Sejumlah Warga Binaan Lapas Sleman Dapatkan Remisi Hari Kemerdekaan

Sleman – Sebanyak 250 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Yogyakarta dan 156 warga binaan Lapas Kelas IIB Sleman mendapatkan remisi dalam peringatan Kemerdekaan RI ke 76 tahun 2021. Penyerahan remisi dilakukan secara simbolis kepada sejumlah perwakilan warga binaan oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo di Aula Lantai III Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (17/8/2021).

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta, Cahyo Dewanto menjelaskan sebanyak 250 warga binaan yang mendapatkan remisi, 239 orang mendapat Remisi Umum, 4 orang langsung bebas dan 7 lainnya masih melanjutkan menjalani pidana penjara pengganti denda. Dikatakan lebih lanjut bahwa pemberian remisi dilakukan setiap tahunnya bertepatan dengan momen peringatan kemerdekaan RI.

Cahyo menyebut remisi diberikan kepada warga binaan yang memenuhi persyaratan secara administrasi dan substansi seperti berkelakuan baik dan dengan jumlah remisi yang telah diatur sedemikian rupa yang didasarkan pada Undang-Undang Nomor Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999, Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999, dan Permenkumham Nomor 3 Tahun 2018 tentang pengiran masa pidana yang diberikan kepada Narapidana dan Anak pidana yang telah berkelakuan baik selama menjalanI proses masa pidana.

Sementara itu Kepala Lapas Cebongan H. Kusnan mengatakan warga binaan saat ini mencapai 276 dan yang diusulkan mendapatkan remisi 164 dan yang disetujui 156 orang Remisi Umum I dan 9 orang Remisi Umum 2 langsung bebas dengan rincian  6 orang menjalani asimilasi di rumah, 3 orang masih ada di dalam  lapas.

“Jadi dengan mendapatkan remisi 3 orang dan 6 orang yang menjalani asimilasi di rumah secara otomatis bebas hari ini,” ungkap Kusnan.

Kegiatan penyerahan remisi tersebut juga tidak hanya dilakukan di Kabupaten Sleman saja, melainkan dilakukan serentak di seluruh indonesia yang diselenggarakan pula melalui virtual oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pemberian remisi tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak warga binaan pemasyarakatan.

“Pemberianan remisi ini merupakan apresiasi negara terhadap warga binaan pemasyarakatan yang telah berhasil menunjukan perubahan perilaku, memperbaiki kualitas dan meningkatkan kompetensi diri dengan mengembangkan keterampilan untuk dapat hidup mandiri serta menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka mendukung pembangunan perekonomian nasional,” kata Kustini.

Menurut Kustini pemberian remisi hendaknya dilihat sebagai motivasi agar seluruh warga binaan pemasyarakatan selalu berupaya untuk mematuhi dan menaati hukum dan norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Tolak ukur pemberian remisi tidak didasarkan pada latar belakang pelanggaran hukum yang dilakukan, akan tetapi didasarkan pada perilaku warga binaan selama menjalani hukuman,” ujarnya.

Di samping itu, Kustini menilai pemberian remisi bukanlah suatu bentuk kemudahan bagi warga binaan pemasyarakatan untuk cepat memperoleh kebebasan.

“Remisi merupakan instrumen dan wahana normatif untuk meningkatkan kualitas pembinaan, mendorong motivasi diri sehingga warga binaan mempunyai kesempatan, kesiapan beradaptasi tinggi dalam proses reintegrasi sosial sebagai modal untuk kembali ke lingkungan masyarakat secara tepat dan nyata,” jelas Kustini. (Humas Sleman)




Peringati Hari Kemerdekaan RI, Bupati Ajak Masyarakat Gotong-royong Hadapi Pandemi

Sleman – HUT RI ke 76 menjadi tahun kedua perayaan kemerdekaan Republik Indonesia di tengah situasi pandemi COVID-19, tak terkecuali di Kabupaten Sleman. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo berharap masyarakat dapat memaknai perayaan kemerdekaan ini untuk saling bahu-membahu melawan pandemi.

“Makna sesungguhnya dari kemerdekaan di situasi pandemi saat ini adalah berjuang secara bersama-sama dan bahu membahu melawan COVID-19 dengan cara menuruti anjuran dari Pemerintah, memperketat protokol kesehatan agar kita semua segera dapat beraktifitas kembali sesuai dengan prosedur-prosedur adaptasi kebiasaan baru,” ujarnya saat menjadi Inspektur Upacara HUT RI ke 76 di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman, Selasa (17/8/2021).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir potensi penyebaran dan penularan resiko, selain itu Pemerintah Kabupaten Sleman juga berupaya mengurangi dampak yang terjadi akibat dari wabah virus COVID-19 ini.

