Antisipasi Penularan COVID-19, Warga Nasri III Lakukan Penyemprotan Disinfektan Mandiri

Menyikapi tingginya warga terpapar Covid-19, Warga Dusun Nasri III Sumbersari Kapanewon Moyudan mengadakan penyemprotan disinfektan secara mandiri di wilayah RW 07 yang terdiri dari 4 RT. Penyemprotan terbagi 4 kelompok untuk wilayah RT 04, 05, 06 dan 07.

“Sejak awal pandemi hingga saat ini kita sudah lebih dari 50 kali melakukan penyemprotan disinfectant. Kami tidak hanya mengandalkan bantuan tetapi secara swadaya mengumpulkan dana untuk membeli bahan disinfectant hingga konsumsi. Alhamdulillah dukungan dan partisipasi warga sangat baik,” ujar Dhedy Theo, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 tingkat dusun, didampingi Zamzuri Latif, Dukuh Nasri III, usai penyemprotan Selasa malam (22/06/2021) di halaman rumah Arinta warga RT 07.

Penyemprotan diawali dengan koordinasi dan pengisian 4 sprayer serta satu sprayer besar dengan motor roda tiga pinjaman dari Satgas Kelurahan. Kemudian setiap kelompok terdiri empat atau lima orang menuju ke setiap RT untuk melakukan penyemprotan. Dengan cara ini terhindar dari kerumunan, setiap RT memperoleh penyemprotan disinfecatant. Seluruh personil yang mengikuti kegiatan diwajibkan bermasker, mencuci tangan dengan handsanitizer serta tetap menjaga jarak.

“Kami tekankan kepada seluruh warga untuk selalu patuh protokol kesehatan. Kami minta setiap warga agar kemanapun dan di manapun mengenakan masker. Kami sampaikan terima kasih atas partisipasi warga yang telah mendukung penyemprotan ini,” tegas Zamzuri Latif saat memberi arahan dan evaluasi usai penyemprotan.

Sejak terjadinya awal pandemi tahun lalu, warga Nasri III juga melakukan penggalangan dana bantuan berupa uang dan bahan makanan untuk keluarga yang sedang isolasi mandiri (isoman). Pengumpulan melalui dasa wisma, serta organisasi pemuda turut mendistribusikan ke setiap keluarga yang sedang isoman. (Edy-KIM Moyudan)




Meningkatkan Kualitas Anggota KWT dengan Pelatihan Wirausaha Online

Depok – Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Caturtunggal mendapatkan pelatihan pengolahan hasil hortikultura dan wirausaha online selama tiga hari penuh (23-25 Juni 2021) di Balai Padukuhan Tempel, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

Pelatihan digelar selama tiga hari dengan materi pengolahan hasil pertanian yang meliputi olahan basah dan kering, serta pelatihan packing produk dan kewirausahaan online.

Lurah Caturtunggal, Agus Santoso menyatakan sangat mendukung kegiatan semacam ini guna mendukung tumbuhnya KWT yang memiliki produk yang layak jual yang tersegmentasi dan menjadi alternatif unggulan Kalurahan Caturtunggal. “Harapannya dengan adanya kegiatan pelatihan seperti ini, tidak hanya berhenti sampai pelatihan, namun harus ditindaklanjuti dengan penerapan ke unit usaha KWT sehingga dapat lebih berkembang dan terus berinovasi,” harap Agus saat pembukaan pelatihan, Rabu (23/6/2021).

Pada hari pertama materi disampaikan oleh Bayu Bharotodiastro, Konsultan Pemasaran Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sleman mengenai pengawasan mutu produk mulai dari standarisasi sampai quality control kelayakan produk. Kemudian Masreza Parahadi, , M. Biotech, Konsultan Produksi PLUT Sleman memberikan materi packing produk dan kewirausahaan online.  

