Sleman Terima Bantuan Konsentrator Oksigen dari Gojek

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menerima bantuan konsentrator oksigen dari Gojek Indonesia. Bantuan secara simbolis diterima langsung oleh Bupati Sleman di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Selasa (24/8/2021). Sebanyak 20 konsentrator oksigen tersebut nantinya akan disalurkan ke Rumah Sakit Daerah, RS Darurat Covid, dan Puskesmas Rawat Inap yang ada di Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengapresiasi dan berterima kasih atas bantuan konsentrator oksigen yang diberikan oleh pihak PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dan Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) dalam penanganan pandemi COVID-19.

“Pemberian bantuan kepada Pemkab Sleman ini sudah barang tentu sangat mendukung upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat, terutama yang membutuhkan oksigen akibat terkena COVID-19.  Terlebih lagi pada kondisi saat ini ketersediaan oksigen dalam jumlah yang mencukupi dapat menyelamatkan banyak nyawa,” katanya.

District Head Jogja Solo Gojek, Farid Isnawan berharap melalui dukungan tersebut dapat meringankan upaya pemerintah dalam menanggulangi COVID-19. Donasi konsentrator oksigen ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan  Gojek sejak awal pandemi terhadap kesiapan dalam penanganan COVID-19 melalui pendekatan yang sistematis dalam mendukung Pemerintah.

“Kami mendukung Pemerintah dalam penanganan COVID-19 dengan mendonasikan lebih dari konsentrator oksigen ke seluruh daerah di Indonesia. Hari ini menyerahkan 20 konsentrator oksigen untuk Kabupaten Sleman,” kata Farid.

Konsentrator oksigen sendiri adalah perangkat untuk menghilangkan kandungan nitrogen yang ada di udara sehingga menghasilkan oksigen murni hingga 96%. (Humas Sleman)




Penuhi Syarat Belajar Tatap Muka, Siswa Madrasah di Kabupaten Sleman Divaksin

Sleman – Sebagai bentuk persiapan pembelajaran tatap muka tahun depan, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Kabupaten Sleman menggelar vaksinasi untuk siswa, guru, dan pegawai di madrasah yang belum melakukan vaksin.

Kegiatan vaksinasi ini diselenggarakan di MAN 3 Kabupaten Sleman pada Selasa (24/8/2021) mulai pukul WIB hingga selesai.

Humas MAN 3 Kabupaten Sleman sekaligus Ketua Panitia Vaksinasi, Mucharom mengatakan bahwa vaksinasi yang digelar ini merupakan program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan Kementerian Agama Kabupaten Sleman yang diperuntukkan bagi seluruh siswa MAN 3 dan MTs Negeri 6 Kabupaten Sleman.

“Vaksinasi ini sebetulnya program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan Kementerian Agama Kabupaten Sleman, ditujukkan kepada seluruh siswa yang ada di MAN 3 Sleman dan MTsN 6 Sleman,” ujar Mucharom.

Pada vaksinasi kali ini, tersedia sebanyak 1000 vaksin untuk siswa yang berasal dari MAN 3 dan MTsN 6 Sleman. Namun jika kuota tersebut tidak habis, peserta vaksinasi akan ditambah dari siswa madrasah lainnya yang sudah mendaftar kepada panitia vaksinasi MAN 3 dan MTsN 6 Sleman.

“Dengan diberi jumlah kapasitas untuk 1000 vaksin yang gabungan dari sekolah ini (MAN 3 dan MTsN 6 Sleman), tapi ketika nanti kekurangan ada tambahan dari siswa lain yang sudah mendaftar ke kita ada dari MTs Miftahunnajah, MI Darussalam, MTs Darussalam, MI Pangukan, dan nanti semua siswanya akan dibawa kesini,” jelas Mucharom lagi.

Sementara Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Agama, Tulus Dumadi menambahkan jika vaksinasi ini ditujukan untuk siswa yang minimal berusia 12 tahun dan memenuhi syarat.

“Fokus sasaran utamanya adalah siswa madrasah yang berusia 12 tahun minimal dan memenuhi syarat kemudian yang belum divaksin, kemudian antaranya adalah guru atau pegawai dari madrasah yang belum divaksin,” jelas Tulus Dumadi.

Program vaksinasi ini dilaksanakan dengan harapan seluruh siswa madrasah di Kabupaten Sleman memiliki imunitas guna mempersiapkan pembelajaran tatap muka (Luring).

“Warga madrasah se-Kabupaten Sleman ini memiliki imunitas sehingga pembelajaran kedepan bisa dilakukan secara tatap muka,” pungkas Tulus Dumadi. (Rep Nikke)




Sleman Mulai Uji Coba Pembukaan Mall dan Pusat Perbelanjaan

Sleman – Perpanjangan PPKM Level 4 di Kabupaten Sleman hingga 30 Agustus mendatang membawa beberapa perubahan. Salah satunya adalah diberikannya ijin untuk uji coba untuk pembukaan mall dan pusat perbelanjaan.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menuturkan Sleman sudah mendapatkan ijin uji coba pembukaan mall dan pusat perbelanjaan pada perpanjangan PPKM Level 4 kali berdasarkan Instruksi Mendagri No. 35 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, 2 di wilayah Jawa Bali.

