Sambut HUT Bhayangkara Ke-75, Polsek Gamping Bagikan Sembako

Menyambut ulang tahun Bhayangkara ke-75, Kepolisian Resort (Polres) Sleman bekerja sama dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Gamping melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat pada Jumat (26/6/2021).

Kegiatan peduli sesama ini mengambil tema “Transformasi Yang Presisi Mendukung Percepatan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesai Maju” dengan melakukan sambang dan silaturahmi sekaligus memberikan bantuan paket sembako di rumah warga di wilayah Kalurahan Ambarketawang, Kalurahan Trihanggo dan Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping. Penerima bantuan adalah warga yang tergolong dalam keluarga prasejahtera dan warga lainnya yang terdampak oleh wabah COVID-19.

Kapolsek Gamping, Kompol Heribertus Aan Andrianto dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa bantuan kemanusiaan ini berasal dari Polres Sleman sebanyak 20 paket sembako dan dari anggota Polsek Gamping sebanyak 15 paket sembako.

“Paket bantuan sembako yang disalurkan kepada keluarga prasejahtera ini berisi beras premium, minyak goreng, gula pasir dan mie instan sejumlah 35 paket, walaupun tidak seberapa kami harapkan bisa sedikit meringankan beban warga yang membutuhkan,” ucap Kompol Aan.

Di samping itu, jajaran Polsek Gamping juga ingin mewujudkan target lain yaitu hadir di tengah masyarakat sehingga warga merasa nyaman dengan kehadiran anggota Polri bersama jajaran Bhabinkamtibmas dan Perangkat Kalurahan.

Kegiatan diakhiri dengan sosialisasi terkait penanganan dan pencegahan wabah COVID-19 yang disesuaikan dengan perkembangan terkini yakni pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru serta menekankan kepada masyarakat agar selalu menjaga kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan dengan air yang mengalir menggunakan sabun, menghindari kerumunan serta mengurangi atau membatasi mobilisasi diluar rumah. (Adnan Nurtjajo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Optimalkan Diseminasi Informasi, KIM Harus Bersinergi dengan Kapanewon

Sleman – Keberadaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Sleman menjadi penting dalam rangka diseminasi informasi yang lebih optimal. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Forum Komunikasi KIM Sembada Kabupaten Sleman yang diselenggarakan pada Sabtu (26/6/2021).

Bertempat di Aula Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, acara tersebut dihadiri oleh para pegiat KIM se-Kabupaten Sleman beserta perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman dan Kapanewon Minggir.

Suripto, Ketua KIM Sembada Sleman, menuturkan bahwa belakangan ini sudah banyak instansi yang memperhatikan keberadaan KIM di Kabupaten Sleman.

“Harapannya KIM di Kabupaten Sleman ini benar-benar mengetahui segala informasi yang ada di kabupaten dan bisa menginformasikannya melalui media yang ada,” kata Suripto.

Selaras dengan Suripto, Yudiarto Setiawan selaku Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo menyebutkan bahwa akan dibentuk suatu sinergi antara KIM dengan setiap kapanewon di Kabupaten Sleman untuk menyebarluaskan informasi melalui media di daerah.

“Dalam hal ini memasukkan berita-berita dari KIM ke website kapanewon,” ungkap Yudi.

Sebagai tahap awal, Dinas Kominfo telah melaksanakan bimtek bagi pegiat KIM serta admin website dari Kapanewon Ngaglik dan Moyudan. Dari bimtek tersebut, akan dibentuk suatu sistem di mana KIM bisa mengirimkan berita ke website kapanewon melalui admin pengelola dari kapanewon.

Program tersebut akan dipantau selama dua bulan. Jika berjalan dengan baik, program akan dilanjutkan kepada KIM dan kapanewon lainnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Fery Hermanto, Panewu Anom Minggir, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung KIM dalam upaya diseminasi informasi melalui website kapanewon.

“KIM diharapkan bisa menjadi sumber informasi bagi kapanewon, jadi silahkan KIM agar bisa bermitra dengan Kapanewon Minggir untuk menyampaikan informasi dari masyarakat,” imbuhnya.

Tidak hanya melalui website kapanewon, Yudi menambahkan bahwa Dinas Kominfo akan berupaya untuk memasukkan berita KIM hingga ke website Dinas Kominfo Provinsi DI Yogyakarta. Hal tersebut dilakukan untuk menambah jangkauan pembaca hingga ke seluruh lapisan masyarakat.