Masreza Parahadi juga menyampaikan mengenai motivasi mengenai cara memulai usaha dan survive menghadapi tantangan dalam mengelola sebuah usaha. “Apalagi tatanan dunia sudah mengarah ke trend digital, jadi segala macam bentuk aktifitas hampir familier dilakukan secara online, tak terkecuali dengan bisnis dan pemasaran, “ kata Masreza yang juga memberikan pemahaman mengenai metode SEO dan copywriting terkait bisnis online.

Pada hari kedua dan ketiga besok materi akan difokuskan pada praktek memasak olahan hasil pertanian lokal berupa olahan basah dan kering. Teori dan praktek dari persiapan sampai finishing hasil akhir olahan hasil pertanian lokal seperti klappertart labu kuning, schotel jagung, donat ubi ungu, keripik labu kuning, telur gabus ubi ungu, dan kastangel sukun akan diberikan.(Danang/KIM Depok)




KWT Srikandi Ikuti Lomba Adhi Karya Pangan Nusantara Tingkat Kabupaten Sleman

Depok – Lurah Caturtunggal, Agus Santoso mendorong masyarakat untuk mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan di wilayah tempat tinggal. Agus menitikberatkan untuk membuat berbagai inovasi dan kreasi masyarakat dalam penyelenggaraan ketahanan pangan.

“Perlu sinergitas antara kelompok wanita tani, warga, dan pemerintah kalurahan bersama mitra terkait. Prestasi menang dalam lomba merupakan bonus dalam ikhtiar mewujudkan kemandirian pangan tersebut,” kata Agus saat mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Mrican dalam penilaian Lomba Adhi Karya Pangan Nusantara Tingkat Kabupaten Sleman di Padukuhan Mrican, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Selasa (22/6).

KWT Srikandi dipercaya maju ke tingkat kabupaten karena fokus pada pemanfaatan lahan pekarangan terbatas dan olahan hasil olahan pertanian. Mereka mengembangkan teknik budidaya tanaman demplot dan budi daya ikan lele dalam ember, dan yang terbaru hidroponik dengan memanfaatkan pekarangan warga yang terbatas.

Di tahun 2020 lalu, KWT Srikandi Mrican ini berhasil meraih Juara V Tingkat Nasional dalam lomba Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Nasional. Dengan konsep pertanian mataraman dan pemanfaatan lahan terbatas, banyak inovasi yang telah dilakukan KWT Srikandi. Mangan opo sing ditandur, dan nandur opo sik dipangan (makan apa yang ditanam dan menanam apa yang dimakan), menjadi jargon dan semangat yang diejawantahkan KWT Srikandi selama ini.

“Rekayasa sosial untuk menggerakkan seluruh komponen masyarakat mengenai pertanian lahan terbatas di Mrican memang layak untuk diapresiasi. Harapannya KWT Srikandi dapat meraih hasil yang terbaik dalam lomba Adhikarya Pangan Nusantara tahun 2021 ini, serta ke depannya bersama KWT lainnya di Caturtunggal dapat tumbuh bersama dan maju bersama untuk mewujudkan kedaulatan pangan di wilayah Caturtunggal,” pungkas Agus yang pada kesempatan ini juga menyerahkan bantuan operasional kepada KWT Srikandi.(Danang/KIM Depok)




Panewu Moyudan Tinjau Langsung Pelaksanaan PPDB Tingkat SMP

Panewu Moyudan, Arifin, melakukan pemantauan kesiapan sekolah-sekolah yang berada di Moyudan menyambut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berlangsung dari Selasa (22/6/2021) hingga Kamis (24/6/2021).

Pemantauan ini kata Arifin adalah untuk memastikan agar PPDB di Moyudan dapat berjalan lancar, aman, dan tidak terjadi kerumunan. Selain itu, Ia juga menggarisbawahi agar proses PPDB tetap mematuhi penerapan protokol kesehatan, baik dari panitia maupun dari orang tua calon peserta didik.

“Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan PPDB berjalan lancar, sekaligus memastikan penerapan prokes berjalan dengan baik, sebagai langkah pencegahan penyebaran pandemi COVID-19,” tutur Arifin saat mengunjungi pelaksanaan PPDB di SMP Negeri 1 Moyudan, Kabupaten Sleman, Senin (21/6/2021).

Selain mengunjungi SMP Negeri 1 yang berlokasi di Blendung, Sumbersari, Moyudan, Arifin beserta tim juga melakukan peninjauan PPDB di SMP Negeri 2 Moyudan di Setran, Sumberarum, Moyudan. Selain meninjau prokes, Arifin juga berdialog dengan panitia, maupun beberapa orang tua calon peserta didik.

Dari pemantauan yang dilakukan, secara umum baik panitia maupun orang tua telah tertib dalam penerapan prokes selama pelaksanaan PPDB. Arifin berharap agar ketertiban ini tetap dilaksanakan secara ketat guna memutus rantai penyebaran COVID-19.

Untuk diketahui, SMP Negeri 1 Moyudan sendiri memiliki daya tampung peserta didik baru sebanyak 128 siswa (4 rombel). Sedangkan SMP Negeri 2 Moyudan, memiliki kuota sebanyak 192 (6 rombel) peserta didik. (Edy/KIM Moyudan)




Kembangkan Potensi Pertanian, Caturtunggal Kukuhkan KWT

Depok – Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan kelompok pemberdayaan wanita yang bergerak dalam bidang pertanian yang salah satunya meliputi pengolahan hasil pertanian seperti pembuatan aneka makanan dengan bahan baku hasil pertanian lokal.

“Kami berharap KWT dapat menjadi kelompok pemberdayaan wanita yang dapat berkembang serta memberi kebermanfaatan bagi masyarakat,” kata Lurah Caturtunggal, Agus Santoso saat mengukuhkan empat KWT kelas pemula dan satu KWT kelas lanjutan di Kantor Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Senin (21/6/2021).

Agus juga mengingatkan KWT untuk selalu kompak, aktif, dan kreatif menjalankan program bahkan unit usahanya sehingga produk yang dihasilkan berdaya jual dan bersaing di kalangan masyarakat luas.

Empat KWT kelas pemula yang dikukuhkan di Caturtunggal adalah KWT Mekar Janti, KWT Tuwuh Makmur Santren, KWT Mutiara Kulang Karangmalang, dan KWT Pandansari Blimbingsari. Mereka menyusul beberapa KWT pemula yang telah dikukuhkan terlebih dahulu beberapa tahun lalu, seperti KWT Tunas Mekar Padukuhan Karangwuni, KWT Ambar Kinasih Padukuhan Ambarukmo, KWT Lestari Padukuhan Gowok, dan KWT Juwita Padukuhan Ngentak.

Sedangkan satu KWT kelas lanjutan yang dikukuhkan adalah KWT Srikandi, menyusul KWT Jasmine, dan KWT Mrican yang tahun 2020 lalu mewakili DIY maju dalam lomba Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) mendapat juara V tingkat nasional.

Pemerintah Kalurahan Caturtunggal melalui Bagian Kemakmuran beserta mitra terkait berkomitmen melakukan pendampingan rutin dan pelatihan guna menambah ilmu serta keterampilan KWT, mulai dari produksi sampai dengan pemasaran olahan hasil pertanian. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kapanewon Depok merupakan salah satu mitra yang aktif mendampingi kelompok pemberdayaan seperti gapoktan, kelompok ternak, KWT, dan kelompok perikanan.

“Keberadaan kelompok pemberdayaan masyarakat, khususnya KWT termasuk salah satu prioritas dalam rangka mengembangkan potensi yang tidak hanya sebatas pertanian, namun juga pada pemanfaatan lahan terbatas,” jelas Agus.

“Dengan kemitraan dan jaringan yang kuat, harapannya KWT yang ada di kalurahan dapat maju dan tumbuh bersama. Serta menjadi kelompok pemberdayaan yang dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” pungkasnya.(Danang/KIM Depok)