Dinas PUP-ESDM DIY Sosialisasikan Tata Cara Pembangunan PSU di Sleman

Sleman – Dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur DIY No. 39/SE/VI/2021 tentang penundaan kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (Dinas PUP-ESDM) DIY menyelenggarakan sosialisasi Pelaksanaan Pekerjaan Belanja Bahan Bangunan Konstruksi Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU) pada Kawasan Permukiman di Kabupaten Sleman pada hari Selasa (6/7/2021) secara daring menggunakan Aplikasi Zoom Meeting.

Kegiatan zoom meeting ini dibagi dalam 3 paket dengan mengundang Panewu, Lurah, Ketua LPMK, dan Dukuh dari Kapanewon yang kalurahan dan padukuhannya menjadi lokasi proyek. Selain itu, hadir juga dalam rapat zoom meeting tersebut konsultan penyedia barang dan jasa, baik konsultan perencana maupun konsultan pengawas yang sekaligus menjadi pendamping.

Erny Sonya Pontoh selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pekerjaan PSU Permukiman di Kabupaten Sleman yang menjadi narasumber dalam sosialisasi menjelaskan tentang Standar Operating Procedure (SOP) penyelenggaraan sektor perumahan dan kawasan permukiman, serta pedoman teknis calon penerima hibah belanja bahan bangunan konstruksi PSU.

“Bentuk hibah yang akan disalurkan adalah berupa bahan bangunan dengan 3 RAB yang disesuaikan dengan pekerjaan fisik bangunan, dengan masing-masing RAB senilai Rp , Rp , dan Rp . Untuk dana upah tukang (HOK) adalah Rp , Rp , dan Rp ,” ujar Erny.

Mengenai metode hibah, Erny menjelaskan bahwa penyaluran hibah dilakukan oleh penyedia jasa dengan mengirimkan bahan bangunan sampai ke masing-masing lokasi calon penerima hibah. “Jangka waktu pengiriman 60 sampai 75 hari kalender,” jelas Erny lagi.

Erny juga menjelaskan mengenai hak dan kewajiban calon penerima hibah yang meliputi kesepakatan menerima jenis dan jumlah barang sesuai RAB, menyiapkan lokasi/tempat untuk menempatkan bahan bangunan, menyiapkan tukang dan pembantu tukang, penyelesaian pekerjaan, dan penyelesaian kewajiban administrasi.

Erny berharap setelah sosialisasi ini, segera dilakukan koordinasi antara Kalurahan, padukuhan dan LPMK karena dalam waktu dekat sudah dilakukan mobilisasi material.

“Kegiatan diharapkan dapat dioptimalkan, sehingga pekerjaan dapat sesuai target baik target waktu maupun target volume. Kegiatan ini dilakukan secara padat karya, dengan tetap mengedepankan gotong royong mengingat dana yang diberikan sifatnya stimulan,” tutup Erny. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Rekreasi Sambil Belajar Budi Daya Lele di Desa Wisata Pendidikan Dukuh

Sleman – Sebuah desa wisata tidak selalu menyuguhkan pesona alamnya saja. Ada beberapa desa wisata yang mengembangkan konsep wisata edukasi sebagai andalannya. Salah satunya adalah Desa Wisata Pendidikan Dukuh yang berada di Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman.

Berbagai macam paket wisata edukasi ditawarkan oleh Desa Wisata Pendidikan Dukuh ini. Ada paket wisata edukasi budi daya labu botol, perkebunan cabai, sayur-sayuran organik, budidaya jamur tiram,ternak kambing, dan bebek. Namun yang paling unik adalah wisata edukasi perikanan nila dan lele.

Wisata edukasi budi daya lele di Desa Wisata Pendidikan Dukuh dimulai dari tahun 2018 lalu. Ismono selaku pengelola Desa Wisata Pendidikan Dukuh menyebutkan bahwa kolam-kolam lele tersebut dibuat karena kolam yang pada awalnya berada di daerah perkembunan kekurangan air pada musim kemarau.

Kemudian muncul ide untuk membangun kolam lele yang mempermudah pemenuhan kebutuhan airnya, dengan membangun kolam semi permanen menggunakan terpal dan kerangka besi. Keunggulan dari kolam ini adalah selain biaya pembuatan yang lebih murah dari pada kolam permanen, kolam dari terpal ini dapat dipindahkan sewaktu-waktu, sehingga lebih memudahkan untuk memenuhi pasokan air ketika musim kemarau.

“Kolam lele ini yang menjadi solusi. Selain itu juga bisa menjadi wisata edukasi di Desa Wisata Pendidikan Dukuh ini,” jelas Ismono ketika ditemui di Omah Paseduluran Desa Wisata Pendidikan Dukuh, Kamis (8/7/2021).

Paket wisata edukasi budi daya ikan lele di Desa Wisata Pendidikan Dukuh sendiri berkisar sampai dengan Rp. per orang. Pengunjung bisa mendapatkan edukasi tentang budi daya lele seperti tata cara mengurusnya, cara memberi makan, pembersihan kolam, sampai dengan rekreasi memancing lele langsung dari kolam jumlahnya ada lebih dari 25 buah kolam.

Pengunjung juga bisa membeli ikan lele langsung dari kolam dengan harga Rp. dan per kilonya, dengan kondisi ikan lele sudah dibersihkan. Per harinya, ikan lele di Desa Wisata Dukuh ini bisa dipanen sebanyak kurang lebih 50 kg untuk sekali panen.

Adi, salah satu petugas yang mengurus budi daya ikan lele di Desa Wisata Dukuh ini mengatakan, ikan lele yang berada di sini adalah ikan siap konsumsi dan tentunya dengan kondisi sehat.

“Ikan lele disini setiap harinya akan dibersihkan endapan kotoran yang berada di kolam dan memisahkan ikan lele yang sakit ataupun mati, sehingga ikan lele selalu dalam kondisi sehat dan tidak sakit,” tambah Adi.

Bagi yang ingin berkunjung, lokasi Desa Wisata Pendidikan Dukuh dapat dicari menggunakan aplikasi Google Maps dan sosial media Instagram @desawisatapendidikandukuh. (Rep satyo)