Hemat Biaya Pakan Ikan dengan Memanfaatkan Limbah Pertanian

Sleman – Untuk mengurangi biaya pembelian pelet pakan ikan yang mahal, perlu adanya terobosan pembuatan pakan alternatif sebagai pengganti pakan pabrikan. Apalagi di tengah pandemi COVID-19 saat ini, banyak pengusaha mikro kecil termasuk petani ikan yang mengalami penurunan penghasilannya karena daya beli masyarakat juga menurun. Salah satu cara alternatif untuk memperoleh pakan ikan adalah dengan memanfaatkan limbah pertanian.

Banyak limbah pertanian yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan, salah satunya adalah dedak bekatul yang merupakan limbah penggilingan padi berguna sebagai pakan ikan karena mempunyai kandungan gizi yang tinggi dan memiliki harga yang relatif murah, sehingga menguntungkan bagi petani ikan.

Menurut Panewu Anom Kapanewon Gamping, Trisno Sunardi yang dijumpai di kediamannya di Bilangan Sinduadi, Mlati, Sleman, Minggu (22/8/2021) pakan merupakan salah satu komponen penunjang keberhasilan pembesaran ikan lele karena ikan lele memiliki nafsu makan yang tinggi.

Untuk itu, sebagai pembudidaya ikan diwajibkan mencukupi kebutuhan pakan setiap harinya. Namun, pemenuhan pakan pada budidaya ikan lele juga menjadi permasalahan para petani ikan karena pakan produksi pabrik yang di jual di poultry shop masih terasa mahal.

Solusi guna menyiasati mahalnya harga pelet pakan ikan adalah dengan membuat pakan lele sendiri seperti yang dilakukan oleh Panewu Anom Kapanewon Gamping, Trisno Sunardi. Ia membuat pakan ikan alternatif dengan memanfaatkan dedak bekatul yang difermentasi selama tiga minggu menggunakan mikrobia khusus untuk meningkatkan nilai gizi sumber pakan hasil sampingan komoditas pertanian tersebut.

“Diketahui bahwa dedak bekatul memiliki kadar serat yang masih tinggi. Untuk menurunkan kadar serat yang tinggi tersebut maka perlu dilakukan fermentasi menggunakan mikrobia khusus agar pakan yang diberikan pada ikan mudah diserap oleh tubuh ikan dan membantu proses metabolisme sehingga pertumbuhan ikan dapat terpacu. Dengan proses fermentasi dan biokonversi selama tiga minggu maka pakan alternatif yang dihasilkan menjadi tidak mudah apek dan aman bagi ikan dan lingkungan,” tutur Sunardi.

Di samping itu, pakan alternatif hasil fermentasi tersebut dapat menghasilkan pakan ikan yang berkualitas dengan karakteristik tingkat kesukaan ternak tinggi, tingkat kecernaan tinggi, tidak mengandung zat-zat anti nutrisi, stabil dan terjaga dari proses fermentasi yang tidak terkendali. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Menjadi Mahasiswa yang Aktif dan Produktif untuk Mencapai Kesuksesan

Sleman – Mahasiswa sebagai sosok yang diharapkan dapat membawa perubahan yang positif harus mempunyai bekal yang kuat, baik dalam ilmu pengetahuan, keterampilan, moralitas, dan keimanan untuk dapat mencapai keberhasilan di masa depan. Hal ini yang ingin digugah oleh Gerakan Mahasiswa Peduli (GMP) Sleman Yogyakarta yang menggelar diskusi via Zoom Meeting dengan tema Menjadi Mahasiswa Aktif dan Prestatif bersama Awardee Scholarship, Minggu (22/8/2021).

Husein Faisal, Founder GMP mengatakan diskusi ini dilakukan sebagai upaya untuk dapat memotivasi mahasiswa agar dapat terus melakukan kegiatan yang produktif untuk dirinya maupun lingkungannya.

“Untuk menanamkan jiwa peduli terhadap pentingnya manjadi pemuda yang peduli akan keadaan sekitarnya, dari keadaan social, ekonomi, dan aspek lainnya, karena arah bangsa ke depan ada ditangan pemuda,” ujar Husein.

Saufan Ata Taqqiyah, Alumnus International Program Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia yang juga peraih beasiswa CIMB Niaga Scholarship tahun 2016-2018 dan Bukopin Bank Scholarship tahun 2015-2016 menuturkan menjadi mahasiswa merupakan kesempatan untuk mengembangakan diri sendiri, sehingga harus memperbanyak dan menginvestasikan waktu untuk kegiatan positif dan produktif.

“Menjadi mahasiswa yang plus-plus adalah menambah status sebagai mahasiswa yang juga aktivis, dai, enterpreuner, penulis, dan sebagainya,” ucap Saufan yang juga merupakan lulusan Gontor ini.

Sementara itu, Putri Wijayanti, Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia LPDP tahun 2016 mengatakan bahwa kunci sukses dalam diri, terutama seorang mahasiswa adalah membangun kapasistas diri. Hal tersebut memiliki urgensi yang tinggi bagi seorang mahasiswa yang ingin meraih prestasi kedepannya.

Sedangkan bagi pejuang beasiswa, Putri mengatakan mahasiswa harus proaktif mendapatkan informasi dan memenuhi persyaratan beasiswa yang ingin dituju.

“Kemampuan Bahasa Inggirs itu wajib. Ikuti komunitas-komunitas yang mendukung tujuanmu, bangun koneksi dengan kampus tujuan, dosen, alumni, cek website dan aktif membuat akun pendaftaran,” ungkap Putri.

Putri juga menekankan mengenai pentingnya niat dari diri sendiri, agar dapat fokus pada tujuan dan setia pada proses yang sedang dijalani. (Arief Hartanto)