Ikut Perangi Pandemi, PGI Gelar Seminar Penanganan Covid-19

Depok – Pentingnya manajemen dan mitigasi bencana seperti pandemi Covid-19, mendorong Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Wilayah DIY menggelar seminar dan pelatihan tentang penanganan Covid-19 di Gedung Immanuel, Samirono Baru, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Jumat (25/6/2021).

PGI-Wilayah adalah persekutuan gereja yang dibentuk dan didukung oleh gereja-gereja dan atau jemaat-jemaat lain yang berada di wilayah tersebut dan disahkan oleh Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI dalam rangka perwujudan keesaan gereja di Indonesia.

Panewu Anom Kapanewon Depok, Wakhid Basroni mewakili Satuan Tugas Covid-19 Kapanewon Depok yang menjadi salah satu narasumber dalam seminar tersebut menegaskan kembali penegakan prokes agar dapat memutus rantai penyebaran Covid-19. “Penambahan kasus dikarenakan masyarakat sudah abai prokes, kita perlu berkolaborasi dengan satgas di tingkat bawah, termasuk satgas di gereja. Saya mendorong agar dapat mengoptimalkan satgas gereja untuk membantu penanganan covid,” jelas Wakhid.

Pada seminar ini, jemaat diberikan materi tentang Covid-19 secara umum, pencegahan dan pengendalian, dan protokol kesehatan. Seperti saat beribadah tatap muka pun tetap harus menerapkan prokes, dan sarpras juga harus disediakan seperti thermogun, tempat cuci tangan, sabun, dan informasi berkaitan prokes.

Menyikapi bencana Covid-19 yang merupakan bencana non alam, masyarakat harus fokus terhadap manajemen krisis dan harus lebih sadar tentang penggunaan masker dimana konsep dasarnya pengurangan resiko yaitu pencegahan terhadap bencana yang di alami.

Ketua Umum PGI Wilayah DIY, Pendeta Bambang Sumbodo menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberi informasi dan bekal secara teknis penanganan kebencanaan alam dan non alam khususnya Covid-19. “Tak lupa saya memberikan motivasi untuk pencegahan Covid-19 di lingkungan tempat ibadah seperti gereja,” tuturnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan majelis gereja, organisasi pemuda dan mahasiswa serta satuan tugas atau gugus tugas yang ada di masing-masing gereja yang diundang.(Andri Afriyanto/KIM Depok)




Berbagi Peran dalam Penanganan Covid-19 Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Ngaglik – Semakin meningkatnya jumlah korban yang terjangkit sekarang ini, maka penanganan Covid-19 tidak cukup hanya dilakukan oleh pihak medis maupun pemerintah. Peran dari banyak pihak pun semakin dibutuhkan sebagai sukarelawan dalam membantu menurunkan laju penularan baik dari pemangku wilayah seperti lurah dan ketua RT/RW, juga dari tokoh agama, tokoh masyarakat, kader kesehatan, puskesmas, babinkamtibmas, relawan, maupun peran serta dari seluruh warga masyarakat.

Keterlibatan serta kerelawanan dari seluruh komponen masyarakat ini merupakan konsep pemberdayaan masyarakat yang menempatkan masing-masing pihak dalam tugas yang saling bersinergi dan mendukung satu sama lain.

“Sudah saatnya menghidupkan kembali kerelawanan secara konkrit dalam upaya menekan laju penularan Covid-19,” ungkap Ns. Maryana, ,. S Psi, . M Kep saat memberikan bimbingan teknis (bimtek) kegawatdaruratan gelombang kedua di RM Pring Sewu, Jalan Magelang, Kabupaten Sleman, Jumat (25/6/2021).

Menurut Maryana, masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam membantu aparat RT/RW/desa dalam melakukan upaya pencegahan Covid-19, yaitu saling mengingatkan sesama warga untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan, serta membantu pemenuhan logistik bagi warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah atau lansia yang tidak memiliki keluarga.

Jika merasa sakit, masyarakat diminta segera melapor kepada ketua RT/RW/lurah dan petugas puskesmas untuk mendapat pelayanan kesehatan sesuai ketentuan. Peran serta lain yang bisa dilakukan masyarakat adalah menggunakan transportasi pribadi serta tertib menjalankan protokol kesehatan 5M: menjaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker, mencuci tangan, dan mengurangi mobilitas.