Upaya yang dilakukan pemerintah ini memerlukan dukungan dari semua pihak, terlebih lagi masyarakat yang memiliki peran sangat penting untuk memutus rantai penularan dan penyebaran virus COVID-19 ini.

“Tentunya kita semua berharap agar pandemi ini dapat segera berakhir. Dengan spirit gotong royong, kerja keras dan kerja cerdas mari kita laksanakan adaptasi tatanan kehidupan baru untuk mewujudkan Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh,” tambahnya.

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-76 di Kabupaten Sleman dilaksanakan secara terbatas serta menerapkan protokol kesehatan. Dilaksanakan di lapangan Pemkab mulai pukul dihadiri Wakil Bupati, Ketua DPRD dan unsur Forkopimda Sleman. Pasukan pengibar bendera pusaka juga hanya terdiri dari sembilan orang.

Selesai upacara dilanjutkan dengan mengikuti upacara detik-detik proklamasi di Istana Negara secara virtual di Aula lantai 3 Kantor Bupati Sleman. (Humas Sleman)




Ukur Kompetensi, KB Cahaya Mulia Jalani Penilaian Akreditasi

Sukoharjo – Kelompok Bermain (KB) Cahaya Mulia Ngaglik melaksanakan penilaian akreditasi secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting langsung dari Aula KB Cahaya Mulia, Kompleks Masjid Besar Baiturrahman Klidon, Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu (14/8/2021). Penilaian akreditasi dilakukan sebagai bentuk tolak ukur dari hasil pembelajaran yang dilakukan di KB Cahaya Mulia.

“Penilaian akreditasi ini bisa digunakan sebagai acuan pembuatan RPPM, RPPH dan pengaplikasiannya di setiap harinya, karena pendidik jadi tahu harus membuat dan menyiapkan dokumen apa saja untuk pembelajaran bagi anak-anak,” ujar Suripto, Kepala KB Cahaya Mulia saat menghadiri kegiatan akreditasi.

Akreditasi KB Cahaya Mulia sendiri didampingi oleh dua Asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikkan Anak Usia Dini (BAN PAUD) Aina Dili dan Siti Donatirin. Pada kesempatan tersebut, Aina menyampaikan bahwa pendidik PAUD harus dapat terus memberikan inovasi dalam mendidik para murid.

“Pendidik PAUD harus bisa terus berinovasi dan menggali apa yang ada dilingkungan sekitar kita untuk digunakan sebagai materi pembelajaran dan kelengkapannya. Kelengkapan dokumen akan mempermudah jalannya proses pembelajaran di lembaga,”jelas Aina.

Proses akreditasi dimulai jam WIB, yang dilanjutkan dengan pengiriman file dokumen pembelajaran yang diminta oleh kedua asesor. Ada 26 butir dokumen yang harus dipresentasikan dan disiapkan oleh para pendidik untuk dikirim ke asesor.

“Semoga dengan akreditasi ini bisa menambah pengetahuan dan semangat bagi pendidik KB Cahaya Mulia khususnya, dan Masjid Baiturrahman pada umumnya yang menjadi induk Yayasan dari KB Cahaya Mulia,” ujar Rochanita Dyah Pitaloka, salah seorang pendidik di KB Cahaya Mulia. (ESWE/KIM Sukoharjo)




Paskibraka Kabupaten Sleman Tahun 2021 Resmi Dikukuhkan

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas pada upacara peringatan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2021 mendatang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Minggu (15/8/2021).

Pengukuhan anggota Paskibara yang terdiri 9 orang ini ditandai dengan pembacaan ikrar oleh anggota Paskibraka dan melakukan prosesi mencium Sang Saka Merah Putih. 

Paskibraka tahun ini adalah yang pertama bertugas di masa pandemi COVID-19, setelah tahun 2020 lalu kegiatan serupa ditiadakan akibat pandemi yang baru masuk ke Indonesia.

“Kepercayaan dan kehormatan sebagai Paskibraka Kabupaten Sleman 2021 ini harus adik-adik pertanggungjawabkan dengan melaksanakan tugas pengibaran bendera dengan sebaik-baiknya,” ungkap Kustini usai melakukan pengukuhan.

