Program Bela Pengadaan untuk Dorong Pengembangan UKM Daerah

Sleman – Sebagai upaya untuk mengedukasi masyarakat Usaha Kecil Mikro (UKM) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sleman untuk ikut bergabung dalam Program Bela Pengadaan yang telah difasilitasi oleh pemerintah, Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar Sosialisasi Bela Pengadaan yang dilaksanakan secara virtual melalui Aplikasi Zoom Meeting dan live streaming di kanal youtube Rumah Kreatif Sleman (RKS), Selasa (31/8/2021).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan kegiatan sosialisasi ini dilakukan untuk mengoptimalkan peran UKM asli Sleman dalam Program Bela Pengadaan di Kabupaten Sleman, baik secara manajemen maupun kapabilitasnya.

“Diharapkan mereka (UKM) siap untuk bergabung dalam program Bela Pengadaan,” jelas Mae Surya.

Program Bela Pengadaan sendiri merupakan program pendukung gerakan UMKM Go Digital, di mana UMKM diharapakan untuk dapat mendigitalisasikan diri dengan bergabung dengan marketplace. Nantinya, Bela Pengadaan ini akan memanfaatkan UMKM yang sudah didigitalisasi tersebut untuk melakukan pengadaan barang maupun jasa di pemerintahan.

Mae Rusmi juga mengatakan Program Bela Pengadaan ini sejalan dengan program Bangga Buatan Indonesia dan Borong Bareng produk UKM Kabupaten Sleman.

“Program Borong Bareng Produk UKM Sleman mengajak seluruh masyarakat Sleman untuk menggunakan produk UKM Sleman, tidak terkecuali Pemerintah Daerah juga akan menggunakan produk pelaku UKM di wilayah Kabupaten Sleman,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Setya Budi Arijanta mengungkapkan Pemerintah Daerah baik di kota, kabupaten, dan provinsi banyak yang belum merealisasikan adanya Program Bela Pengadaan sehingga target yang disusun belum tercapai sepenuhnya.

“Kalau hitungannya dengan Undang-undang Cipta Kerja itu kan harusnya setiap Pemda abupaten, kota, provinsi maupun kementerian lembaga harus mencadangkan 40% belanjanya untuk UKM, tapi faktanya masih banyak yang belum, dan sampai bulan ini belanja untuk UKM realisasinya belum sampai 10 miliar dari total seharusnya 400 triliun,” ungkap Setya Budi Arijanta.

Ia berharap setelah adanya program ini, UKM dapat meningkatkan penjualannya tidak hanya di wilayah Kabupaten Sleman, tetapi mampu menjangkau hingga ke luar negeri yang nantinya akan dikembangkan oleh LKPP.

“Dengan para UKM ini masuk Bela itu nanti tidak hanya dibeli di Sleman, tapi bisa dibeli seluruh Indonesia dan nanti tahap berikutnya kalu diekspor akan kita kembangkan,” pungkasnya. (Rep Nikke/Rahayu)




Kasus Belum Stabil, PPKM Level 4 di Kabupaten Sleman Kembali Diperpanjang

Sleman – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kabupaten Sleman kembali diperpanjang hingga 6 September 2021. Hal tersebut dilakukan karena perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman sampai saat ini belum stabil, di mana kasus positif terus mengalami kenaikan dan penurunan. Dilaporkan per tanggal 29 Agustus 2021 terdapat kasus positif COVID-19 di Kabupaten Sleman sebanyak kasus dengan angka kesembuhan mencapai , atau 85,83 %, tidak berbeda jaug dari hitungan nasional yaitu 91,4%.

Sedangkan pada kasus meninggal dunia dilaporkan sebanyak atau 4,3% di mana angka tersebut  masih tinggi jika dibandingkan dengan perhitungan nasional yaitu hanya 2,3%.

Walaupun penggunaan Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi terpusat di rumah sakit Kabupaten Sleman menurun, tetapi tingkat isolasi mandirinya masih tercatat sebanyak kasus.

“Meskipun BOR di rumah sakit mengalami penurunan, BOR isolasi terpusat kita mengalami penurunan, tetapi kasus kita ini masih banyak, itu tadi isomannya masih ,” ujar Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama dalam jumpa pers di Pendopo Parasamya Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, pada Selasa (31/8/2021).

Cahya Purnama menambahkan jika untuk isolasi terpusat hanya tersedia 4 tempat di kabupaten, namun ada juga tempat isolasi terpusat yang disediakan di TNI dan Hotel.

“Kalau kabupaten hanya 4 isoter, tapi saat ini ada isoter di beberapa tempat yang lain yang mungkin dari TNI, ada yang dari hotel,” tambahnya.

Sementara itu untuk trantesting mingguan Sleman tercatat ada peningakatan. Sampai akhir Agustus, ada yang dirawat, namun status isolasi mandiri di Kabupaten Sleman masih tinggi.

PPKM level 4 masih diupayakan berjalan di Kabupaten Sleman dan program vaksinasi dengan jenis vaksin apapun akan terus digenjot untuk mencegah penularan COVID-19.

“Dan ini kita masih berjalan untuk kasus PPKM level 4, jadi kita harus berhati-hati, satu-satunya untuk mencegah adanya penularan COVID supaya tidak berakibat fatal harus memperkuat dari imunisasi tadi vaksinasi apapun jenisnya, semakin cepat semakin baik tidak perlu yang lain, semua vaksin COVID bagus yang memberikan antibodi, dia sudah diberi izin oleh bpom,” jelas Cahya Purnama. (Rep Nikke)