Sementara itu lurah, ketua RW dan ketua RT berperan memberikan informasi melakukan edukasi, mendorong partisipasi warga untuk 5M, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan mengurangi mobilitas, serta berkoordinasi dengan puskesmas. Tokoh agama dan tokoh masyarakat mengedukasi dan mendorong warga dalam langkah langkah pencegahan Covid-19 melalui pendekatan agama dan budaya.

Adapun Babinkamtibmas berperan mengedukasi, memantau penerapan PHBS dan 5 M, menegakkan kedisiplinan, dan menangani penderita. Kader kesehatan selain mendorong partisipasi warga juga membantu ketua RT/RW dalam memfasilitasi logistik. Puskesmas berperan dalam menganalisa data, pelacakan kasus, dan membantu koordinasi dan rujukan.

Maryana menekankan perlunya menyusun rencana kegiatan di masyarakat
dalam penanganan Covid-19 yaitu menyampaikan informasi tentang penyebab, penularan, dan pencegahan. Edukasi tentang etika batuk, cara cuci tangan pakai sabun, dan cara menggunakan masker pun perlu diberikan. Penyampaian edukasi bisa menggunakan sarana pengeras suara, saluran komunikasi elektronik di telepon genggam.

Hal-hal lain yang harus dilakukan adalah membuat jadwal pelaksanaan, sasaran kegiatan, dan rencana anggaran lengkap dengan penanggungjawab kegiatan.
Kemudian mendata kesehatan warga yang beresiko tinggi, warga datang dan pergi, pendataan potensi seperti tenaga kesehatan, akses kesehatan, dan fasilitas mobil milik warga.

Hasil pendataan, perencanaan program, maupun kesepakatan penanganan covid ini kemudian dipaparkan dalam musyawarah di tingkat RT, RW ataupun Desa.

“Untuk mencegah wabah penyakit Covid-19 dengan uraian yang disingkat dengan SHOLATLAH, yaitu Selalu mengkonsumsi makanan bergizi, Hindari kerumunan, Olahraga, Lakukan PHBS, Alat Pelindung diri berupa masker dan rajin cuci tangan, Tenangkan hati kontrol emosi, Lakukan deteksi dini, Aktivitas di rumah, dan Hiasi rumahmu dengan baca Alquran serta berdzikir bersama keluarga,” kata Maryana yang aktif sebagai dosen di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jurusan Keperawatan ini.(Endarwati/KIM Donoharjo)




Tim Verifikasi Proklim Lakukan Verifikasi Lapangan Dusun Cibuk Kidul

Tim Verifikasii Program Kampung Iklim (Proklim) melakukan verifikasi lapangan terhadap salah satu daerah yang mengikuti Proklim, yaitu Dusun Cibuk Kidul yang berada di Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Rabu (23/6/2021) Tim yang melakukan verifikasi terdiri perwakilan dari beberapa OPD di Kabupaten Sleman, yaitu Dinas Lingkung Hidup (DLH), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Bappeda, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pertanian.

Arif Wibowo, salah satu verifikator menyebutkan bahwa verifikasi dilakukan mengambil 3 aspek penting, yaitu adaptasi, mitigasi, dan dukungan masyarakat. Aspek adaptasi jelas Arif misalnya dapat dilihat dari berbagai hal seperti konservasi, pemanfaatan lahan, penampungan air hujan, dan pemakaian pupuk organik.

“Sedangkan aspek mitigasi contohnya adalah pengelolaan sampah, pembuatan biogas, pemanfaatan energi matahari, pemanfaatan sungai untuk energi terbarukan, dan lainnya,” jelas Arif.

Sasmiyati, perwakilan dari Dusun Cibuk Kidul memaparkan beberapa kegiatan di Cibuk Kidul yang termasuk dalam Proklim.

“Program pengelolaan lingkungan seperti kegiatan shodaqoh sampah, pembuatan kerajinan dari sampah, pembuatan rumah bibit, penggunaan agensia hayati, kegiatan mina padi dan mina kalen, pemantauan jentik, dan pembuatan serta pemanfaatan tanaman obat,” ungkap Sasmiyati.

Sasmiyati juga menyebutkan dukungan berkelanjutan yang diberikan oleh beberapa kelompok masyarakat di Cibuk Kidul.

“Dukungan dari Kelompok Tani Catur Taruna, Kelompok Pengelola Sampah Ngudi Lestari, KWT Karya Manunggal, Kelompok Asuhan Mandiri Toga Dan Akupresur, Kader Jumantik, Posyandu Dan Kelompok Pengajian Gubuk Singa (Sinau Dan Ngaji),” tambah Sasmiyati. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)