Menurut Kustini anggota Paskibraka terpilih merupakan putra/putri terbaik dari Kabupaten Sleman yang memiliki keistimewaan, bukan hanya sebagai pasukan pengibar bendera dan penurunan bendera pada upacara peringatan HUT Proklamasi Ke 76 saja.

“Akan tetapi juga merupakan kader-kader harus mampu menunjukkan keteladanan sebagai pelajar yang berprestasi,berdisiplin dan bermoral serta memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Seluruh anggota Paskibraka dituntut untuk dapat menjadi ujung tombak dalam membangun persatuan bangsa,” tambahnya.

Adapun Koordinator Pelatih Paskibraka Sleman, Pelda Sihono dari Kodim 0732 Sleman mengatakan pelaksanaan upacara kemerdekaan RI tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada masa pandemi ini hanya terpilih 9 putra putri terbaik Sleman dari 200 peserta yang mengikuti tahapan seleksi.

“Seleksi meliputi Jasmani, keterampilan baris berbaris dan pengetahuan umum,” katanya.

Dalam menjalani pelatihan di masa pandemi Pelda Sihono mengatakan para anggota terus menerapkan protokol kesehatan. “Ini langkah antisipasi agar pelaksanaan ini tidak menimbulkan klaster baru,” tambahnya.

Adapun kesembilan anggota Paskibraka Kabupaten Sleman tahun 2021, yakni Andika Fahrezy Putra dari SMA N 1 Prambanan, Eka Nosa Aji Wirayuda dari SMA Angkasa Adisucipto, Febri Ibra Isnaini Susnanto dari SMA N 1 Kalasan, Satria Indra Saputra dari SMA N 1 Sleman, Fajar Oktavianto dari SMA N 1 Mlati, Arifa Rifky Anjani dari SMA N 1 Mlati, Fathika Erinsyandia F dari SMA N 1 Ngaglik, Salsabila Shoofi Aninditha dari SMA N 1 Kalasan dan Talia Salsabila dari SMA N 1 Pakem. (Humas Sleman)




Sleman Resmi Rintis Kampung Pramuka

Sleman – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sleman merintis Kampung Pramuka dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-60. Kampung Pramuka tersebut resmi diluncurkan bersamaan dengan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-60 yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dari Sleman Smart Room dan secara luring langsung dari salah satu daerah yang dijadikan Kampung Pramuka yaitu Dusun Pulewulung di Kapanewon Turi, Sabtu (14/8/2021).

Selain Dusun Pulewulung di Turi, beberapa daerah lain yang menjadi Rintisan Kampung Pramuka sesuai dengan SK Kwarcab Sleman Nomor 30 Tahun 2021 tengtang Rintisan Kampung Pramuka meliputi Rintisan Kampung Pramuka Bromonilan di Kalasan, Rintisan Kampung Pramuka Sangurejo di Turi, Rintisan, Rintisan Kampung Pramuka Grogol di Seyegan, dan Rintisan Kampung Pramuka Gondang II di Cangkringan.

Sri Budoyo, Sekretaris I Kwarda DIY mengapresiasi langkah yang dilakukan Kwarcab Sleman ini, karena Kampung Pramuka menjadi program unggulang di tingkat nasional.

“Sleman memulainya, atas nama Kwartir Daerah kami ucapkan terimakasih, atas apa yang sudah diprakarsai oleh kakak-kakak di Kwarcab Sleman,” ujar Sri Budoyo.

Sri Budoyo menegaskan bahwa program Kampung Pramuka memang didorong dari DIY agar seluruh 34 provinsi di Indonesia memiliki Kampung Pramuka.

“Sehingga akan memunculkan kegiatan-kegiatan bagi anggota pramuka secara mandiri dan bersama-sama masyarakat melakukan pemberdayaan,” ungkapnya.

Rintisan Kampung Pramuka sendiri dilakukan bekerja sama dengan kelompok masyarakat lokal. Tahapan yang dilalui dimulai dengan tahapan klarifikasi yang dilaksanakan secara periodik dengan membentuk Gugus Depan Teritorial secara mandiri.

Nantinya, Pengelola Gugus Depan Teritorial tersebut wajib melaporkan kegiatan kepada Ketua Kwartir Cabang Sleman melalui Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sleman. Pembinaan Rintisan Kampung Pramuka sendiri nantinya akan dilaksanakan oleh Ketua Kwartir Cabang Sleman. (Arief Hartanto)