Dukung Gerakan Buah Nusantara, Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Buah Lokal untuk Warga

Sleman – Sebagai upaya untuk mendukung Gerakan Gelar Buah Nusantara, Pemerintah Kabupaten Sleman membagikan 150 paket buah-buahan untuk masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman), Tenaga Kesehatan RSUD Murangan Sleman, RSUD Prambanan, dan anak Panti Asuhan Khodijah.

Bantuan diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo kepada perwakilan penerima bantuan di Balai Kalurahan Tridadi Kapanewon Sleman, Kamis (19/8/2021).

Dalam sambutannya Kustini menyampaikan terimakasih kepada Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman yang sudah membantu menyelenggarakan kegiatan berupa penyaluran bantuan produk buah-buahan lokal untuk bagi warga yang sedang menjalankan isolasi mandiri di kalurahan Tridadi.

Kegiatan ini, lanjut Kustini, juga bertujuan untuk mendorong peningkatan produksi buah lokal dan kesejahteraan petani yang terdampak untuk percepatan pemulihan ekonomi  nasional serta peningkatan kesehatan masyarakat.

Sementara pemberian buah-buahan lokal yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, warga isoman serta anak-anak Panti Asuhan Khodijah, diharapkan dapat membantu dan mengurangi beban dalam menjalani kehidupan dalam Pandemi COVID-19 ini, serta dapat memenui gizinya.

“Kepedulian ini diharapkan dapat menjadi sebuah Gerakan yang nantinya menjadi sebuah penggerak bagi semua pihak dalam dalam bahu membahu untuk penanganan pandemic COVID-19 ini, tidak hanya berasal dari pemerintah saja. Saya juga berharap bantuan ini dapat menjadi Gerakan kemanusiaan untuk saling menolong, terlebih di masa pandemi COVID-19 ini,” kata Kustini. (Humas Sleman)




Baznas Sleman Gelar Vaksinasi untuk Kyai dan Santri

Sleman – Untuk memutus mata rantai penularan COVID-19, Baznas Kabupaten Sleman menggelar program vaksinasi yang ditujukan untuk para ulama kyai dan tokoh agama serta para santri yang diberi tajuk Jaga Kyai.

Kegiatan vaksinasi ini berlangsung pada Kamis (19/8/2021) mulai pukul 08:30 WIB sampai selesai di Sleman City hall (SCH) Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Vaksinasi yang diselenggarakan oleh Baznas Sleman ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sleman untuk menekan kasus COVID-19 dalam masyarakat, serta membantu masyarakat untuk dapat mencapai kekebalan komunal (herd immunity)

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa ketika memantau kegiatan vaksinasi mengatakan, vaksinasi harus dilakukan secara gotong royong agar target dapat tercapai dengan baik. “Memang secara target kita harus mencapai dengan cara gotong royong , dan semoga kegiatan kita dapat berlangsung dengan baik,” jelas dia.

Pada vaksinasi kali ini, vaksin yang digunakan adalah vaksin Astrazeneca. Dina, salah seorang dokter yang menjadi vaksinator dalam vaksinasi menjamin keamanan vaksin yang digunakan.

“Selama pasien tidak memiliki keluhan yang serius, vaksin Astrazeneca ini aman dan sudah direkomendasikan oleh kesehatan,” ungkap Dina.

Meskipun pada rencana awal peserta vaksinsasi dalam program Jaga Kyai ini ditujukan untuk  santri atau pemuka agama saja, pada praktik lapangannya ternyata banyak masyarakat umum di Kabupaten Sleman yang antusias untuk ikut serta dalam pelaksanaan vaksinasi yang diselenggarakan Baznas Sleman ini. 

Salah satunya adalah Ariana Fatimah, seorang pekerja dari salah satu pabrik di Kabupaten Sleman. Ariana mengaku mengikuti vaksinasi ini karena kewajibannya sebagai salah seorang pekerja di Sleman.