“Alhamdulilah ada kabar baik. Hari ini mall dan pusat perbelanjaan yang ada di Sleman sudah mulai dibuka, walaupun masih dalam tahap uji  coba,” ungkap Kustini saat dikonfirmasi di Sekretariat Daerah Sleman, Selasa (24/8/2021).

Kustini mengatakan mall dan pusat perbelanjaan yang diuji coba pembukaan meliputi Plaza Ambarukmo, Jogja City Mall, Hartono Mall, Sleman City Hall dan Transmart.

Sejak Senin (23/8/2021), Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sleman telah melakukan monitoring ke sejumlah mall dan pusat perbelanjaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan dilakukannya uji coba pembukaan yang dilakukan hari ini.

“Kemarin tim dari Perindag sudah muter. Mereka mengecek kesiapan prokesnya bagaimana, termasuk yang paling penting adalah mengatur jaga jarak dan kapasitas. Dan alhamdulilah semua siap,” kata Kustini.

Untuk pemantauan hari pertama uji coba ini, tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Sleman juga akan turun ke setiap mall dan pusat perbelanjaan. Hal itu guna memastikan penerapan protokol kesehatan dijalankan dengan baik dan kegiatan perekonomian berjalan dengan lancar.

“Hari ini satgas akan berada di setiap titik. Mereka akan memantau pengunjung dan prokes di masing-masing tempat. Jika ada yang tidak tepat atau melanggar ketentuan nanti akan diperingatkan,” terang Kustini.

Ditambahkan Kustini, uji coba pembukaan mall dilakukan setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang. Salah satunya dari capaian vaksinasi karyawan mall yang telah mencapai angka 99 persen.

Selain itu, setiap mall dan pusat perbelanjaan diwajibkan melengkapi alat cek suhu, fasilitas cuci tangan, hand sanitizer di setiap pintu masuk, dan skenario pengaturan jaga jarak di setiap gerai dan tenant.

Untuk pengunjung dibatasi usia di atas 12 tahun dan di bawah 70 tahun. Pengunjung juga harus melakukan skrining terlebih dahulu menggunakan aplikasi peduli lindungi di pintu masuk.

“Kita berharap dengan adanya kelonggaran ini tidak membuat peningkatan kasus COVID-19 di Sleman. Karyawan yang dirumahkan bisa kerja kembali dan UMKM bisa memasarkan produknya kembali,” pungkas Kustini.




Tingkatkan Kesadaran Lingkungan, Mahasiswa KKN UNY Gelar Webinar tentang Sampah

Sleman – Pengelolaan sampah memiliki posisi yang penting dalam mewujudkan kesadaran lingkungan di masyarakat. Memilah sampah dari akarnya, akan memudahkan proses pengelolaan sampah itu sendiri. Atas dasar itulah, Furi Ningsih Sukowati, Mahasiswi asal Universitas Negeri Yogyakarta yang sedang melangsungkan KKN tematik mengadakan Webinar Pengelolaan Samapah Rumah Tangga dengan tajuk “Pemilahan Sampah untuk Mewujudkan Desa Sadar Lingkungan” pada Minggu (22/8/2021).

Webinar yang diadakan bekerja sama dengan Bank Sampah Makmur Mandiri tersebut menghadirkan Sutarto Agus Raharjo, Kadiv Sosialisasi dan Pemberdayaan Masyarakat JPSM Sehati Kabupaten Sleman sebagai Narasumber.

Pada kesempatan tersebut, Sutarto memaparkan materi mengenai konsep dasar pengelolaan sampah dengan konsep Bank Sampah.

“Dengan melakukan 5 M yaitu mengurangi sampah, menggunakan sampah, mendaur ulang sampah, memilah sampah, dan menabung sampah,” jelasnya.

Selain itu, Sutarto juga menjelaskan mengenai unsur pendukung berdirinya Bak Sampah, yaitu potensi, kelembagaan, fungsi sosial, dan fungsi ekonomi.

Hal lain yang harus diperhatikan dalam pengelolaan sampah dengan konsep Bank Sampah adalah peran skateholder dalam kapasitasnya sebagai regulator, fasilitator, dan stimulator.

“Mengingat keberlangsungan lembaga Bank Sampah sangat tergantung dari peran para stakeholder,” ungkapnya.

Sutarto juga menjelaskan mengenai skema kegiatan dan tantangan yang dihadapi oleh Bank Sampah, seperti keberlanjutan, peran natural leader, inovasi pengelolaan sampah, dan kelembagaan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)