlah pengguna media sosial Indonesia mencapai 170 juta dari 270 juta populasi.

Taty Apriliyana dari Kaizen Room berpendapat bahwa dengan tingginya angka penggunaan media digital tersebut, harus diikuti dengan adanya pemahaman digital skill, ethics, culture, dan safety dalam bermedia. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tindakan dasar pengamanan digital meliputi perlindungan identitas digital dan data pribadi.

Dalam hal ini, perlindungan identitas digital meliputi identitas terlihat seperti nama, foto, deskripsi diri. Sedangkan identitas tak terlihat meliputi pin dan metode autentifikasi lainnya.

“Cara sederhananya rajin ganti password dan double autentifikasi, jangan pakai password atau pin yang sama pada semua platform, gunakan password dengan kombinasi angka, huruf. Kemudian meminimalisir memberikan data pribadi seperti tanggal lahir, alamat, dan nama ibu yang dapat disalah gunakan untuk verifikasi data perbankan,” jelas Taty.

Ia juga menambahkan perlunya kehati-hatian dalam menggunakan Wifi di area publik, tautan yang mencurigakan, dan penggunaan aplikasi untuk anak-anak.

Iqbal Aji Daryono, selaku Kolumnis Media Sosial turut melengkapi kecakapan bermedia dengan digital ethics. Pasalnya, masyarakat berasumsi bahwa dunia maya merupakan kehidupan yang tidak nyata yang membuat kemampuan control pengguna digital menurun. “Kemudahan akses teknologi melemahkan kontol yang mengakibatkan individu mudah bertindak impulsif, amarah, dan komsumtif,” ungkapnya.

Untuk itu, diperlukan upaya antisipasi dalam berpikir rasional di ruang digital. Iqbal menuturkan, digital ethics dapat diterapkan dengan menghadapi netizen sebagai teman atau tetangga. “Media sosial sama sekali bukan ruang pribadi, publik berhak memposisikan sebagai anda. Publik boleh meng-capture apa yang anda bagikan. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam menyampaikan ide dan pendapat dan tidak boleh mencaci,” tambah Iqbal.

Antisipasi dengan kemampuan literasi memungkinkan pengguna digital memahami berbagai sudut pandang dan membedakan informasi fakta dan disinformasi. Sebab, dunia digital memiliki sistem sosial dan aturan main yang harus diterapkan layaknya kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

“Ada batas-batas yang Namanya etika dan nilai Pancasila yang harus diperhatikan masyarakat dalam bermedia, sehingga tidak ada perpecahan. Sebab Indonesia merupakan engara yang majemuk dan multikultural yang rawan berselisih,” ucap Noci Widyaningrum, Dosen Pengajar UGM. (Rep Afiqa)




Tamanmartani Wakili Sleman Dalam Lomba Kalurahan Tingkat DIY

Kalurahan Tamanmartani maju dalam Lomba Desa/Kalurahan dan Kelurahan Tingkat DIY tahun 2021 mewakili Kabupaten Sleman. Tinjauan lapangan dilakukan oleh Tim Evaluasi dilaksanakan pada hari Rabu (2/6/2021), di Kantor Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, dan disambut langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Jika biasanya tinjauan lapangan atau klarifikasi lapangan dilakukan tim evaluasi secara tatap muka dengan berkunjung langsung ke lapangan, Maka kali ini Kalurahan Tamanmartani menggelar kegiatan ini secara daring. Tim evaluasi cukup melakukan wawancara dengan narasumber secara daring via zoom. Hal ini dilakukan pihak Kalurahan Tamanmartani demi mentaati protokol kesehatan. Bupati Sleman, Kustini, mengapresiasi inovasi Kalurahan Tamantirto yang telah mengadakan kegiatan klarifikasi secara daring ini.

“Harapannya dengan pemanfaatan teknologi ini dapat mencegah penularan COVID-19,” ujarnya.

Ia juga berharap dengan adanya lomba kalurahan ini dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan juga pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan semangat gotong royong dan kebersamaan antar warga dan pemerintah Kalurahan untuk terus  dibina dan ditingkatkan.

“Tapi keberhasilan pelaksanaan pembangunan di kalurahan bukan hanya ditentukan oleh kualitas kepemimpinan Lurah beserta perangkat Kalurahannya, yang tak kalah penting dari itu adalah dukungan dari masyarakat,” kata Kustini.

Sementara Kepala Biro Bermas Setda DIY, Sukamto, menyampaikan bahwa pelaksanaan pelayanan administrasi di Kalurahan Tamanmartani sudah berjalan dengan baik. Selain itu menurutnya Kalurahan Tamanmartani mampu menfaatkan IT dengan baik dalam pelayanannya, serta sejumlah sistem jemput bola.

“Tadi juga sudah keliling semua wawancara sudah menggunakan daring berarti pelaksanaan IT disini sudah bagus,” ujarnya.

Sukamto juga berharap agar Lomba Desa/Kalurahan dan Kelurahan hendaknya tidak dipandang sebagai ajang untuk mendapatkan kejuaraan saja. Namun, menurutnya ini merupakan instrumen untuk mengevaluasi keberhasilan perkembangan Desa/Kalurahan dan Kelurahan dari aspek pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan. Lebih lanjut menurutnya yang paling penting dan utama yakni bahwa melalui ajang ini, Desa/Kalurahan dan Kelurahan berkesempatan untuk mendapatkan pembinaan. (Humas Sleman)