Sleman City Hall (SCH) sendiri telah banyak memfasilitasi program vaksinasi untuk masyarakat. Lia, Event Promosion SCH mengatakan, hal tersebut merupakan salah satu upaya SCH untuk membantu memerangi pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini.

“Kegiatan vaksinasi ini adalah program SCH berbakti untuk negeri, jadi memang sejak awal vaksinasi didistribusikan kita sudah menjadi tempat, dari awal Maret hingga saat ini sudah 23 kali menjadi wadah tempat vaksinasi,” ungkap Lia. (Rep Rahayu) 




Sleman Siapkan Skenario Pembukaan Pusat Perbelanjaan

Sleman – Kabupaten Sleman masih belum termasuk wilayah yang menjadi uji coba pembukaan sektor pusat perbelanjaan dan mall pada perpanjangan PPKM Level 4 sampai 23 Agustus mendatang.

Meskipun begitu, Pemkab Sleman telah menyiapkan skenario aturan pelaksanaan uji coba apabila nantinya dipilih oleh pemerintah pusat.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menuturkan penyiapan skenario ini didasari berbagai masukan dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY.

Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, komunikasi dengan pengelola tersebut telah beberapa kali dilakukan.

“Kita sudah sering mendapatkan keluhan dan masukan. Dan kita tentu tidak diam saja, kita respon masukan-masukan ini dengan menyiapkan skenario agar saat tiba giliran kita mendapatkan ijin uji coba, bisa segera dilaksanakan,” ungkap Kustini ketika ditemui di Sekretariat Daerah Sleman, Kamis (19/8/2021).

Kustini menyebut sejumlah pusat perbelanjaan dan mall di Sleman sebenarnya sudah siap untuk uji coba. Salah satu indikatornya adalah capaian vaksin para pekerja di tempat tersebut.

“Untuk jumlah yang sudah divaksin pekerja di pusat perbelanjaan dan mall Sleman sekitar 75-80%. Ini modal awal yang sangat bagus dari percepatan kita untuk menggerakkan sektor perekonomian,” jelas Kustini.

Untuk kapasitas pengunjung, Kustini akan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah. Ia juga mengatakan seluruh pusat perbelanjaan dan mall di Sleman sudah menyatakan kesiapannya untuk menerapkan screening melalui aplikasi peduli lindungi bagi pengunjung sebagai syarat masuk.

Selain itu, kelengkapan fasilitas protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan cek suhu juga menjadi syarat utama. Ditambah skenario aturan jaga jarak di setiap gerai dan tenant di dalam mall juga harus disiapkan.

“Yang dibuka dulu adalah yang gerainya berjualan produk umum. Kalau fasilitas pendukung seperti bioskop, karaoke, tempat bermain anak dan lainnya akan dibuka secara berkala berdasarkan evaluasi uji coba awal. Kalau sudah bagus bisa segera dibuka,” terang Kustini.

Untuk pengunjung yang diperbolehkan masuk tetap sama dengan aturan pemerintah yakni di atas usia 12 tahun. Namun di Sleman akan ditambah aturan usia di atas 60 tahun tidak diperbolehkan dulu untuk masuk.

Ditambahkan Kustini, dengan segera dibukanya pusat perbelanjaan dan mall meskipun baru sebatas uji coba adalah langkah yang tepat. Hal itu karena agar perekonomian bisa berjalan dan mengurangi resiko PHK terhadap pekerja.

Selain itu, pusat perbelanjaan dan mall di Sleman juga menjadi sarana promosi dari produk-produk UMKM. Jika tempat tersebut tutup dalam waktu lama, secara otomatis akan berdampak juga terhadap pemasaran produk dari para pelaku UMKM.

“Melihat dari hasil komunikasi dan persiapan sejumlah mall dan pusat perbelanjaan di Sleman, sebenarnya semua sudah siap untuk buka. Kita tinggal menunggu ijin dari pemerintah pusat agar kita bisa juga melakukan uji coba. Harapan saya secepatnya,” kata Kustini.