Masyarakat Miliki Peranan Penting dalam Pengelolaan Sampah

Sleman – Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam menghadapi permasalahan sampah adalah masalah pengelolaan sampah yang belum dilakukan dengan benar oleh masyarakat. Padahal, peran masyarakat sangat penting dalam mengelola sampah. Hal tersebut yang ditekankan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kuncoro Cahyo Aji pada pembukaan Workshop Pengelolaan Sampah dengan Tema Kelola Sampah dari Rumah untuk Yogya Istimewa yang dilakukan secara daring via aplikasi Zoom Meeting selama 2 hari, yaitu Senin (16/8/2021) dan Rabu (18/8/2021).

Kuncoro menuturkan selama ini mayoritas masyarakat masih melakukan apa yang dikategorikan memindah sampah, belum sampai kepada pemilahan sampah.

“Pengelolaan sampah dari sumbernya bisa merubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah,” ujar Kuncoro pada webinar yang diikuti oleh 90 orang peserta tersebut.

Untuk itu, lanjut Kuncoro, Yogyakarta Kuncoro mencanangkan Program Yogya Hijau pada tahun 2022 yang menempatkan subjek pengelola sampah untuk lebih cerdas dalam mengelola sampah, atau dengan ecological intelegency, misalnya dengan menjadikan sampah sebagai komoditi finansial sehingga dapat mendatangkan manfaat.

Sebagai salah satu penghasil sampah yang paling besar, partisipasi masyarakat dianggap penting dalam hal pengelolaan sampah.

“Partisipasi masyarakat dapat diwujudkan dengan pengelolaan sampah dari sumbernya yaitu dengan melakukan pemilahan, pengolahan sampah organik, mendirikan Bank sampah dan melakukan daur ulang sampah anorganik,” ujar Kuncoro lagi.

Selain itu gaya hidup minim sampah juga dapat diterapkan sebagai bentuk pengurangan sampah yang berkontribusi dalam penurunan timbunan sampah, terutama sampah yang masuk ke TPA.

Untuk itu, Kuncoro berharap Webinar yang diadakan selama 2 hari ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat sekaligus meningkatkan kapasitas pengurus bank sampah dalam pengelolaan sampah, melakukan daur ulang sampah, serta Menyusun strategi pemasaran produk-produk daur ulang sampah. (KIM Seyegan/Sutarto Agus)